Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI TINGKATKAN KEWASPADAAN MASYARAKAT TERHADAP PANDEMI COVID-19 DI LEVEL RUKUN TETANGGA (RT) Ningtyias, Farida Wahyu; Noveyani, Adistha; Ramani, Andre; Huda, Afton Ilman
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tahun 2020 Indonesia dihadapkan pada pandemi COVID-19. Untuk mensiasati kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh COVID-19, maka dibutuhkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi masa pandemi. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu kegiatan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19. Tujuan: memberikan pengetahuan terkait persebaran dan pencegahan Covid-19 di tingkat RT dan pelatihan cara pembuatan ekstrak jamu dari tanaman toga. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan training. Penyuluhan secara bertahap, yakni 2 kegiatan dihari yang berbeda, kegiatan pertama memberikan pengetahuan kepada warga seputar penyakit COVID-19 dan di hari berikutnya dilakukan penyuluhan tentang cara menjaga imunitas tubuh dan mempraktikan cara pembuatan ekstrak jamu dari tanaman toga. Juga dilakukan pre dan posttest. Hasil: Pada kriteria kehadiran peserta, 10 dari 12 peserta (83,3%) hadir dalam penyuluhan secara tatap muka di rumah pelaksana kegiatan. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan sudah mencukupi dan sukses dari segi peserta (kehadiran peserta > 75%). Kemudian jika dilihat dari segi peningkatan pengetahuan, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 51% dengan keefektivan berada pada kategori sangat efektif (keefektivan > 1). Untuk praktik pembuatan jamu, sebanyak 6 peserta dari 12 peserta penyuluhan bisa mempraktikan membuat ekstrak jamu di rumah masing-masing (efektif meningkatkan pemahaman peserta bila dapat mempraktikan mandiri ≥50%).Kesimpulan: kegiatan penyuluhan tentang cara meningkatkan imunitas tubuh saat pandemi Covid-19 berhasil, baik dari segi peserta (adequancy of performance) maupun peningkatan pengetahuan (effectiveness).
Hubungan Antara Status Gizi, Usia Menarche dengan Kejadian Dysmenorrhea Primer pada Remaja Putri di SMPN 3 Jember Afthon Ilman Huda; Farida Wahyu Ningtyias; Sulistiyani .
Pustaka Kesehatan Vol 8 No 2 (2020): Volume 8 No. 2, 2020
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/pk.v8i2.12007

Abstract

Dysmenorrhea primer merupakan masalah gangguan menstruasi seperti kram dibagian bawah perut yang menjalar ke punggung atau kaki dan terjadi pada tahun pertama atau lebih setelah mengalami menstruasi dan dapat dirasakan pada 24 jam pertama menstruasi dan dapat bertahan sampai 48-72 jam. Remaja wanita yang mempunyai status gizi tidak normal dan usia menarche dini akan berdampak pada kejadian dysmenorrhea primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Antara Status Gizi, Usia Menarche dengan Kejadian Dysmenorrhea Primer pada Remaja Putri di SMPN 3 Jember. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 445 orang dengan sampel sebanyak 82 orang. Hasil uji statistic menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan usia menarche (p= 0,000), terdapat hubungan antara status gizi dengan dysmenorrhea primer (p= 0,042) dan tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan dysmenorrhea primer (p= 0,913)
HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN KONSUMSI AIR MINUM DENGAN DEHIDRASI PADA PEKERJA PABRIK TAHU Afton Ilman Huda; Tjipto Suwandi
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 7 No. 3 (2018): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.381 KB) | DOI: 10.20473/ijosh.v7i3.2018.310-320

Abstract

Dehidration can significantly impact the workers of Tahu UD Sumber Kencana Factory due to workplace climate of warm environments. In addition, high metabolism also occurs because of job duties. Workers who inadequate hydrated while working lead to dehydration. This study aims to reveal the relationship of hydration status between workload and water intake. By applying observational research with cross sectional approach, this study obtained 14 workers in tahu (tofu) and cincau production. Workload data was collected by using 10 pulse measurement method by Kilbon (1992), while water intake measurement was conducted with observation sheet of NIOSH (2011). The urine colors chart by Armstrong (1994) and Armstong (1998) was used to indicate the hydration status of workers. The results showed that workload measurement included in mild and moderate category, whereas water intake measurement was mostly indicated workers in low category. Assessing the worker’s hydration status signified varied findings that were included mild, moderate, and severe category. The statistic analysis of Spearman’s rank correlation showed that the workload had low relation to dehydration (r = 0.094) and had high relation between water intake and hydration (r = 0.882). According to results, it can be concluded that dehydration is more likely to occur to workers with low water intake while working.Keywords: dehydration, water intake, workload
Memahami Pendekatan Pembangunan Wilayah (Regional): Dari Pembangunan Sektoral ke Pembangunan Lokal Afton Ilman Huda; Moh Faqih; Moh David Afandi
GREAT : Journal of Global Economic Trends Vol 1, No 1 (2026): Juni
Publisher : GREAT : Journal of Global Economic Trends

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/great.v1i1.14400

Abstract

Artikel ini mengkaji evolusi pendekatan pembangunan daerah dari perspektif ekonomi dan kebijakan publik. Awalnya, pembangunan di Indonesia bersifat sektoral dan terpusat, tetapi sejak era desentralisasi, paradigma pembangunan telah bergeser ke arah pembangunan daerah dan lokal yang lebih partisipatif berdasarkan potensi daerah. Makalah ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis literatur dan studi empiris. Pembahasan menunjukkan bahwa pergeseran ke arah pembangunan daerah dan lokal berkontribusi pada peningkatan efisiensi, pemerataan kesejahteraan, dan kemandirian ekonomi daerah. Namun, tantangan seperti ketimpangan antardaerah, kapasitas kelembagaan, dan koordinasi lintas sektoral masih menjadi kendala utama.
Peningkatan Kemandirian Ekonomi pada Pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa Kalisari Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo Afton Ilman Huda; Multazem; Moh. Faqih; Hairul Diofani; Abdullah Maulana Azzaky; Muhammad Jaiz
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 1 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the efforts to enhance economic independence through the establishment of the Koperasi Merah Putih (Red and White Cooperative) in Kalisari Village, Banyuglugur District, Situbondo Regency. The cooperative serves as a strategic initiative to empower the local community, particularly small-scale farmers and micro-entrepreneurs, by promoting collective economic activities based on mutual cooperation and local potential. Using a qualitative descriptive method, this research highlights the formation process, challenges, and early impacts of the cooperative. Findings indicate that the cooperative plays a significant role in fostering economic resilience, increasing community participation, and improving access to financial and business resources. However, sustainability still depends on continuous guidance, strong leadership, and consistent member involvement. This study suggests that with proper management and government support, community-based cooperatives like Koperasi Merah Putih can be a vital instrument in building rural economic independence.
Korelasi Antara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Pertumbuhan Ekonomi Regional di Kabupaten Probolinggo Tahun 2020–2024 Afton Ilman Huda; Muhammad Jaiz; Ridwanul Hayat; Miftahul Ulum; Fhatoni; Ahmad Syahrul Khoir Maulana; Wahyu Ilahi; Muhammad Pradipta Baskara; Mohammad Khomisun; Much Fakhri; Moh Fikri Rizal
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 1 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research explores the relationship between the Human Development Index (HDI) and regional economic growth in Probolinggo Regency during 2020–2024. HDI represents not only education and health, but also the overall quality of life of the population. On the other hand, economic growth is measured using the Gross Regional Domestic Product (GRDP) at constant prices. This study applies a quantitative approach using secondary data from the Central Bureau of Statistics (BPS), with Pearson correlation analysis to examine the link between the two variables. The results show a positive and meaningful correlation, suggesting that improvements in human development tend to go hand in hand with better economic performance. These findings emphasize that developing human capital is not just a social priority, but a strategic move to build sustainable regional growth.