Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Proses Diversi Anak yang Berkonflik dengan Hukum: Belajar dari Sistem Diversi di Amerika Serikat Maran, Alfian Mela; Probowati, Yusti; Ajuni, Ajuni; Elisabeth, Mary Philia
Binamulia Hukum Vol. 13 No. 2 (2024): Binamulia Hukum
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37893/jbh.v13i2.957

Abstract

Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke mekanisme di luar peradilan pidana. Diversi bertujuan untuk melindungi hak-hak anak yang berkonflik dengan hukum (ABH). Pelaksanaan diversi menjadi penting karena proses peradilan pidana dapat memberikan dampak negatif pada anak, seperti stigma sosial, kesulitan mendapatkan pekerjaan, risiko terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, dan kemungkinan menjadi residivis akibat pengaruh lingkungan pergaulan di sekitar mereka. Namun, implementasi diversi di Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Beberapa penelitian mengungkapkan kendala, seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang diversi, rendahnya kompetensi hakim dalam menangani perkara anak, kesulitan mencapai kesepakatan antara pelaku dan korban, serta terbatasnya fasilitas untuk mendukung pelaksanaan kesepakatan diversi. Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan diversi di Indonesia sekaligus mengulas proses diversi di Amerika Serikat sebagai bahan pembelajaran dalam meningkatkan pelaksanaan diversi di Indonesia. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah purposive review, di mana penulis secara sistematis menentukan langkah-langkah dalam mencari dan menyortir sumber yang relevan untuk pembahasan ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa proses diversi yang berhasil diterapkan di Amerika Serikat, seperti Probation Camp, Community Service, dan Functional Family Therapy, dapat menjadi referensi dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan diversi di Indonesia. Keberhasilan pendekatan-pendekatan tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat, keluarga, dan otoritas terkait dalam mendukung keberhasilan program diversi. Oleh karena itu, diharapkan temuan ini dapat menjadi solusi dalam memperbaiki dan memperkuat sistem diversi di Indonesia.
The dynamics of sibling relationships with a down syndrome child Victor, Ivena Nathania; Hartanti, Hartanti; Elisabeth, Mary Philia
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 8 No 1 (2021): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v8i1.8363

Abstract

Siblings of special needs child are often seen as neglected children, especially when the special needs child needs more attention from their parents. This study aimed to find out the dynamics of sibling relationships with a down syndrome child. A phenomenological qualitative approach with data analysis of Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) was chosen as the research method due to its suitability with the purpose of this study. The data were collected using in-depth semi-structured interviews on two biological older sisters (24 and 20 years old) of a boy with down syndrome (12 years old). The selection of subjects used a purposive sampling technique, which was based on the specified criteria. Three main themes were found in this study, namely (1) the functions of parents’ role, (2) acceptance towards a sibling with Down syndrome, and (3) sibling relationship. The results showed that the parents’ role in introducing the Down syndrome from the beginning helped the subjects accepted their sibling’s special needs. The subjects’ acceptance was expressed through their actions in supporting their younger sibling to become independent. Each subject also showed a sense of care in their own ways. Sibling relationships with a Down syndrome child were indicated by the existence of warmth, conflict, rivalry, role, engagement, stress, concern, and coping mechanisms.
Implementasi Program Diversi sebagai Alternatif Peradilan Anak dalam Kasus Kekerasan Seksual Yuliana, Tesya Devi; Elisabeth, Mary Philia
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i4.5203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas program diversi sebagai alternatif peradilan anak dalam kasus kekerasan seksual, dengan fokus pada mekanisme, hambatan, tantangan, serta aspek restoratif atau pencegahan residivisme dari pelaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, jurnal, buku, dan artikel terkait program diversi dalam kasus kekerasan seksual pada anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program diversi di Indonesia masih belum mencapai efektivitas yang optimal. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman aparat penegak hukum mengenai regulasi diversi, keterbatasan sumber daya dan infrastruktur, serta rendahnya tingkat kepercayaan dan partisipasi Masyarakat karena adanya stigma negatif yang melekat pada anak yang berkonflik dengan hukum. Akibatnya, proses reintegrasi sosial anak pelaku menjadi terhambat. Penelitian ini merekomendasikan beberapa langkah untuk meningkatkan efektivitas program diversi seperti peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, peningkatan kesadaran masyarakat, pelibatan tokoh masyarakat, pengembangan platform informasi daring, dan pengembangan program pendampingan pasca diversi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Reconstructing Positive Self-Image among Juvenile Inmates through Positive Interactive Counselling: A Strength-Based Approach to Psychosocial Rehabilitation Ababiel, Merinta Wira; Setyawan, Jefri; Elisabeth, Mary Philia
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/njbss.202513144

Abstract

This exploratory study examines how a brief Positive Interactive Counselling (PIC) session can foster positive self-image among justice-involved adolescents in an Indonesian juvenile correctional facility. Beyond a community outreach activity, the work is framed as qualitative descriptive research with a clear theoretical contribution to Positive Psychology and Psychosocial Rehabilitation. Three participants (ages 16–17), purposively sampled, completed a single 60-minute group session combining guided reflection and peer sharing. Data (fieldnotes, participant worksheets, and in-session reflections) were analyzed using reflexive thematic analysis. Three themes emerged: (1) a growing desire to make a positive impact coupled with personal responsibility; (2) recognition of self-potential linked to skills and long-term goals; and (3) spiritual strength as a stabilizing foundation in adversity. Empirically, the session elicited counter-stereotypic self-descriptions and visible peer affirmation; observed changes included increased self-confidence, self-awareness, and perceived readiness for social reintegration. Conceptually, findings illuminate how PIC may support self-reconstruction by aligning with autonomy, competence, and relatedness needs while normalizing hope and meaning-making in a culturally resonant setting. Practically, the study demonstrates a low-resource, replicable protocol suitable for constrained custodial contexts and points to directions for longitudinal and multi-site evaluation.   Abstrak: Studi eksploratif ini menelaah bagaimana satu sesi singkat Positive Interactive Counselling (PIC) dapat membangun citra diri positif pada remaja binaan di sebuah lembaga pemasyarakatan anak di Indonesia. Melampaui kegiatan pengabdian masyarakat, penelitian ini diposisikan sebagai studi kualitatif deskriptif dengan kontribusi teoretis yang jelas terhadap Psikologi Positif dan Rehabilitasi Psikososial. Tiga partisipan (usia 16–17 tahun) yang dipilih secara purposif mengikuti satu sesi kelompok berdurasi 60 menit yang memadukan refleksi terarah dan peer sharing. Data (catatan lapangan, lembar kerja partisipan, dan refleksi selama sesi) dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis. Tiga tema utama muncul: (1) meningkatnya keinginan memberi dampak positif yang disertai tanggung jawab pribadi; (2) pengenalan potensi diri yang terhubung dengan keterampilan dan tujuan jangka panjang; dan (3) kekuatan spiritual sebagai landasan stabil dalam menghadapi kesulitan. Secara empiris, sesi ini memunculkan deskripsi diri yang berlawanan dengan stigma serta afirmasi sejawat yang tampak; perubahan yang diamati meliputi peningkatan kepercayaan diri, kesadaran diri, dan kesiapan untuk reintegrasi sosial. Secara konseptual, temuan menunjukkan bahwa PIC dapat mendukung rekonstruksi diri dengan menyelaraskan kebutuhan otonomi, kompetensi, dan keterhubungan, sekaligus menormalisasi harapan dan pemaknaan dalam konteks budaya yang relevan. Secara praktis, studi ini mendemonstrasikan protokol berbiaya rendah yang dapat direplikasi di lingkungan pemasyarakatan yang terbatas, serta membuka arah evaluasi longitudinal dan multi-situs.
Psychoeducation: The Role of Parents in Improving Motor Skills and Understanding Emotional State of Cerebral Palsy Children Using Flash Cards Ramadhanti, Bella; Elisabeth, Mary Philia
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 3 No. 12 (2023): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v3i12.965

Abstract

Cerebral Palsy (CP) is a chronic motor disorder resulting from non-progressive damage to brain development, exhibiting various clinical disorders with unknown causes. This research focuses on a severe case of CP in a student named Prisil, investigating the challenges she faces in motor and language skills development. Prisil's parents and teachers play a crucial role in addressing these challenges. The study, employing a qualitative case study approach, utilizes psychological tests and interventions to understand and enhance Prisil's abilities. The intervention plan targets parental knowledge, language improvement, and teacher support. Prisil's developmental history, challenges, and interventions are explored, emphasizing the need for structured learning environments. The findings contribute insights into optimizing motor and language skills in children with CP, enhancing their overall well-being and fostering independence.
Pendidikan Karakter dan Perilaku Agresif Siswa TK Elisabeth, Mary Philia
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v22i3.4352

Abstract

The aim of this research was to know whether social skills training could reduce aggressive behaviour of playgroup children aged 4 to 6 years. Participants were children (N = 40) of Grade A and B, consisting of 10 experimental group children and 10 control group children in each grade. Data were collected through class observations, moral and behaviour evaluations, teacher's daily annotations, and interviews. Subject matter of the training focuses on basic social skills, social relationship skills, expressing feelings skills, and conflict management skills. Training were conducted during 1 month, 4 meetings a week, and lasting 45 minutes at each meeting. Data analysis was performed applying ANOVA-Repeated measures. Research results show a significant outcome hence it can be concluded that the social skills training could reduce children's aggressive behaviour. Penelitian ini bertujuan menguji apakah pelatihan social skills dapat menurunkan agresivitas anak dengan rentang usia 4 - 6 tahun. Subjek penelitian (N = 40) adalah anak TK A (10 anak kelompok eksperimen dan 10 orang kelompok kontrol) dan anak TK B (10 anak kelompok eksperimen dan 10 anak kelompok kontrol. Data diperoleh melalui observasi kelas, penilaian moral dan perilaku anak, catatan harian (anekdot) guru, dan wawancara. Materi pelatihan difokuskan pada keterampilan sosial dasar, keterampilan dalam menjalin relasi sosial, keterampilan mengungkapkan perasaan, dan keterampilan mengelola konflik. Pelatihan diberikan selama 1 bulan, 4 kali pertemuan tiap minggu, dengan durasi waktu 45 menit untuk tiap pertemuan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ANOVA-Repeated measures. Hasil penelitian menunjukkan nilai bermakna, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan keterampilan sosial yang diberikan dapat menurunkan perilaku agresif anak.