Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Desain Pengembangan Kurikulum Prodi Teologi dalam Upaya Menghasilkan Lulusan Berdasarkan Kebutuhan Jemaat Silalahi, Haposan; Widiastuti, Maria; Sari, Agnes Novianti Permata; Nababan, Damayanti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.459 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i12.5044

Abstract

Dalam upaya penggembangan Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, prodi Teologi berupaya memberikan terobosan baru yang mengacu pada kurikulum KKNI dan Merdeka belajar dan Kampus merdeka. Sehingga prodi teologi mampu menghasilkan lulusan-lusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, yang dapat berinovasi dan mengatualisasikan diri. Dengan demikian pengembangan kurikulum menjadi sebuah acuan yang sangat penting. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan sumbangsih dalam upaya pengembangan kurikulum prodi teologi berbasis kebutuhan jemaat. Metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara. Metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara. . Beberapa usulan para pengguna dan alumni dalam pengembangan kurikulum prodi Teologi berbasis Kebutuhan Jemaat, antara lain pertama Kearifan Lokal, Teologi Feminisme, (secara khusus tentang Perempuan dan kekerasan), Teologi Kerja dan Kewirausahaan. Para alumni dan pengguna mengatakan bahwa ketiga mata kuliah tersebut perlu menjadi bagian dari proses pembelajaran di prodi teologi sehingga lulusannya kompeten dalam menyikapi persolan di tengah-tengah masyarakat
Teologi Pendamaian dalam Surat Filemon Sebagai Resolusi Keterputusan Kekeluargaan “Mardomu di Tano Rara” Batak Toba Silalahi, Haposan; Sibarani, Yosua
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 9, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v9i2.1557

Abstract

Abstract. Unresolved conflict in the Batak Toba community can lead to the severance of family relation with the emergence of the statement, "Mardomu di Tano Rara." This severance of family relation occurs because each party does not want to forgive. This article aims to analyze the concept of Paul's theology of reconciliation in the letter of Philemon as a resolution of severance of family relation in the conflict in the Batak Toba community. This study used a grammatical analysis approach to the Letter of Philemon. The results of the study show that Paul's approach in the Letter of Philemon provides a perspective that reconciliation not only bring abaout the restoration of damaged relationship, but also result in the reformation of relationship.Abstrak. Konflik yang tidak terselesaikan dalam masyarakat Batak Toba dapat menimbulkan keterputusan hubungan kekeluargaan dengan munculnya pernyataan, “Mardomu di Tano Rara.” Keterputusan kekeluargaan ini terjadi karena masing-masing pihak tidak mau mengampuni. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep teologi pendamaian Paulus dalam surat Filemon sebagai resolusi keterputusan kekeluargaan dalam konflik di masyarakat Batak Toba. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis gramatikal terhadap Surat Filemon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Paulus dalam Surat Filemon memberikan perspektif bahwa rekonsiliasi bukan hanya menghasilkan pemulihan relasi yang rusak, namun juga menghasilkan reformasi relasi.
EDUKASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN BIJAK DI SMA NEGERI 1 PARANGINAN Silalahi, Haposan; Siagian, Albiner; Aritonang, Hanna Dewi; Limbong, Nurelni; Pardede, Boho
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25219

Abstract

Di era digital, penggunaan internet sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Berbagai aktivitas seperti bekerja, belajar, berkomunikasi, berbelanja, dan lain sebagainya telah memanfaatkan teknologi sebagai alatnya. Artinya, aturan-aturan hidup yang berlaku di dunia nyata, seperti norma dan peraturan etika, juga harus dialihkan ke dunia digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengumumkan jumlah pengguna internet di Indonesia kini mencapai 63 juta. 95% dari mereka menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Hal ini dirasa sangat perlu dalam memberikan pengetahuan dan informasi terhadap manfaat, ancaman dan aturan dalam memanfaatkan teknologi khususnya media sosial. Memanfaatkan media sosial seluas-luasnya untuk ekspresi diri dan memenuhi kebutuhan pengguna pasti akan mempengaruhi pengguna lainnya. Selain itu, generasi muda yang sedang mencari jati diri harus dididik untuk mengenal diri sendiri dan memanfaatkan media sosial secara positif dan bermakna. Prosesnya dilakukan dalam bentuk seminar dan kegiatan ini memberikan gambaran tentang media sosial, dampak negatif dan manfaatnya, ancaman yang ada di media sosial, cara menggunakan media sosial yang benar, dan yang terakhir adalah UU ITE. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat menjadi lebih cerdas dalam menggunakan media sosial.