Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Dampak Operasional Pemasangan Recloser Smp 1 Terhadap Keandalan Jaringan Distribusi PT. PLN (Persero) ULP Mamasa I Made Giri Wahyu Suci Prayasa; I Wayan Sukadana; I Wayan Sutama; I Wayan Suriana
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.327

Abstract

Keandalan sistem distribusi tenaga listrik berperan penting dalam menjaga kontinuitas pelayanan kepada pelanggan serta meminimalkan kerugian energi. Penyulang Mamasa yang menyuplai Kabupaten Mamasa dan sebagian Polewali Mandar mengalami peningkatan gangguan permanen pada Zona 3 selama Januari–Juni 2024, yang berdampak pada tingginya nilai SAIDI, SAIFI, dan Energy Not Served (ENS). Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan efektivitas sistem proteksi jaringan. Sebagai upaya perbaikan, dilakukan pemasangan Recloser SMP 1 untuk memperkecil zona proteksi, meningkatkan selektivitas pengamanan, dan mempercepat proses isolasi gangguan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak operasional perangkat tersebut terhadap tingkat keandalan sistem distribusi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menghitung indeks SAIDI, SAIFI, dan ENS berdasarkan data gangguan permanen berdurasi lebih dari lima menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa setelah beroperasinya Recloser SMP 1, nilai SAIDI turun dari 6,703 menjadi 0,186 jam/pelanggan (97,230%), SAIFI dari 3,126 menjadi 0,129 kali/pelanggan (95,873%), dan ENS dari 8.675,635 kWh menjadi 679,211 kWh (92,171%). Seluruh indeks pasca pemasangan berada di bawah standar SPLN 68-2 Tahun 1986, sehingga sistem distribusi dapat dikategorikan andal dan memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Analisis Kinerja Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Besai Kemu Berdasarkan Data Produksi Listrik Dan Variasi Debit Air Ni Komang Putri Maharani Indraswari Marya; I Wayan Sukadana; I Wayan Suriana; Agus Putu Abiyasa
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.343

Abstract

Indonesia memiliki potensi energi air yang besar sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan nasional, salah satunya dimanfaatkan melalui PLTM Besai Kemu berkapasitas 2 x 3,5 MW yang berada di Provinsi Lampung. Namun, didalam operasional pembangkit sangat dipengaruhi fluktuasi debit sungai dan belum didukung analisis kinerja berbasis data yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional PLTM berdasarkan data historis produksi listrik dan debit air menggunakan metode deskriptif kuantitatif, regresi linear, serta analisis efisiensi energi. Hasil menunjukkan produksi maksimum pembangkit sebesar 189.447,40 kWh/hari dan minimum 0 kWh/hari dengan rata-rata 131.173,60 kWh/hari atau 61,83% dari kapasitas terpasang, serta standar deviasi 39.429,94 kWh yang menandakan fluktuasi tinggi. Model regresi menghasilkan persamaan Y = 10.052X – 29.781 dengan koefisien determinasi (R²) 0,5863, yang berarti 58,63% variasi produksi secara langsung dipengaruhi oleh perubahan debit air. Selain itu, tingkat efisiensi energi pembangkit berfluktuasi pada rentang 27,76%–99,89% dengan nilai rata-rata 78,96%. Secara keseluruhan, PLTM Besai Kemu menunjukkan kinerja operasional dan tingkat efisiensi yang tergolong baik sesuai standar.
Analisis Penggunaan Fuse Link Pada Fuse Cut Out Sistem Proteksi Gardu Distribusi Di PT. PLN (Persero) ULP Makale Yusac Febrian Tanak; I Wayan Sutama; I Nyoman Gede Adrama; I Wayan Sukadana
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.397

Abstract

Sebagai penyedia utama energi listrik nasional, PT PLN (Persero) dituntut menjaga keandalan sistem distribusi, khususnya jaringan tegangan menengah 20 kV yang paling rentan terhadap gangguan. Di wilayah ULP Makale, tingginya frekuensi gangguan yang dipengaruhi kondisi jaringan dan lingkungan, menyebabkan pentingnya evaluasi sistem proteksi gardu distribusi, terutama pada penggunaan fuse link di Fuse Cut Out (FCO). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian rating fuse link terhadap karakteristik pembebanan transformator dan arus hubung singkat pada sistem. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara teknis, serta analisis kuantitatif berdasarkan perhitungan arus beban penuh transformator dan arus hubung singkat dari impedansi sumber, trafo, dan penyulang. Hasil perhitungan menunjukkan arus nominal trafo 200 kVA sebesar 5,77 A dengan rekomendasi rating fuse link ideal 10 A (≈150% arus nominal), sedangkan kondisi terpasang sebesar 8 A. Arus hubung singkat maksimum yang diperoleh pada sisi 20 kV mencapai 845,19 A (3 fasa). Temuan ini menunjukkan bahwa rating eksisting masih mampu memberikan proteksi, namun belum sepenuhnya optimal menurut pendekatan teoritis. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkala terhadap rating fuse link berbasis data pembebanan aktual dan analisis arus hubung singkat agar sistem proteksi tetap selektif, andal, serta mampu meminimalkan durasi dan luasnya pemadaman.
Analisia Susut Energi Jaringan Tegangan Menengah Penyulang Kubu Setelah Beroperasinya Gardu Induk Kubu Studi Kasus Penyulang Kubu PT PLN (Persero) UP3 Bali Timur I Gusti Made Yoga Wijaya; I Wayan Sukadana; I Wayan Sutama; I Wayan Suriana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64391

Abstract

Dalam penyaluran tenaga listrik terdapat suatu faktor rugi daya atau susut (losses) dimana hilangnya energi yang berdampak pada tidak andalnya kualitas daya yang dihantarkan ke pelanggan. Menurut SPLN No. 72 Tahun 1987 besarnya rugi daya yang diperbolehkan untuk menentukan keandalan pada sistem distribusi yaitu 10% untuk rugi tegangan dan 5% untuk rugi daya. Pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur, observasi lapangan, wawancara, proses pengumpulan data dan pensimulasian, yang bertujuan untuk menganalisis bertujuan untuk menganalisis susut daya pada UP3 Bali Timur. Susut disebabkan oleh beberapa faktor seperti jarak saluran listrik yang terlalu jauh, panjang jaringan, ketidakseimbangan beban, sambungan (connector) konduktor yang panas dll. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan dengan beberapa cara yaitu penyisipan gardu induk, penyeimbangan beban penyulang dimana perbaikan tersebut bertujuan untuk mendapatkan besar penurunan susut/losses setelah dilakukan perbaikan dan besar saving (kWH) yang dapat disimpan PLN. Setelah dilkukan analisa maka diperoleh total penurunan susut sebesar 1.568 kW dan saving energi 11.269,60 kWh dimana panjang jaringan dan penyeimbangan beban trafo mempunyai pengaruh besar untuk menurunkan susut dari 5,61% menjadi 1,20% pada simulasi dan 1,89% pada perhitungan manual.