Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Manajemen Nyeri melalui Terapi Distraksi Emosional dan Visual bagi Anak dan Keluarga dengan Perawatan Paliatif Care Yusniawati, Yustina Ni Putu; Lewar, Emanuel Ileatan; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Maharyawan, I Wayan Agus; Devi, Ni Luh Putu Lusiana; Dewi, Ni Nyoman Ari Kundari; Parwati, Putu Atika; Tripayana, I Nyoman; Suyasa, Agus Baratha; Putri, I Gusti Ayu Nandita Arta; Sukmawati, Ni Wayan Eni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22093

Abstract

ABSTRAK Kanker pada anak adalah pertumbuhan sel abnormal yang dapat menyebar (metastasis) dan membutuhkan perawatan paliatif. Jenis kanker yang umum antara lain leukimia, tumor otak, neuroblastoma, dan osteosarcoma. Penyebab pasti belum diketahui, namun faktor genetik, paparan karsinogen, dan virus Epstein-Barr (EBV) berperan. Gejala meliputi demam menetap, nyeri berat, kelelahan, dan gangguan tumbuh kembang. Program PKM ini bertujuan mengajarkan manajemen nyeri dan pendampingan orang tua melalui terapi distraksi emosional dan visual. Pasien dan keluarga merasakan manfaat positif. Metode menggunakan action research: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan Yayasan Peduli Anak Kanker Bali dan dilaksanakan melalui mewarnai, diskusi, dan pohon harapan. Hasil pretest menunjukkan rata-rata nyeri skala 4, dan posttest menunjukkan penurunan ke skala 1–2.  Kesimpulannya, terapi distraksi efektif mengurangi nyeri secara nonfarmakologis dan perlu diterapkan secara berkelanjutan dalam perawatan paliatif anak. Kata Kunci: Anak, Keluarga, Manajemen Nyeri, Distraksi Emosional dan Visual.  ABSTRACT Childhood cancer is characterized by abnormal cell growth that can metastasize and requires palliative care. Common types include leukaemia, brain tumours, neuroblastoma, and osteosarcoma. Although the exact cause remains unknown, contributing factors include genetics, exposure to carcinogens, and the Epstein-Barr virus (EBV). Symptoms may include persistent fever, severe pain, fatigue, and developmental delays. This community service program aims to educate parents on pain management and provide support through emotional and visual distraction therapy. The method applied is action research, consisting of planning, implementation, observation, and evaluation phases. Activities were conducted in collaboration with the Bali Childhood Cancer Care Foundation and included colouring, discussion, and a hope tree session. Pretest results indicated an average pain score of 4, which decreased to 1–2 in the post-test. Patients and families reported positive outcomes. In conclusion, distraction therapy is effective in reducing pain non-pharmacologically and should be sustainably implemented in pediatric palliative care. Keywords: Children, Family, Pain Management, Emotional and Visual Distraction
Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi di Indonesia : Literature Review Yusniawati, Yustina Ni Putu; Lewar, Emanuel Ileatan; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Parwati, Putu Atika; Devi, Ni Luh Putu Lusiana; Maharyawan, I Wayan Agus; Dewi, Ni Nyoman Ari Kundari; Tripayana, I Nyoman; Suyasa, Agus Baratha; Sukmawati, Ni Wayan Eni; Putri, I Gusti Ayu Nandita Arta; Karisma, Putu Ayu; Juniawan, Putu Denny
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.364-373

Abstract

Kesiapsiagaan merupakan suatu proses menyiapkan masyarakat untuk siap baik secara pengetahuan, sikap, dan sarana prasarana terutama pada daerah daerah yang memiliki resiko jiwa terhadap bencana gempa bumi. Saat ini pemahaman masyarakat terkait kesiapsiagaan tergolong masih kurang dan sarana prasaranan dalam melakukan tatalaksana gempa bumi juga masih belum maksimal. Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut dalam melihat bagaimana kesiapsiagaan masyarakat Indonesia terhadap kejadian gempa bumi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana literatur tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghdapi bencana gempa bumi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur (literature review) yaitu google scolar. Artikel yang diperoleh dipilih berdasarkan publikasi yang diterbitkan antara tahun 2020–2025. Berdasarkan hasil tinjauan sistematis terhadap 9 artikel penelitian, diketahui bahwa kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi secara umum berada pada tingkat cukup hingga tinggi, khususnya pada daerah-daerah yang sudah mendapatkan sosialisasi, edukasi, dan simulasi bencana. Pelatihan, penyuluhan, dan pendekatan berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat. Namun, masih terdapat wilayah tertentu yang memiliki tingkat kesiapsiagaan rendah akibat kurangnya pemahaman terhadap risiko dan ketergantungan terhadap mitos lokal yang tidak ilmiah. Faktor lain seperti resiliensi komunitas juga berpengaruh signifikan terhadap kesiapsiagaan masyarakat. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana gempa bumi bervariasi, dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sosialisasi, sarana prasarana, kearifan lokal, dan resiliensi komunitas. Upaya edukasi dan simulasi secara berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat secara merata di seluruh wilayah.Kata Kunci: bencana, gempa bumi, kesiapsiagaan, masyarakat, mitigasi