Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KAJIAN TERHADAP ANGKA 666 DALAM WAHYU 13: 18 UNTUK MENJAWAB ISU KETERKAITANNYA DENGAN VAKSIN COVID-19 Adi Putra
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i1.91

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap isu teologis yang berkembang di publik tentang pandemi covid-19 dan vaksin covid-19 dikaitkan dengan Antikristus khususnya angka 666 dalam Wahyu 13:18. Pendapat tersebut mencurigai vaksin telah mengandung chip Antikristus, sehingga apabila ada orang Kristen yang divaksin maka secara tidak langsung telah memasukkan chip itu ke dalam tubuhnya. Dengan demikian, telah menjadi sekutu Iblis untuk melawan Kristus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (khususnya eksegesis) terhadap teks dalam Wahyu 13:18. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa anggapan yang mengaitkan vaksin dengan Antikristus atau telah mengandung chip masih prematur dan terlalu dipaksakan bahkan sangat bertolak belakang dengan makna yang terkandung dalam teks Wahyu 13:18.
AJAKAN KEPADA JEMAAT GEREJA PRESBITERIAN INDONESIA (GPI) JEMAAT SINAI GRAHA CITRA TANGERANG, KECAMATAN LEGOK, UNTUK “MENGUCAP SYUKUR” DI TENGAH-TENGAH PANDEMI COVID-19 Adi Putra; Yunus Selan; Sri Dwi Harti
Jurnal PKM Setiadharma Vol. 1 No. 3 (2020): Jurnal PkM Setiadharma
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.812 KB) | DOI: 10.47457/jps.v1i3.103

Abstract

Abstract The Covid-19 pandemic has resulted in systemic hardships and covers almost all aspects of life, including the church members at the GPI Congregation Sinai Ghara Citra Tangerang. That is why through PkM. This and by using the lecture method, we convey and invite church members how they should be grateful even in the midst of difficulties. As a result, the church members responded positively and the materials presented were very blessing for them. Keywords: Giving thanks, Covid-19, Church members
Memahami Bangsa-bangsa Lain dalam Injil Matius Adi Putra
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/b.v1i2.59

Abstract

This article described one of the uniqueness of the Gospel of Matthew, namely: the emergence of systemic and consistent elements of other nations (gentile). Though Matthew's Gospel is a gospel written for Jews with an emphasis on fulfilling the Old Testament in Jesus and His ministry. Then, why are the elements of other nations in it? This paper answers it by looking more at the salvation (soteriology) aspects designed by God and also includes other nations in it. Abstrak: Artikel ini menjelaskan salah satu keunikan dari Injil Matius, di mana secara sistematis dan konsisten menjelaskan unsur bangsa-bangsa lain (gentile). Meskipun injil Matius ditulis kepada orang Yahudi dengan sebuah penekanan penggenapan PL dalam Yesus dan pelayanan-Nya. Lalu, mengapa unsur bangsa-bangsa lain dijelaskan secara konsisten dan sistematis di dalamnya? Penelitian ini menjawabnya dengan melihat lebih kepada aspek keselamatan yang telah didesain oleh Allah juga bagi bangsa-bangsa lain
Hakikat Pertumbuhan Gereja Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:41-47 Adi Putra
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/b.v3i2.134

Abstract

Abstract: This research is a study of the text of Acts 2: 41-47 in order to understand the lifestyle of the early church to discover the nature of church growth. Because of the research that has been conducted by the Bilangan Research Center Foundation with the conclusion that the growth that occurs in the church is due to movement factors and very small presentations are due to evangelism. That is what applies to using qualitative methods, especially the literature review of the text of Acts 2: 41-47, and some conclusions are drawn. First, the pattern of life of the early congregation that can be used as a model for the congregation or churches today that can experience growth, namely: they persevere in building up the Apostles, they persevere in fellowship, they persevere in breaking bread, they persevere in prayer, even they too. love god. So that they were liked by many people and God increased their numbers. Second, the essence of church growth, namely: the Word of God / sermons on Jesus Christ, the work of the Holy Spirit, and church fellowship and unity. Third, church growth must start from growth in quality then to quantity.Keywords: Destructive, Church, Qualitative, Quantitative. Abstraksi: Penelitian ini merupakan kajian terhadap teks Kisah Para Rasul 2:41-47 guna memahami seperti pola hidup jemaat mula-mula untuk menemukan hakikat pertumbuhan gereja. Oleh karena seperti kesimpulan penelitian yang telah dilakukan oleh Yayasan Bilangan Research Center dengan sebuah kesimpulan bahwa pertumbuhan yang terjadi dalam gereja mayoritas disebabkan faktor perpindahan jemaat dan sangat kecil presentase disebabkan penginjilan. Itulah sebabnya dengan menggunakan metode kualitatif khususnya kajian literature terhadap teks Kisah Para Rasul 2:41-47 maka diperoleh beberapa kesimpulan. Pertama, pola kehidupan jemaat mula-mula yang dapat dijadikan contoh model bagi jemaat atau gereja masa kini supaya dapat mengalami pertumbuhan, yakni:  mereka bertekun dalam pengajaran Rasul, mereka bertekun dalam persekutuan, mereka bertekun memecahkan roti, mereka bertekun dalam doa, bahkan mereka juga suka memuji Tuhan. Sehingga mereka disenangi banyak orang dan Tuhan pun menambahkan jumlah mereka. Kedua, hakikat pertumbuhan gereja yakni: Firman Tuhan/ khotbah tentang Yesus Kristus, Pekerjaan Roh Kudus, dan persekutuan serta kesatuan gereja. Ketiga, pertumbuhan gereja harus dimulai dari pertumbuhan kualitas barulah kepada kuantitas.Kata Kunci: Pertumbuhan, Gereja, Kualitatif, Kuantitatif.
Kajian Biblika Terhadap Makna “Ta Stigmata Tou Iesou” dalam Galatia 6:17 Adi Putra
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 13 No. 1 (2020): June 2020
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v13i1.29

Abstract

Artikel ini membahas tentang kajian Biblika terhadap ungkapan “Ta Stigmata Tou Iesou” (?? ???????? ??? ?????) dalam Galatia 6:17, dengan tujuan agar makna yang sesungguhnya dari ungkapan tersebut dapat diperoleh dan orang Kristen dapat menerapkan dalam kehidupan praktisnya. Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang secara spesifik merujuk kepada kajian biblika. Melalui studi Apparatus, analisis dan sintaksis, serta studi narasi interpretative terhadap teks Galatia 6:17, penulis menemukan bahwa ungkapan tersebut merupakan cap fisik yang Paulus peroleh melalui penganiayaan yang dialaminya karena iman dan kegigihannya memberitakan Injil Kristus. Paulus hendak mempertentangkan tanda-tanda fisik milik Kristus yang melekat ditubuhnya itu dengan tanda sunat yang sangat diagung-agungkan oleh orang Yahudi di Galatia. Dan, secara tegas menekankan kepada jemaat Tuhan di Galatia agar lebih memikirkan tanda-tanda penganiayaan pada tubuhnya karena iman dan kegigihan dalam memberitakan Injil Kristus dari sekedar sunat yang telah merusak iman mereka.
STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK YANG DITERAPKAN PAULUS DI JEMAAT KORINTUS BERDASARKAN TEKS 1 KORINTUS 3:1-17 Adi Putra
Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 5 No. 2 (2022): Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47457/phr.v5i2.304

Abstract

This research focuses on finding Paul's conflict management strategies to resolve conflicts in the Corinthian Church. For this reason, this study analyzes the text of 1 Corinthians 3:1-17. Moreover, by using the exegesis study of the passage above, the researcher found several conflict management strategies that were applied by Paul there. Such as accommodative strategies (Paul gives advice and warnings), avoiding (Paul explains the substance of a servant), collaboration (the Church puts aside the ego and explanations that Paul and Apollos are just servants), and compromise (prioritizes common interests and sees the Church as a building of God that must unite).
BUKTI-BUKTI KEILAHIAN DAN KEMANUSIAAN YESUS DALAM PERJANJIAN BARU Adi Putra
SAINT PAUL'S REVIEW Vol. 2 No. 1 (2022): June
Publisher : STT Saint Paul Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.103 KB) | DOI: 10.56194/spr.v2i1.15

Abstract

This research examines the evidences of the divinity and humanity of Jesus in the New Testament. These two natures of Jesus have often been debated among Christians throughout the history of the church. Evidenced by the emergence of four popular views such as: ebionism, Arianism, docetism, apolinarism. By using qualitative research, the researcher examines, analyzes and elaborates literature, articles and studies from experts to find interpretations of the New Testament texts in order to produce valid and reliable views and be held as truth. The conclusion of this study is that the New Testament evidence shows that Jesus was true God and true man.
KAJIAN TEOLOGIS TERHADAP SALIB KRISTUS Adi Putra; Filmon Berek; Yane Henderina Keluanan; Sri Dwi Harti; Gunar Sahari; Charisal B. S. Manu; Nurliani Siregar
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i2.119

Abstract

Tulisan ini merupakan sebuah penelitian tentang salib Kristus. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab setiap sikap skeptik dan cemoohan dari internal dan eksternal gereja terhadap salib Kristus. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, khususnya kajian literatur. Adapun hasil penelitiannya ditemukan bahwa setiap tuduhan dan anggapan miring terhadap salib terbantahkan melalui penelitian ini. Karena melalui penelitian ditemukan bahwa salib adalah bukti bahwa Allah setia kepada setiap janji-Nya, salib tidak dapat berdiri sendiri dan akan menjadi penting apabila dikaitkan dengan oknum atau pribadi Yesus yang tersalib untuk menggantikan manusia berdosa. Kemudian terakhir, salib merupakan identitas setiap pengikut Kristus khususnya dalam hal penderitaan.
Membangun Nilai Dan Prinsip Antikorupsi dalam Gereja: Sebuah Kajian Teks Yohanes 2:13-22 Yunus Selan; Adi Putra; Nehemia Nome
JURNAL LUXNOS Vol. 8 No. 2 (2022): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2022
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v8i2.273

Abstract

Abstract: This research studies the text or passage of John 2:13-22 to build the values and principles of anti-corruption education in the Church. This is important because today's churches have been contaminated with corrupt and manipulative practices in ministry practices. By using qualitative research, especially biblical studies or text analysis, several related research results and anti-corruption values and principles are found in the church. First, values for the anti-corruption applied by Jesus include honesty, caring, responsibility, hard work, and courage. Then the anti-corruption principles also applied by Jesus, among others: accountability, transparency, fairness, policies, and control over policies. Abstrak: Penelitian ini adalah kajian terhadap teks atau perikop Yohanes 2:13-22 untuk membangun nilai dan prinsip pendidikan antikorupsi dalam Gereja. Hal ini penting karena gereja masa kini telah banyak yang terkontaminasi praktik korupsi dan manipulatif dalam praktik pelayanan. Dengan menggunakan penelitian kualitatif, khususnya kajian biblika atau analisis teks, maka ditemukan beberapa hasil penelitian terkait dan nilai dan prinsip antikorupsi dalam gereja. Nilai antikorupsi yang diterapkan oleh Yesus antara lain: kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, kerja keras dan keberanian. Kemudian prinsip antikorupsi yang juga diterapkan oleh Yesus, antara lain: akuntabilitas, transparansi, kewajaran, kebijakan, dan kontrol terhadap kebijakan.
Dampak Kejatuhan Manusia terhadap Kerusakan Ekologi Menurut Kejadian 3 Adi Putra; Yane Henderina Keluanan
HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46817/huperetes.v3i2.98

Abstract

This study examines ecological damage based on the text and passages of Genesis 3. This topic is discussed and investigated because global warming has always been an interesting topic to be discussed in academic circles in recent years. Because the world is experiencing climate change due to global warming. In addition, in Genesis 3 it is read and information is obtained that as a result of sin, nature (environment) is damaged. So that through this research it is hoped that it can be a reference for studies on ecology. This study uses qualitative research methods by studying and observing in-depth in order to obtain valid data and information to produce a new theory of ecology, especially regarding its damage. And in this study, it is concluded that ecological damage is inseparable from sin and the fall of humans into sin. Because sin has made humans act to destroy nature and not carry out their duties and responsibilities to protect, manage and conquer this earth.Penelitian ini mengkaji tentang kerusakan ekologi berdasarkan teks dan perikop Kejadian 3. Topik ini dibahas dan diteliti karena pemanasan global menjadi topik yang selalu menarik didiskusikan dalam ruang akademik beberapa tahun terakhir. Oleh karena dunia sedang mengalami perubahan iklim karena adanya pemanasan global. Selain itu, dalam Kejadian 3 dibaca dan diperoleh informasi bahwa akibat dari dosa, alam (lingkungan) menjadi rusak. Sehingga melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk kajian tentang ekologi. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengkaji dan mengobservasi secara mendalam guna memperoleh data dan informasi yang valid untuk menghasilkan sebuah teori baru tentang ekologi khususnya tentang kerusakannya. Dan pada penelitian ini disimpulkan bahwa kerusakan ekologi tidak terlepas dari dosa dan kejatuhan manusia dalam dosa. Oleh karena dosa telah membuat manusia bertindak merusak alam dan tidak melakukan tugas serta tanggung jawabnya untuk menjaga, mengelola serta menaklukkan bumi ini.