Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

MONITORING DAN PENGENDALI KUALITAS AIR PADA TAMBAK UDANG SECARA OTOMATIS BERBASIS TELEGRAM Ahmad Bahrul Amin; Rini Puji Astutik; Denny Irawan
E-Link: Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol. 18 No. 2: Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/e-link.v18i2.6323

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang menghambat pertumbuhan budidaya udang vannamei, salah satunya adalah kurangnya penerapan teknologi, dimana teknologi yang ada saat ini hanya memantau dan mengendalikan kualitas air secara manual. Artikel ini berisi tentang sistem monitoring dan pengendalian kualitas air secara otomatis yang meliputi : suhu, PH, dan salinitas air yang dirancang dengan mikrokontroler berbasis telegram. Alat ini menampilkan parameter dalam menjaga nilai suhu, PH, salinitas tambak melalui LCD (Liquid Cristal Display) dan Telegram, apabila kualitas air tidak memenuhi syarat, secara otomatis menjalankan aplikasi yang dapat mengontrol nilai indikator suhu, PH, dan salinitas hingga sesuai dengan standar. Penelitian ini memudahkan petambak dalam memonitor suhu, PH dan salinitas air tambak pada level yang diharapkan, dengan prosentase error untuk sebesar 1,02 %, untuk PH sebesar 0,4 % dan salinitas sebesar 2,87%, sehingga dapat meningkatkan kualitas budidaya udang.
RANCANG BANGUN ALAT PENGERING GABAH MENGGUNAKAN SENSOR DHT-21 BERBASIS MIKRO KONTROLER ARDUINO MEGA 2560 Mohammad Arif Kurniawan; Denny Irawan; Rini Puji Astutik
E-Link: Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol. 18 No. 2: Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/e-link.v18i2.6407

Abstract

Proses pengeringan gabah pasca panen selama ini dilakukan oleh petani dengan menggunakan cara konvensional, yaitu: menjemur gabah di bawah terik sinar matahari untuk mengurangi kelembapan dan menghindari kemungkinan pertumbuhan jamur dan bakteri serta memudahkan dalam proses pengelupasan dedak. Prosesnya memakan waktu 1 minggu, jadi kualitas gabah yang dihasilkan tergantung kondisi kecerahan cuaca. Prototype yang dibangun pada penelitian ini adalah alat pengering gabah dengan sensor DHT-21 berbasis mikrokontroler Arduino Mega 2560, yang dirancang dari perangkat keras antara lain desain kelistrikan termasuk komponen-komponen elektronika yang digunakan, kemudian desain mekanis, dan desain perangkat lunak yang berfungsi untuk pemrograman otomatis dan bertujuan untuk membantu menghemat tenaga petani serta mempersingkat waktu penjemuran gabah karena seluruh proses dilakukan secara otomatis oleh sistem. Hasil percobaan proses pengeringan menggunakan prototype pengering gabah otomatis menghasilkan kualitas gabah yang terjaga dan mendekati kondisi kelembaban standar gabah.
PROTOTYPE SISTEM SORTING PACK SEMEN DENGAN METODE NEURAL NETWORK (NN) Afif Mussabiq; Denny Irawan; Rini Puji Astutik
E-Link: Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol. 18 No. 2: Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/e-link.v18i2.6423

Abstract

Proses packing semen pada PT. Cemindo Gemilang Plant Gresik masih bergantung pada manusia atau petugas yang mengoperasikan sehingga kualitas proses distribusi yang bertaraf internasional menjadi masalah penting terkait error pada saat pengecekan kemasan semen. Object Recognition, digunakan ntuk memperbaiki sistem pengecekan kualitasi kemasan semen tersebut dimana untuk citra digital, identifikasi objek membutuhkan teknik dan metode yang mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasi fitur dimana komponen utamanya adalah warna sebagai representasi pada citra digital. Penelitian ini bertujuan membuat inovasi desain sistem klasifikasi citra digital sekaligus pemantauan mengenai kualitas kemasan semen dengan ekstraksi fitur menggunakan Gray Level Co-occurent Matrix (GLCM), fitur yang dihasilkan setelah pengolahan GLCM adalah Correlation, Contrast, Energy dan Homogenity. Fitur tersebut kemudian diklasifikasi menggunakan Neural Network (NN) untuk menentukan kualitas kemasan. Setelah itu ditransmisikan fungsinya pada mikrokontroler Arduino dan selanjutnya dilakukan tindakan yang tepat guna proses sortir untuk mendeteksi kualitas kemasan yang layak ataupun tak layak masuk dalam proses selanjutnya. Semua informasi ditampilkan dalam aplikasi Visual GUI Matlab. Hasil dari ekstraksi fitur menggunakan GLCM bekerja dengan akurat dalam klasifikasi kualitas kemasan menggunakan NN. Pengujian dilakukan dengan menggunakan prototype sistem sortir pack dan dimonitoring menggunakan GUI Matlab. Tingkat keberhasilan mencapai 75% dari delapan kali pengujian.
ANALISIS EFISIENSI TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 2500 KVA/11,5 KV PADA PABRIK KERTAS PT XYZ BERBASIS BEBAN OPERASIONAL MESIN PRODUKSI Mila Khoirun Nisa; Denny Irawan
E-Link: Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol. 20 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/e-link.v20i2.11200

Abstract

Transformator distribusi 2500 kVA/11,5 kV memiliki peran vital sebagai sumber suplai utama bagi mesin-mesin produksi di PT XYZ. Dalam operasi industri kertas yang sarat beban motor induksi dan fluktuasi proses, performa transformator sangat ditentukan oleh profil beban aktual. Penelitian ini menganalisis efisiensi transformator berdasarkan data pengukuran beban nyata selama periode 23–31 Maret 2025 menggunakan Power Quality Analyzer, disandingkan dengan evaluasi berbasis standar IEEE, IEC, dan SNI. Hasilnya menunjukkan beban rata-rata 967,05 kW dengan puncak 1.500,23 kW, dengan power factor konsisten 0,98 dan load factor 64,5. Efisiensi transformator berada pada rentang 98,99%-99,50%, dengan nilai optimal. Analisis efisiensi menunjukkan transformator mencapai performa maksimum 99,32% pada loading optimal 44,7%, memenuhi dan melebihi persyaratan standar IEC 60076, IEEE C57, dan SNI 04-3981-1995 dengan klasifikasi high efficiency Tier 2. Evaluasi teknis mengungkapkan ketidakseimbangan beban sangat baik (<3% pada 85% waktu operasi) dan stabilitas tegangan dalam toleransi 0,87%. Penelitian merekomendasikan optimasi load managemen, evaluasi rightsizing kapasitas transformator, dan implementasi energi management sistem untuk meningkatkan efisiensi ekonomis meskipun efisiensi teknis sudah excellent. Hasil penelitian berkontribusi pada strategi pengurangan kerugian energi dan peningkatan efisiensi sistem distribusi listrik di sektor industri kertas.
OPTIMALISASI SETTING PROTEKSI PANEL SWITCHGEAR 11,5 KV DENGAN IMPLEMENTASI RELAY SIEMENS 7SJ80 DI PT XYZ Reza Rachmat Setyabudi; Denny Irawan
E-Link: Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol. 20 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/e-link.v20i2.11263

Abstract

Sistem proteksi berperan penting dalam menjaga kontinuitas dan keandalan distribusi tenaga listrik, khususnya pada panel switchgear tegangan menengah 11,5 kV. Untuk meningkatkan keandalan sistem, PT XYZ melakukan optimalisasi melalui metode retrofit dengan mengganti relay lama dengan relay digital Siemens 7SJ80. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting, mengoptimasi parameter setting relay, dan memverifikasi kinerja setting melalui pengujian secondary injection. Metode yang digunakan adalah kuantitatif melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, perhitungan parameter berdasarkan standar, serta pengujian menggunakan alat secondary injection Dotek DTJB-2209. Parameter yang dioptimasi meliputi proteksi overcurrent dengan kurva IEC Normal Inverse dan definite time overcurrent. Hasil penelitian merekomendasikan setting optimal: pickup current (Ip) = 3,55 A (setara 426 A primer) dengan TMS = 0,70 untuk IDMT, serta definite time overcurrent (I>>>) = 15,00 A (setara 1.800 A primer) dengan time delay 0,50 detik. Pengujian secondary injection memvalidasi akurasi waktu operasi dengan deviasi 2,76% (IDMT) dan 1,96% (DT), yang memenuhi standar SNI IEC 60255 dan IEEE 242-2001. Setting ini terbukti sensitif, stabil terhadap inrush transformator, dan menjaga selektivitas. Dengan demikian, optimalisasi setting proteksi pada relay Siemens 7SJ80 efektif meningkatkan keandalan sistem distribusi 11,5 kV di PT XYZ.
Prototype of Tomato Fruit Sorting Based on Color Based on Esp32-Cam with Fuzzy Logic Method Rizka Nur Fitasari; Denny Irawan
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 12, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v12i1.29981

Abstract

The demand for fruits, especially tomatoes, continues to increase due to their widespread use in cooking, sauces, and juices. Before distribution, tomatoes must be sorted by weight, size, and color. The current sorting process is still done manually, making it less efficient and accurate. To overcome this, this study developed a prototype of an automatic sorting system using ESP32-CAM, HCSR04 distance sensor, and TCS34725 color sensor with fuzzy logic method. The HCSR04 sensor showed an average distance measurement error of 1.8%, indicating high accuracy in measuring tomato size. Color analysis with the TCS34725 sensor revealed different RGB value dominance patterns according to the ripeness of the tomatoes: green tomatoes are dominated by green values (G), yellow tomatoes are dominated by red values (R) that are close to green values, and ripe tomatoes have the most dominant red values compared to green and blue (B). With the application of fuzzy logic, the system is able to classify tomatoes into three categories: good, medium, and bad. Out of 12 trials, the system successfully classified correctly 11 times, resulting in an accuracy of 91.67% and an error rate of 8.33%. These results indicate that the fuzzy logic-based sorting system is effective in recognizing and classifying tomatoes based on color and size, although there is still room for further improvement to improve accuracy and reliability.