Keandalan sistem distribusi tenaga listrik berperan penting dalam menjaga kontinuitas pelayanan kepada pelanggan serta meminimalkan kerugian energi. Penyulang Mamasa yang menyuplai Kabupaten Mamasa dan sebagian Polewali Mandar mengalami peningkatan gangguan permanen pada Zona 3 selama Januari–Juni 2024, yang berdampak pada tingginya nilai SAIDI, SAIFI, dan Energy Not Served (ENS). Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan efektivitas sistem proteksi jaringan. Sebagai upaya perbaikan, dilakukan pemasangan Recloser SMP 1 untuk memperkecil zona proteksi, meningkatkan selektivitas pengamanan, dan mempercepat proses isolasi gangguan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak operasional perangkat tersebut terhadap tingkat keandalan sistem distribusi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menghitung indeks SAIDI, SAIFI, dan ENS berdasarkan data gangguan permanen berdurasi lebih dari lima menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa setelah beroperasinya Recloser SMP 1, nilai SAIDI turun dari 6,703 menjadi 0,186 jam/pelanggan (97,230%), SAIFI dari 3,126 menjadi 0,129 kali/pelanggan (95,873%), dan ENS dari 8.675,635 kWh menjadi 679,211 kWh (92,171%). Seluruh indeks pasca pemasangan berada di bawah standar SPLN 68-2 Tahun 1986, sehingga sistem distribusi dapat dikategorikan andal dan memenuhi kriteria yang ditetapkan.