Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KEPALA BERNOMOR STRUKTUR PADA PESERTA DIDIK KELAS VII MTs DDI KANANG Erfin, Erfin; Rahayu, Ayu; Syah, Ahmad
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.3189

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji masalah peninglatan kemampuan representasi matematika siswa melaluipenerapan model pembelajaran kepala bernomor struktur. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MTs DDI Kanang dengan jumlah 20 siswa kelasa VII di Polewali Mandar, dengan sampel II siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan representasi matematika siswa dari siklus I ke siklus II, khususnya dalam merepresentasikan sebuah maslah matematika. Hal ini dilihat dari persentase pada akspek aktivitas yang diobservasi dari pelaksanaan siklus I dan siklus II. Menunjukkan bahwa hasil kemampuan representase matematika siswa setelah menggunakan model kepala bernomor struktur mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai siklus I dan siklus II terlihat bahwa skor rata-rata memampuan representasi matematika pada siklus I nilai tertinggi 50% terendah dan nilai tertinggi yaitu 90% dengan standar deviasi 11,45 adapan peserta didik yang tidak tuntas 2 orang 50% dan tidak tuntas sebanyak 18 orang 90% Siklus II menunjukan bahwa yang tuntas 18 orang 93% dan tidak tuntas sebanyak 2 orang 50%. Berarti menunjukan bahwa adanya peningkatan dengan hasil ketuntasan pada siklus II.
Observation of Equipment and Personal Protective Equipment in The Biology Laboratory Putri, Desi Az Zahra; Erfin, Erfin; Paulus, Mira; Putri, Mega Julia; Sari, Siska Nilam; Sulaeman, Nurul Fitriyah
Vidya Karya Vol 39, No 1 (2024)
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jvk.v39i1.15089

Abstract

This observation aimed to understand the laboratory regulations, assess the availability of Personal Protective Equipment (PPE) in the laboratory, evaluate management practices, examine the completeness of laboratory equipment and materials, and observe the arrangement of laboratory space, equipment, and materials. This research was conducted in the basic biology laboratory at a university in East Kalimantan. The method employed in this research involved interviewing laboratory assistants and observing the laboratory conditions. The observations indicated that Laboratory A and B had complete personal protective equipment. However, there were some differences. For instance, the equipment and materials were complete in Laboratory A, whereas in Laboratory B, they were incomplete because the laboratory was newly built. Another difference was in the usage of the laboratories; Laboratory A was used for practical sessions, seminars, and classroom activities, while Laboratory B was solely utilized for practical exams. For future researchers, it is suggested that laboratories be explored for both practical sessions and classroom activities, rather than just classroom spaces.
PENGARUH ORGANISASI PEMBELAJARAN DAN INOVASI TERHADAP KINERJA PEMERINTAH DESA KALEO Erfin, Erfin; Umar, Umar
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 4 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v6i4.3567

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi dari hasil pengamatan Peneliti Bahwa Sistem Kerja yang terorganisir dan kerja-kerja inovasi belum terlihat di Pemerintah Desa Kaleo Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari organisasi pembelajar, Inovasi terhadap kinerja Pemerintah Desa Kaleo. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Kualitatif, Pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner dan teknik analisis data dengan observasi, wawancara. Sampel dilakukan dengan cara acak sederhana sejumlah 20 orang terdiri dari perangkat Desa, BPD dan Ketua RT yang ada di Desa Kaleo. Hasil penelitian menunjukan bahwa organisasi pembelajaran, dan inovasi belum begitu berpengaruh terhadap Kinerja Pemerintah Desa Kaleo Kecamatan Lambu Kabupaten Bima.
ANALISIS USAHA DISTRIBUSI IKAN LAYANG (DECAPTERUS SP), DAN TEMBANG (SARDINELLA SP) ANTAR KABUPATEN FLORES TIMUR DAN KABUPATEN SIKKA Erfin, Erfin
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i1.649

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis usaha distribusi ikan layang (Decapterus sp), dan tembang (Sardinella sp) antar Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Penelitian ini dilaksanakan dari Tanggal 10 November 2021 sampai Tanggal 10 Desember 2021 di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan, atau meringkaskan berbagai kondisi, situasi, fenomena, atau berbagai variabel penelitian menurut kejadian sebagaimana adanya yang dapat dipotret, diwawancara, diobservasi, serta yang dapat diungkapkan melalui bahan-bahan dokumenter (Bungin, 2015). Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha distribusi ikan layang dan ikan tembang antar Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka dengan menggunakan mobil “pick up” memberikan keuntungan. Responden pertama memberikan keuntungan sebesar Rp 317.199.984 Responden kedua memberikan keuntungan sebesar Rp. 182.799.984 Responden ketiga Rp 85.839.984, dan Responden keempat Rp 422.799.984 dengan Imbalan masing-masing Responden sebesar Rp 3,65 Responden kedua sebesar Rp 2,56 Responden ketiga sebesar Rp 1,73 dan Responden keempat sebesar Rp 4,68. Kemampuan dari modal usaha distribusi ikan layang dan ikan tembang merupakan usaha yang layak dikembangkan. Dari analisis yang dikaji maka saya mengambil kesimpulan bahwa Responden keempat memberikan komitmen yang terbaik karena mendapatkan keuntungan sebesar Rp 422.799.984 yang sangat besar dan pengembalian modal juga sangat cepat sebesar 0,36 tahun.
STUDI PENDAPATAN PEDAGANG PENGUMPUL DAN KELEMBAGAAN TUNA DI DESA PARUMAAN KECAMATAN ALOK TIMUR, KABUPATEN SIKKA Dekrita, Yosefina Andia; Bhokaleba, Barnabas P.P.W.; Erfin, Erfin; Saeda, Jupril
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 2 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Parumaan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kepulauan Kabupaten Sikka. Salah satu aktivitas perikanan adalah penangkapan dan perdagangan ikan tuna yang melibatkan nelayan dan pedagang. Pedagang pengumpul ikan tuna berperan penting sebagai penghubung antara nelayan dan pasar konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai rata-rata penerimaan pedagang pengumpul per satu kali penjualan, nilai rata-rata biaya pedagang pengumpul per satu kali penjualan, nilai rata-rata pendapatan pedagang pengumpul per satu kali penjualan dan kelembagaan tuna di Desa Parumaan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa : (a) total rata-rata penerimaan per bulan yang diterima oleh responden tertinggi mencapai Rp. 952.700 dan penerimaan paling rendah sebesar Rp. 19.404.000. (b)total biaya rata-rata per satu kali penjualan oleh responden pedagang pengumpul di Desa Parumaan sebesar Rp. 840.000. (c) total rata-rata pendapatan yang diterima masing-masing responden tertinggi mencapai Rp. 148.112.700 dan pendapatan terendah adalah Rp. 18.564.000. Aturan yang disepakati bersama antara nelayan dan pedagang pengumpul ikan tuna di Desa Parumaan yaitu setiap nelayan ikan tuna akan diberi modal atau ditanggung biaya operasionalnya atau biasa dikenal dengan sebutan ”Amfrak” dengan syarat hasil tangkapan nelayan harus dijual ke pedagang pengumpul yang sudah memberikan modal/biaya oprasional/amfrak tersebut. Nelayan akan melunasi Amfraknya pada saat membawa hasil tangkapannya.
Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Katobengke Rizkiyah Zarui, Zelyn; Noor, Ahmad; Erfin, Erfin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyakit yang berisiko tinggi menimbulkan wabah adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit ini adalah jenis penyakit infeksi yang penularanya di sebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, terutama sanitasi yang kurang baik. Permasalahan utama DBD bukan hanya dari virus penyebabnya, tetapi juga pada kondisi lingkungan tempat tinggal manusia, seperti kebersihan rumah, tempat penyimpanan air, dan sistem pembuangan sampah, yang merupakan saranan tempat berkembang biaknya nyamuk penyebar penyakit ini. Secara kronologis, kasus DBD terus menunjukkan tren fluktuatif namun tetap tinggi dari tahun ke tahun. Di Kota Bau-Bau, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bau-Bau tahun 2022 didapatkan 123 kejadian penyakit DBD. UPTD Puskesmas Katobengke menempati urutan ketiga sebagai puskesmas dengan jumlah kasus terbanyak. Meski sempat menurun menjadi 98 kasus pada tahun 2023, angka tersebut kembali naik di tahun 2024 menjadi 118 kasus. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Katobengke sendiri, kasus DBD menunjukkan pola yang cukup mengkhawatirkan, yaitu 17 kasus pada 2022, dan masing-masing 10 kasus pada 2023 dan 2024. Fakta menunjukkan bahwa meskipun kejadian kasus cenderung stabil dalam dua tahun terakhir, penyakit DBD masih terus terjadi dan belum bisa ditekan hingga angka nol %, karena seiring kondisi sanitasi lingkungan relatif masih rendah yang dapat diduga sebagai faktor terkait, sehingga perlu diteliti. Tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan yakni meliputi Kondisi Rumah, Kondisi Tempat Penampungan Air, dan Sistem Pembuangan Sampah dengan kejadian penyakit DBD di wilayah kerja Puskesmas Katobengke Jenis penelitian merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study dengan jumlah populasi sebanyak 3.624 KK dan jumlah sampel 96 KK, Teknik pengambilan sempel menggunakan purposive sampling. analisis Data adalah dengan analisis Chi Square. Hasil penelitian yakni tidak ada hubungan yang signifikan antara Kondisi Rumah Dengan Kejadian DBD dengan nilai p= 0,055 > a = 0,05, ada hubungan yang signifikan antara Kondisi Tempat Penampungan Air Dengan Kejadian DBD dengan nilai p= 0,002 < a = 0,05, dan tidak ada hubungan yang signifikan antara Sistem Pembuangan Sampah Dengan Kejadian DBD dengan nilai p= 0,772 > a = 0,05. Kesimpulan. Tidak ada hubungan antara Kondisi Rumah dengan kejadian DBD di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Katobengke Kota Baubau. Ada hubungan antara Kondisi Tempat Penampungan Air dengan kejadian DBD di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Katobengke Kota Baubau. Tidak ada hubungan antara sistem pembuangan sampah dengan kejadian DBD di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Katobengke Kota Baubau.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN DESA WAIRBLELER MELALUI BISNIS TEPUNG DAN MINYAK IKAN SELAROIDES LEPTOLEPIS UNTUK MENDUKUNG SDG 3: KEHIDUPAN SEHAT DAN SEJAHTERA Guru, Yustina Yantiana; Erfin, Erfin; Bhae, Benediktus Yoseph; Beja, Henderikus Darwin; Rangga, Yohanes Paulus Pati; Delma, Agnes Defy; Syahrul, Syahrul
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.59153

Abstract

Fishermen's work is 20 to 30 times higher risk than other jobs. There are significant health risks faced by fishermen due to their behavior, occupational hazards, and unsafe work environments. Fishermen tend to focus more on financial problems and ignore their health conditions. Hypertension is a health problem that is often experienced among fishermen. Selaroides leptolepis, or selar fish, is the favorite catch of fishermen in Wairbleler Village, Waigete District, Sikka Regency, East Nusa Tenggara Province. Consuming selar fish, which is high in omega-3 fatty acids and essential amino acids, is very beneficial for body health, including heart and blood vessel health. One of the health problems often experienced among fishermen is hypertension. There is a significant relationship between increased triglycerides, or hypertriglyceridemia, and hypertension, which can have an impact on heart failure and stroke. Some fishermen in Wairbleler Village experience hypertension and hypertriglyceridemia. The aim of community partnership empowerment (PkM) is to improve the health of fishermen, increase the profits from selar fish through fish flour and oil production, and enhance marketing capabilities using online media. PkM targets groups of male and female fishermen in Wairbleler Village. Empowerment methods include socialization, training, application of technology, mentoring, and evaluation. The results of the empowerment of Wairbleler Village fishermen show that the goals of the service activities were achieved, namely a reduction in hypertension and hypertriglyceridemia. Additionally, 500 packages of fish meal products and 500 bottles of selar fish oil were produced, generating profits for the fishermen group. Promotional videos for the products were also created and shared on Facebook, Instagram, and TikTok accounts belonging to the Wairbleler Village group. Therefore, at the sustainability stage, the program carried out by the Wairbleler Village fishermen group is expanding the marketing segment to mothers of toddlers and school children as an effort to achieve nutritional adequacy through the consumption of selar fish flour and oil. The Wairbleler Village government supports innovation in the diversification of selar fish by developing the scale of production of selar fish flour and oil.Pekerjaan nelayan beresiko 20 sampai 30 kali lebih tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya. Resiko kesehatan nelayan yang siginifikan karena perilaku nelayan, bahaya pekerjaan, dan lingkungan kerja yang tidak aman. Nelayan lebih fokus pada masalah keuangan dan mengabaikan kondisi kesehatan. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami dikalangan nelayan. Ikan Selaroides Leptolepis atau Selar merupakan ikan tangkap unggulan nelayan Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Konsumsi ikan Selar yang tinggi asam lemak Omega 3 dan asam amino esensial, sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Masalah kesehatan yang sering dialami dikalangan nelayan salah satunya hipertensi. Adanya hubungan yang bermakna dengan kenaikan trigeliserida atau hipertrigliseridemia dengan hipertensi dan akan berdampak pada gagal jantung dan stroke. Sebagian nelayan Desa Wairbleler mengalami hipertensi dan hipertrigliseridemia. Tujuan pemberdayaan kemitraan masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan kesehatan nelayan, meningkatkan profit ikan selar melalui tepung dan minyak ikan, meningkatkan kemampuan pemasaran menggunakan media online. Sasaran PkM di kelompok nelayan pria dan nelayan wanita Desa Wairbleler. Metode pemberdayaan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian pada nelayan Desa Wairbleler, menunjukkan pencapaian tujuan kegiatan pemberdayaan tercapai yaitu adanya penurunan hipertensi dan hipertrigliseridemia, tersedia produk tepung ikan sebanyak 500 kemasan dan minyak ikan selar sebanyak 500 botol yang menghasilkan profit bagi kelompok nelayan, adanya video promosi produk pada akun Facebook, Instagram, TikTok milik nelayan Desa Wairbleler. Oleh karena itu, pada tahap keberlanjutan program yang dilakukan oleh kelompok nelayan Desa Wairbleler dengan memperluas segmen pemasaran pada ibu balita, anak sekolah sebagai upaya kecukupan gizi melalui konsumsi tepung dan minyak ikan selar. Pihak pemerintah Desa Wairbleler mendukung inovasi diversifikasi ikan selar dengan pengembangan skala produksi tepung dan minyak ikan selar.