Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MEMPELAJARI ALJABAR PADA KELAS VIII SMP NEGERI 2 KERINCI Rukhmana, Trisna
Journal of Didactic Mathematics Vol 1, No 1 (2020): April
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.885 KB) | DOI: 10.34007/jdm.v1i1.160

Abstract

This study aims to determine the location of the difficulties that cause difficulties in learning algebra in class VIII SMP Negeri 2 Kerinci. This study uses a qualitative method with a population of all eighth-grade students of SMP Negeri 2 Kerinci. The sample of this study was 9 students of class VIII A and 9 students of class VIII B selected through sampling techniques. The sampling technique used is using a nonprobability sampling technique that is a purposive sample. Data obtained from tests and interviews. The data analysis technique is data reduction and data presentation.
Development of mathematics learning module based on mind-mapping on opportunity materials Trisna Rukhmana; Loria Wahyuni
Journal of Educational and Learning Studies Vol 3, No 2 (2020): Journal of Educational and Learning Studies
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/01032

Abstract

Based on the results of observations made at SMA N 5 Sungai Penuh known that in the mathematics learning process students do not understand the learning material well, the ability of students to develop material concepts and solve problems in the form of practice questions given by the teacher is still lacking, students are lacking of self-confidence to ask if there is material that has not been understood, students also cannot develop their thinking ideas creatively. This means that the ability to think creatively and critically of students has not developed optimally. The specific purpose of this research is to develop and produce teaching materials in the form of mind mapping-based modules for learning mathematics, which are valid, practical and effective and can increase students' motivation, activities and learning outcomes, especially in the material opportunities. This development research consists of four stages, namely; the define stage, the design stage, the develop stage and the disseminate stage. The validation results with the valid category indicated by an average value of 76%. The practicality results with the practical category are shown by an average value of 75.3%. Effectiveness results with the effective category in terms of the aspects of activity, student motivation, and from the aspect of achievement of learning outcomes.
Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Peta Pikiran pada Materi Peluang Trisna Rukhmana; Loria Wahyuni
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2020): Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v16i2.670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangan modul pembelajaran matematika berbasis peta pikiran yang valid, praktis dan efektif pada materi peluang untuk peserta didik kelas XI. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and thedevelopment) dengan model 4-D (define, desain, develop, desemenaid). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI pada salah satu SMA di Sungai Penuh. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar validasi, angket respon peserta didik dan guru, lembar observasi aktivitas belajar, angket motivasi peserta didik dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran matematika berbasis peta pikiran pada materi peluang yang telah dikembangkan berada pada kategori valid, praktis dan efektif. Hal ini dapat dilihat dari hasil validasi modul oleh ahli dengan nilai rata-rata 76,95% termasuk kategari valid dan hasil uji kepraktisan modul oleh peserta didik nilai rata-rata 82,72% termasuk kategori sangat praktis dan guru dengan nilai rata-rata 75,3% termasuk kategori praktis. Selain itu, hasil uji efektivitas modul berdasarkan data aktivitas peserta didik menunjukkan terjadi peningkatan yaitu pertemuan I, II dan III dengan rata-rata aktivitas peserta didik 70%, 72,22 dan 81,11%. Angket motivasi berada pada kriteria sangat termotivasi dengan rata-rata persentase motivasi peserta didik dalam belajar adalah 80,8%. Sedangkan hasil tes diperolah 88,9% artinya tingkat kelulusan peserta didik lebih dari 75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran matematika berbasis peta pikiran pada materi peluang layak dijadikan sebagai bahan ajar bagi pesrta didik kelas XI.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DAN GAYA KOGNITIF SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS VIII SMP NEGERI 6 KERINCI Trisna Rukhmana
Ensiklopedia of Journal Vol 1, No 3 (2019): Vol 1 No 3 Edisi 2 April 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.792 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v1i3.134

Abstract

This research aims to know the effect of Inquiry learning mode toward students’ mathematic achievement, the effect of students’ cognitive style toward students’ mathematic achievement the interaction effect between learning mode and students’ cognitive style toward students’ mathematic achievement at student grade VIII (Eight) SMP Negeri 6 Kerinci discrit academic year 2015/2016. The resarch conducted by using quasy experimental design research method follows nonequivalent control group design version by implementing factorial design 2 × 2. The population of the research are students of SMP Negeri 6 Kerinci discrit grade VIII odd term academic year 2015/2016. The study sample consisted of two class of experimental and one control class. Data is collected using two kinds of instruments namely instruments Group Embedded Figures Test (GEFT) to measure students' cognitive styles and mathematics achievement test students in essay form. Statistical test used is using ANOVA two paths to see the effect of the learning model and the effect of cognitive style on achievement as well as the interaction between the mathematical model of learning and cognitive styles of students towards mathematics student achievement. Further trials using t-test to see differences in student achievement based on students' cognitive styles. Result data analysis and statistical testing show that inquiry learning mode take effect toward Mathematic achievement, students’ cognitive style take effect toward Mathematic achievement, There is no interaction between learning mode and students’ cognitive style toward students’ Mathematic. Based on the results of this study it is suggested to the teachers, particularly the mathematics teacher that the implementation of the inquiry learning model can be developed as an innovation in teaching and learning process.
ANALISIS KESULITAN MEMAHAMI KONSEP MATEMATIS DITINJAU DARI KEMAMPUAN METAKOGNISI SISWA Trisna Rukhmana
EDU RESEARCH Vol 2 No 3 (2021): EDU RESEARCH
Publisher : Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies (IICLS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.071 KB) | DOI: 10.47827/jer.v2i3.53

Abstract

Pemahaman konsep matematis merupakan landasan penting untuk berpikir dalam menyelesaikan permasalahan matematika maupun permasalahan sehari-hari. Metakognisi adalah pengetahuan, kesadaran dan kontrol seseorang terhadap proses dan hasil berpikirnya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam memahami konsep matematis ditinjau dari metakognisi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 orang siswa kelas VIII MTs PK Tafiqul Jannah. Kemampuan metakognisi siswa terdiri dari tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah.setiap kategori kemampuan metakognisi diwakili oleh 2 orang siswa. Hasil penelitian menunjukan: (1) siswa dengan kategori kemampuan metakognisi tinggi dapat memenuhi semua indikator secara lengkap. (2) siswa dengan kategori kemampuan metakognisi sedang hanya dapat memenuhi tiga indikator secara lengkap yaitu menyatakan ulang sebuah konsep yang telah dipelajari, mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut, dan menerapkan konsep secara algoritma. (3) siswa dengan kategori kemampuan metakognisi rendah hanya dapat memenuhi dua indikator yaitu menyatakan ulang sebuah konsep yang telah dipelajari dan mengklasifikasikan objek- objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut.
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA KELAS UNGGULAN DI MTS NEGERI 1 KERINCI Trisna Rukhmana
EDU RESEARCH Vol 2 No 4 (2021): EDU RESEARCH
Publisher : Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies (IICLS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.065 KB) | DOI: 10.47827/jer.v2i4.54

Abstract

Setiap manusia memiliki potensi dan kecerdasan yang berbeda-beda. Ada yang mempunyai potensi dibidang tertentu dan belum tentu mampu dibidang yang lainnya. Ada yang mempunyai kecerdasan di atas rata-rata yaitu 125-130 dan ada pula yang IQ nya di bawah rata-rata yaitu kurang dari 90. Akan tetapi pada dasarnya tidak ada anak yang bodoh, hanya saja anak yang IQ nya kurang dari 90 atau di bawah rata-rata agak lambat dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Berdasarkan hasil pengayaan di lapangan bahkan sampai pada perolehan berkali-kali terdapat dimensi-dimensi menarik di lapangan, sehingga dari banyaknya dimensi tersebut untuk pembatasan lingkup penelitian maka perlu ditentukan fokus penelitian yaitu tentang Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Matematika pada Kelas Unggulan di MTsN 1 Kerinci. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, alasan menggunakan pendekatan ini karena didasarkan pada pendeskripsian perilaku aktor-aktor yaitu kepala sekolah, guru matematika dan siswa/siswi sesuai dengan situasi yang ada. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa dalam perencanaan pembelajaran matematika terdapat beberapa persiapan mengajar yang dipersiapkan oleh guru matematika yaitu berupa program tahunan, program semester, silabus dan RPP. Perencanaan pembelajaran tersebut dikerjakan oleh guru matematika setiap awal tahun ajaran baru sebelum memasuki proses belajar mengajar. Pembuatan silabus dan RPP dikerjakan oleh guru matematika secara personal mengacu kepada panduan pembuatan RPP serta melihat beberapa RPP terdahulu yang digunakan pada kelas unggulan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIII Trisna Rukhmana
EDU RESEARCH Vol 3 No 2 (2022): EDU RESEARCH
Publisher : Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies (IICLS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.961 KB) | DOI: 10.47827/jer.v3i2.71

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran PBL pada materi Teorema Pythagoras; (2) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran matematika kelas VIII SMP Negeri 8 Sungai Penuh. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian mixed method model sequential exploratory dengan populasi siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Sungai Penuh, dengan teknik Random Sampling didapat kelas eksperimen adalah kelas VIII C dan kelas kontrol VIII A. Adapun instrumen penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes esai. Dari hasil perhitungan uji t diperoleh thitung = 3,0048 dan ttabel = 2,0021 dengan = 0,05. Dari hasil tersebut kita bandingkan dengan kriteria pengujian, terima H0, jika -ttabel < thitung < ttabel , dalam hal lainnya H0 ditolak. Sehingga berdasarkan kriteria pengujian disimpulkan H1 diterima dan H0 ditolak pada taraf kepercayaan 95%. Yang artinya terdapat pengaruh kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran matematika yang menggunakan model pembelajaran PBL dengan yang tidak menggunakan model pembelajaran PBL di kelas VIII SMP Negeri 8 Sungai Penuh.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X IPS SMA NEGERI 6 KERINCI Nila Tria Nengsih; Al Ikhlas; Trisna Rukhmana
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 10 No. 1 (2022): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/mathumbedu.v10i1.3895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematika berdasarkan gaya belajar peserta didik  SMA Negeri 6 Kerinci. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS yang berjumlah 3 kelas dengan jumlah peserta didiknya 101. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling untuk mengelompokkan gaya belajar dan simple random sampling untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika yang terdiri dari 5 peserta didik gaya belajar visual, 5 peserta didik gaya belajar auditorial dan 5 peserta didik gaya belajar kinestetik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket gaya belajar dan yang berbentuk essay sebanyak 5 butir, sebelum tes diberikan terlebih dahalu, angket dan tes di uji cobakan pada kelas XI IPS 1 SMA Negeri 6 Kerinci.Uji hipotisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji anova satu jalur, namun sebelumnya dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas variansi. Dilihat Dari Rata-rata kelompok visual sebesar 88, kelompok auditorial 75 dan kelompok kinestetik 56. Dimana nilai sig. (p-value) 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika berdasarkan gaya belajar peserta didik. (2). Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki gaya belajar visual lebih tinggi dibandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memilik gaya belajar audiatorial dan kinestetik, dan kemampuan pemecahan masalah siswa yang memiliki gaya belajar audiatorial lebih tinggi dari siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik. Kata Kunci: Kemampuan, Pemecahan Masalah Matematika, Gaya Belajar
HUBUNGAN ANTARA KEMAMAPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VII MTS SIULAK MUKAI Loria Wahyuni; Trisna Rukhmana; Diyani Arianti
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 5, No 2: Oktober 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v5i2.414

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII MTS Siulak Mukai. Hipotesis penelitian adalah terdapat hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII MTS Siulak Mukai.  Populasi penelitian ini adalah kelas VII MTS Siulak Mukai, berjumlah 38 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Data mengenai kemampuan berpikir kritis diperoleh dengan menggunakan angket yang disebarkan kepada setiap siswa yang menjadi sampel, angket yang digunaka merupakan angket tertutup dengan empat skla penilaian berdasarkan skla likert. Sedangkan data kemampuan komunikasi matematis siswa dalam penelitian ini adalah nilai tes pada materi operasi aljabar. Dalam penelitian ini penulis mengolah data dengan menggunakan rumus regresi linier sederhana. Dari Pengolahan data penelitian didapatkan  Persamaan regresi  yaitu  =  + 1,169X. Kemudian dilanjutkan dengan uji keberartian regresi didapat Fhitung = 7,2234 sedangkan Ftabel = 4,41. Karena Fhitung   Ftabel maka regresi berarti secara nyata pada taraf 95%. Ini berarti terdapat hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan komunikasi matematis siswa dan untuk  uji linieritas, didapat Fhitung = 1,104 sedangkan Ftabel = 3,60. Karena Fhitung   Ftabel berarti persamaan regresi adalah linier. Selanjutnya menghitung harga koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Harga koefisien korelasi yang didapat adalah 0,535 dan koefisien determinasi adalah 28,62%. Berdasarkan hasil penelitian didapat kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan komunikasi matematis siswa. Oleh karena itu disarankan kepada guru matematika agar dapat memberikan dorongan dan membangkitkan kemampuan berpikir kritis  siswa dalam belajar matematika sehingga kemampuan komunikasi matematis siswa dapat meningkat.
Pembelajaran Dengan Pendekatan Matematika Realistik (Pmr) Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Dan Motivasi Belajar Siswa Trisna Rukhmana
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 5, No 2: Oktober 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v5i2.381

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan matematika realistik (PMR) dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis dan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literature review yaitu kegiatan menelaah dan/atau mengeksplorasi beberapa jurnal, buku, dan dokumen-dokumen (baik yang berbentuk cetak maupun elektronik) serta sumber-sumber data dan informasi lainnya yang dianggap relevan dengan kajian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Untuk menjaga ketepatan pengkajian dan mencegah kesalahan informasi dalam analisis data maka dilakukan pengecekan antar pustaka dan membaca ulang pustaka serta memperhatikan komentar pembimbing. Berdasarkan hasil analisis data dari jurnal-jurnal yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan matematika realistik (PMR) dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis dan motivasi belajar siswa. Siswa lebih mudah menyerap pelajaran dan menyelesaikan soal dengan baik karena sesuai dengan kehidupan sehari-hari yang mereka ketahui, siswa lebih aktif dalam menyelesaikan pembelajaran disebabkan konsep dasar pembelajaran sudah sesuai dengan pengetahuan mereka. Siswa menjadi lebih percaya diri dan berani dalam mengemukakan pendapatnya. PMR juga dapat meningkatkan keingintahuan dan motivasi siswa untuk menemukan solusi atau menemukan konsep matematika
Co-Authors Aat Ruchiat Nugraha Abd Mannan Abdul Wahab Achmad Junaedi Ageng Satria Pamungkas Agus Faisal Asyha Ahmad Hidayat Ahmad Suriansyah Ahmad. Aziz Masyhadi Ai Siti Nurmiati Akhir Lusono Akhmad Riandy Agusta Al Ikhlas Al Ikhlas Al Ikhlas Al Ikhlas Al Ikhlas Al Ikhlas Al Ikhlas, Al Ikhlas Al-Ikhlas Ali Ramatni Anang Susilo Andari, Soetji Andree Tiono Kurniawan, Andree Tiono Andriani, Nining Andy Rachman Anita Widyawati Antonius Rino Vanchapo Antonius Rino Vanchapo Vanchapo Anzelina, Dewi Apriyeni, Deltri Ardiyanto Saleh Modjo Aria Mulyapradana Arianti, Diyani Asep Supriyanto Ashariana, Ashariana Auliya Aenul Hayati Azhariah Rachman Badriyah, Khoirotul Bahtiar Efendi Bakri Baroroh Barir Baruno, Yosep Heristyo Endro Budi Mardikawati Cindy Sandra Lumingkewas Cundra Bahar Dadang Muhammad Hasyim Darwata, Siti Riva Dede Ibrahim Muthawali Dewi, Ida Ayu Sasmita Dhaniswara, Erwin Diana Arianti Diyani Arianti Djuniawan Karna Djaja Dodi Setiawan Dodi Setiawan Riatmaja Durrotun Nafisah Efriana Jon, Efriana Eka Selvi Handayani Elisabeth Sitepu Endang Supriatna Enny Zarvianti Erjati Abas Fahrur Rozi Fajar Romadhon Faqih Purnomosidi Fauzany, Riffka Feriyanti, Yang Gusti Franchitika, Rizky Fransiska Wuri Wulandari Gamar Al Haddar Gamar Al Haddar, Gamar Al Gusnidar, G H. Mardiah Hanif Ramadhan Fahmi Putra Hendra Kasman Henny Sri Astuty Heru Widoyo Huriati, Nining Hutabarat, Zuhri Saputra Hutauruk, Febriady Ibrohim Ihwan, Muhammad Iqbal Aidar Idrus, Iqbal Aidar Irawan Irawan Irawan Irawan Iriana Bakti Irmawati Irmawati Irra Chrisyanti Dewi Irsan Bertinus Tondowala Jahrir, Andi Sahtiani Joni Wilson Sitopu Junita Yosephine Sinurat Juwairiah Juwairiah Juwita Desri Ayu Kadek Ayu Kartika Septiana Kadirun Kadirun Kadirun, Kadirun Kamaruddin, Ilham Karsim Karsim Karsim Karsim Khasanah Khasanah Kurdi, Musyarrafah Sulaiman Kurnia, Heri Kurniati Karim Kusuma Wardany Kusumarini, Euis Kuswinardi, Jacobus Wiwin Lenny Nuraeni, Lenny Lestari, Nana Citrawati Loria Wahyuni Loria Wahyuni, Loria Luthfie Lufthansa M. Rusdi Maizan, Inggar Manaf, Abd. Mardansyah, Mardansyah Mardikawati, Budi Mardikawati, Mardikawati Margiyono Suyitno Maria Yosefina Meinadia Sekar Kinanti Aswirawan Meike Negawati Kesek Meilinda Ade Prastiwi Melda Agnes Manuhutu Melinda Yusri Rizki Mira Hastin Mislia Moh Solehuddin Mohammad Iskandar Dzulkurnain MS Victor Purhanudin Muhajir Musa Muhamad Saleh Muhammad Arsyad Muhammad Ihsan Dacholfany Muhammad Jufri Muhammad Sulaiman Muhammadong Mukaddamah, Ivon Mukhtar Zaini Dahlan Mumu Muzayyin Maq Muqarramah Sulaiman Kurdi Mursyidi A Jalil Nana Sujana Nazaruddin Ahmad Nila Mayasari Nila Tria Nengsih Nining Huriati Nofirman, Nofirman Nofri Yudi Arifin Nur Arifin Nur Azizah Nur Hafida Nur Indah Sari Nurcahyo, Narwanto Nurhayanto, Nurhayanto Nuril Huda Nurwanto Nurcahyo Okta Veza Oktafian Farhan Olivia Tahalele PAHAR KURNIADI, PAHAR Pahmi Pahmi Pesak, Silva Anita Pitri, Nandia Pradana, Aria Mulya Purwadisastra, Dikdik Rahayu, Indah Rendika Vhalery Rian Novita Riatmaja, Dodi Setiawan Rifky Lana Rahardian Rizki Ramadhani Rona Romadhianti Rosmiati Rosmiati Rudiansyah Rudiansyah Rustandi, Nanang Sabil Mokodenseho Salwa, Athiyah Sanadi, Edwin Aldrin W. Sandra Ivonnie Telussa Saptyawati, Laksmindra Sari, Ira Wulan Sartika, Diana Sasmita Rusnaini Satya Anggi Permana Sembiring, Darmawanta Sepryanus Rano Putra Septia, Emil Septinus Wonggor Setria Utama Rizal Singgih Prastawa Solissa, Everhard Markiano Sri Asyrafil Mustaqmah Sri Haryanto Sri Mulyati Suhari Muharam Suprihartini, Yayuk Supriyono Supriyono Syafruddin Syafruddin Syamsul Muarif Taryana Taryana, Taryana Tasliati Djafar Uki Hares Yulianti Uli Wahyuni Vanchapo Vanchapo VITA FIBRIYANI, VITA Wa Ode Feti Liliana Wakhudin, Wakhudin Walenta, Abdi Sakti Weraman, Pius Wilyadewi, Ida I Dewa A. Yayati Wonmally, Windy Wulan Anna Pertiwi Yenny Anggreini Sarumaha Yohanis Hukubun Yosep Heristyo Endro Baruno Yulianti, Andam Yusnadi Yusnadi Z, Zahlimar