Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ALAT UKUR SUHU PERMUKAAN AIR LAUT BERBASIS ARDUINO UNO: Kata Kunci: Sensor DS18B20, Arduino Uno, SD Card, Suhu Rozikin, Muchamad Khoirur; Wati, Jhulinda Nizar; Natasya, Adinda Nur; Yantidewi, Meta; Fahmi, Muhammad Nurul; Adikuasa, M Biyadihie; Setiawan, Fajar; Dzulkiflih, Dzulkiflih; Asandi, Ruhi
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023): Vol 12 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v12n3.p35-43

Abstract

Suhu permukaan air laut merupakan bagian terpenting dalam pengamatan cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) oleh karena itu diperlukaan alat yang praktis dan efisien dalam operasionalnya. Penelitian ini memiliki tujuan yakni dapat merancangan alat instrumentasi monitoring suhu permukaan air laut berbasis arduino dan dapat diperoleh nilai efisiensi kinerja alat instrumentasi monitoring suhu permukaan air laut berbasis arduino. Metode yang kita gunakan eksperimen dan study literatur. Varibel kontrol sendiri yang digunakan yaitu alat dan bahan lalu untuk variabel manipulasi yang digunakan yaitu waktu yang memiliki selisih 30 menit dan untuk variabel respon yang kita dapatkan yaitu data yang berupa angka ataupun suhu yang telah didapatkan. Dari data yang telah di dapatkan pertama kalibrasi dengan perbandigan antara alat dan termometer alkohol dengan kabel 1meter lalu kalibrasi dengan perbandigan antara alat dan thermometer alkohol dengan kabel 5 meter dan hasil pengkuran realtime dari alat di pelabuhan perak. Dari sini bisa disimpulkan bahwa monitoring suhu permukaan air laut berbasis arduino lebih efisien dan dapat menyimpan data secara otomatis melalui sd card yang mampu bekerja secara realtime, praktis dan lebih ekonomis dan alat instrumentasi dan monitoring suhu permukaan air laut berbasis arduino uno telah melakukan ujicoba selama 5 jam dari pukul 07.00-12.00 menghasilkan 11 data nilai suhu permukaan air laut, dengan tingkat akurasi alat instumen dibandingkan dengan thermometer manual bmkg tanjung perak sebesar 99.15 %. Kata Kunci: Sensor DS18B20, Arduino Uno, SD Card, Suhu Abstract Sea surface temperature is the most important part of weather observation by the Agency Meteorology Klimatology dan Geophysics (BMKG) therefore a practical and efficient tool is needed in its operation. This research has the aim of being able to design an Arduino-based sea surface temperature monitoring instrumentation tool and can obtain the value of the performance efficiency of the monitoring instrumentation tool Arduino-based sea surface temperatures. The method we use is experimentation and literature study. The control variables themselves used are tools and materials and then for the manipulation variables used, namely the time that has a difference of 30 minutes and for the response variables that We get data in the form of numbers or temperatures that have been obtained. From the data that has been obtained, first calibration with the difference between the device and the alcohol thermometer with a 1meter cable then calibration with the difference between the tool and the thermometer alcohol with a 5-meter cable and realtime curing results from the tool at the silver port. From this it can be concluded that Arduino-based sea surface temperature monitoring is more efficient and can store data automatically through an sd card Able to work in realtime, practically and more economically and Arduino Uno-based seawater surface temperature instrumentation and monitoring tools have been conducting trials during 5 hours from 07.00-12.00 produced 11 data on sea surface temperature values, with the accuracy level of the instrument compared to the manual thermometer BMKG Tanjung Perak by 99.15%. Keywords: Sensore DS18B20, Arduino Uno, SD Card, Temperature
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kualitas Air Minum Berbasis Arduino: Kata Kunci: Air minum, sensor pH, sensor TDS, sensor suhu, dan sensor turbidity. Natasya, Adinda Nur; Dzulkiflih, Dzulkiflih
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Vol 13 No 1
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n1.p27-33

Abstract

Air merupakan komponen penting bagi proses kehidupan di bumi. Saat ini air masih mudah didapatkan, namun untuk menjaga sterilitas air harus melalui tahapan pengolahan yang benar. Salah satu keguaan air yaitu untuk dikonsumsi karena air minum sangatlah penting bagi tubuh manusia. Air minum harus memenuhi syarat fisik yang ideal agar terhindar dari berbagai macam penyakit yaitu air harus pada tingkatan pH air 6,5-8,5, suhu air 22-28?, nilai TDS <500 ppm dan nilai kekeruhan air <5 NTU. Seiring dengan kemajuan teknologi, pendeteksi kualitas air minum dengan mikrokontroler digunakan karena dapat memudahkan pekerjaan secara otomatis. Maka dibuat alat yang lebih portebel dari pendeteksi kualitas air minum ini masyarakat agar dapat mengetahui kualitas air yang layak minum di daerah tersebut. Tujuan pembuatan alat pendeteksi kualitas air minum ini adalah menentukan nilai pH, suhu, TDS dan kekeruhan yang harus diukur dalam menentukan kualitas air sehat untuk di konsumsiserta mengetahui apakah alat dapat bekerja dengan baik Hasil menunjukkan penelitian ini menghasilkan desain dari perangkat keras seperti, box project, sensor pH, sensor TDS, sensor Turbidity, dan sensor suhu. Langkah selanjutnya melakukan pemograman pada software Arduino IDE dan dirangkai sesuai pin pada board pemrograman dengan hasil data yang akan ditampilakn pada LCD ukuran 16x4. Hasil dari pengujian ketelitian alat dari sensor pH sebesar 99%,sensor TDS sebesar 99,49%, dan sensor suhu sebesar 99%. Hasil pengujian alat dari semua sensor yang diambil dari 13 sampel nilai pH pada depot 1 tersebut hanya 5,9 dari nilai pH normal penelitian depot air minum dapat dikonsumsi tetapi harus dimasak terlebih dahulu sedangkan untuk air sumur kurang baik untuk dikonsumsi karena memiliki nilai TDS yang terlalu tinggi dan belum ada proses seperti pengelolaan air minum dengan alat seperti pada pengelolaan depot air minum. Kata Kunci: Air minum, sensor pH, sensor TDS, sensor suhu, dan sensor turbidity. Abstract Water is an essential component for life processes on earth. Currently, water is still easy to obtain, but to maintain water sterility, it must go through the correct processing stages. One of the uses of water is for consumption because drinking water is very important for the human body. Drinking water must meet ideal physical requirements to avoid various kinds of diseases, namely water must be at a water pH level of 6.5-7.5, water temperature 22-28 ?, TDS value <500 ppm and water turbidity value <5 NTU. Along with advances in technology, detecting the quality of drinking water with a microcontroller is used because it can facilitate work automatically. So, a more portable tool was made to detect the quality of drinking water, so that the community could find out the quality of water suitable for drinking in the area. The purpose of making this drinking water quality detection tool is to determine the value of pH, temperature, TDS and turbidity which must be measured in determining the quality of healthy water for consumption and to find out whether the tool can work properly. pH sensor, TDS sensor, Turbidity sensor, and temperature sensor. The next step is to program the Arduino IDE software and assemble it according to the pins on the programming board with the resulting data to be displayed on a 16x4 LCD. The results of testing the accuracy of the tool from the pH sensor is 99%, the TDS sensor is 99.49%, and the temperature sensor is 99%. The results of testing tools from all sensors taken from 13 samples of the pH value at depot 1 were only 5.9 from the normal pH value of the depot research. Drinking water can be consumed but must be cooked first, while well water is not good for consumption because it has too high a TDS value. high and there is no process such as drinking water management with tools such as drinking water depot management. Keywords: Drinking water, pH sensor, TDS sensor, temperature sensor and turbidity sensor.
DESAIN ANTENA MIKROSTRIP DENGAN T-SHAPE BENTUK SLOT PADA JARINGAN SELULAR 5G: DESAIN ANTENA MIKROSTRIP DENGAN T-SHAPE BENTUK SLOT PADA JARINGAN SELULAR 5G Briantoko, Elang Rimba Rimba; Firdaus, Rohim Aminullah; Dzulkiflih, Dzulkiflih; Khoiro, Muhimmatul; Winarno, Nanang
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Vol 13 No 2
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n2.p51-58

Abstract

Abstrak Artikel penelitian ini membahas tentang antena patch mikrostrip yang dibuat untuk komunikasi nirkabel. Bahan substrat yang digunakan yaitu FR-4 (lossy) dengan permitivitas dielektrik 4,3. Antena ini dirancang dengan menggunakan software CST Studio Suite. Tiga desain antena patch mikrostrip yang ukurannya kecil, mudah difabrikasi, dan biaya yang murah telah dianalisis dalam artikel ini. Dari ketiga antena yang diusulkan memiliki return loss -41,39 dB, -43,78 dB, dan -44,37 dB dengan bandwidth sebesar 2,078663 GHz, 1,986553 GHz, dan 2,082676 GHz pada return loss dibawah -10 dB. Direktivitas yang diperoleh sebesar 2,37 dBi, 2,88 dBi, dan 2,88 dBi. Antena ini dapat diaplikasikan pada sistem radar, ponsel, dan aplikasi LAN nirkabel. Kata Kunci: FR-4, Return loss, Bandwidth, Direktivitas Abstract This research article discusses a microstrip patch antenna that was made for wireless communication. The substrate material used is FR-4 (lossy) with a dielectric permittivity of 4.3. This antenna was designed using using CST Studio Suite software. Three microstrip patch antenna designs that are small size, easy to fabricate, and low cost have been analyzed in this article. this article. The three proposed antennas have return loss of -41.39 dB, -43.78 dB, and -44.37 dB with bandwidths of 2.078663 GHz, 1.986553 GHz, and 2.082676 GHz at return loss below -10 dB. The directivity obtained is 2.37 dBi, 2.88 dBi, and 2.88 dBi. This antenna can be applied to radar systems, cell phone, and wireless LAN applications. Keywords: FR-4, Return loss, Bandwidth, Directivity
Analysis of the Time of Dew Occurrence on the DCDB Panel at PLN GIS 150 kV Gunungsari Surabaya Rachmawati, Arum Vonie; Agustinur, Satya Cantika; Indralaksono, Rio; Syahriannanda, Kinanta; Riandana, I Made Niantara; Alim, Andu Mahdy; Yantidewi, Meta; Dzulkiflih, Dzulkiflih
BERKALA SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v13i1.45408

Abstract

The DCDB panel is a panel for distributing direct current electricity. Inside the panel there are cables to carry current which affects the temperature of the panel. The greater the current flowing, the greater the resulting temperature. Dew that occurs on the DCDB panel can cause various kinds of electrical disturbances, so the DCDB panel must be kept dry and protected from condensation. The dew parameter is the dew point. In order to minimize the occurrence of dew on the DCDB panel, it is necessary to know the prediction or estimate of the occurrence of dew on the DCDB panel by evaluating the Rectifier room temperature with the external environmental weather temperature. Therefore, research was carried out for 10 days in the PT. PLN (Persero) GIS 150 kV Gunungsari Rectifier room, Surabaya, which contained a DCDB panel. The data obtained is temperature monitoring data in the Rectifier room, DCDB panel body, and DCDB panel door. From this data, observations are made to see the temperature changes that occur in the panel. Environmental weather data is obtained via the Weather Underground website. The research data obtained was analyzed using RMSE and MAPE to check errors and graph plotting using SPSS. Based on the research conducted, it can be concluded that the dew point is estimated to occur at 03.30-05.00 in July with a temperature range of 21.3℃-23.3℃.
Respon Siswa SMAN 15 Surabaya terhadap Pelatihan Robot Line Tracer Berbasis Arduino Putri, Nugrahani; Khoiro, Muhimmatul; Dzulkiflih, Dzulkiflih; supardi, zainul arifin imam; Ermawati, Frida
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2516

Abstract

Robotika merupakan salah satu media yang paling tepat untuk mengenalkan bidang teknologi kepada siswa SMA. Kegiatan pelatihan robotika dengan topik robot line tracer berbasis Arduino telah dilakukan oleh tim PKM prodi Fisika Unesa kepada siswa SMAN 15 Surabaya. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan robotika kepada para siswa, khususnya robot line tracer. Siswa SMAN 15 Surabaya sangat berminat terhadap pelatihan ini, yang dapat dilihat dari hasil pemetaan awal minat dan pengetahuan robot line tracer. Walau sebagian besar siswa belum pernah mempelajari robotika sebelumnya, mereka sangat antusias dalam mengikuti pelatihan yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 ini. Pelatihan dilakukan dalam 2 sesi, yaitu sesi pertama siswa diberikan pelatihan penulisan coding Arduino, sedangkan sesi kedua siswa diberikan pelatihan dan pengalaman dalam merakit robot line tracer, dan menjalankan robot menggunakan coding Arduino. Respon siswa sangat positif terhadap pelatihan yang mereka lalui, sebanyak 93,3% siswa merasa pelatihan robot line tracer sangat bermanfaat dan materi pelatihan sangat berguna dan menarik bagi mereka. Mereka juga lebih memahami prinsip kerja robot line tracer dan memperoleh gambaran yang jelas tentang pemrograman Arduino untuk aplikasi robotika.
Analisis Kalibrasi Sensor BME280 dengan Pendekatan Regresi Linear pada Pengukuran Temperatur, Kelembaban Relatif, dan Titik Embun : BME280 Sensor Calibration Analysis with Linear Regression Approach for Temperature, Relative Humidity and Dew Point Measurements Vonie Rachmawati, Arum; Dzulkiflih, Dzulkiflih; Yantidewi, Meta
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.5272

Abstract

Penelitian kalibrasi sensor BME280 dengan pendekatan regresi linear bertujuan untuk mennetukan tingkat akurasi dan ketelitian dari parameter temperatur, kelembaban relatif, dan titik embun dengan thermohygormeter digital sebagai referensi. Kalibrasi dengan pendekatan regresi linear memiliki sifat yang relatif sederhana, namun efektif dalam memperbaiki ketidakakuratan pengukuran. Kalibrasi dilakukan diruangan tertutup dan ber-AC dengan pengaturan temperatur AC yang berbeda. Setelah kalibrasi dilakukan pengambilan data dengan temperatur AC yang tetap bertujuan untuk menentukan tingkat akurasi dan ketelitian sensor. Persamaan regresi linear hasil kalibrasi akan diterapkan pada program sensor BME280 yang dapat memberikan nilai sensor mendekati nilai pengukuran sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketelitian dalam pengukuran temperatur, kelembaban relatif, dan titik embun setelah kalibrasi sensor BME280 cukup tinggi, menunjukkan akurasi yang baik dalam pengukuran tersebut. Tingkat akurasi dan ketelitian, keduanya menunjukkan nilai mendekati 100%.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Eco-Enzyme untuk Pengelolaan dan Degradasi Limbah Cair Industri Tempe di Desa Sukorejo Trenggalek Firdaus, Rohim Aminullah; Rahmawati, Endah; Dzulkiflih, Dzulkiflih; Khoiro, Muhimmatul; Putri, Nugrahani Primary; Yantidewi, Meta
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/6eyqtz37

Abstract

Limbah cair industri tempe memiliki beban organik tinggi (COD, BOD, TSS) yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan. Sebagian besar pelaku UMKM tempe di pedesaan belum memiliki akses terhadap teknologi pengolahan yang murah dan sederhana, sehingga diperlukan pendekatan alternatif berbasis partisipasi masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberdayakan warga Desa Sukorejo, Trenggalek dalam pengelolaan limbah cair menggunakan eco-enzyme hasil fermentasi sampah organik rumah tangga. Berbeda dari pendekatan konvensional, kegiatan ini menerapkan model partisipatif dengan pembuatan dan penerapan eco-enzyme berbasis rumah tangga yang terintegrasi dengan monitoring masyarakat, sebuah pendekatan yang belum umum diterapkan pada pengelolaan limbah tempe skala kecil. Metode meliputi pemetaan pelaku usaha, sosialisasi, pelatihan pembuatan eco-enzyme (rasio 3:1:10; fermentasi ±90 hari), penyusunan SOP aplikasi (1–5% v/v), dan pendampingan uji sederhana (pH, bau, kekeruhan). Program diikuti 18 peserta dan menghasilkan kelompok pengelola serta unit percontohan. Observasi menunjukkan penurunan bau dan kekeruhan dalam 24–48 jam serta peningkatan pengetahuan peserta. Evaluasi respon peserta menunjukkan kategori sangat baik (rata-rata >90%). Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dan menunjukkan potensi eco-enzyme sebagai solusi awal pengolahan limbah cair tempe yang murah dan berkelanjutan. Community Empowerment Through Eco-Enzymes for the Management and Degradation of Liquid Waste from Tempeh Industries in Sukorejo Village, Trenggalek Abstract Liquid waste from tempeh production contains high organic loads (COD, BOD, TSS) that can degrade environmental quality if discharged without proper treatment. Most small-scale tempeh producers in rural areas lack access to simple and low-cost treatment technologies, necessitating an alternative approach grounded in community participation. This Community Service Program (PKM) aims to empower residents of Sukorejo Village, Trenggalek in managing liquid waste using eco-enzymes produced from the fermentation of household organic waste. Unlike conventional approaches, this program adopts a participatory model involving the household-based production and application of eco-enzymes integrated with community monitoring—an approach that is rarely implemented for small-scale tempeh wastewater management. The methods included stakeholder mapping, awareness-building activities, training on eco-enzyme production (3:1:10 ratio; ± 90-day fermentation), preparation of application SOPs (1–5% v/v), and facilitation of simple testing (pH, odor, turbidity). The program involved 18 participants and resulted in the formation of a management group and a pilot demonstration unit. Observations indicated reductions in odor and turbidity within 24–48 hours, alongside improved participant knowledge. Participant response evaluations showed excellent results (average >90%). This program effectively enhanced community capacity and demonstrated the potential of eco-enzymes as a low-cost and sustainable preliminary solution for treating liquid waste from tempeh production.