Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan, Kadar Serat dan Karakteristik Fisik Beras Hitam Pecah Kulit Pratanak dengan Variasi Lama Waktu Perendaman Salsabila Amalia Putri Bumi; siti aminah; muhammad yusuf
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 10, No 2 (2020): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.10.2.2020.85-98

Abstract

Black rice has a better bioactive component than white rice. The quality of black rice can be increased, among others, through the process of  the broken skin grinding. Black broken rice has a better nutritional and bioactive component than polished rice. But black broken rice skin is easily damaged. One that can be done is processing into parboiled rice. The purpose of this study in general was to determine antioxidant activity, fiber content and the characteristics of black rice broken pre pared skin. The experimental design used was a monofactor Completely Randomized Design (RAL) with variations in the length of immersion time (0, 30, 60, 90, 120, 150 and 180 minutes). Analysis was carried out on antioxidants, fiber content and physical characteristics (cage density, air absorbency, development ratio, bulk angle and broken grain) black broken rice skin with parboiled. The results of the study stated that the treatment of soaking black rice caused a decrease in antioxidant activity and crude fiber. The highest decreased in the 180 minutes immersion treatment with a decrease in presentation was 35% and 10,2% respectively, the results of testing on physical characteristics showed immersion treatment had an effect on decreasing in the kamba density test, development ratio, bulk angle and broken grain. However, the water absorption test experienced an increase. The best treatment is in a variation of 30 minutes soaking time.
Edukasi Konsumsi Makanan dengan Tambahan Monosodium Glutamat (MSG) Sehat Ala Gen-Z Rizkaprilisa, Windy; Bumi, Salsabila Amalia Putri; Sari, Linda Fatika
Empowerment Vol. 7 No. 03 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i03.10880

Abstract

MSG (monosodium glutamate) merupakan peneydap rasa yang bersifat aditif yang sering ditambahkan pada produk pangan baik rumah tangga hingga industri pangan. MSG adalah garam natrium dari asam glutamat. Glutamat inilah yang memberikan rasa umami pada makanan. Banyak sekali beraneka ragam kuliner mengandung tinggi kandungan garam, gula, dan lemak, serta MSG. Keempat bahan tersebut apabila dikonsumsi berlebihan akan memberikan efek buruk bagi kesehatan, apalagi tidak diimbangi dengan konsumsi makanan yang bergizi dan aktivitas fisik. Pengetahuan tentang konsumsi makanan dengan tambahan MSG yang sehat masih sangat kurang sehingga edukasi tentang MSG yang kami lakukan sangatlah dibutuhkan oleh mereka agar mereka lebih cermat lagi dalam mengkonsumsi makanan. Kegiatan edukasi dilakukan di SMA Kalam Kudus yang bertempat di Sukoharjo yang dihadiri oleh para siswa kelas XII sebanyak 30 orang dan 1 orang guru pendamping. Edukasi diberikan oleh para dosen Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pangan dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sugeng Hartono. Kegiatan ini terbagi menjadi beberapa tahap yaitu: 1. Persiapan materi tentang  konsumsi makanan dengan tambahan MSG yang sehat ala Gen-Z; 2. Pemaparan materi meliputi pengantar bahan tambahan pangan, jenis-jenis penyedap rasa, MSG dan cara pembuatannya, macam-macam produk penyedap rasa, dan bagaimana cara cermat dalam memilih produk makanan yang sehat. Salah satu materi yang menarik perhatian mereka adalah proses pembuatan MSG karena pemateri memutarkan video sehingga mereka bisa melihat proses pembuatannya
EDUKASI TENTANG KONSUMSI PEMANIS PADA PRODUK PANGAN DI KALANGAN GEN-Z Joshua Christmas Natanael Luwidharto; Viki Hendi Kurniaditya; Salsabila Amalia Putri Bumi; Windy Rizkaprilisa; Reinata Candra Dewi
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 2 (2025): DedikasiMU Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i2.9881

Abstract

Konsumsi pemanis atau gula secara berlebihan dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskular pada generasi masa depan khususnya generasi z. Oleh karena itu, diperlukan edukasi pada generasi z mengenai konsumsi produk makanan atau minuman mengandung gula atau pemanis secara bijak. Kegiatan edukasi dilaksanakan di SMA Kristen Kalam Kudus Sukoharjo yang dihadiri 30 siswa kelas XII dan 1 orang guru. Edukasi diberikan oleh dosen Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Sugeng Hartono. Kegiatan ini terdiri atas dua materi bahasan yaitu: materi I mengenai pendahuluan bahan tambahan pemanis pada produk pangan yaitu pengertian pemanis dan penggunaannya di industri pangan, dan anjuran konsumsi harian pemanis atau gula berdasarkan American Heart Association (AHA). Materi II membahas mengenai produk pangan mengandung pemanis yang ada di sekitar dan tips memilih produk pangan sehat ala generasi z. Pembahasan menunjukkan bahwa tingkat kesadaran kalangan generasi z akan pentingnya konsumsi pemanis atau gula sesuai anjuran tersebut masih sangat rendah. Demikian pula pada produk pangan yang ada di pasaran mengandung gula atau pemanis yang tinggi dan melebihi ambang batas anjuran gula atau pemanis. Oleh karena itu, diperlukan tips memilih produk pangan antara lain memilih produk pangan dengan selalu memperhatikan label kemasan, memilih produk less sugar/ no sugar, dan memilih produk dengan kandungan indeks glikemik rendah dan kaya serat. Edukasi tersebut dapat menjadi langkah awal keberlanjutan kegiatan yang berkaitan dengan pola hidup sehat pada generasi z.
SOSIALISASI INOVASI PRODUK PANGAN SEHAT DAN PENERAPAN PERSONAL HYGIENE PADA SISWA SMA DI SURAKARTA Salsabila Amalia Putri Bumi; Viki Hendi Kurniaditya; Joshua Christmas Natanael Luwidharto; Windi Rizkaprilisa; Septheo Anggara Adi Priyanka
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 2 (2025): DedikasiMU Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i2.9882

Abstract

Pola hidup sehat dapat mencegah berbagai penyakit kronis yang semakin meningkat di kalangan remaja, seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi. Edukasi mengenai konsumsi pangan sehat dan personal hygiene merupakan langkah strategis yang perlu diterapkan sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA/SMK di Surakarta mengenai pentingnya pola hidup sehat melalui sosialisasi, praktik inovasi produk pangan sehat, serta edukasi personal hygiene. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah produk Mie Pelangi, yaitu mie berbahan dasar tepung terigu yang ditambahkan daun kelor, buah naga, dan wortel sebagai sumber vitamin, mineral, dan antioksidan. Kegiatan terdiri dari dua bagian, yaitu pemaparan materi dan praktik pembuatan mie pelangi. Siswa sangat antusias dan memahami pentingnya gizi seimbang serta kebersihan pribadi dalam mendukung kesehatan jangka panjang. Inovasi pangan seperti Mie Pelangi tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan gizi remaja, tetapi juga sebagai peluang wirausaha dengan pemanfaatan bahan pangan lokal.
Aplikasi Oleogel Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Kombinasi Gelator Cocoa Butter dan Beeswax dalam Pembuatan White Chocolate Spread Kurniaditya, Viki; Bumi, Salsabila Amalia Putri; Prasetya, Bintang Galang Indra
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.616

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) merupakan minyak nabati dengan potensi besar pada bidang pangan dan kesehatan. Salah satu tantangan dalam pengaplikasian VCO yaitu sifatnya yang cair pada suhu kamar. Hal ini mengakibatkan ketidakstabilan struktur produk yang dihasilkan. Pembentukan oleogel dengan bantuan kombinasi oleogelator seperti lemak kakao/ cocoa butter dan lilin lebah/ beeswax dapat menjadi solusi untuk memperbaiki dan meningkatkan karakteristik fisikokimia oleogel virgin coconut oil. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai konsentrasi kombinasi gelator tersebut terhadap karakteristik fisikokimia oleogel virgin coconut oil pada pembuatan selai cokelat putih/ white chocolate spread. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dan data dianalisis dengan One Way Analysis of Variance (ANOVA). Analisis uji sampel menggunakan Universal Testing Machine, metode DPPH (2,2-Diphenyl-1- Picrylhydrazyl), polarized light microscope, sentrifugasi, slip melting point, scanning electron microscope, hingga analisis profil tekstur. Hasil penelitian menunjukan kombinasi Beeswax (BW) dan Cocoa Butter (CB) sebagai oleogelator memengaruhi struktur kristal pada selai cokelat. Peningkatan konsentrasi BW menyebabkan kristal berbentuk jarum lebih banyak, kristal lebih padat dengan ukuran lebih panjang, terdistribusi merata, dan oleogel VCO yang dihasilkan lebih stabil. Kekerasan, dan titik leleh oleogel VCO meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi BW dalam oleogelator. Oleogel VCO terbaik diperoleh dari kombinasi 9% BW dan 1% CB (BW9CB1) yang berpengaruh nyata terhadap kekerasan, kohesivitass dan adhesivitas. Hasil tersebut memperkuat penggunaan oleogel VCO dengan kombinasi BW dan CB dapat meningkatkan tekstur produk akhir selai cokelat putih.
Local Specialty Product Innovation of Tilapia Fish Nugget “Spirunila” through the Empowerment of Karangtaruna Pemuda Mudi Gabahan (PMG) and Persons with Disabilities in Mulur Village Agung Setyarini; Sari Widati; Salsabila Amalia Putri Bumi; Fandi Galang Wicaksana; Sangga Rizki Ramadhan; Annisa Nur Safitri
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.v25i2.29032

Abstract

This community service program responds to the underutilization of tilapia production in Mulur Village, Sukoharjo, where limited product diversification constrains economic growth. The program introduced Spirunila, a fortified tilapia-based product, while empowering the PMG Youth Organization and persons with disabilities through an Inclusive Joint Business Group (KUBA). The Participatory Learning System (PALS) was implemented to deliver capacity-building activities in production technology, entrepreneurship, and digital marketing. Program effectiveness was evaluated using pre- and post-test questionnaires on seven indicators, which were analyzed using a Paired Sample t-Test, N-Gain Score, and Cohen’s d. The results showed statistically significant improvements (p < 0.001), high learning gains (N-Gain category: High), and substantial effect sizes (d > 1.97), demonstrating strong behavioral and capability transformation among partners. Institutional strengthening ensures sustainability through shared production governance and digital market expansion. The findings confirm that inclusive innovation in community-based fish processing can enhance rural economic diversification and reinforce village tourism competitiveness.
Smart Nutrition Kitchen : Model Pemberdayaan Keluarga Berbasis Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting Etik Sulistyorini; Salsabila Amalia Putri Bumi; Fitria Hayu Palupi; Joice Merry Christy Samuel; Reinata Candra Dewi
PADMA Vol 5 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i2.2183

Abstract

Stunting remains a major nutritional problem affecting the quality of human resources in Indonesia, including in Madegondo Village, Sukoharjo. Although local food resources such as catfish, tempeh, moringa, and cassava are abundant, they have not been optimally utilized for family nutrition. The Smart Nutrition Kitchen program was designed to empower communities through nutrition education, training in local food processing, the establishment of a community nutrition kitchen, and strengthening fathers’ roles in household food security. The implementation methods included counseling, training, hands-on practice, mentoring, and continuous evaluation involving posyandu cadres, mothers, and fathers of under-five children. The results showed a significant improvement in nutrition knowledge among cadres (from 48% to 97%) and mothers (from 31% to 82%) after the intervention. In practice, 70% of mothers successfully applied innovative local food recipes, while 30% adapted them to family preferences. Fathers’ participation also increased, with 70% of families starting home food security practices through hydroponics, polybag gardening, or catfish farming. This program has proven effective in improving knowledge, skills, and family involvement in utilizing local food, while also creating economic opportunities through local food-based products. Therefore, the Smart Nutrition Kitchen has the potential to serve as a sustainable model for stunting prevention based on household food self-reliance.