Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Dampak Operasional Pemasangan Recloser Smp 1 Terhadap Keandalan Jaringan Distribusi PT. PLN (Persero) ULP Mamasa I Made Giri Wahyu Suci Prayasa; I Wayan Sukadana; I Wayan Sutama; I Wayan Suriana
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.327

Abstract

Keandalan sistem distribusi tenaga listrik berperan penting dalam menjaga kontinuitas pelayanan kepada pelanggan serta meminimalkan kerugian energi. Penyulang Mamasa yang menyuplai Kabupaten Mamasa dan sebagian Polewali Mandar mengalami peningkatan gangguan permanen pada Zona 3 selama Januari–Juni 2024, yang berdampak pada tingginya nilai SAIDI, SAIFI, dan Energy Not Served (ENS). Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan efektivitas sistem proteksi jaringan. Sebagai upaya perbaikan, dilakukan pemasangan Recloser SMP 1 untuk memperkecil zona proteksi, meningkatkan selektivitas pengamanan, dan mempercepat proses isolasi gangguan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak operasional perangkat tersebut terhadap tingkat keandalan sistem distribusi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menghitung indeks SAIDI, SAIFI, dan ENS berdasarkan data gangguan permanen berdurasi lebih dari lima menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa setelah beroperasinya Recloser SMP 1, nilai SAIDI turun dari 6,703 menjadi 0,186 jam/pelanggan (97,230%), SAIFI dari 3,126 menjadi 0,129 kali/pelanggan (95,873%), dan ENS dari 8.675,635 kWh menjadi 679,211 kWh (92,171%). Seluruh indeks pasca pemasangan berada di bawah standar SPLN 68-2 Tahun 1986, sehingga sistem distribusi dapat dikategorikan andal dan memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Analisis Kinerja Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Besai Kemu Berdasarkan Data Produksi Listrik Dan Variasi Debit Air Ni Komang Putri Maharani Indraswari Marya; I Wayan Sukadana; I Wayan Suriana; Agus Putu Abiyasa
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.343

Abstract

Indonesia memiliki potensi energi air yang besar sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan nasional, salah satunya dimanfaatkan melalui PLTM Besai Kemu berkapasitas 2 x 3,5 MW yang berada di Provinsi Lampung. Namun, didalam operasional pembangkit sangat dipengaruhi fluktuasi debit sungai dan belum didukung analisis kinerja berbasis data yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional PLTM berdasarkan data historis produksi listrik dan debit air menggunakan metode deskriptif kuantitatif, regresi linear, serta analisis efisiensi energi. Hasil menunjukkan produksi maksimum pembangkit sebesar 189.447,40 kWh/hari dan minimum 0 kWh/hari dengan rata-rata 131.173,60 kWh/hari atau 61,83% dari kapasitas terpasang, serta standar deviasi 39.429,94 kWh yang menandakan fluktuasi tinggi. Model regresi menghasilkan persamaan Y = 10.052X – 29.781 dengan koefisien determinasi (R²) 0,5863, yang berarti 58,63% variasi produksi secara langsung dipengaruhi oleh perubahan debit air. Selain itu, tingkat efisiensi energi pembangkit berfluktuasi pada rentang 27,76%–99,89% dengan nilai rata-rata 78,96%. Secara keseluruhan, PLTM Besai Kemu menunjukkan kinerja operasional dan tingkat efisiensi yang tergolong baik sesuai standar.
Analisis Penggunaan Fuse Link Pada Fuse Cut Out Sistem Proteksi Gardu Distribusi Di PT. PLN (Persero) ULP Makale Yusac Febrian Tanak; I Wayan Sutama; I Nyoman Gede Adrama; I Wayan Sukadana
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.397

Abstract

Sebagai penyedia utama energi listrik nasional, PT PLN (Persero) dituntut menjaga keandalan sistem distribusi, khususnya jaringan tegangan menengah 20 kV yang paling rentan terhadap gangguan. Di wilayah ULP Makale, tingginya frekuensi gangguan yang dipengaruhi kondisi jaringan dan lingkungan, menyebabkan pentingnya evaluasi sistem proteksi gardu distribusi, terutama pada penggunaan fuse link di Fuse Cut Out (FCO). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian rating fuse link terhadap karakteristik pembebanan transformator dan arus hubung singkat pada sistem. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara teknis, serta analisis kuantitatif berdasarkan perhitungan arus beban penuh transformator dan arus hubung singkat dari impedansi sumber, trafo, dan penyulang. Hasil perhitungan menunjukkan arus nominal trafo 200 kVA sebesar 5,77 A dengan rekomendasi rating fuse link ideal 10 A (≈150% arus nominal), sedangkan kondisi terpasang sebesar 8 A. Arus hubung singkat maksimum yang diperoleh pada sisi 20 kV mencapai 845,19 A (3 fasa). Temuan ini menunjukkan bahwa rating eksisting masih mampu memberikan proteksi, namun belum sepenuhnya optimal menurut pendekatan teoritis. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkala terhadap rating fuse link berbasis data pembebanan aktual dan analisis arus hubung singkat agar sistem proteksi tetap selektif, andal, serta mampu meminimalkan durasi dan luasnya pemadaman.
Analisia Susut Energi Jaringan Tegangan Menengah Penyulang Kubu Setelah Beroperasinya Gardu Induk Kubu Studi Kasus Penyulang Kubu PT PLN (Persero) UP3 Bali Timur I Gusti Made Yoga Wijaya; I Wayan Sukadana; I Wayan Sutama; I Wayan Suriana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64391

Abstract

Dalam penyaluran tenaga listrik terdapat suatu faktor rugi daya atau susut (losses) dimana hilangnya energi yang berdampak pada tidak andalnya kualitas daya yang dihantarkan ke pelanggan. Menurut SPLN No. 72 Tahun 1987 besarnya rugi daya yang diperbolehkan untuk menentukan keandalan pada sistem distribusi yaitu 10% untuk rugi tegangan dan 5% untuk rugi daya. Pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur, observasi lapangan, wawancara, proses pengumpulan data dan pensimulasian, yang bertujuan untuk menganalisis bertujuan untuk menganalisis susut daya pada UP3 Bali Timur. Susut disebabkan oleh beberapa faktor seperti jarak saluran listrik yang terlalu jauh, panjang jaringan, ketidakseimbangan beban, sambungan (connector) konduktor yang panas dll. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan dengan beberapa cara yaitu penyisipan gardu induk, penyeimbangan beban penyulang dimana perbaikan tersebut bertujuan untuk mendapatkan besar penurunan susut/losses setelah dilakukan perbaikan dan besar saving (kWH) yang dapat disimpan PLN. Setelah dilkukan analisa maka diperoleh total penurunan susut sebesar 1.568 kW dan saving energi 11.269,60 kWh dimana panjang jaringan dan penyeimbangan beban trafo mempunyai pengaruh besar untuk menurunkan susut dari 5,61% menjadi 1,20% pada simulasi dan 1,89% pada perhitungan manual.
Pengembangan Perangkat Lunak Simulasi Berbasis Virtual Reality untuk Pelatihan Medis dan Pembelajaran Interaktif I Gede Partha Sindu; I Wayan Sukadana; Agus Adiarta; Dewa Ayu Putu Adhiya Garini Putri
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v7n1.374

Abstract

The rapid advancement of Virtual Reality (VR) technology has created significant opportunities to enhance learning and training effectiveness in healthcare and educational settings. This study aims to develop a VR-based simulation software system for medical training and interactive learning that provides an immersive, interactive, and safe learning experience. The system was developed using the Agile software development approach, consisting of requirements analysis, system and user interface design, VR module development, VR hardware integration, and system testing and evaluation. The application was implemented using Unity 3D as the game engine, Blender for 3D modeling, and Meta Quest as the VR platform. System evaluation was conducted through functional testing, VR device compatibility testing, User Acceptance Testing (UAT), and user experience assessment using the User Experience Questionnaire (UEQ). The results demonstrate that the developed system operated successfully and achieved a user acceptance score of 88.16%, which falls within the “Very Good” category. Furthermore, the UEQ results indicated positive evaluations across all user experience dimensions, including attractiveness, perspicuity, efficiency, dependability, stimulation, and novelty. These findings suggest that VR technology has strong potential as an effective and innovative medium for medical training and interactive learning while supporting the digital transformation of healthcare education. The developed system provides a practical foundation for integrating immersive technologies into educational and clinical training environments.
Evaluation of Outages Based on the Saidi and Saifi Reliability Indices at PT. PLN (Persero) ULP Woha Kamdanun Kamdanun; I Wayan Sukadana
Journal of World Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v5i7.1698

Abstract

The reliability of the electricity distribution system is a key factor determining the quality of service provided to customers. In medium-voltage networks, disturbances caused by external factors, particularly animal-related interference, remain a significant challenge that contributes to increased System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) and System Average Interruption Duration Index (SAIDI) values. This study aimed to evaluate the effectiveness of protective sleeve installation as a preventive measure for reducing feeder disturbances and improving distribution system reliability at PT PLN (Persero) ULP Woha. A quantitative descriptive approach was employed by analyzing and comparing disturbance data before and after protective sleeve installation during the 2024–2025 period. The findings revealed a significant reduction in the frequency and duration of disturbances following the installation of protective sleeves. Correspondingly, the improved SAIFI and SAIDI values indicated enhanced operational reliability of the distribution system. The results demonstrated that protective sleeves provided a practical and cost-effective solution for mitigating animal-related disturbances in medium-voltage distribution networks. The implications of this study include recommendations for PT PLN to adopt protective sleeves as a standard mitigation measure for animal-related disturbances across various customer service units and to support the development of more effective distribution network maintenance strategies.
Analisis Sistem Pencahayaan Flood Light Berdasarkan Parameter Teknik Pencahayaan di Lapangan Samudra Kuta I Kadek Davila Dylan Jawara Iswara; I Wayan Suriana; I Wayan Dikse Pancane; I Wayan Sukadana
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v4i3.1598

Abstract

This study aims to analyze the performance of lighting quality and electrical energy efficiency resulting from the modernization of the Floodlight system from Metal Halide (MH) to Light Emitting Diode (LED) at Samudra Kuta Field. The evaluation was conducted by comparing the nominal installed power parameters and direct measurement results of illuminance (lux) across 15 grid points in accordance with the CIE 067-1986 method. The results show that replacing 16 units of 1,000 W MH lamps with 400 W LED lamps on four 16-meter towers successfully reduced the total installed power from 16 kW to 6.4 kW, representing a 60% reduction (9.6 kW). On the other hand, lighting quality improved significantly; average illuminance () increased by 84.47% from 124.5 lux to 229.67 lux, and Uniformity () increased by 125% from 0.36 to 0.81. The actual performance of this LED system meets the standard for non-competitive soccer field lighting ( and ). Converting to LED proves to be an effective solution for enhancing lighting quality while reducing installed electrical power.
Evaluasi Kinerja Peralatan 20 kV di Gardu Induk Pemaron terhadap Dampak Penambahan Pembangkit 110 MW Ari Saputra Gunarta; I Wayan Sukadana; I Nyoman Gede Adrama; I Wayan Sutama
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 8 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i8.32962

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi listrik di Sistem Bali yang terus berkembang mendorong perlunya penambahan kapasitas pembangkit guna menjaga keandalan pasokan tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja peralatan distribusi 20 kV di Gardu Induk Pemaron akibat integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sewa berkapasitas 110 MW. Evaluasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) melalui simulasi aliran daya dan arus hubung singkat pada tiga skenario operasi, yaitu pembangkitan 60 MW, 110 MW, serta 110 MW pada kondisi salah satu transformator daya tidak beroperasi (kontingensi N-1). Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi normal dengan kedua transformator beroperasi, pembebanan transformator daya, Circuit Breaker (CB), dan Current Transformer (CT) masih berada dalam batas kemampuan peralatan. Namun, arus hubung singkat mengalami peningkatan dari 19,20 kA menjadi 23,66 kA pada skenario 110 MW, dan mencapai 33,21 kA pada kondisi kontingensi. Selain itu, nilai arus gangguan tersebut telah melampaui kemampuan pemutusan Load Break Switch (LBS) yang terpasang sebesar 16 kA. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengoperasian PLTD 110 MW masih layak dilakukan pada kondisi normal, sedangkan pada kondisi kontingensi diperlukan pembatasan operasi dan peningkatan spesifikasi LBS untuk menjaga keandalan serta keamanan sistem distribusi tenaga listrik.