Supandi, Dedi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi Gaya Kepempinan Kepala Sekolah untuk Mendukung Terciptanya Green School Zuhriyah, Aminah; Supandi, Dedi
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2705

Abstract

Masalah lingkungan semakin kompleks, membutuhkan perubahan sikap individu untuk lebih melindungi lingkungan untuk masa depan yang lebih baik. Peran penting lembaga pendidikan, yaitu sekolah di seluruh dunia, dalam mendorong pembangunan berkelanjutan untuk mendukung terciptanya sekolah hijau. Dalam tulisan ini, digunakan metode kualitatif dengan meninjau dan mensintesis jurnal yang terkait dengan gaya Kepemimpinan, dan sekolah hijau. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gaya pemimpin transformasional di sekolah merupakan penentu keberhasilan kinerja sekolah hijau. Apalagi dengan penetapan tujuan SDGs yang menuntut peran sekolah sebagai lembaga yang mengedepankan Education for Sustainable Development (ESD).
Implementasi Kebijakan Gerakan Membangun Desa di Provinsi Jawa Barat Supandi, Dedi; Wasistiono, Sadu; Madjid, Udaya; Pitono, Andi
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 5 : Al Qalam (September 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i5.2697

Abstract

Penelitian ini menggambarkan Strategi Implementasi Kebijakan Gerakan Membangun Desa di Provinsi Jawa Barat, Masalah penelitian: 1) Implementasi Kebijakan Gerakan Membangun Desa. 2) Faktor determinan yang mempengaruhi Implementasi Kebijakan Gerakan Membangun Desa. 3) Upaya mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan Gerakan Membangun Desa di Provinsi Jawa Barat dan 4) Alternatif strategi implementasi kebijakan yang harus dilakukan agar Kebijakan Gerakan Membangun Desa di Provinsi Jawa Barat efektif.  Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil pembahasan penelitian adalah Kebijakan gerakan membangun desa telah diimplementasikan di seluruh Kabupaten di Jawa Barat, diindikasikan dengan adanya penurunan jumlah desa tertinggal dan desa berkembang di Provinsi Jawa Barat, dan meningkat menjadi desa maju dan desa mandiri. Implementasi kebijakan gerakan membangun desa di Provinsi Jawa barat dipengaruhi oleh faktor produktivitas, linearitas, dan efisiensi, Sedangkan faktor determinan yang mempengaruhi implementasi kebijakan gerakan membangun desa mencakup subtansi kebijakan, prilaku tugas pelaksana, interaksi jejaring kerja, partisipasi kelompok sasaran dan sumber daya. Sementara upaya untuk mengatasi kendala yang mempengaruhi implementasi kebijakan gerakan membangun desa yaitu dengan kesiapan kelembagaan, kesiapan program, dan kesiapan SDM serta kolabrasi penta helix. Terdapat tiga faktor dominan yang menjadi kendala dalam implementasi gerakan membangun desa yaitu waktu, regulasi, dan kehati-hatian. Analisis Strategi SOAR terkait dengan implementasi kebijakan gerakan membangun desa menghasilkan strategi koleborasi penta helix, strategi transparansi dan strategi peningkatan inovasi desa melalui didigalisasi desa, gerbang desa dan one vilage one prodauct. Hasil temuan penelitian ini adalah model implementasi kebijakan Muchlis Hamdi (2014) masih relevan untuk digunakan, namun demikian dalam implementasi kebijakan gerakan membangun desa di Provinsi Jawa Barat, model implementasi kebijakan perlu dilengkapi dengan pendekatan kolaborasi (melalui skema penta helix), transparansi program (melalui edukasi masyarakat, komunitas mitra, dan pemantauan kebijakan), dan peningkatan inovasi untuk mewujudkan desa juara di Provinsi Jawa Barat.
Optimalisasi Gaya Kepempinan Kepala Sekolah untuk Mendukung Terciptanya Green School Zuhriyah, Aminah; Supandi, Dedi
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2705

Abstract

Masalah lingkungan semakin kompleks, membutuhkan perubahan sikap individu untuk lebih melindungi lingkungan untuk masa depan yang lebih baik. Peran penting lembaga pendidikan, yaitu sekolah di seluruh dunia, dalam mendorong pembangunan berkelanjutan untuk mendukung terciptanya sekolah hijau. Dalam tulisan ini, digunakan metode kualitatif dengan meninjau dan mensintesis jurnal yang terkait dengan gaya Kepemimpinan, dan sekolah hijau. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gaya pemimpin transformasional di sekolah merupakan penentu keberhasilan kinerja sekolah hijau. Apalagi dengan penetapan tujuan SDGs yang menuntut peran sekolah sebagai lembaga yang mengedepankan Education for Sustainable Development (ESD).
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP SIKAP ILMIAH IPA (SURVEI PADA SMP ISLAM SWASTA DI KOTA BEKASI) SUPANDI, DEDI; KHOTIMAH, KHUSNUL; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3514

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of Self-Efficacy and Creativity in students' learning on scientific attitudes in science. The research method used was the survey method (questionnaire) and the sample in this study was 83 students. The population and sample were analyzed using path analysis. The analysis of the research results tested included (1) there is a significant direct effect of self-efficacy on students' scientific attitudes in science. This is evidenced by t count = 4.034 < t table = 2.000. The self-efficacy variable contributes 16.08% to scientific attitudes in science. (2) There is a significant direct effect of students' learning creativity on students' scientific attitudes in science. This is evidenced by t count = 2.842 < t table = 2.000. The student's learning creativity variable contributes 6% to scientific attitudes in science. (3) There is a significant direct effect of self-efficacy on students' learning creativity. This is evidenced by t count = 2.842 < t table = 2.000. The magnitude of the direct influence of self-efficacy on students' learning creativity is 9.06%. (4) There is an insignificant indirect influence of self-efficacy on science scientific attitudes through students' learning creativity. This is evidenced by the t-value = 0.715 <t-table = 2.000 at a significance level of 0.05. The magnitude of the indirect influence is 0.54%. Thus, it can be concluded that the intervening variable (i.e. students' learning creativity) is not significantly affected by the science scientific attitudes of private Islamic junior high school students in the Bantargebang District of Bekasi City. The implication in this study is that by having good self-efficacy, not giving up easily, always wanting to try, it can foster enthusiasm, learning motivation and will directly affect students' learning creativity abilities so that it will improve their science scientific attitude abilities. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Efikasi Diri dan Kreativitas belajar siswa terhadap sikap ilmiah IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey (angket) dan sampel dalam penelitian ini adalah 83 orang siswa Populasi dan sampel dianalisis dengan menggunakan analisis jalur. Analisis hasil penelitian yang diuji meliputi (1) terdapat pengaruh langsung yang signifikan efikasi diri terhadap sikap ilmiah IPA siswa.Hal tersebut dibuktikan dengan thitung = 4,034 < ttabel = 2,000. Variabel efikasi diri memberikan kontribusi sebesar 16,08% terhadap sikap ilmiah IPA. (2) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan kreativitas belajar siswa terhadap sikap ilmiah IPA siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan thitung = 2,842 < ttabel = 2,000. Variabel kreativitas belajar siswa memberikan kontribusi sebesar 6% terhadap sikap ilmiah IPA. (3) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan efikasi diri terhadap kreativitas belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan thitung = 2,842 < ttabel = 2,000. Besarnya pengaruh langsung efikasi diri terhadap kreativitas belajar siswa adalah 9,06%. (4) Terdapat pengaruh tidak langsung yang tidak signifikan efikasi diri terhadap sikap ilmiah IPA melalui kreativitas belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai thitung = 0,715 < ttabel = 2,000 pada taraf signifikan 0,05. Besarnya pengaruh tidak langsung adalah sebesar 0,54%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel intervening (yaitu kreativitas belajar siswa) tidak terpengaruh secara signifikan terhadap sikap ilmiah IPA siswa SMP Islam swasta di wilayah Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi. Implikasi dalam penelitian ini adalah dengan memiliki efikasi diri yang baik, tidak mudah menyerah, selalu ingin mencoba, dapat menumbuhkan semangat, motivasi belajar dan secara langsung akan mempengaruhi kemampuan kreativitas belajar siswa sehingga akan meningkatkan kemampuan sikap ilmiah IPA.