Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Aktivitas Ekstrak Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus Blume.) Pada Model Hewan Resistensi Insulin yang Diinduksi Pakan Tinggi Lemak dan Fruktosa Istiqomah, Aulia Nurfazri
Berkala Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2023): Berkala Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia (BIMFI)
Publisher : Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48177/bimfi.v10i2.114

Abstract

Introduction: Various herbal plants are known to have activity towards increasing insulin sensitivity so that they have the potential to be used for the treatment of diabetes. One of the medicinal plants with this activity is the keji beling leaves (Strobilanthes crispus Blume). Several previous studies have used animal models of insulin resistance due to consumption of high- fat and fructose foods. Therefore, the purpose of this study was to determine the activity of ethanol extract of keji beling leaves on increasing insulin sensitivity in animal models of insulin resistance induced by high-fat and fructose diets. Methods: The method used to create insulin resistance animal models is by giving a high-fat and fructose diet 1800 mg/kgBB preventively for 42 days. The test animals were grouped into 6 groups, namely the negative control group, positive control, metformin 45mg/kgBW, Keji Beling Leaf Ethanol Extract 75mg/kgBB, 150mg/kgBW and 300mg/kgBW. The parameters observed were the value of fasting blood glucose levels on days 0 and 42 and the constant value of the insulin tolerance test (KTTI) on days 0, 21 and 42. Result: Ethanol extract of keji beling leaves had activity towards increasing insulin sensitivity, namely the dose of 75 mg/kgBW with an average reduction value of 12.57, a dose of 150 mg/kg BW with a value of 14.88 and a dose of 300 mg/kg BW with a value of 17.66. Conclusion: The ethanol extract of keji beling leaves has activity in increasing insulin sensitivity with the most effective dose being 150 mg/kgBW.
DAUR ULANG MINYAK JELANTAH : EDUKASI DAN PEMANFAATAN LIMBAH MENJADI PRODUK RAMAH LINGKUNGAN Istiqomah, Aulia Nurfazri; Pratama, Reza
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 11, No 03 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v11i03.8783

Abstract

Minyak jelantah, yang sering dianggap sebagai limbah rumah tangga, dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Namun, limbah ini memiliki potensi untuk didaur ulang menjadi produk bermanfaat seperti sabun. Tim dosen Fakultas Farmasi Universitas Bhakti Kencana melaksanakan edukasi dan pelatihan di Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan minyak jelantah. Kegiatan ini melibatkan pengumpulan bahan pada 15 November 2024 dan pelaksanaan edukasi serta pelatihan pada 21 November 2024. Hasil kuisioner menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman warga mengenai risiko penggunaan minyak jelantah berulang dan cara pengolahannya menjadi sabun. Pendekatan ini tidak hanya mengedukasi warga tentang pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis untuk menghasilkan produk ramah lingkungan yang bernilai ekonomis. Edukasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Potensi Anti-inflamasi Ekstrak Euphorbia heterophylla Desf.: Penelitian In Vitro dan In Vivo Susilawati, Elis; Pertiwi, Intan; Istiqomah, Aulia Nurfazri; Susilawati, Yasminwar; Levita, Jutti; Sumiwi, Sri Adi
Journal of Pharmascience Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.23814

Abstract

Masyarakat secara tradisional menggunakan daun Kate Mas (Euphorbia heterophylla Desf.) untuk mengatasi kesulitan buang air besar. Penelitian sebelumnya melaporkan daun E. heterophylla memiliki aktivitas antioksidan DPPH dan anti-inflamasi pada tikus diinduksi karagenan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak E. heterophylla (EEH) secara in vitro pada suspensi sel darah merah yang diinduksi larutan hipotonik, serta untuk mengevaluasi efek EEH dalam uji in vivo pada hewan yang diinduksi dengan larutan putih telur 1%. Studi in vitro menggunakan metode HRBC (Human Red Blood Cell) dengan darah yang dirusak larutan hipotonik sebagai media uji yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-vis pada panjang gelombang 560 nm. Metode in vivo dilakukan pada tikus yang dibagi secara acak menjadi lima kelompok (n=5): kelompok kontrol positif (Na-CMC), kelompok pembanding (diklofenak natrium 4,5 mg/kg BB), dan tiga kelompok uji (EEH 50, 100, 200 mg/kg BB). Semua kelompok diinduksi dengan putih telur 1% pada telapak kaki tikus. Parameter yang diukur adalah nilai IC50 dan persentase inhibisi edema pada kaki tikus setiap 30 menit selama 180 menit. Hasil: Skrining metabolit sekunder pada EEH menunjukkan adanya flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, kuinon, dan steroid/triterpenoid. EEH menunjukkan nilai IC50 yang tergolong aktif sebagai anti-inflamasi dan mampu mengurangi volume edema. Kesimpulan: EEH berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengobatan anti-inflamasi. Kata Kunci: Anti-Inflamasi, Euphorbia heterophylla, Putih Telur, Larutan Hipotonik, Human Red Blood Cell The community traditionally uses Kate Mas (Euphorbia heterophylla Desf.) leaves to alleviate constipation. Previous studies reported that E. heterophylla leaves possess DPPH antioxidant and anti-inflammatory activities in carrageenan-induced rats. This study aims to analyze the effect of E. heterophylla extract (EEH) administration in vitro on red blood cell suspensions induced by a hypotonic solution, and to evaluate the effects of EEH in vivo on animals induced with 1% egg white solution. The in vitro study was conducted using the Human Red Blood Cell (HRBC) method, where red blood cells were subjected to damage by a hypotonic solution as the test medium. The measurement was performed using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 560 nm. The in vivo method was conducted on rats randomly divided into five groups (n=5): positive control group (Na-CMC), comparison group (diclofenac sodium 4.5 mg/kg BW), and three test groups (EEH 50, 100, 200 mg/kg BW). All groups were induced with 1% egg white on the rat's paw. The parameters measured were the IC50 value and the percentage of edema inhibition in the rat’s paw every 30 minutes for 180 minutes. Results: Secondary metabolite screening of EEH showed the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, quinones, and steroids/triterpenoids. EEH demonstrated an IC50 value classified as active anti-inflammatory and was able to reduce edema volume. Conclusion: EEH has the potential to be developed as an anti-inflammatory treatment.
POTENSI ANTIATEROGENIK KOMBINASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT DAN DAUN PEGAGAN DALAM MENURUNKAN RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR PADA MODEL HEWAN TIKUS OBES Lestari, Kharina Septi; Istiqomah, Aulia Nurfazri; Farihah, Ai Siti; Ramadhan, Dika Azhar; Kaniawati, Marita; Sulaeman, Agus
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v11i1.2882

Abstract

Obesity is a major risk factor for atherosclerosis and cardiovascular disease, characterized by dyslipidemia and oxidative stress. This study aimed to evaluate the anti-atherogenic effects of a combination of ethanol extracts of turmeric rhizome (Curcuma longa) and gotu kola leaves (Centella asiatica) in obese–hyperlipidemic rats.  Male rats were divided into seven groups: normal, induction, comparator (orlistat 10.8 mg/kgBW), and treatment groups receiving single and combined extracts (ERK, EDP, ERKDP 200:100, ERKDP 100:200 mg/kgBW). Obesity and hyperlipidemia were induced using a high-fat and fructose diet for 60 days. Parameters measured included body weight, lipid profile (TG, HDL, LDL, total cholesterol), Atherogenic Index of Plasma (AIP), and aortic histology. The induction group showed significant increases in body weight, triglycerides, LDL, and AIP (P<0.05). All treatment groups significantly improved lipid profiles and reduced AIP compared to the induction group. The ERKDP 100:200 mg/kgBW combination showed the most optimal effect, with a 51.83% reduction in LDL, a 54.60% decrease in AIP, and a 146% increase in HDL. Histological analysis also demonstrated reduced foam cell formation and improved aortic structure in this group. In conclusion, the combination of turmeric and gotu kola extracts, particularly at a dose of 100:200 mg/kgBW, exhibits significant anti-atherogenic potential through lipid profile improvement, AIP reduction, and vascular protection.
UJI AKTIVITAS INHIBISI TIROSINASE EKSTRAK ETANOL RIMPANG PACING (Costus speciosus) Lestari, Kharina Septi; Wahyudi, Vierly Stephany Putri; Kaniawati, Marita; Istiqomah, Aulia Nurfazri; Pratama, Reza
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1235

Abstract

Melanin merupakan pigmen utama yang menentukan warna kulit, namun produksinya yang berlebihan dapat menyebabkan hiperpigmentasi seperti melasma. Enzim tirosinase memiliki peran penting dalam biosintesis melanin, sehingga penghambatan aktivitas enzim ini menjadi target utama dalam penanganan hiperpigmentasi. Rimpang pacing (Costus speciosus) diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin yang dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan serta berpotensi menghambat aktivitas tirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas inhibitor tirosinase dari ekstrak etanol rimpang pacing (Costus speciosus), menentukan nilai persen inhibisi, serta nilai IC₅₀-nya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang dilakukan secara in vitro. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Penapisan fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid, dan senyawa fenolik. Uji aktivitas tirosinase dilakukan secara in vitro menggunakan metode ELISA dengan substrat L-DOPA dan enzim mushroom tyrosinase, serta pengukuran absorbansi pada panjang gelombang 490 nm. Data persen inhibisi dihitung dari nilai absorbansi hasil pengujian, kemudian digunakan untuk menentukan nilai IC₅₀ melalui analisis hubungan antara konsentrasi sampel dan persen inhibisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang pacing memiliki aktivitas penghambatan enzim tirosinase dengan persentase inhibisi tertinggi sebesar 65,91% pada konsentrasi 10.000 ppm. Aktivitas penghambatan ekstrak tergolong lebih lemah dibandingkan kontrol positif asam kojat yang memiliki nilai IC₅₀ sebesar 45,96 ppm. Dengan demikian, ekstrak rimpang pacing memiliki potensi sebagai agen anti-hiperpigmentasi alami, namun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitasnya.