Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BroadComm

POLA KOMUNIKASI HUBUNGAN JARAK JAUH ANTARA ORANG TUA DAN ANAK Lekatompessy, Cantika; Muskita, Marleen
BroadComm Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : AKMRTV Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53856/5cat4m64

Abstract

Berkomunikasi merupakan kegiatan fundamental yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Setiap individu memiliki gaya komunikasi yang berbeda termasuk dalam konteks interaksi antara anak dan orang tua. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian dan analisis deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksionisme simbolik. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya bentuk komunikasi dependensi, mahasiswa dari Maluku Barat Daya memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap orang tua mereka dalam hal dukungan, finansial, dan bimbingan. Mahasiswa dari wilayah Maluku Barat Daya terus melakukan komunikasi secara interpersonal kepada orang tuanya, walaupun dilakukan dengan menggunakan media sosial. Saat orang tua dan anak berkomunikasi dari jarak jauh, kualitas komunikasi dapat terganggu oleh masalah sinyal yang menghasilkan noise atau gangguan suara. Karena masih bergantung dengan orang tua, maka mahasiswa tersebut tetap melakukan komunikasi ke orang tuanya.
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL KELUARGA DI ERA DIGITAL (STUDI KASUS DESA WAAI) Mambrasar, Orpa; Muskita, Marleen; Latuheru, Rido
BroadComm Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : AKMRTV Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53856/5pcvq006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi antarpribadi dalam keluarga di era digital di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah cara anggota keluarga berinteraksi, yang semula didominasi komunikasi tatap muka kini bergeser menjadi komunikasi yang dilakukan melalui media digital seperti pesan instan dan panggilan video. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 10 informan yang terdiri dari 5 orang tua dan 5 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga di Desa Waai bersifat hibrid, menggabungkan komunikasi tatap muka dan komunikasi melalui media digital. Perubahan ini dipengaruhi oleh tujuh faktor utama: teknologi, generasi, sosial-ekonomi, budaya lokal, lingkungan sosial, kondisi geografis, dan kebijakan keluarga. Media digital memberikan dampak positif seperti kemudahan komunikasi jarak jauh, tetapi juga menciptakan dampak negatif termasuk berkurangnya intensitas komunikasi langsung dan munculnya fenomena 'alone together' dalam keluarga. Nilai-nilai budaya lokal Maluku seperti pela gandong, masohi, dan tradisi penghormatan keluarga berfungsi sebagai faktor penyeimbang terhadap dampak negatif digitalisasi.