Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : EXPLORE

Kinerja Metode Minimum Error Least Significant Bit Replacement Advanced Encryption Standard Pada Citra Digital Karya Gunawan; A. Sjamsjiar Rachman
Jurnal Explore Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.415 KB) | DOI: 10.35200/explore.v9i1.176

Abstract

Dalam steganografi, ada beberapa media digital yang dapat digunakan sebagai cover untuk menyembunyikan keberadaan sebuah pesan, seperti: citra, audio, teks, video. Dalam makalah ini, media cover yang digunakan adalah citra digital dengan format piksel 24-bit. Metode steganografi yang digunakan adalah model steganografi yang didasarkan pada penyisipan secara Minimum Error Least Significant Bit Replacement-Advanced Encryption Standard (MELSBR-AES), yaitu  LSB (Least Significant Bits) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyisipan dengan hasil yang masih dapat ditoleransi.Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja metode yang digunakan ini dapat menjalankan kedua tugas utama dalam sistem steganografi (penyisipan dan pengektrakan) dengan baik. Dari hasil percobaan terhadap beberapa citra uji, dapat diketahui bahwa besar ukuran message file yang disisipkan harus lebih kecil , maksimal 10% dari ukuran cover image. Citra yang baik untuk digunakan sebagai cover image adalah citra yang memiliki kekontrasan yang tinggi (real cover image) Dalam steganografi, ada beberapa media digital yang dapat digunakan sebagai cover untuk menyembunyikan keberadaan sebuah pesan, seperti: citra, audio, teks, video. Dalam makalah ini, media cover yang digunakan adalah citra digital dengan format piksel 24-bit. Metode steganografi yang digunakan adalah model steganografi yang didasarkan pada penyisipan secara Minimum Error Least Significant Bit Replacement-Advanced Encryption Standard (MELSBR-AES), yaitu  LSB (Least Significant Bits) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyisipan dengan hasil yang masih dapat ditoleransi.Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja metode yang digunakan ini dapat menjalankan kedua tugas utama dalam sistem steganografi (penyisipan dan pengektrakan) dengan baik. Dari hasil percobaan terhadap beberapa citra uji, dapat diketahui bahwa besar ukuran message file yang disisipkan harus lebih kecil , maksimal 10% dari ukuran cover image. Citra yang baik untuk digunakan sebagai cover image adalah citra yang memiliki kekontrasan yang tinggi (real cover image)
PENGGUNAAN TELEPON SELULER UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN GURU DALAM DUNIA PENDIDIKAN Karya Gunawan; Erfan Wahyudi
Jurnal Explore Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.905 KB) | DOI: 10.35200/explore.v7i1.26

Abstract

Studi ini berfokus pada bagaimana “action learning set” membantu guru preservice (PST) menggunakan telepon seluler untuk meningkatkan perkembangan pedagogi mereka. Action learning set berbasis sekolah ini terdiri dari kelompok PSTs dialokasikan untuk lima sekolah yang berpartisipasi dalam studi. Selama enam Minggu PTS ini bekerja berpasangan untuk mengajar  kelas selama dua jam per Minggu. Selama ini PSTs memiliki akses ke ponsel yang memiliki kamera inbuilt, Excel, Word, rekaman audio, rekaman video, internet, dan fitur email. Ponsel ini digunakan untuk mendukung dan menginformasikan pengajaran dari unit lingkungan pendidikan yang memiliki limbah fokus dan manajemen energi. Temuan menunjukkan bahwa action learning set menyediakan sarana untuk berkelanjutan dan ditargetkan pertumbuhan profesional. Ponsel memberi bukti pertumbuhan ini serta catatan dilema pengajaran yang muncul. Pesan SMS digunakan sebagai alat pendukung sebelum dan sesudah mengajar