Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM UPACARA ADAT SUNDA DI MA MIFTAHUL HUDA Fauzan Muhammad Iqbal; Aris Riswandi Sanusi; Erwin Susanto
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7844

Abstract

Proyek penguatan profil pelajar Pancasila melalui kearifan lokal upacara adat sunda di madrasah aliyah Miftahul Huda. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat proyek penguatan profil pelajar Pancasila dengan mengintegrasikan kearifan lokal melalui upacara adat Sunda di Madrasah Aliyah Miftahul Huda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan upacara adat Sunda sebagai bagian dari kegiatan Proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat menanamkan dan apresiasi siswa terhadap nilai-nilai Kearifan lokal. Wawancara dengan guru dan siswa menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam upacara adat mendorong siswa untuk lebih menghargai budaya lokal dan menerapkan nilai-nilai seperti gotong royong, dan semangat kebangsaan dalam kehidupan. Dokumentasi yang dikumpulkan memperlihatkan bahwa upacara adat ini juga berperan dalam memperkuat identitas budaya. Kesimpulan dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila dengan tema kearifan lokal upacara adat Sunda berhasil menanamkam nilai-nilai kebudayaan
Besaran Keberhasilan Pendidikan Pancasila Dalam Meningkatkan Rasa Nasionalisme Generasi Alpha Di Era Digital: Penelitian Helen Cristin Siboro; Erwin Susanto; Aris Riswandi Sanusi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2711

Abstract

Penelitian ini mengkaji besaran keberhasilan pendidikan Pancasila dalam meningkatkan rasa nasionalisme pada generasi Alpha di era digital. Generasi Alpha sebagai generasi yang lahir dan tumbuh di dunia digital menghadapi tantangan globalisasi dan masuknya budaya asing yang dapat memengaruhi identitas kebangsaan mereka. Pendidikan Pancasila berperan strategis sebagai alat pembentuk karakter dan pengokoh nilai-nilai kebangsaan yang relevan dengan perkembangan zaman. Metode penelitian kuantitatif dengan survei terhadap 144 siswa kelas sembilan SMP menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara keberhasilan pendidikan Pancasila dengan tingkat nasionalisme siswa. Hasil analisis statistik mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran Pancasila berdampak signifikan dalam menumbuhkan sikap cinta tanah air, toleransi, sikap rela berkorban, keterlibatan sosial, dan kepedulian terhadap keberagaman. Oleh karena itu, pendidikan Pancasila perlu terus dikembangkan dengan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan pemanfaatan media digital agar nilai-nilai nasionalisme dapat tertanam secara efektif dalam diri generasi Alpha Penelitian dilakukan membuktikan keberhasilan pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam meningkatkan rasa nasionalisme generasi alpha di era digital. Variabel yang di teliti yaitu pembelajaran pendidikan Pancasila (X) dan rasa nasionalisme (Y). Berdasarkan hasil penelitian melalui analisis hasil survei 98% Pembelajaran pendidikan Pancasila mempengaruhi sikap Nasionalisme generasi alpha di SMPN 1 Karawang Barat. Penelitian berikut memberikan pandangan baru dalam memupuk rasa nasionalisme pada generasi alpha. Hasil dari penelitian Pembelajaran Pendidikan Pancasila terdapat lima hal yang harus ditanamkan pada generasi alpha di antaranya: cinta tanah air, rela berkorban, toleransi atau menghargai keberagaman, terlibat dan peduli sosial.
PENTINGNYA MENJADI UPSTANDER SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGATASI PERUNDUNGAN DI SMK BINA ILMU MANDIRI Fitri Silvia Sofyan; Aris Riswandi Sanusi
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v6i1.6227

Abstract

Perundungan ataupun Bullying memang seringkali terjadi dilingkungan sekitar kita, tidak terkecuali di kalangan peserta didik. Perilaku perundungan ini memberikan dampak dan akan mempengaruhi kondisi anak yang bisa mengakibatkan turunnya prestasi akademis ataupun non akademis. Berdasarkan data yang diambil dari UNICEF (2015) menyebutkan bahwa ternyata 50% siswa pernah mengalami perundungan di sekolah. Setiap remaja menanggapi perundungan dengan cara yang berbeda-beda, respon yang diberikan pun berbeda-beda. Mulai dari merasa tidak terusik, terganggu, dan lebih parah lagi sampai melakukan tindakan bunuh diri. Kasus perundungan atau bullying disekolah masih banyak terjadi di Indonesia. Berdasarkan data yang diambil dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2022 menunjukkan adanya 226 kasus kekerasan fisik, psikis, termasuk perundungan
PENGUNAAN PHOTO VOICE: BINGKAI BUMI NUSANTARA DALAM KEBERAGAMAN INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN WAWASAN KEBANGSAAN MAHASISWA Fitri Silvia Sofyan; Aris Riswandi Sanusi
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v7i1.9943

Abstract

Pancasila dengan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan dengan tegas realitas multikultural bangsa Indonesia. Kenyataan tersebut dilukiskan di dalam semboyan negara yang berbunyi “Bhinneka Tunggal Ika”. Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), makna dan hakikat serta pengejawantahan wawasan kebangsaan tersebut penting dipahami oleh setiap warga negara Indonesia. Dalam hal ini generasi muda memiliki kedudukan sebagai salah satu unsur warga negara yang berperan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun tujuan dari pengabdian ini yaitu menjadikan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa untuk terus meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan Indonesia. Pengabdian ini dilakukan dengan melakukan kegiatan pameran Photo Voice dengan Tema “Bingkai Bumi Nusantara dalam Keberagaman Indonesia”. Photo Voice merupakan sebuah metode yang melihat permasalahan dari sudut pandang partisipan dengan menggunakan foto sebagai media untuk mengungkapkan pengalaman partisipan secara langsung tanpa ada intervensi dari pihak lain. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatnya pemahaman akan pentingnya wawasan kebangsaan di kalangan mahasiswa yang berada dilingkungan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Peran Guru dalam Meningkatkan Kesadaran Siswa tentang Dampak Bullying di SMA Negeri 1 Pebayuran Karyadi Karyadi; Aris Riswandi Sanusi; Tridays Repelita
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v4i2.5006

Abstract

The research aims to find out the role of Pancasila and Citizenship Education (PPKn) teachers in increasing student awareness of the impact of bullying behavior at SMA Negeri 1 Pebayuran, Bekasi Regency, West Java. The research uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection was carried out through observation and in-depth interviews. The informants in this study consisted of six people, namely the deputy principal for curriculum, two PPKn teachers, and three students (one male and two female). The interviews were conducted directly to obtain in-depth information about the role of PPKn teachers in educating and forming students' awareness of the negative impact of bullying. The results of the study show that PPKn teachers have an important role in improving students' understanding of human values, tolerance, and justice. These values are the basis for responding to and preventing bullying behavior in the school environment. PPKn teachers not only convey material theoretically but also instill moral values in students' daily lives.
Peranan Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Karawang Dalam Memberikan Pendidikan Politik Kepada Pemilih Disabilitas Ahmad Fariji; Aris Riswandi Sanusi; Lusiana Rahmatiani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.3791

Abstract

The author conducted research examining the role of the Election Supervisory Board of Karawang Regency in providing political education to voters with disabilities. This study applies a qualitative method. The qualitative approach is used to describe and understand the phenomena emerging in the research based on information provided by the research subjects. The subjects of this research are the Chairman of the Karawang Regency Election Supervisory Board (Bawaslu), the Coordinator of the Prevention, Community Participation, and Public Relations Division, and the Coordinator of the Violation Prevention, Data, and Information Division. The findings of the study reveal that the Karawang Regency Election Supervisory Board plays a very important role in the process of political education for individuals with disabilities. Bawaslu Karawang implements a political education concept that focuses on inclusivity and accessibility for people with disabilities. These efforts include providing educational materials in accessible formats and collaborating with the General Election Commission (KPU) to ensure that polling stations (TPS) are disability-friendly. Political education is tailored to meet the specific needs of individuals with disabilities, ensuring that they understand their rights and how to participate in elections. Participatory supervision involves individuals with disabilities in the election monitoring process, giving them direct insight into the electoral mechanisms and the importance of each stage in maintaining fairness and transparency. This also helps them understand their rights and responsibilities as voters, as well as how to report violations. Keywords: Bawaslu’s Role, Political Education, Disability
Peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sebagai Motivator Dalam Meningkatkan Civic Disposition Bagi Peserta Didik Kelas XI di SMA Negeri 1 Rawamerta Ahmad Setiawan; Aris Riswandi Sanusi; Yogi Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6223

Abstract

Abstract The author conducts research by examining the role of Pancasila and citizenship education teachers as motivators in improving civic disposition for class XI students at SMA Negeri 1 Rawamerta. This research uses descriptive qualitative research and uses data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The subjects in this study were Pancasila and citizenship education teachers, vice principal for curriculum, and grade XI students. The findings in this study that Pancasila and civic education teachers have a very important role in the education and learning process by providing direction and encouragement to students to have good civic character and not only focus on knowledge but on real practice by providing good examples so that civic disposition in students will be achieved. The program is produced through a friendly habituation program between teachers and students, making civic projects, and habituation to the flag ceremony. With this activity program, it is hoped that students will be able to have good civic character. Keywords: The role of Civics Teacher, Civic Dispositon, Students Abstrak Penulis melakukan penelitian dengan mengkaji peran guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sebagai motivator dalam meningkatkan civic disposition bagi peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Rawamerta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif serta menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan peserta didik kelas XI. Hasil temuan di dalam penelitian ini bahwa guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan mempunyai peran sangat penting dalam proses pendidikan dan pembelajaran dengan memberikan arahan serta dorongan kepada siswa untuk memiliki karakter kewarganegaraan yang baik dan tidak hanya terfokus pada pengetahuan saja melainkan pada praktik yang nyata dengan memberikan teladan yang baik sehingga civic disposition pada peserta didik akan tercapai. Program yang dihasilkan melalui program pembiasaan ramah Tamah diantara guru dan peserta didik, pembuatan project kewarganegaraan, dan pembiasaan upacara bendera. Dengan program kegiatan tersebut diharapkan peserta didik mampu untuk mempunyai karakter kewarganegaraan yang baik. Kata kunci: Peran Guru PPKn, Civic Disposition, Peserta Didik
Pengaruh Media Snakes and Leadders dalam Pembelajaran PPkn untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Agus Supriatna; Nadya Putri Saylendra; Aris Riswandi Sanusi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i2.6952

Abstract

Riset ini tujuannya untuk mengetahui pengaruh media ular dan kijang terhadap minat belajar anak dalam mempelajari mata pelajaran PKn. Riset ini dilakukan di SMPN 1 Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat 41361, beralamat di Jl. Sukadana I. Pinayungan, Telukjambe Timur. Riset ini memakai teknik kuantitatif. Untuk melaksanakan penelitian, khususnya memakai desain quasi eksperimen. Populasi riset ini yaitu 460 siswa. Dalam riset ini, empat puluh siswa kelas VIII C sebagai kelompok kontrol, sedangkan empat puluh satu siswa kelas VIII A sebagai kelompok eksperimen. Untuk memperbandingkan tingkat minat belajar kedua kelas penelitian, data riset ini dikumpulkan dengan memakai angket posttest. Berdasarkan hasil penelitian, 59,7 persen pengaruh media ular dan kijang terhadap motivasi belajar siswa berasal dari media ular dan kijang, sedangkan 40,3 persen berasal dari sumber lain. Jadi, jika mencari pendekatan baru untuk menarik perhatian siswa dan menumbuhkan pemahaman mereka dalam pelajaran kewarganegaraan, cobalah memakai Ular Tangga. Kata Kunci: Media Snakes and Leadders, Pembelajaran PPKn, Minat Belajar