Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS EDMODO TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PGSD STKIP MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO andam yulianti; Puput Wahyu Hidayat
Jurnal Muara Pendidikan Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Muara Pendidikan Volume 5 No 2 Desember 2020
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.986 KB) | DOI: 10.52060/mp.v5i2.403

Abstract

The background in this study is the learning motivation of STKIP Muhammadiyah Muara Bungo students is still low in Indonesian subjects. One reason is the learning approach that is not right. Although the implementation has implemented learning by leading students to be more active in learning, but there are still weaknesses in learning, which causes low motivation to learn. This can be seen when doing learning activities, students prefer to chat with their friends when friends in the group in front are explaining the material. Another thing that happens is, when students do not master the group material, the audience becomes noisy, so that learning time is wasted. So, with existing problems, an effort can be made to improve learning activities. One effort that can be done is by applying edmodo-based learning. The purpose of this study was to determine the effect of Edmodo-based e-learning learning approaches on the learning motivation of STKIP Muhammadiyah Students in Muara Bungo. This type of research is a quasi-experimental study with pretest-posttest nonequivalent group design. This research has been carried out in STKIP Muhammadiyah Muara Bungo PGSD Study Program in 2020. The instrument used to measure learning motivation was 30 statements. Data were analyzed using descriptive analysis test and inferential analysis test which included tests of normality, homogeneity and hypothesis testing. The results showed that there was a significant influence with edmodo-based e-learning learning on student motivation.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA PADA KELAS IV SD NEGERI 020/XI KOTO LEBU KOTASUNGAI PENUH KERINCI Andam Yulianti; Riska -; Siska -
Jurnal Tunas Pendidikan Vol 1 No 1 (2018): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LP3M STKIP Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.122 KB)

Abstract

Inthis study, the authors apply thelearning Polya steps to improve student learning outcomes. This study aimed to describe the planning, execution, and improved learning outcomes. This research was class room action research. Using qualitative and quantitative approaches.Subjects were teachers and students of class IV elementary School District 020/XI Koto Lebu Kota Sungai Penuh Kerinci. In thefirst cycleof teachersin designing learning skills 69.5%, 69.5% showed teacher activity and student activity 62.5%. Meanwhile, thesecondcycleis seen to rise. The abilityof teachersin designing learning to 86%. Activity to 87.5% of teachers, student activity to 83.5%. In short, action researchusing Polya steps to improve student learning outcomes
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN OPEN ENDED PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DIKELAS IV SD Puput Wahyu Hidayat; Andam Yulianti; Anthoni S
Jurnal Tunas Pendidikan Vol 2 No 1 (2019): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LP3M STKIP Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.361 KB) | DOI: 10.52060/pgsd.v2i1.198

Abstract

The problem in this study is the learning process and the critical thinking skills of students in mathematics learning in Class IV SD Negeri 176/II Renah Sungai Ipuh is still low, this is evidenced by the results of preliminary observations made by researchers from 33 students only 9.09% those who score in criteria are quite critical. The reason is that the teacher only uses a conventional approach in the classroom, which causes the learning process and students' critical thinking skills to be low. The purpose of this study was to describe the application of an open ended approach to the learning process of students and students' critical thinking abilities. The method used in this study is classroom action research (CAR). This study consisted of 2 cycles, each cycle carried out through 4 stages, namely planning, action, observation and reflection and consisted of 2 meetings. The results of the study can be explained as follows: (1) the application of the open ended approach in the learning process is seen from the obervation sheet that the first cycle is only from the aspect of the teacher 66,25% and the aspect of the students 64,7% while in the second cycle there is an increase from the teacher aspect 83,75% and the aspect of the students 85,97% who have achieved an indicator of success. (2) the application of the open ended approach in learning in the first cycle is still not maximal. This can be seen from the results of the tests in the first cycle, only 27,27% of the students who received the criteria were quite critical and 72,72% of the students had not yet achieved the indicators of success. students' critical thinking skills improve very well in cycle II. From 9.09% (initial observation), it becomes 27,27% (cycle I) and 57,57% (cycle II).
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MODEL PEER LESSON MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV SDN 217/III TALANG KEMUNING Andam Yulianti; Silvia Meirisa; Ariska Srinikasari; Febriady Huta Uruk; Satya Anggi Permana
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.162

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi bahwa selama proses pembelajaran di SD Negeri 217/III Talang KemuningKecamatan Bukit Kerman Kabupaten Kerinci kelas IV aktivitas belajar peserta didik di kelas tinggi hal ini bertolak belakang dengan perubahan tingkah laku peserta didik, kegiatan belajar peserta didik merupakan proses perubahan perilaku peserta didik dan interaksinya dengan lingkungan sekitar. Menurut pengamatan pada peserta didik kelas IV SD Negeri 217/III Talang Kemuning, peserta didik kurang memperhatikan guru saat menjelaskan materi selama proses pembelajaran, peserta didik terlalu malas berpikir untuk mencari jawaban, guru memberi arahan tentang percobaan namun peserta didik tidak serius saat melakukan percobaan dan belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Disetiap siklus tersebut meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Yang mana tujuan penelitian ini untuk meningkatkan minat dan hasil IPA peserta didikdengan menggunakan model peer lesson. Pelaksanaan dilakukan dikelas IV SDN217/III Talang Kemuning fokus penelitian ini adalah membahas tentang Peningkatkan minat dan hasil IPA dengan menggunakan model peer lesson. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV dengan jumlah peserta didik 12 orang. Hasil pengamatan (RPP) menunjukan peningkatan disiklus I rerata 72,5 persentase (58,33%) dengan kualifikasi Baik meningkat menjadi 81,67 persentase (83,33%) disiklus II. Dengan ini Model peer lessondapat Meningkatkan minat dan hasil IPApeserta didik kelas IV SDNegeri217/III Talang Kemuning.
EFEKTIVITAS LAYANAN PENGUASAAN KONTEN MENGGUNAKAN TEKNIK PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN SELF REGULATED LEARNING SISWA Ariska Srinikasari; Andam Yulianti; Silvia Meirisa; Satya Anggi Permana; Febriady Huta Uruk
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i2.207

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari permasalahan self regulated learning (pengaturan diri dalam belajar) yang dialami siswa. Hal ini dapat dilihat pada siswa saat belajar‚ tidak ada persiapan belajar yang dilakukan siswa, ketika kegiatan belajar berlangsung siswa tidak memperhatikan guru, kurangnya tanggung jawab siswa terhadap tugas yang diberikan guru seperti banyaknya siswa yang tidak mengumpulkan tugas. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan self regulated learning siswa adalah dengan layanan penguasaan konten menggunakan pendekatan problem based learning. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat efektivitas layanan penguasaan konten menggunakan pendekatan problem based learning dalam meningkatkan self regulated learning siswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan rancangan pretest dan posttest control grup design. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa SMKN 2 Kota Sungai Penuh yang berjumlah tujuh puluh orang siswa dengan kategori self regulated learning rendah dan sedang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrument self regulated learning dengan skala likert. Teknik yang digunakan dengan cara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon Signed Ranks Test dan uji Kolmogrof Smirnov 2 Independent Sample dengan bantuan SPSS versi 20.00. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa layanan penguasaan konten menggunakan pendekatan problem based learning efektif dalam meningkatkan self regulated learning siswa. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan dalam membantu program layanan bimbingan konseling‚ terutama menggunakan pendekatan problem based learning untuk mengatasi rendahnya self regulated learning siswa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM MEMAHAMI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS II MENGGUNAKAN METODE READING ALOUD SD NEGERI 027/III LOLO KECIL Silvia Meirisa; Andam Yulianti; Ariska Srinikasari; Satya Anggi Permana
EDU RESEARCH Vol 5 No 4 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i4.285

Abstract

Penelitian ini berawal dari banyaknya peserta didik kelas II yang tidak mampu membaca mengakibatkan kurangnya minat belajar peserta didik kelas II tentang isi dari cerita pendek. Inilah yang mendasari saya untuk membentuk penelitian bagaimanakah menaikkan yang akan terjadi pembelajaran walaupun menggunakan waktu pertemuan yang singkat. Jadi saya ambil judul ”Peningkatan Kemampuan peserta didik dalam memahami pembelajaran Bahasa Indosesia kelas II dengan menggunakan metode Reading Aloud di SD Negeri 027/III Lolo Kecil Kecamatan Bukit Kerman Kabupaten Kerinci”. selesainya dilakukan pembelajaran dengan penggunaan metode reading aloud tersebut didapatlah akibat dimana peserta didik lebih mampu memahami teks cerita dari pada sebelumnya serta berarti pula metode tadi mampu digunakan pada pembelajaran peserta didik dalam memahami teks cerita. Jenis pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik Kelas II SD Negeri 027/III Lolo Kecil. Data penelitian diperoleh melalui pencatatan lapangan, observasi, dan evaluasi (tes). Hasil belajar setiap siklus yang dilakukan pada penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia dari evaluasi tindakan, dapat dilihat dari peningkatan rata-rata awal prasiklus sebesar 65,1, setelah dilaksanakan siklus I meningkat dengan rata-rata nilai peserta didik sebesar 74,8, dan hasil rata-rata pelaksanaan siklus II meningkat secara signifikan menjadi 83,4. Disimpulkan penelitian ini menggunakan metode Reading Aloud dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pelajaran Bahaasa Indonesia.
Pelatihan Public Speaking Bagi Kader PKK Kota Sungai Penuh Meirisa, Silvia; Permana, Satya Anggi; Uruk, Febriady Huta; Yulianti, Andam; Srinikasari, Ariska
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 3 No 1 (2025): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v3i1.3251

Abstract

Komunikasi adalah proses penyampaian ide dari satu pihak ke pihak lain dengan tujuan memengaruhi sikap atau perilaku. Ilmu komunikasi mempelajari cara berkomunikasi secara efektif melalui berbagai media, baik lisan maupun tulisan. Mitos bahwa ilmu ini hanya untuk orang yang pandai bicara adalah keliru. Dengan minat dan kemauan belajar, siapa pun bisa menguasainya. Fasilitas laboratorium seperti TV, radio, fotografi, hingga media digital turut mendukung pembelajaran. Salah satu peminatan dalam ilmu komunikasi adalah jurnalistik, yang menekankan keterampilan di media cetak dan elektronik. Keterampilan public speaking menjadi penting dalam dunia komunikasi. Banyak orang merasa gugup berbicara di depan umum karena kurang percaya diri, penguasaan materi, atau pengaruh budaya. Padahal, public speaking merupakan kemampuan yang dapat dilatih melalui kegiatan seperti storytelling dan permainan peran. Pelatihan public speaking diberikan kepada ibu-ibu PKK Kota Sungai Penuh untuk meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan berbicara mereka. Kegiatan ini dimulai dari identifikasi masalah, survei, hingga pelatihan langsung. PKK sendiri merupakan gerakan pemberdayaan keluarga yang berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa para peserta sangat antusias dan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam berbagai kegiatan formal maupun non-formal. Kesimpulannya, pelatihan public speaking tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberdayakan perempuan dalam kehidupan sosial dan organisasi.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA BERBASIS STORYTELLING INTERAKTIF TERINTEGRASI AI DAN GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SISWA SD Meirisa, Silvia; Yulianti, Andam
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Muara Pendidikan, Vol 10 Issue 2, Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/mp.v10i2.3701

Abstract

This study aims to develop a reading learning model based on interactive storytelling integrated with AI and gamification to improve elementary school students’ reading literacy. The research background stems from the low reading literacy performance of Indonesian students as reported by PISA 2022 and the dominance of conventional teaching methods with limited innovation. The research method applied was R&D using the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The subjects consisted of 80 elementary school students in Kerinci Regency, comprising 40 lower-grade students and 40 upper-grade students. Research instruments included reading literacy tests, motivation questionnaires, and student engagement observation sheets. The results indicated that the developed model was valid, with expert validation scores averaging 92% (content), 90% (media), and 88% (language). In terms of practicality, teacher responses (86%) and student responses (89%) confirmed that the model was easy to implement. Effectiveness testing revealed a significant improvement in literacy scores from a pre-test average of 63 to a post-test average of 82, with a gain score of 0.61 (moderate to high category). The integration of AI provided adaptive feedback tailored to students’ abilities, while gamification enhanced students’ motivation and active engagement in reading activities. Therefore, this model offers an innovative alternative to strengthen elementary students’ reading literacy in the digital era and Society 5.0.
Storytelling Hour: Dongeng dan Bermain Peran untuk Kembangkan Karakter, Kreativitas, dan Bahasa Siswa SD Andam Yulianti; Pitri, Nandia; Silvia Meirisa; Ariska Srinikasari; Trisna Rukhmana; Febriady Huta Uruk; Satya Anggi Permana; Inggar Maizan
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 02 (2025): ISSUE DESEMBER
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini berjudul "Storytelling Hour: Dongeng dan Bermain Peran untuk Kembangkan Karakter, Kreativitas, dan Bahasa Siswa SD". Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan akan metode pembelajaran yang holistik, menyenangkan, dan efektif untuk membentuk karakter serta kemampuan dasar siswa Sekolah Dasar (SD). Melalui pendekatan mendongeng interaktif dan bermain peran (role-play), program ini bertujuan untuk menciptakan ruang ekspresi yang aman bagi siswa guna menginternalisasi nilai-nilai moral, mengasah kreativitas, serta meningkatkan keterampilan berbahasa (menyimak dan berbicara). Implementasi di SDN 050/XI Kumun Hilir melibatkan siswa kelas 1 hingga 3. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, pemahaman nilai-nilai karakter, dan partisipasi aktif siswa. Selain itu, guru-guru pendamping juga mendapatkan pelatihan praktis untuk mengadopsi metode ini dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga menjamin keberlanjutan program.