Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN TAHUN AJARAN 2024/2025 Valentina, Agnes; Jamaludin
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran diferensiasi dalam meningkatkan sikap toleransi siswa kelas X SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Pembelajaran diferensiasi dirancang sesuai minat dan gaya belajar siswa dengan penyesuaian konten, proses, dan produk. Sikap toleransi adalah sikap saling menghargai perbedaan untuk mencapai kedamaian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Experiment, menguji hubungan sebab akibat antara pembelajaran diferensiasi (variabel X) dan sikap toleransi (variabel Y). Data dikumpulkan melalui angket, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran diferensiasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap toleransi siswa, terutama di kelas eksperimen X-6, yang mengalami peningkatan signifikan dalam sikap toleransi berdasarkan hasil uji statistik. Kata Kunci: Pembelajaran Berdiferensiasi, Sikap Toleransi
PENGARUH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN TAHUN AJARAN 2024/2025 Valentina, Agnes; Jamaludin
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran diferensiasi dalam meningkatkan sikap toleransi siswa kelas X SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Pembelajaran diferensiasi dirancang sesuai minat dan gaya belajar siswa dengan penyesuaian konten, proses, dan produk. Sikap toleransi adalah sikap saling menghargai perbedaan untuk mencapai kedamaian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Experiment, menguji hubungan sebab akibat antara pembelajaran diferensiasi (variabel X) dan sikap toleransi (variabel Y). Data dikumpulkan melalui angket, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran diferensiasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap toleransi siswa, terutama di kelas eksperimen X-6, yang mengalami peningkatan signifikan dalam sikap toleransi berdasarkan hasil uji statistik. Kata Kunci: Pembelajaran Berdiferensiasi, Sikap Toleransi
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Pekon Blitarejo Meidasetia, Vovi; Mulyati, Tri; Wahyuni, Annisa Tri; Aziza, Methia Kurniafi; Sari, Dwi Nila; Wasundari, Devia; Sisca, Sisca; Raihan, Muhammad; Purbasari, Salsa Embun; Dewi, Meli Puspita; Handayani, Dwi Putri; Handayani, Widia Putri; Maria, Okta; Valentina, Agnes; Anggraini, Evita
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1799

Abstract

The use of Family Medicinal Plants (TOGA) as a promotive and preventive effort in maintaining public health is still relatively low, especially in rural areas that have abundant natural resource potential, and this condition is exacerbated by high exposure to cigarette smoke in the household environment which risks causing various health problems, especially in the respiratory system. This community service activity aims to improve the knowledge, attitudes, and skills of the community in utilizing TOGA as an alternative to support family health, which was carried out in Dusun 02 Pekon Blitarejo, Gading Rejo District, Pringsewu Regency targeting teenagers and the general public. The methods used include counseling, training, and community mentoring, where counseling is carried out interactively using leaflets and posters, training through demonstrations of planting and processing herbal plants, and mentoring to ensure the sustainability of practices in the community environment. The results showed an increase in knowledge from 70% to 85% with an increase of 15%, as well as increased active community participation in planting and utilizing TOGA plants such as ginger, turmeric, lime, betel leaf, basil, and aloe vera.