Dian Risdiawati
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Diskriminasi Tokoh Utama dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwi Fatma: Kajian Feminisme Liberal Zahro, Fatima Tuz; Risdiawati, Dian
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 13, No 1 (2024): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v13i1.6475

Abstract

The novel Silent Than a Whisper tells about household life which is full of ups and downs facing problems related to having a baby. The aims of this research are (1) to describe the form of discrimination of the main character in the novel More Silent than a Whisper by Andina Dwifatma, and (2) to describe the factors that cause discrimination of the main character in the novel More Silence than a Whisper by Andina Dwifatma. This study uses a qualitative descriptive method with a mimetic literature research approach. The data in this study are in the form of monologues, dialogues, and narratives in Andina Dwifatma's novel More Silence than a Whisper. The data source is the novel Silent Than a Whisper by Andina Dwifatma with 155 pages thick. The data collection technique uses the note-taking technique, namely by reading the novel repeatedly, coding the text according to the instrument, and classifying the data according to the problem under study. The research results showed that Amara experienced forms of gender discrimination, namely marginalization, stereotyped views, violence and double burdens. In addition, there are factors that cause discrimination of the main character in the novel Silent and Whispered by Andina Dwifatma, namely socio-cultural factors, reproductive factors, and economic factors. AbstrakNovel Lebih Senyap dari Bisikan menceritakan tentang kehidupan rumah tangga yang penuh lika-liku menghadapi permasalahan terkait momongan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk diskriminasi tokoh utama pada novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma, dan mendeskripsikan faktor-faktor penyebab diskriminasi tokoh utama dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian sastra mimetik. Data dalam penelitian ini berupa monolog, dialog, dan narasi yang terdapat dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Sumber data berupa novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma dengan tebal 155 halaman. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat, yaitu dengan membaca novel secara berulang, memberi kode pada teks sesuai instrumen, dan melakukan klasifikasi data sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian diperoleh Amara mengalami bentuk diskriminasi gender yakni marginalisasi, pandangan stereotip, kekerasan dan beban ganda. Selain itu terdapat adanya faktor-faktor yang menyebabkan diskriminasi tokoh utama dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma yakni faktor sosial budaya, faktor reproduksi, dan faktor ekonomi.
LANGUAGE STYLE IN STUDENTS’ SHORT STORY WORK Risdiawati, Dian; Nuha, Mohammad Khadziqun
Lexeme : Journal of Linguistics and Applied Linguistics Vol. 5 No. 1 (2023): JANUARY 2023
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/ljlal.v5i1.26367

Abstract

This study aimed to describe the style implemented based on direct and indirect meaning, namely rhetorical style and figurative language short story by high school students of class XII Brawijaya Smart School (BSS) Malang based on (1) use and (2) function. The study uses qualitative method with descriptive design. The approach used is a stylistic approach. The use of the stylistic approach in this research is to see the form of the beauty of the language used in the students' short stories. The data sources of this research are short stories by the students of class XII A2 SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang in the 2020/2021 academic year, as many as 15 short stories. The instruments used to collect data are worksheets/LKS, language style codification guides, and rubrics for data collection and analysis. The result of this research show that the short story of students use rhetorical style and figurative language. The rhetorical style detectable 18 type and the most is eufemismus style and the figurative language detectable 10 type and the most is metaphor style. The function of the rhetorical style is to present ideas in a more lively and interesting way, to describe the atmosphere in a more lively and interesting way, to support or refute an idea, and to convey ideas indirectly. In addition the function of figurative language style is to present ideas in a more lively and interesting way, to describe the atmosphere in a more lively and interesting way, to suppress or refute an idea, and to convey ideas indirectly.
Kesulitan Pembelajaran Bahasa Indonesia Sistem Blended Learning di SMP Muallimin Blitar Risdiawati, Dian; Srihariyani, Nuriva
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i1.3214

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan pembelajaran di sekolah menggunakan sistem blanded learning. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor penyebab dan upaya untuk mengurangi kesulitan pembelajaran bahasa Indonesia dengan sistem blended learning di SMP Mualimin Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini diperoleh dari hasil observasi dan wawancara langsung dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Muallimin Blitar. Data kemudian dikumpulkan, dikodefikasi, dianalisis sesuai dengan rubrik analisis data, kemudian disajikan berdasarkan teori-teori yang menjadi landasan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) faktor penyebab kesulitan pembelajaran bahasa Indonesia sistem blended learning di SMP Muallimin Blitar adalah a) siswa kurang pengetahuan, b) siswa kurang berliterasi, c) dipengaruhi faktor intern dan ekstren, dan d) minimnya minat dan motivasi belajar. Selanjutnya, 2) upaya untuk mengurangi kesulitan pembelajaran bahasa Indonesia dengan sistem blended learning di SMP Muallimin Blitar diantaranya yaitu a) guru harus menyiapkan RPP sebelum melaksanakan pembelajaran, b) dapat memanfaatkan dan menggunakan media platform online dengan baik, dan c) dapat memilih strategi pembelajaran dan metode pembelajaran yang sesuai dengan pelaksanaan pembelajaran.