Yanti, Maria Evvy
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemaknaan Penciptaan Bumi dalam Kejadian 1:1-2 sebagai Kedaulatan Allah Yanti, Maria Evvy; Sarwono, Nehemia Chandra
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 12, No 1: Desember 2025
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v12i1.239

Abstract

Experts have their opinions on research to understand the text of Genesis 1:1-3. The investigation yielded mixed conclusions regarding the text. The reconstruction theory says the Genesis creation story is about reconstruction, not creation. Similarly, this description of the wilderness is combined with pre-creation imagery from ancient Southwest Asia, namely, darkness, the Great Ocean, and water. This prompted the need to study the parallel meaning of the texts of Genesis 1:1-3. The purpose of this writing is to know the meaning of the creation of the earth as the balance of ecosystems contained in Genesis 1:1-3. Researchers employ a qualitative research approach, using the source and meaning of words to interpret the text. The results of this study are that Genesis 1:1-3 provides the meaning that the people's belief in the sovereign God as the creator brings prosperity to all of His creation. Abstrak Para ahli memiliki pendapat masing-masing dalam penelitian untuk memahami teks Kejadian 1:1-2. Penyelidikan yang dilakukan menghasilkan kesimpulan yang beragam mengenai teks tersebut. Adanya ‘The reconstruction theory’ yang menuliskan bahwa kisah penciptaan dalam kitab Kejadian bukan menjelaskan tentang hari penciptaan, melainkan hari pembangunan ulang. Demikian pula adanya gambaran padang gurun belantara ini dipadukan dengan gambaran-gambaran pra-penciptaan di Asia Barat Daya kuno, yaitu mengenai adanya unsur-unsur kegelapan, samudra raya, dan air. Hal ini mendorong perlunya kajian pemaknaan kesejajaran teks Kejadian 1:1-3. Tujuan penulisan ini ialah ingin mengetahui makna penciptaan bumi sebagai keseimbangan ekosistem yang terkandung di dalam Kejadian 1:1-2. Pendekatan penelitian kualitatif dengan metode sumber dan makna kata dilakukan peneliti untuk mendapatkan pemaknaan teks. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Kejadian 1:1-3 memberikan makna keyakinan umat akan Allah yang berdaulat sebagai sang pencipta yang mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh ciptaan-Nya.
Kritik kekuasaan dan harapan eskatologis dalam Daniel 7: Analisis semiotika sastra fantasi Yanti, Maria Evvy; Tandy, Saintly
KURIOS Vol. 12 No. 1: April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v12i1.1396

Abstract

This article examines the meaning of animal symbols in Daniel 7 through a semiotic method in fantasy literature. This approach traces the relationship between the signifier and the signified within the text to reveal theological messages embedded in the depiction of fantastical beasts. The analysis yields three main findings. First, the four fantastical beasts represent successive ruling powers: Babylon, Persia, Macedonia, and the Hellenistic era. Second, the depiction of the fourth beast and its little horn specifically refers to the cruelty of Antiochus IV Epiphanes, who oppressed and persecuted the Jewish community. Third, beyond its critique of tyrannical power, Daniel 7 expresses the Jewish people's eschatological hope for a just and dignified government. Daniel 7 is therefore not merely an apocalyptic text but a form of theological resistance that conveys sociopolitical criticism through a fantasy literary narrative.   Abstrak Artikel ini mengkaji makna simbol-simbol binatang dalam Daniel 7 menggunakan metode semiotika sastra fantasi. Pendekatan ini menelusuri relasi penanda dan pertanda dalam teks untuk mengungkap pesan teologis yang tersembunyi di balik gambaran binatang fantasi. Hasil analisis menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, keempat binatang fantasi merepresentasikan penguasa-penguasa yang silih berganti, yaitu Babel, Persia, Makedonia, dan kekuasaan pada masa Helenistik. Kedua, gambaran binatang keempat beserta tanduk kecilnya secara khusus merujuk pada kekejaman Antiokhus IV Epifanes yang menindas dan menganiaya masyarakat Yahudi. Ketiga, di balik kritik terhadap kekuasaan yang zalim, Daniel 7 menyuarakan harapan eskatologis umat Yahudi akan hadirnya pemerintahan yang adil dan bermartabat. Dengan demikian, Daniel 7 bukan sekadar teks apokaliptik, melainkan bentuk perlawanan teologis yang menyampaikan kritik sosial-politik melalui narasi sastra fantasi.