Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pencegahan Gejala Depresi pada Lansia melalui Edukasi dan Deteksi Dini Kusuma, Made Dian Shanti; Sari, Ni Made Candra Citra; Tripayana, I Nyoman
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 9 No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v9i3.24763

Abstract

Elderly people will face changes both physically and mentally. The changes that occur are generally decreased physical function, having comorbidities, and the emergence of symptoms of depression that are often not realized and detected due to the aging process. If symptoms of depression are not detected properly, it can cause the elderly to be at risk of depression. Efforts that can be made to prevent depression in the elderly are to routinely carry out early detection and provide mental health education. The purpose of this activity is to find out the elderly who have symptoms of depression and are at risk of depression. This activity was carried out in the Pedungan sub-district by involving assistance from the Health Center in the elderly posyandu program. The implementation of the activity was carried out for 2 weeks by involving the elderly who attended the elderly posyandu held in the hamlet/community of the sub-district. The measuring instrument used to conduct screening is the Geriatric Depression Scale-15 (GDS-15). This measuring instrument has been validated for application to the elderly. This community service activity was attended by 19 elderly people. There was an increase in knowledge scores before and after being given education. The results were analyzed using the Wilcoxon Signed Test with a p value <.001 and a Z value of -3.750. The difference in mean values ​​before education was 71.53 and after education was 80.16. The screening results showed that there were 6 (20.8%) elderly people who had symptoms of depression. Elderly people who have symptoms of depression are then advised to immediately consult with health workers as an effort to treat the symptoms of depression they have, so that the elderly can avoid depression. The implementation of this activity is expected to be implemented routinely so that it can identify elderly people who are at risk of experiencing depression.
Optimalisasi Manajemen Nyeri melalui Terapi Distraksi Emosional dan Visual bagi Anak dan Keluarga dengan Perawatan Paliatif Care Yusniawati, Yustina Ni Putu; Lewar, Emanuel Ileatan; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Maharyawan, I Wayan Agus; Devi, Ni Luh Putu Lusiana; Dewi, Ni Nyoman Ari Kundari; Parwati, Putu Atika; Tripayana, I Nyoman; Suyasa, Agus Baratha; Putri, I Gusti Ayu Nandita Arta; Sukmawati, Ni Wayan Eni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22093

Abstract

ABSTRAK Kanker pada anak adalah pertumbuhan sel abnormal yang dapat menyebar (metastasis) dan membutuhkan perawatan paliatif. Jenis kanker yang umum antara lain leukimia, tumor otak, neuroblastoma, dan osteosarcoma. Penyebab pasti belum diketahui, namun faktor genetik, paparan karsinogen, dan virus Epstein-Barr (EBV) berperan. Gejala meliputi demam menetap, nyeri berat, kelelahan, dan gangguan tumbuh kembang. Program PKM ini bertujuan mengajarkan manajemen nyeri dan pendampingan orang tua melalui terapi distraksi emosional dan visual. Pasien dan keluarga merasakan manfaat positif. Metode menggunakan action research: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan Yayasan Peduli Anak Kanker Bali dan dilaksanakan melalui mewarnai, diskusi, dan pohon harapan. Hasil pretest menunjukkan rata-rata nyeri skala 4, dan posttest menunjukkan penurunan ke skala 1–2.  Kesimpulannya, terapi distraksi efektif mengurangi nyeri secara nonfarmakologis dan perlu diterapkan secara berkelanjutan dalam perawatan paliatif anak. Kata Kunci: Anak, Keluarga, Manajemen Nyeri, Distraksi Emosional dan Visual.  ABSTRACT Childhood cancer is characterized by abnormal cell growth that can metastasize and requires palliative care. Common types include leukaemia, brain tumours, neuroblastoma, and osteosarcoma. Although the exact cause remains unknown, contributing factors include genetics, exposure to carcinogens, and the Epstein-Barr virus (EBV). Symptoms may include persistent fever, severe pain, fatigue, and developmental delays. This community service program aims to educate parents on pain management and provide support through emotional and visual distraction therapy. The method applied is action research, consisting of planning, implementation, observation, and evaluation phases. Activities were conducted in collaboration with the Bali Childhood Cancer Care Foundation and included colouring, discussion, and a hope tree session. Pretest results indicated an average pain score of 4, which decreased to 1–2 in the post-test. Patients and families reported positive outcomes. In conclusion, distraction therapy is effective in reducing pain non-pharmacologically and should be sustainably implemented in pediatric palliative care. Keywords: Children, Family, Pain Management, Emotional and Visual Distraction
Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi di Indonesia : Literature Review Yusniawati, Yustina Ni Putu; Lewar, Emanuel Ileatan; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Parwati, Putu Atika; Devi, Ni Luh Putu Lusiana; Maharyawan, I Wayan Agus; Dewi, Ni Nyoman Ari Kundari; Tripayana, I Nyoman; Suyasa, Agus Baratha; Sukmawati, Ni Wayan Eni; Putri, I Gusti Ayu Nandita Arta; Karisma, Putu Ayu; Juniawan, Putu Denny
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.364-373

Abstract

Kesiapsiagaan merupakan suatu proses menyiapkan masyarakat untuk siap baik secara pengetahuan, sikap, dan sarana prasarana terutama pada daerah daerah yang memiliki resiko jiwa terhadap bencana gempa bumi. Saat ini pemahaman masyarakat terkait kesiapsiagaan tergolong masih kurang dan sarana prasaranan dalam melakukan tatalaksana gempa bumi juga masih belum maksimal. Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut dalam melihat bagaimana kesiapsiagaan masyarakat Indonesia terhadap kejadian gempa bumi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana literatur tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghdapi bencana gempa bumi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur (literature review) yaitu google scolar. Artikel yang diperoleh dipilih berdasarkan publikasi yang diterbitkan antara tahun 2020–2025. Berdasarkan hasil tinjauan sistematis terhadap 9 artikel penelitian, diketahui bahwa kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi secara umum berada pada tingkat cukup hingga tinggi, khususnya pada daerah-daerah yang sudah mendapatkan sosialisasi, edukasi, dan simulasi bencana. Pelatihan, penyuluhan, dan pendekatan berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat. Namun, masih terdapat wilayah tertentu yang memiliki tingkat kesiapsiagaan rendah akibat kurangnya pemahaman terhadap risiko dan ketergantungan terhadap mitos lokal yang tidak ilmiah. Faktor lain seperti resiliensi komunitas juga berpengaruh signifikan terhadap kesiapsiagaan masyarakat. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana gempa bumi bervariasi, dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sosialisasi, sarana prasarana, kearifan lokal, dan resiliensi komunitas. Upaya edukasi dan simulasi secara berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat secara merata di seluruh wilayah.Kata Kunci: bencana, gempa bumi, kesiapsiagaan, masyarakat, mitigasi