Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EFEKTIFITAS MEDIA BIOFILTRASI ANAEROB UNTUK MENDEGRADASI BAHAN ORGANIK PADA LIMBAH CAIR PENCUCIAN IKAN Salamah, Umi Hafilda; Rachmanto, Tuhu Agung
Envirous Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i2.105

Abstract

Penelitian ini menggunakan biofiltrasi anaerob dengan variasi jenis media dan waktu tinggal secara sistem batch. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas reaktor biofilter anaerob dalam mendegradasi beban pencemar serta mencari variasi jenis media dan waktu tinggal terbaik untuk dilanjutkan ke sistem kontinyu. Dari penelitian ini hasil optimal yang didapatkan pada sistem batch adalah BOD 87,4%, COD 89,2%, TSS 87,5% dengan waktu tinggal 16 hari pada jenis media bioball. Namun, NH3-N tidak dapat dihilangkan dalam kondisi anaerob, sehingga NH3-N efektif di waktu tinggal 0 hari yaitu dengan efisiensi 34%. Persentasepenyisihan pada sistem kontinyu bekerja stabil yaitu didapatkan efisiensi removal rata-rata BOD85,8% COD 87,1%, dan TSS 75,8%
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DIPO LOKOMOTIF SIDOTOPO SURABAYA BERDASARKAN ISO 45001:2018 MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) Rafsanjani, Lintang Putri; Rachmanto, Tuhu Agung
Envirous Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i2.106

Abstract

Dipo Lokomotif Sidotopo Surabaya merupakan sarana untuk melakukanpemeliharaan serta pemeriksaan lokomotif untuk menarik rangkaian kereta api.Dalam rangka melindungi pekerjanya, perusahaan ini berusaha menjadikan SMK3fokus utama perusahan untuk menciptakan suasana kerja yang aman sertamencegah penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipenerapan SMK3 dan faktor-faktor kegagalan yang terjadi pada proses perbaikanlokomotif menggunakan metode FMEA. Faktor-faktor kegagalan tersebutdiberikan penilaian severity, occurrence, dan detection. Tiga penilaian tersebutselanjutnya dilakukan perhitungan nilai RPN untuk mengurangi risiko mana yangmemiliki tingkat potensi paling tinggi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukanidentifikasi bahaya yang memiliki risiko paling tinggi adalah tersengat listrik,berinteraksi dengan pipa bersuhu tinggi, terkena cipratan minyak, keluarnya gasberbahaya serta berinteraksi dengan bahan yang mudah terbakar.
PERENCANAAN PERLUASAN PELAYANAN TPST KARTOHARJO KAB. NGANJUK Romanda, Yoga; Rachmanto, Tuhu Agung
Envirous Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i2.110

Abstract

Jumlah volume sampah berbanding lurus dengan kenaikan penduduk. Sehingga,tingkat konsumsi masyarakat yang digunakan pada kehidupan sehari-hari terhadap material juga meningkat. Semakin banyaknya timbulan sampah yang dihasilkan maka perlu adanya perluasan lahan. Pada saat ini, TPA Kedungdowo menerimaresidu sampah dari TPST Kartoharjo pada tahun 2020 sebesar 497.655 Kg/tahun.Penelitian ini bertujuan untuk membuat perencanaan perluasan pelayanan TPSTKartoharjo Kab. Nganjuk.Timbulan sampah yang dihasilkan TPST Kartoharjoadalah 32.683 kg/hari. Dengan jumlah Kecamatan Sukomoro sebanyak 6.941kg/hari, Kecamatan Nganjuk sebanyak 17.648 kg/hari, Kecamatan Bagor sebanyak8.094 kg/hari. Dengan luas lahan yang digunakan untuk perluasan TPST adalah1.048,76 m2.
Kajian Dampak Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Awar-Awar Prawardani, Salsabila; Rachmanto, Tuhu Agung
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.137

Abstract

PLTU merupakan salah satu fasilitas publik yang selain memberikan dampak positif tetapi juga memulihkan dampak negatif. Hal ini terhubung karena PLTU menghasilkan emisi, seperti pada tahap pengadaan bahan bakar dan pada proses PLTU. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi dampak yang ditimbulkan, menganalisis alternatif kegiatan yang dapat mengurangi dampak, serta menentukan prioritas penerapan alternatif kegiatan untuk mengurangi dampak lingkungan menggunakan Life Cycle Assessment (LCA) yang akan dianalisis melalui software Simapro. LCA adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menilai dampak lingkungan yang timbul dari seluruh tahapan siklus hidup produk. Hal ini membantu memahami bagian-bagian mana yang paling berdampak terhadap lingkungan. Tiga jalan utama yang ditemukan melalui metode Impact 2002+ adalahPemanasan Global, Energi Tak Terbarukan , dan Respiratori anorganik . Hasil dari analisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan aplikasi Expert Choice menyimpulkan bahwa Carbon Capture Storage adalah solusi perbaikan yang paling optimal.
PENINGKATAN EFEKTIVITAS ELEKTROKOAGULASI DAN FOTOKATALIS PADA PROSES DEGRADASI LIMBAH BATIK Sulistyaningsih, Angger; Rachmanto, Tuhu Agung
Envirous Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i1.17

Abstract

Air limbah dari proses industri batik yang menggunakan senyawa naftol umumnya mengandung polutan organik yang sukar terurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pengolahan limbah batik dengan metode kombinasi penambahan elektrolit dan AOP pada proses elektrokoagulasi dan fotokatalis berdasarkan rapat arus, konsentrasi elektrolit dan konsentrasi H2O2. Parameter yang diamati meliputi COD, TSS, warna, TDS dan pH. Pada penelitian batch yang dilakukan dengan 5 liter air limbah ditetapkan variabel rapat arus (A/cm2) dan konsentrasi elektrolit NaCl (gr/L) pada elektrokoagulasi dan konsentrasi H2O2 30% (mg/L) sebagai variabel peubah fotokatalis. Selain secara batch, penelitian ini juga dilakukan percobaan secara kontinyu dengan variabel terbaik dari proses batch. Efisiensi persentase penurunan COD, TSS, warna, TDS dan pH pada limbah menggunakan kombinasi elektrokoagulasi dan fotokatalis masing-masing sebesar 87,8%, 84,01% ,94,07%, 32,9% dan pH 7,3 pada waktu kontak 120 menit.
Alternatif Bahan Pakan Ternak dengan Memanfaatkan Lindi dalam Budidaya Larva Black Soldier Fly (BSF) Nurkomariyah, Safitri; Rachmanto, Tuhu Agung
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.150

Abstract

Air lindi adalah air yang masuk ke dalam timbunan sampah dan mengekstraksi bahan terlarut dan tersuspensi dari sampah. Karakteristik air lindi termasuk tingginya kandungan organik, asam, logam, dan garam terlarut yang merupakan karakteristik yang dapat membahayakan lingkungan. Upaya telah dilakukan oleh peneliti untuk menangani masalah lindi yang sulit diolah dan berbahaya dengan mengaplikasikan teknik budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai organisme pengurai yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan larva BSF dalam mengurai limbah lindi dan kandungan nutrisi yang dihasilkan setelah 12 hari pemeliharaan pada campuran substrat dan limbah lindi. Pada variasi yaitu kadar air larutan lindi (75%, 50%, 25%, dan 0% pelarut) dan jenis substrat (dedak, ampas tahu, atau kombinasi dedak-ampas tahu), diketahui terjadi degradasi lindi, pertumbuhan larva yang optimal, dan menghasilkan pakan ternak sesuai standar. Jenis substrat dan kadar air pelarut lindi berkorelasi dengan reduksi yang dihasilkan. Susut media menjadi lebih besar dengan pelarut yang lebih kecil atau konsentrasi lindi yang lebih pekat. Semakin banyak reduksi media, pertumbuhan larva semakin optimal. Kombinasi dedak-ampas tahu dengan kadar pelarut larutan lindi 0% memiliki kadar protein tertinggi sebesar 63,20%.
Komparasi Status Mutu Fisik Sungai Jagir menggunakan Metode Indeks Pencemaran, STORET, dan BCWQI Mufida, Yuni Imroatul; Rachmanto, Tuhu Agung
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.152

Abstract

Sungai Jagir yang menjadi cabang Sungai Brantas kerap kali dijadikan pembuangan limbah oleh aktivitas masyarakat. Dari kegiatan warga tersebut menyebabkan Sungai Jagir mengalami pencemaran dan tergolong kategori kelas III dimana parameter pH, COD, dan TSS melebihi baku mutu. Hal ini berkebalikan dengan peruntukannya sebagai sektor wisata dan pelayanan angkutan sungai. Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis kadar parameter TSS dan suhu di masing – masing titik sampling serta mengaplikasikan dan membandingkan metode Indeks Pencemaran, STORET, dan BCWQI. Titik sampling pada penelitian ini terbagi menjadi 4 titik lokasi dengan pemantauan secara berkala yaitu satu minggu dua kali pengambilan sampel, satu hari terdapat tiga kali pengambilan sampel, pagi, siang, dan malam hari. Hasil penelitian yang diperoleh, parameter TSS yang melampaui standar baku mutu yang ditetapkan yaitu PP Nomor 22 Tahun 2021. Pada metode Indeks Pencemaran memiliki nilai tertinggi sebesar 5,8 dimana masuk kategori “Tercemar Sedang”. Pada metode STORET diperoleh hasil -25 dan tergolong sungai “Tercemar Sedang”. Terakhir, metode BCWQI didapatkan hasil 41,60 dan masuk kategori “Tercemar Sedang”. Metode yang sesuai untuk penelitian ini adalah Metode Indeks Pencemaran.
Kombinasi Proses Anoxide – Oxide Menggunakan Tanaman Kayu Apu (Pistia Stratiotes) untuk Penyisihan COD dan Total Nitrogen Pada Limbah Cair Domestik Ningrum, Aprilia Putri; Rachmanto, Tuhu Agung
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increase in population and urbanisation has led to to an increased volume of domestic wastewater containing pollutants such as organic matter and nitrogen, which pose a significant risk to the environment and aquatic ecosystems. This study aims to evaluate the effectiveness of a combined anoxic–oxic process integrated with Pistia stratiotes (water lettuce). constructed wetland system for removing Chemical Oxygen Demand (COD) and total nitrogen from domestic wastewater. The experiment was conducted using wastewater concentrations of 20%, 40% and 60%, with a retention time of five days. The system operated under anoxic conditions for the first two days, This was followed by oxic conditions with aeration from days three to five. The Results showed that the highest removal efficiency was achieved at a wastewater concentration of 20%. wastewater concentration and a five-day retention time. This resulted in COD and total nitrogen removal efficiencies of 63.16% and 70%, respectively. These findings suggest that the anoxic–oxic system combined with Pistia stratiotes is effective in enhancing the treatment performance of domestic wastewater. This is particularly evident at lower concentrations and optimal retention times.
Pemantauan Parameter Fisik dan Aktivitas Mikroorganisme Aerob di Unit Oxidation Ditch Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Setia Wati, Syaharani; Rachmanto, Tuhu Agung
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oxidation ditch is one of the widely used biological sewage treatment systems to treat fecal sludge by means of continuous aeration. This system relies on the activity of aerobic microorganisms, which require dissolved oxygen to break down organic compounds in wastewater effectively and sustainably. This study aims to monitor three important parameters in the oxidation ditch unit at the Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), namely Dissolved Oxygen (DO), temperature, and Sludge Volume 30 minutes (SV30). DO and temperature measurements are carried out routinely to ensure that environmental conditions continue to support the biological process in the aeration channel optimally. Meanwhile, the SV30 value is used to evaluate the effectiveness of activated sludge precipitation formed during the treatment process. Observations show that fluctuations in DO and temperature affect the performance of the treatment system, while the SV30 value reflects the sludge quality and overall process stability. Monitoring these three parameters is important to maintain the efficiency, reliability and sustainability of the overall domestic effluent treatment process.
CuO-CeO₂ Photocatalysis for the Degradation of Remazol Textile Dyes Rositasari, Putri Redita; Pramesti, Thineza Ardhea; Rachmanto, Tuhu Agung; Amalia, Aussie
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 22, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v22i2.420-431

Abstract

Water pollution, particularly from textile industry waste, has become an increasingly significant environmental issue. Textile waste, especially synthetic dyes, contributes substantially to water pollution because of its complex structure and low biodegradability. Dyes such as Remazol Brilliant Red and Remazol Turquoise Blue, which are commonly used in the textile industry, are stable, toxic, and difficult to degrade biologically. One promising approach to address this issue is photocatalysis using photocatalysts such as CuO and CeO₂, which possess high degradation capabilities for organic contaminants. This study explored the effectiveness of CuO-CeO₂-based photocatalysts in degrading Remazol Turquoise Blue and Remazol Brilliant Red dyes. Photocatalysts were synthesized with varying CuO-CeO₂ concentrations, and degradation tests were conducted using UV light to observe dye degradation. The results show that the CuO-CeO₂ photocatalysts at a concentration of 25% achieved the highest degradation efficiency, with nearly 41.5% removal of Remazol Turquoise Blue and 26.1% removal of Remazol Brilliant Red after 120 min. Increasing the photocatalyst concentration increases the number of active sites, accelerating the degradation process. However, there is a limitation at very high concentrations because of the potential for catalyst particle agglomeration.