Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Gambaran Beban Keluarga Dan Koping Keluarga Dalam Merawat Pasien Skizofrenia Di Rumah Siallagan, Ance M; Ginting, Amnita Anda Yanti; Ndruru, Trias Talenta
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17963

Abstract

Skizofrenia adalah jenis gangguan jiwa yang ditandai dengan gejala psikotik yang mengubah persepsi, pikiran dan perilaku seseorang. Dampak dari skizofrenia bukan hanya pada pasien tetapi berdampak bagi keluarga yang merupakan orang terdekat dengan pasien. Keluarga merasa terbebani terhadap perawatan pasien dan koping keluarga terganggu. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi beban keluarga dan koping keluarga dalam merawat pasien skizofrenia di rumah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 91 responden, dengan kriteria inklusi anggota keluarga dari pasien skizofrenia yang menjalani rawat jalan minimal satu bulan, keluarga dengan pasien yang pernah dirawat inap berulang maksimal dua kali, anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan pasien. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner Zarit Burden Interview (ZBI) dan kuesioner Brief COPE. Di dapatkan hasil penelitian beban keluarga pada kategori beban sedang (48,4%). Koping keluarga pada kategori koping sedang (68,1%). Diharapkan bagi pihak rumah sakit agar lebih mengikutsertakan keluarga dalam setiap perawatan yang diberikan kepada pasien dan memberikan edukasi tentang fungsi keluarga dalam Kesehatan keluarga agar keluarga mampu menerima keberadaan keluarga yang mengalami skizofrenia dan tidak menganggap sebagai beban dan senantiasa mendampingi serta menerapkan koping yang adaptif.
Sosialisasi Pengaruh Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) Terhadap Intensitas Penggunaan Gadget Pada Siswa/Siswi SMP ST Ignasius Medan Sitanggang, Yohana Beatry; Lumbangaol, Rusmauli; Siallagan, Ance M; Sihombing, Ruth A K
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.494

Abstract

Penggunaan berlebihan dari sebuah gadget akan membawa pengaruh yang tidak baik khususnya terhadap perkembangan fisik dan mental seorang remaja. Hal ini tentunya akan mengganggi aktivitas sehari-hari dalam kegiatannya terutama belajar. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan melalui sosialisasi kepada anak remaja mengenai Pengaruh Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) Terhadap Intensitas Penggunaan Gadget Pada Siswa/Siswi SMP St Ignasius Medan. Metode pengumpulan data di SMP St Ignasius Medan, tim pengabdi melakukan survei langsung ke sekolah dan melakukan wawancara untuk mendapatkan informasi guna memenuhi kebutuhan data yang diperlukan. Hasil yang didapatkan terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberikan terapi Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) Terhadap Intensitas Penggunaan Gadget Pada Siswa/Siswi SMP St Ignasius Medan.
Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 Siallagan, Ance M; Simanullang, Murni Sari; Sinaga, Sonita
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13093

Abstract

Latar Belakang : Kecemasan adalah suatu perasaan takut dan khawatir yang berlebihan yang dialami pada pasien yang menjalani hemodialisa. Pasien yang menjalani hemodialisa yang mengalami kecemasan akan mengalami tanda-tanda vital yang meningkat, termasuk gugup, tremor, dan panik. Hemodialisa menyebabkan stres fisik dan psikologis, seperti kecemasan, yang mengganggu fungsi neurologi seperti penurunan konsentrasi, tremor diorientasi. Prevalensi penyakit GGK di indonesia diperkirakan mencapai 3,8%.Metode : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan  pasien yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan rancangan desktiptif dengan populasi yaitu seluruh pasien yang menjalani hemodialisa. Adapun sampel penelitian ini sejumlah 55 orang menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Zung Self-Rating Scale (ZSAS).Hasil : Hasil penelitian didapatkan bahwa responden pada usia lebih rentan pada usia 55 tahun dengan lama hemodialisa yaitu 23 bulan, pada jenis kelamin laki-laki sebanyak (67.3%), pada pendidikan lebih banyak pendidikan SMA/SMK (45.5%), pada pekerjaan lebih banyak wiraswasta sebanyak (36.4%), pada tingkat kecemasan lebih banyak pada kategori kecemasan berat sebanyak 19 responden (34.5%). Kesimpulan : Hasil penelitian disimpulkan bahwa Sebaiknya kepada pasien agar menerapkan teknik tarik nafas dalam pada saat menjalani terapi cuci darah sehingga dapat mengurangi kecemasan yang dialami
Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 Siallagan, Ance M; Manullang, Murni Sari Dewi; Sinaga, Sonita
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13233

Abstract

Latar Belakang : Kecemasan adalah suatu perasaan takut dan khawatir yang berlebihan yang dialami pada pasien yang menjalani hemodialisa. Pasien yang menjalani hemodialisa yang mengalami kecemasan akan mengalami tanda-tanda vital yang meningkat, termasuk gugup, tremor, dan panik. Hemodialisa menyebabkan stres fisik dan psikologis, seperti kecemasan, yang mengganggu fungsi neurologi seperti penurunan konsentrasi, tremor diorientasi. Prevalensi penyakit GGK di indonesia diperkirakan mencapai 3,8%.Metode : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan  pasien yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan rancangan desktiptif dengan populasi yaitu seluruh pasien yang menjalani hemodialisa. Adapun sampel penelitian ini sejumlah 55 orang menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Zung Self-Rating Scale (ZSAS).Hasil : Hasil penelitian didapatkan bahwa responden pada usia lebih rentan pada usia 55 tahun dengan lama hemodialisa yaitu 23 bulan, pada jenis kelamin laki-laki sebanyak (67.3%), pada pendidikan lebih banyak pendidikan SMA/SMK (45.5%), pada pekerjaan lebih banyak wiraswasta sebanyak (36.4%), pada tingkat kecemasan lebih banyak pada kategori kecemasan berat sebanyak 19 responden (34.5%). Kesimpulan : Hasil penelitian disimpulkan bahwa Sebaiknya kepada pasien agar menerapkan teknik tarik nafas dalam pada saat menjalani terapi cuci darah sehingga dapat mengurangi kecemasan yang dialami