Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Edukasi Penggunaan Gadget Pada Pembelajaran Jarak Jauh Bagi Orang Tua Murid Sigit Ruswinarsih; Cucu Widaty; Rahmat Nur
AKM Vol 5 No 1 (2024): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v5i1.1086

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang edukasi penggunaan gadget untuk pembelajaran jarak jauh bagi orang tua murid. Maraknya pembelajaran yang dilaksanakan di luar kelas tanpa interaksi tatap muka secara langsung, membutuhkan alat belajar seperti handphone sebagai media dan sarana belajar mengajar. Namun tidak semua murid dan orang tua memahami secara mendalam penggunaan gadget yang efektif untuk belajar. Oleh sebab itu perlu dilakukan edukasi kepada para orang tua murid. Kegiatan edukasi dilakukan di Desa Pandansari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar. Edukasi kepada orang tua murid dilaksanakan dengan metode penyuluhan dan pendampingan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan tim pelaksana sejumlah tiga orang, empat mahasiswa, tokoh pemuda desa dan para orang tua murid sebagai peserta sejumlah dua belas orang. Peserta memberikan respon yang positif terhadap proses pelaksanaan. Respon positif ini ditunjukkan dengan diskusi dan sharing permasalahan yang diajukan oleh peserta. Selain itu peserta juga antusias dalam melakukan praktek penggunaan gadget untuk sumber belajar anak dan bersemangat sekali untuk membuka konten-konten permainan yang dapat dijadikan sumber belajar.
Cerita Rakyat Banjar: Sebuah Alternatif Pola Pendidikan Sosial Budaya Masyarakat Lahan Basah di Kalimantan Laila Azkia; Yuli Apriati; Cucu Widaty; Alfisyah .; M. Yasir Rizqullah; Rudini .
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v12i1.12651

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah peningkatan jumlah tontonan yang dilakukan oleh masyarakat Banjar dari berbagai kalangan melalui media online maupun offline. Hal ini menyebabkan generasi sekarang semakin tidak mengetahui cerita rakyat Banjar. Namun, cerita rakyat adalah salah satu cara terbaik untuk mengajarkan nilai-nilai sosial budaya. Cerita rakyat adalah jenis legenda lisan yang berlangsung dari generasi ke generasi. Cerita rakyat mengajarkan kita nilai-nilai budaya yang dapat kita gunakan sepanjang hidup kita. Akibatnya, cerita rakyat merupakan salah satu kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Sayangnya, cerita rakyat jarang diketahui atau didongengkan oleh masyarakat saat ini. Oleh karena itu, tujuan dari tim peneliti dalam penelitian ini adalah untuk mengumpulkan semua cerita rakyat Banjar dari aspek teks, latar belakang, makna, dan nilai yang terkandung di dalamnya. Harapan publikasi penelitian ini adalah agar cerita rakyat Banjar diperkenalkan kembali kepada masyarakat Banjar dan seluruh masyarakat Indonesia. Dalam penelitian ini, pendekatan diskriptif kualitatif digunakan. Penelitian ini akan mengumpulkan berbagai cerita rakyat yang masih diceritakan secara lisan. Nilai sosial budaya yang terkandung di dalamnya akan dipelajari kemudian.
INTERAKSI SOSIAL REMAJA PEMAIN GAME ONLINE MOBILE LEGENDS DENGAN TEMAN SEBAYA DI DESA INDRASARI KECAMATAN MARTAPURA Syahlan Mattiro; Zaur Rahman; Cucu Widaty
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i3.14377

Abstract

This research aims to find: (1) the forms of social interaction that occur among teenagers who play the online game Mobile Legends with their peers (2) the reasons why teenagers are interested in playing the online game Mobile Legends with their peers. The research method used in this study is a qualitative method. The selected research source is purposive sampling with 4 informants. Data collection techniques were carried out using participant observation techniques, interviews and documentation. The data analysis used uses data reduction, data display and verification steps. Testing the validity of the data used is source triangulation and technical triangulation and using reference materials. The results of the research found that (1) there are 4 forms of social interaction among teenagers playing mobile legends, namely Cooperation, Competition, Conflict and Accommodation (2) the reasons why teenagers are interested in playing mobile legends are 1) Motive Purpose (in order to motive) is the reason for playing games to fill free time and as entertainment. 2) Because Motive, namely, the reason for being interested in playing games is because many friends play mobile legends and the development of mobile legends games is increasingly interesting. Based on the results of this research, it is recommended that Mobile Legends online game players are advised not to become too addicted to playing Mobile Legends, especially for those who are still studying, it would be better to prioritize education before playing Mobile Legends. Students and the public are advised to know that the Mobile Legends online game does not always have a bad impact on life. Because from mobile legends game we can learn how to build cooperation between players, which can strengthen their social ties.
The Role of FKIP Students of Lambung Mangkurat University in The Teaching Assistance Program in Banjarmasin: A Study of Academic and Non-Academic Activities Rahmat Nur; Cucu Widaty; Sigit Ruswinarsih; Muhammad Adhitya Hidayat Putra; Sumiati Sumiati; Defica Arfianti Saragih; Andri Noor Azumardi
Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial Vol 5, No 2 (2025): PAKIS, September 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pakis.v5i2.16704

Abstract

This study aimed to determine the roles of FKIP students at Lambung Mangkurat University in academic and non-academic activities within the Teaching Assistance Program in Banjarmasin City. The study employed a phenomenological method with a qualitative approach. The stages of this study included: 1. Informant identification, 2. Data collection, 3. Data analysis, and 4. Data validity. The results indicate that in the academic dimension, students are generally capable of designing and implementing learning in accordance with the pedagogical principles they have learned, although some challenges remain in mastering cross-disciplinary material and implementing comprehensive learning evaluations. Meanwhile, in the non-academic dimension, students demonstrate strong communication, collaboration, and leadership skills, particularly in establishing relationships with teachers and students and in managing extracurricular activities.
SOSIALISASI PENCEGAHAN ANAK PUTUS SEKOLAH BAGI ANAK-ANAK PEMULUNG DI KAWASAN PERMUKIMAN HANDIL PALUNG TEMPAT PENGELOLAAN AKHIR BASIRIH KOTA BANJARMASIN Cucu Widaty; Yuli Apriati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.256-264

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak, untuk itu sangat dibutuhkan jejaring atau mitra yang saling mendukung. Akan tetapi yang terjadi pada masyarakat kita saat ini tidak sejalan dengan cita-cita yang tercantum pada undang-undang tersebut. Komitmen tentang Pendidikan untuk seluruh masyarakat Indonesia tidak dapat terpenuhi sesuai harapan banyak pihak, karena masih banyak ditemukan anak-anak putus sekolah. Faktanya di lapangan anak-anak pemulung kurang mendapatkan pendidikan yang memadai. Banyak anak-anak yang putus sekolah dan bahkan tidak pernah mengikuti pendidikan apapun. Dengan program Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan mampu memberikan wawasan, pengetahuan dan termotivasi untuk terus bersekolah khususnya bagi anak-anak pemulung. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah bentuk sosialisasi melalui ceramah, memberikan motivasi melalui video yang disukai anak-anak, pemberian paket perlengkapan sekolah dan tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan berupa sosialisasi dengan bentuk ceramah tentang apa yang telah ditayangkan di dalam video dengan memasukkan tentang sosialisasi pentingnya Pendidikan bagi masa depan mereka. Tim memaparkan, menjabarkan, dan menggambarkan tentang pentingnya pendidikan serta motivasi pendidikan bagi anak. Tim memaparkan materi pengertian pendidikan secara umum, materi hak anak dalam pendidikan, materi anak yang putus sekolah, materi penyebab anak putus sekolah, materi dampak anak putus sekolah, materi fungsi pendidikan bagi masa depan anak, materi mengenai info dan peluang beasiswa
UPAYA MEMBANGUN MINAT BELAJAR ANAK-ANAK PEMULUNG MELALUI PERMAINAN EDUKATIF DI SEKOLAH DASAR NEGERI BASIRIH 4 KOTA BANJARMASIN Yuli Apriati; Cucu Widaty
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.4165-4173

Abstract

Sekolah Dasar adalah tempat bagi siswa untuk menuntut ilmu. Seringkali kita temukan siswa kurang bersemangat dalam menuntut ilmu dan kurang memahami terhadap apa yang telah disampaikan oleh gurunya. Terutama bagi mahasiswa yang sambil bekerja sebagai pemulung, sehingga ditemukan banyak siswa yang memilih berhenti sekolah. Pengabdian ini bertujuan untuk membangun minat belajar dengan menggunakan model dan permainan edukatif yang mudah dan menyenangkan serta meningkatkan motivasi dan kesadaran akan pentingnya pendidikan, khususnya pada kelas bawah, karena materi pembelajaran pada kelas bawah harus berbentuk kongkrit atau nyata. Pelaksanaan pengabdian dengan melakukan praktik langsung mengajar di kelas dua dan kelas tiga, dengan menggunakan model dan permainan edukatif, yaitu permainan monopoli dan nilai tempat bilangan menggunakan media belajar untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Siswa-siswa peserta PKM sangat antusias dan dapat memahami pelajaran dengan baik. Nampak dengan mereka selalu mengacungkan tangan dan meminta tambahan jam pelajaran untuk melanjutkan permainan. Anak-anak pemulung termotivasi dan memahami pentingnya belajar dan bersekolah, serta termotivasi tidak putus sekolah dan bersemangat bersekolah serta mempunyai cita-cita di masa depan.
Fasilitasi Penanganan Resiko Sosial Pada Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Jembatan Batulicin–Pulau Laut Kabupaten Kotabaru Ismar Hamid; Rahmat Nur; Irsan Irsan; Siti Zulaikha; Cucu Widaty; Alex Alex; Yusril Yusril; Muhammad Rifani; Muhammad Daffa Pratama; Defica A. Saragih; Andri Noor Azumardi; Wafiq Mustakimah
urn:nbn:de:10.20527dimasy.v2i2
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/DIMASY.v2i2.102

Abstract

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan konektivitas wilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu proyek prioritas di Kabupaten Kotabaru adalah pembangunan Jembatan Batulicin–Pulau Laut, yang diharapkan dapat memperkuat akses transportasi darat antara wilayah Batulicin dan Pulau Laut. Namun, pembangunan ini memerlukan pengadaan tanah dalam skala besar yang berpotensi menimbulkan berbagai resiko sosial, seperti sengketa kepemilikan lahan, ketidaksesuaian nilai ganti rugi, hilangnya mata pencaharian, hingga potensi konflik sosial di masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini difokuskan pada fasilitasi penanganan resiko sosial dalam rangka mendukung kelancaran proses pengadaan tanah. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi: (1) identifikasi dan pemetaan sosial untuk memetakan profil masyarakat terdampak; (2) pendekatan partisipatif melalui musyawarah dan forum diskusi kelompok; (3) sosialisasi dan edukasi terkait regulasi pengadaan tanah dan hak-hak masyarakat; (4) fasilitasi mediasi untuk menyelesaikan sengketa lahan; serta (5) pendampingan masyarakat baik secara administratif maupun sosial ekonomi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai prosedur pengadaan tanah, tersusunnya data sosial terdampak yang akurat, terbentuknya forum komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, serta penyelesaian sejumlah sengketa awal terkait batas kepemilikan tanah. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan memperkuat kohesi sosial di tingkat lokal. Dengan demikian, fasilitasi penanganan resiko sosial terbukti menjadi strategi penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.