Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Komunikasi Stakeholders dalam Pengembangan Wisata Kayutangan Heritage Guna Peningkatan Perekonomian Lokal Faricha Amalia Maulida; Desvi Ana Azahra; Eren Lukitaning Velanti; Ahmad Aprilan Rizkiawan; Ananda Eka Delphie Pradana; Prisca Kiki Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1036

Abstract

Malang merupakan kota terluas kedua di Jawa Timur setelah Surabaya dan menjadi salah satu kota yang memiliki wisata sejarah yang sangat menarik. Berdasarkan data dari Pemerintah Kota Malang, pada tahun 2024 sendiri tercatat bahwa terdapat enam tempat wisata edukasi yang bertema sejarah, salah satu wisata edukasi sejarah tersebut adalah wisata Kampung Heritage Kayutangan. Kampung Heritage Kayutangan ini sendiri memiliki daya tarik sebagai tempat bagi para pecinta sejarah maupun fotografi karena memiliki banyak sekali bangunan-bangunan masa kolonial. Wisata ini mulai perlahan dibuka pada tahun 2011 dan seiring berjalannya waktu jumlah wisatawan yang mengunjungi tempat ini mengalami peningkatan, akan tetapi wisatawan tersebut mayoritas berasal dari masyarakat lokal meski strategi promosi sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Malang bersama dengan stakeholder terkait. Maka dari itulah muncul sebuah ide penelitian untuk pada akhirnya melakukan sebuah analisis tentang strategi komunikasi yang digunakan, terutama dalam Pengembangan Heritage Tourism di Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak dari networking governance terhadap perekonomian lokal, bagaimana komunikasi dan jejaring yang dibangun mempengaruhi peningkatan perekonomian lokal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknis pengambilan data seperti wawancara, observasi, dan studi literatur. Metode wawancara akan dilakukan dengan teknik purposive sampling untuk memperoleh hasil representatif, dengan menetapkan kriteria yakni: Pihak Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan.
Collaborative Governance dalam Digitalisasi Pelayanan Publik “Si-Apel” pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang Muhammad Zacky Arifudin; Putri Jade Yusuf; Flaringga Laura Finta; Tutur Waskito; Rachel Ria Tambunan; Prisca Kiki Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1041

Abstract

Layanan publik berbasis digital menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, salah satunya melalui sistem Si-Apel yang diterapkan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Malang. Implementasi digitalisasi ini membutuhkan kerjasama yang kuat dari berbagai aktor yang terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Collaborative Governance dalam digitalisasi layanan publik Si-Apel di Kota Malang, serta memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan kebijakan pelayanan publik berbasis digital Si-Apel. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk dapat menggali secara lebih mendalam terkait implementasi Collaborative Governance dalam digitalisasi pelayanan publik melalui aplikasi Si-Apel oleh Disdukcapil Kota Malang. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk dapat memahami bagaimana dinamika kolaboratif antar aktor yang terlibat, serta juga bagaimana inovasi dari digitalisasi pelayanan publik tersebut yang nantinya dapat memperkuat kualitas pelayanan publik melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah terkait implementasi dari penerapan Collaborative Governance yang dilakukan oleh aktor yang terlibat di dalamnya, yaitu Disdukcapil Kota Malang, masyarakat Kota Malang, dan stakeholder atau swasta dalam proses digitalisasi pelayanan publik melalui website Si-Apel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengimplementasian Collaborative Governance dalam digitalisasi pelayanan publik Si-Apel telah berjalan dengan baik dan melibatkan seluruh aktor yang terkait sehingga website Si-Apel dapat sesuai dan memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Malang yang lebih efektif dan efisien.
Collaborative Governance dalam Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang Khaulah Aqilah; Naura Fijriya Syakira Afiq; Muh Sabri Abimanyu Soenardi; Zulfina Khoirotun Nisa; Zidna Faza Rizqiyah; Prisca Kiki Wulandari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/men5sr49

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses collaborative governance dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara semi terstruktur sebagai sumber data primer dan dokumen resmi pemerintah serta artikel ilmiah sebagai data sekunder. Analisis mengacu pada kerangka teori collaborative governance Ansell dan Gash (2007) yang mencakup lima dimensi: face-to-face dialogue, trust building, commitment to process, shared understanding, dan intermediate outcomes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog tatap muka terbukti menjadi instrumen vital dalam membangun dan memulihkan hubungan antar aktor; kepercayaan internal jejaring terbentuk melalui transparansi tugas, namun kepercayaan masyarakat masih bergantung pada pendekatan personal kader; komitmen internal puskesmas kuat melalui monitoring harian, sementara komitmen TPMD belum konsisten; kesepahaman bersama telah terbentuk namun bersifat dinamis dan memerlukan perawatan kelembagaan; serta capaian antara berupa model jemput bola dan tumbuhnya kesadaran preventif masyarakat, meski terhambat keterbatasan logistik dan bias demografis. Penelitian ini berkontribusi pada pendalaman kajian empiris collaborative governance di level puskesmas dalam program kesehatan preventif. Keterbatasan penelitian meliputi jumlah informan yang terbatas dan cakupan satu puskesmas sehingga generalisasi perlu dilakukan secara hati-hati.
Analisis Implementasi Kebijakan: Studi Kasus Pengelolaan Sampah pada UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang 2026 Fadhila Muthi’ah Ramadhani; Alsya Aulia Fitriani; Diva Elvia Pupa Ayu; Muhammad Zidan Akmalana; Indra Indra; Prisca Kiki Wulandari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/61resf94

Abstract

Pengelolaan sampah merupakan tantangan krusial bagi pemerintah daerah di tengah pertumbuhan volume sampah perkotaan yang terus meningkat, termasuk di Kota Malang yang menghadapi tekanan hingga 500 ton sampah masuk ke TPA Supit Urang setiap hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan sampah pada UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang tahun 2026, dengan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III sebagai pisau analisis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara semi terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal berjalan top-down dan formalistik, namun lemah dalam transmisi informasi kepada masyarakat; sumber daya armada, sumber daya manusia, anggaran, dan fasilitas masih terbatas dibandingkan volume sampah yang harus diolah; disposisi petugas pelaksana relatif baik, ditunjukkan melalui komitmen kerja dan monitoring-evaluasi rutin bulanan, meskipun belum diimbangi partisipasi masyarakat; serta struktur birokrasi telah memiliki pembagian tugas dan SOP yang jelas, tetapi mekanisme pelaporan keluhan masyarakat masih berlapis sehingga memperlambat respons layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Malang berjalan cukup baik pada aspek disposisi dan struktur tugas, tetapi masih terhambat pada aspek sumber daya dan transparansi komunikasi publik. Temuan ini memberikan kontribusi empiris pada level unit pelaksana teknis yang relatif belum banyak dikaji dibandingkan studi pada tingkat TPS, serta menjadi dasar rekomendasi penguatan kapasitas sumber daya dan penyederhanaan jalur komunikasi publik.
Efektivitas Musrenbang Tematik dalam Mewujudkan Good Governance di Kota Malang Marsya Azamatul Amalya; Nila Sa’adaty; Damba Adetya Mumpuni; M Iqbal Rusydi Mahafadz; Fauzi Ramadhan; Prisca Kiki Wulandari
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 7 No. 2 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v7i2.509

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Musrenbang Tematik dalam mewujudkan prinsip good governance di Kota Malang, khususnya pada aspek partisipasi, transparansi, akuntabilitas, responsivitas, kesetaraan, dan inklusivitas. Musrenbang tidak hanya dapat dipahami sebagai forum formal perencanaan tetapi juga sebagai sarana dalam mewujudkan kesetaraan dan inklusivitas dalam proses pengambilan keputusan. Prinsip kesetaraan dan inklusivitas sangat penting dalam memastikan seluruh elemen masyarakat, seperti perempuan, kelompok rentan, dan masyarakat yang berkebutuhan khusus dapat memperoleh ruang yang sama dalam berpartisipasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Musrenbang Tematik telah mendukung terwujudnya good governance melalui peningkatan partisipasi kelompok rentan, keterbukaan informasi, serta integrasi aspirasi masyarakat ke dalam dokumen perencanaan daerah. Forum DiRAngkul menjadi sarana penting dalam menjaring aspirasi perempuan, penyandang disabilitas, lansia, anak, dan pemuda. Namun, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan umpan balik terhadap usulan masyarakat, rendahnya literasi dokumen perencanaan, dan belum optimalnya pendokumentasian partisipasi kelompok rentan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme evaluasi dan transparansi untuk meningkatkan efektivitas Musrenbang Tematik.
Collaborative Governance dalam Pengelolaan dan Pengembangan Pariwisata di Kampung Sanan Kota Malang Salma Masrur; Nazwadifa Nur Atikasari; Raka Aditya Purwakusuma; Bening Alifa Prima Septiandita; Muhammad Alif Bajanegara; Prisca Kiki Wulandari
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 7 No. 2 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v7i2.510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan collaborative governance dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata di Kampung Sanan, Kota Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model Collaborative Governance dari Ansell dan Gash yang mencakup starting conditions, institutional design, facilitative leadership, dan collaborative process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Kampung Sanan melibatkan berbagai aktor, seperti pemerintah, pelaku UMKM, masyarakat, koperasi, perguruan tinggi, dan sektor swasta. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pelatihan, pendampingan usaha, inovasi produk, akses permodalan, serta pengembangan pemasaran digital yang berdampak pada peningkatan daya saing UMKM dan ekonomi lokal. Namun, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan anggaran, ketimpangan kapasitas pelaku usaha, dan koordinasi yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme kolaborasi dan koordinasi antaraktor untuk mendukung keberlanjutan pengembangan Kampung Sanan sebagai destinasi wisata industri unggulan.
Analisis Network Governance dalam Implementasi Program Trans Jatim di Kota Malang Muhammad Alif Bajanegara; Nadzwa Aqila Ruslianda; Putri Intan Asriana; Azzahra Kayla Javiere; Muhammad Rifqi Ardiansyah; Prisca Kiki Wulandari
Public Goods and Public Sector Policy Vol. 1 No. 4 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgpsp.v1i4.1212

Abstract

Implementasi kebijakan transportasi publik perkotaan sering kali menghadapi kompleksitas relasi antar-aktor yang menghambat efektivitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas network governance dalam implementasi Program Trans Jatim di Kota Malang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara purposif bersama pihak dinas perhubungan provinsi dan kota, operator bus, serta paguyuban angkutan kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur jaringan menempatkan pemerintah provinsi sebagai aktor dominan dengan otoritas strategis penuh, sedangkan dinas kota bertindak sebagai fasilitator lokal. Meski koordinasi administratif dan kepercayaan antar-lembaga terbangun baik, hubungan yang ada masih cenderung hierarkis. Hambatan utama mencakup asimetri kekuasaan, resistensi sopir angkot akibat penurunan pendapatan, serta belum optimalnya sistem feeder antarmoda. Kesimpulannya, network governance baru efektif secara administratif namun belum substantif dalam mewujudkan kesetaraan peran dan integrasi inklusif bagi aktor informal.
Strengthening The Village Economy Through Educational Tourism: Village Owned Enterprise Role Managing Manahayu Holistic Farm In Batu City: Penguatan Ekonomi Desa Melalui Eduwisata: Peran Badan Usaha Milik Desa Dalam Pengelolaan Manahayu Holistic Farm di Kota Batu Daffa Justice Privian; Prisca Kiki Wulandari
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpp.v11i2.7113

Abstract

Purpose : This study analyzes the role of the Village-Owned Enterprise (BUMDes) in managing the Manahayu Holistic Farm educational tourism program, which is based on local agricultural potential, in Giripurno Village, Bumiaji District, Batu City.      Design/methodology/approach : This study employs a qualitative approach using a case study design. Data collection was conducted through in-depth interviews, observations, and documentation with informants selected via purposive sampling, including the village head, village secretary, director of the village-owned enterprise (BUMDes), employees, and villagers. Data analysis utilized the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldana.  Findings : The research findings indicate that the management of Manahayu educational tourism exhibits asymmetrical management practices. Practical Implication : Strengthening human resource capacity, institutionalizing community participation, and developing standard operating procedures for oversight are urgent priorities for ensuring the sustainability of educational tourism based on local potential. Originality/value : This study provides a new perspective by systematically identifiying th strengths and weaknesses of each management function, offering a comprehensive understanding of educational tourism management.
Generasi Sadar Wisata (Pemberdayaan Pemudadan Pendidikan Pariwisatawisatadi Kabupaten Trenggalek) Prisca Kiki Wulandari
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 1 No. 2 (2016): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v1i22016p140-148

Abstract

Pengembangan industri kepariwisataan memerlukan dukungan dari berbagai elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat di sekitar Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW), masyarakat di luar ODTW, dan peran dari generasi muda. Pemberdayaan generasi muda dalam bidang kepariwisataan sangat diperlukan, guna mendukung soft skill nya. Penelitian ini menelisik lebih dalam bagaimana usaha pemerintah daerah khususnya Kabupaten Trenggalek dalam mengembangkan soft skill generasi muda di bidang industri kepariwisataan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara secara purposive sampling, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora)Kabupaten Trenggalek melakukan pemberdayaan pemuda di bidang kepariwisataan dengan memberikan pendidikan bagi calon duta wisata selama proses seleksi duta wisata Kabupaten Trenggalek. Calon duta wisata dikarantina selama 3 hari dan diberikan materi-materi seputar industri kepariwisataan di Kabupaten Trenggalek sebelum terjun ke lapangan memperkenalkan potensi Kabupaten Trenggalek kepada konsumen.
Digital Government dan Pelestarian Budaya Topeng Malangan: Strategi Tata Kelola Berkelanjutan Menuju SDG 11 di Kota Malang Aza Ma'rifatun Niswa; Aditya Dwi Ramadhan; Wulan Marcelina Azhari; Ayyash Musyari Prawira; Ananda Shierly Patricia; Prisca Kiki Wulandari
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i3.6005

Abstract

elestarian budaya lokal merupakan pilar penting dalam mewujudkan pembangunan perkotaan berkelanjutan, sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDG) 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan. Namun, warisan budaya tak benda seperti Topeng Malangan di Kota Malang menghadapi tantangan serius, mulai dari menurunnya minat generasi muda, keterbatasan regenerasi pelaku seni, hingga lemahnya implementasi kebijakan pelestarian. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola pemerintah daerah dan masyarakat dalam melestarikan Topeng Malangan sebagai implementasi nyata SDG 11 di Kota Malang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif moderat, wawancara mendalam dengan informan kunci, serta studi dokumentasi kebijakan dan laporan terkait. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Topeng Malangan telah berjalan melalui dua dimensi utama menurut teori Jacob (2005), yaitu konservasi fisik yang diwujudkan melalui inovasi bahan baku dari kayu ke resin dan kertas serta penyediaan ruang pameran publik, dan revitalisasi nilai melalui diversifikasi produk turunan, kolaborasi dengan sekolah reguler dan Sekolah Luar Biasa (SLB), serta pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (learning by doing) di sanggar seni. Namun, konservasi fisik masih bersifat reaktif dan parsial karena belum adanya roadmap pelestarian yang komprehensif dari pemerintah daerah, sementara revitalisasi nilai menunjukkan dinamika menjanjikan namun menghadapi risiko jebakan pendekatan "museum" yang kaku. Penelitian ini merekomendasikan penguatan peran ganda platform digital sebagai instrumen konservasi dan revitalisasi, serta penguatan kelembagaan dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam kerangka tata kelola warisan budaya yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.