Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS UJI KESUKAAN TEH HERBAL AKAR KAYU KUNING (ARCANGELISIA FLAVA (L.) MERR) DENGAN PENAMBAHAN DAUN STEVIA (STEVIA REBAUDIANA) SEBAGAI PEMANIS ALAMI UNTUK MEMELIHARA PENDERITA DIABETES Rahman, Listhia Hardiati; Ratnasari, Dewi; Handayani, Reti Puji
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 7 No. 1 (2023): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v7i1.229

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus (DM) yang ditandai dengan adanya peningkatan nilai kadar glukosa dalam darah menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Selain pengobatan melalui obat sintetik, penderita diabetes diketahui melakukan terapi menggunakan tanaman herbal.  Akar kayu kuning adalah salah satu tanaman herbal yang dikenal sebagai antidiabetes. Namun, akar kayu kuning belum banyak dimanfaatkan karena sediaannya yang sulit ditemukan dan rasa yang pahit. Tujuan penelitian: untuk mengetahui tingkat rasa, warna, dan aroma pada teh herbal akar kayu kuning (Arcangelisia flava (L.) Merr) dengan penambahan daun stevia (Stevia rebaudiana) sebagai pemanis alami untuk penderita diabetes. Metode penelitian: Penelitian dilakukan dengan cara eksperimental menggunakan 50 panelis. Metode analisis statistik deskriptif yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang telah terkumpul. Hasil: Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa formulasi 2 lebih disukai dari segi warna (40 panelis), rasa (38 panelis), dan aroma (26 panelis) dibandingkan dengan formula 1 dan 3. Simpulan: Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa panelis lebih menyukai formula 2.
STUDI PEMERIKSAAN FARMAKOGNOSTIK KLABET (Trigonella foenum-Graecum L.) SEBAGAI HERBAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI Handayani, Reti Puji; Puspariki, Jenta; Hermanto, Restu Amalia; Jenta Puspariki
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 7 No. 2 (2023): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v7i2.264

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi global, termasuk di Indonesia. Setiap ibu menyusui akan mengupayakan berbagai cara agar dapat menyusui anaknya dengan lancar, termasuk menggunakan pendekatan alternatif dengan mengonsumsi bahan herbal sesuai tradisi dan pengalaman secara empiris seperti biji klabet yang berpotensi sebagai galaktagogum dalam peningkatan jumlah ASI melalui perangsangan aktivitas protoplasma sel-sel sekretoris kelenjar air susu, namun begitu evaluasi ilmiah terkait profil secara farmakognostik belum banyak ditemukan dengan mengacu sesuai acuan standar WHO Guidelines dan Farmakope Herbal Indonesia sehingga mendorong untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Tujuan Penelitian: Mendokumentasikan dan membandingkan data secara organoleptik, morfologi, maupun anatomi yang memberi wawasan tentang potensi biji labet sebagai produk herbal untuk meningkatkan kuantitas ASI melalui pengamatan karakteristik terhadap tumbuhan yang dianalisis. Metode Penelitian: Metode penelitian deskriptif yang dilakukan di laboratorium melalui pemeriksaan bentuk sel dan jaringan tumbuhan, pengamatan bentuk fisik serta pemeriksaan menggunakan panca indra dari bagian tumbuhan yang masih segar dari tumbuhan Klabet (Trigonella foenum-graecum L) sehingga bisa memberikan hasil data analisis farmakognostik. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pengamatan secara organoleptik dan morfologi biji klabet memiliki bentuk belah ketupat, warna coklat, aroma khas rempah, rasa agak pahit dan tekstur keras. Sementara pada pengamatan anatomi menggunakan mikroskop diperoleh fragmen pengenal berupa kulit biji, epidermis luar, epidermis dalam, endosperm, sklerenkim dan bulir pati. Kesimpulan: Biji klabet yang diteliti telah sesuai secara organoleptik, morfologi, dan anatomi dengan mengacu pada literatur Materia Medika pada Studi Farmakognostik Biji Klabet (Trigonella foenum-graecum L.).
UJI STABILITAS TEH HERBAL AKAR KAYU KUNING (ARCANGELISIA FLAVA(L.) MERR) DENGAN PENAMBAHAN DAUN STEVIA (STEVIA REBAUDIANA) SEBAGAI PEMANIS ALAMI UNTUK MEMELIHARA PENDERITA DIABETES Handayani, Reti Puji; Rahman, Listhia Hardiati; Ratnasari, Dewi
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 8 No. 1 (2024): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v8i1.276

Abstract

Latar belakang: Hasil inovasi produk teh herbal agar aman untuk dikonsumsi tentunya harus diuji terlebih dahulu. Salahsatu uji yang dilakukan adalah uji stabilitas. Uji stabilitas merupakan salah satu parameter kualitas yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan suatu produk makanan atau minuman untuk bertahan dalam batas spesifikasi yang ditetapkan sepanjang periode penyimpanan sehingga masih layak untuk dikonsumsi. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menguji kestabilan teh herbal kayu kuning selama penyimpanan pada temperatur ruang. Metode penelitian: Teh herbal disimpan pada temperatur ruang selama 90 hari, kemudian setiap hari dicek nilai pH, sifat organoleptis, homogenitas dan jamur. Hasil: Sedian teh herbal mempunyai pH 7, rasa manis, berbau bunga melati, air seduhan berwarna kuning kecoklatan, homogen serta tidak ditumbuhi jamur selama 90 hari masa penyimpanan pada temperature ruang. Simpulan: Sediaan teh herbal stabil selama penyimpanan 90 hari pada temperatur ruang.
STUDI ANATOMI SIRIH CINA (Peperomia pellucida) SEGAR YANG TUMBUH DI KABUPATEN PURWAKARTA Handayani, Reti Puji; Puspariki, Jenta; Permatasari, Wulan
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 8 No. 1 (2024): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v8i1.282

Abstract

Latar Belakang: Sirih Cina (Peperomia pellucida) memiliki manfaat empiris sebagai obat. Bioaktivitas dominannya adalah sebagai antibakteri dengan senyawa aktif flavonoid, steroid, terpenoid, alkaloid, saponin, dan tannin. Evaluasi ilmiah terkait profil farmakognostik Sirih cina telah terdokumentasi dalam referensi Farmakope Herbal, namun karena bentuk segarnya memiliki nilai teurapetik yang tinggi dengan pengolahan sederhana, standarisasi dan dokumentasi masih memiliki kelemahan dalam pengamatan secara mikroskopis. Dengan hal ini penting untuk mengetahui anatomi sirih cina untuk memastikan kebenaran tanaman obat. Tujuan: Mendeskripsikan anatomi akar, batang, dan daun sebagai parameter kendali mutu Sirih cina segar sebagai tanaman lokal berkhasiat obat yang tumbuh di Purwakarta. Metode: Menggunakan penelitian deskriptif yang dilakukan di laboratorium melalui pemeriksaan jaringan akar, batang, dan daun sirih cina segar. Hasil: Anatomi akar sirih cina memiliki sel epidermis rapat tanpa ruang antar sel. Di bawah lapisan epidermis terdapat jaringan korteks berupa sel berukuran lebih besar dan memiliki ruang antar sel. Pada korteks, terdapat xilem akar seperti huruf x dan floem berada di sekitar xilem. Jaringan batang juga terdiri dari epidermis dan korteks seperti pada akar, yang membedakan adalah pola xylem floem pada korteks tidak membentuk pola seperti kupu-kupu dan terdapat jaringan kambium. Pada jaringan daun terdiri dari epidermis atas yang tebal, mesofil, dan epidermis bawah. Jaringan mesofil memiliki ciri berupa sel berwarna hijau yang berperan untuk fotosintesis. Simpulan: Jaringan pada akar sirih cina adalah epidermis, korteks, floem, xilem, pada organ batang adalah epidermis, parenkim, floem, xilem, kambium dan pada organ daun adalah epidermis dan mesofil.
Formulasi dan uji kualitas sediaan Handwash dengan bahan aktif ekstrak etanol daun pala (Myristica fragrans Houtt) Azzahra, Salsa Bila Putri; Handayani, Reti Puji; Ratnasari, Dewi
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 8 No. 2 (2024): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v8i2.346

Abstract

Latar belakang: Salah satu cara terbaik untuk membersihkan diri dari kotoran adalah dengan menggunakan handwash. Handwash lebih mudah digunakan dan lebih menarik dibandingkan dengan jenis sabun lain dalam melindungi kulit akibat kerusakan fisik dan mekanik serta bakteri. Tujuan penelitian: Membuat sediaan sabun cair ekstrak etanol daun pala (Myristica fragrans Houtt) dan melakukan pengujian standar fisik sediaan. Metode penelitian: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen laboratorium. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70% selama 3x24 jam, pengujian fitokima dilakukan secara kualitatif dan sediaan handwash dibuat dengan konsentrasi 50%, 75%, dan 100%, kemudian dilakukan uji evaluasi fisik sediaan, uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji bobot jenis, uji stabilitas busa, dan uji viskositas. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sediaan handwash pada konsentrasi 50%, 75%, dan 100% yaitu uji organoleptik, pH, uji homogenitas, uji bobot jenis, uji stabilitas busa, dan uji viskositas telah memenuhi persyaratan yang sesuai dengan standar di tetapkan oleh SNI. Simpulan: Sediaan handwash dengan konsentrasi 50%, 75%, 100% memenuhi standar SNI.
Pemasaran herbal dalam peningkatan ekonomi keluarga Handayani, Reti Puji
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 2 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v2i2.58

Abstract

Latar belakang: Desa Gardu adalah desa yang terletak di kecamatan Kiarapedes, berjarak 21 Km dari pusat kota kabupaten Purwakarta. Dengan suhu udara yang dingin dan curah hujan yang tingi menjadikan desa Gardu potensial dalam membudidayakan tanaman obat dengan mengolah sesuatu menjadi produk komersial untuk menambah pundi perekonomian dalam keluarganya. Ketatnya persaingan mengharuskan masyarakat berpikir kreatif dan inovatif, dalam hal ini buah pala (Myristica fragrans Houtt) yang banyak tumbuh di desa Gardu merupakan komoditas unggulan pertanian. Hasil produk pala dimanfaatkan menjadi manisan pala yang cukup menarik bagi masyarakat di luar Purwakarta mengikuti permintaan pasar dan perkembangan jaman. Realitanya penjualan produk olahan berkhasiat tidak dibarengi dengan pengetahuan strategi pemasaran yang baik sehingga menunjukkan tren tidak mencapai laba maksimal. Tujuan: Memberikan penyuluhan bagi Masyarakat desa Gardu tentang pemasaran herbal dalam peningkatan ekonomi keluarga. Metode: Pengabadian ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan. Kegiatan terdiri dari dua tahap, yaitu penyampaian materi mengenai dasar-dasar dan strategi pemasaran produk herbal, serta sesi diskusi interaktif bersama masyarakat. Setelah kegiatan penyuluhan, diberikan angket kepada peserta untuk mengukur respons dan tingkat pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan hasil angket Hasil: Pengetahuan masyarakat mengenai informasi pemasaran herbal dalam peningkatan ekonomi keluarga meningkat berdasarkan hasil angket yang menyatakan bahwa materi disampaikan dengan jelas, alokasi waktu pemberian penyuluhan cukup, pemahaman strategi pemasaran herbal meningkat serta materi memberikan manfaat untuk diri sendiri, orang lain dan keluarga. Kesimpulan: Masyarakat memperoleh pengetahuan tentang beberapa strategi pemasaran herbal dalam peningkatan ekonomi keluarga
Peningkatan kapasitas pemasaran UMKM berbasis potensi lokal sebagai strategi keunggulan komparatif di Desa Cibingbin Handayani, Reti Puji; Puspariki, Jenta
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.85

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini didasari ketersediaan potensi sumber daya alam lokal yang melimpah di Desa Cibingbin, Kabupaten Purwakarta, yang belum diimbangi dengan kapasitas pemasaran mumpuni bagi pelaku UMKM. Keterbatasan pemahaman strategi pemasaran menjadi hambatan utama dalam mengoptimalkan potensi tersebut sebagai keunggulan komparatif desa. Karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas pemasaran guna memperkuat daya saing ekonomi lokal. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penguasaan strategi pemasaran produk berbasis potensi lokal guna mewujudkan keunggulan komparatif dan daya saing ekonomi di Desa Cibingbin. Metode: pelaksanaan meliputi pretest, edukasi melalui pemaparan materi, dan diskusi interaktif dengan peserta, diakhiri dengan posttest. Evaluasi kepuasan diukur menggunakan angket skala Likert. Subjek PkM melibatkan 28 peserta yang terdiri atas anggota PKK, kader, dan warga Desa Cibingbin (usia 20–50 tahun) sebagai representasi pelaku UMKM lokal. Hasil: evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan kenaikan rata-rata nilai dari 78,2 (pretest) menjadi 86,7 (posttest). Peningkatan mencakup aspek krusial seperti segmentasi pasar, standarisasi kemasan, digitalisasi pemasaran melalui media sosial, dan penguatan citra produk lokal. Selain itu, respons peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap relevansi dan kejelasan materi, yang mengonfirmasi bahwa kegiatan ini efektif dalam menjawab kebutuhan pengembangan kapasitas pelaku UMKM di Desa Cibingbin. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas pemasaran pelaku UMKM di Desa Cibingbin, yang tercermin dari peningkatan pemahaman signifikan pada aspek strategi dan digitalisasi pemasaran. Penguatan pengetahuan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan keunggulan komparatif produk berbasis potensi lokal. Sebagai tindak lanjut, diperlukan pendampingan intensif yang berfokus pada keberlanjutan branding dan perluasan akses pasar digital guna memperkuat daya saing ekonomi desa secara berkelanjutan.
Pelatihan pembuatan sabun cair dari ekstrak daun pala di Desa Babakan Kabupaten Purwakarta Ratnasari, Dewi; Putra, Risa Kota; Handayani, Reti Puji; Puspariki, Jenta
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.91

Abstract

Latar belakang: Masyarakat Desa Babakan, Kabupaten Purwakarta, telah memanfaatkan buah dan biji pala sebagai bahan pangan seperti manisan, sirup, dan minuman herbal. Namun demikian, bagian daun dari tanaman pala belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya dianggap sebagai limbah pertanian. Padahal beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun pala mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi digunakan sebagai bahan aktif dalam produk kesehatan maupun kosmetik. Rendahnya pemanfaatan tersebut salah satunya disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai potensi dan pengolahannya. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah daun pala menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Babakan, Kabupaten Purwakarta dengan sasaran ibu-ibu kader dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan serta demonstrasi pembuatan sabun cair yang memanfaatkan ekstrak daun pala sebagai bahan aktif Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman baru mengenai potensi pemanfaatan daun pala. Peserta terlihat antusias mengikuti penjelasan dan demonstrasi pembuatan sabun cair daun pala. Peserta bertanya tentang proses pembuatan sabun, pemilihan bahan baku, serta kemungkinan penggunaan tanaman lain sebagai bahan aktif. Kegiatan ini juga membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan produk berbasis sumber daya alam lokal. Kesimpulan: Pelatihan pembuatan sabun cair berbahan dasar ekstrak daun pala di Desa Babakan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi tanaman pala secara lebih optimal. Masyarakat menjadi lebih memahami bahwa daun pala yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam produk sabun cair antiseptik.
Pengenalan minuman beras kencur instan untuk anak-anak sebagai penambah nafsu makan Fatimah, Syaima; Purwanti, Ranti; Handayani, Reti Puji; Suharti, Suharti
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 1 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i1.93

Abstract

Latar belakang: Upaya meningkatkan nafsu makan anak sering dilakukan melalui pemberian suplemen atau obat penambah nafsu makan tanpa konsultasi medis. Penggunaan obat yang tidak rasional berpotensi menimbulkan efek samping dan risiko jangka panjang apabila tidak digunakan sesuai indikasi. Oleh karena itu, pendekatan promotif dan preventif berbasis pemanfaatan bahan alami menjadi alternatif yang lebih aman dan sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Tanaman obat yang telah lama digunakan dalam ramuan tradisional adalah kencur (Kaempferia galanga). Tanaman ini mengandung senyawa bioaktif seperti etil p-metoksisinamat, flavonoid, dan minyak atsiri yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, serta efek stimulasi pada sistem pencernaan . Beras kencur sebagai minuman herbal tradisional telah dikenal luas di masyarakat sebagai penambah nafsu makan alami. Namun, pengolahan yang kurang higienis berpotensi menimbulkan kontaminasi mikroba yang dapat menurunkan kualitas dan keamanan produk. Tujuan: Memberikan edukasi pembuatan serbuk beras kencur instan kepada masyarakat Metode: Kegiatan dilaksanakan di Desa Cibuntu, Kabupaten Purwakarta, pada tahun 2025. Sasaran kegiatan adalah ibu rumah tangga dan orang tua yang memiliki anak usia balita dan sekolah dasar. Peserta diberi edukasi tentang tanaman obat keluarga, bentuk sediaan, kemudian demo pembuatan beras kencur instan. Hasil: Peningkatan skor post-test sebesar ±20–30% menunjukkan bahwa metode edukatif dan partisipatif efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Kesimpulan: Meskipun hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, evaluasi masih terbatas pada aspek kognitif dan praktik pembuatan oleh peserta. Belum dilakukan pengukuran klinis terhadap perubahan nafsu makan atau status gizi anak setelah konsumsi beras kencur instan.
Penyuluhan budidaya tanaman obat keluarga (TOGA): Telang (Clitoria ternatea) Puspariki, Jenta; Handayani, Reti Puji
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 1 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i1.94

Abstract

Latar belakang: Menanam tanaman obat di halaman rumah dapat menjadi upaya untuk meningkatkan kesehatan di lingkungan masyarakat. Bunga telang (Clitoria ternatea) diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis seperti antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi. Namun, pemanfaatan dan budidayanya masih belum optimal di masyarakat. Tujuan: Penyuluhan ini bertujuan untuk memberi informasi kepada masyarakat tentang budidaya tanaman telang sebagai tanaman obat dan potensi ekonominya. Metode: Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif dengan pendekatan ceramah interaktif dan demonstrasi penanaman. Sasaran kegiatan adalah masyarakat dan kader Desa Cilangkap, Kabupaten Purwakarta. Evaluasi dilakukan menggunakan angket respon peserta. Hasil: Dari penyuluhan yang telah dilakukan, masyarakat Sebanyak 72,2% menyatakan materi sesuai kebutuhan, 64,7% mudah dipahami, dan 66,7% disampaikan dengan menarik. Demonstrasi langsung meningkatkan pemahaman peserta secara lebih efektif. Kesimpulan: Penyuluhan dan demonstrasi budidaya bunga telang efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat serta berpotensi mendukung peningkatan kesehatan dan ekonomi keluarga.