Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pelayanan Keperawatan Rawat Inap Penyakit Dalam RS Islam Metro Tahun 2024 Sari, May Tantika; Sulastri, Diah; Amatiria, Gustop
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15898

Abstract

Perawat yang imemiliki kemampuaan komunikasi terapeutik tidaki hanya akan membangun hubungan kepercayaan dengani pasien dan membawa kepuasan kerja terhadap pelayanan keperawatan idan citra rumah sakit. Penelitian ini bertujuan iuntuk mengetahui Hubungan Komunikasi iPerawat Terhadap Kepuasan Pelayanan Keperawatan Rawat Inap Penyakit Dalam Rs Islami Metro. Jenis iPenelitian ini iadalah kuantitatif dengan desaini crossectional. Berdasarkan hasil uji statistic didapatkan P-Value 0i.000 atau iP-Value < nilai a (0,05) yang artinya terdapat hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap kepuasan pasieni di Rumah Sakit Islam MetroiTahun 2024 dengan nilai OR 12.075. iKesimpulan ibahwa ada Hubungan antara ikomunikasi terapeutik terhadapi kepuasan pelayanan keperawatan.
Efektivitas pendekatan mindfulness therapy terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Dewi, Komala; Sulastri, Diah; Sari, Nova Nurwinda
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1808

Abstract

Background: Hypertension is a chronic condition characterized by increased blood pressure in the walls of the arteries. Hypertension is treated in two ways: pharmacological and non-pharmacological. Purpose: To determine the effectiveness of mindfulness therapy in reducing blood pressure in the elderly at the Tresna Werdha Lampung Elderly Social Services Unit (UPTD) in 2024. Method: Quantitative research, with a quasi-experimental design using a non-equivalent control group pretest-posttest approach. The population in this study was all 33 elderly respondents with hypertension. The sampling technique used was total sampling. The average systolic blood pressure after mindfulness therapy was 128, with a minimum value of 120 and a maximum of 145. Meanwhile, the average diastolic blood pressure after mindfulness therapy was 82.666, with a minimum value of 80 and a maximum value of 90. Results: Based on the Independent Sample T-Test, the significance value for the control group was 0.000, while the significance value for the intervention group was 0.000, or a significance value <0.05. Conclusion: Mindfulness therapy has an effect on blood pressure in elderly people with hypertension at the UPTD PSLU Tresna Werdha, Natar District, South Lampung Regency in 2024.   Keywords: Mindfulness Therapy; Blood Pressure Reduction; Hypertension.   Pendahuluan: Hipertensi adalah kondisi kronis yang ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah di dinding pembuluh darah arteri. Pengobatan hipertensi dilakukan dengan dua cara yaitu pengobatan secara farmakologis dan pengobatan non farmakologis. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi mindfulness terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Lampung tahun 2024 Metode: Penelitian Kuantitatif dengan desain atau rancangan penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan Non-equivalent Control Group Pretest –Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami hipertensi berjumlah 33 responden. Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling. Diketahui bahwa rata-rata (mean) tekanan darah sistolik sesudah diberikan terapi mindfulness adalah 128 dengan nilai minimal 120 dan maksimal 145. Sedangkan rata-rata (mean) tekanan darah diastolik sesudah diberikan terapi mindfulness adalah 82.666 dengan nilai minimal 80 dan maksimal 90. Hasil: Berdasarkan Uji Independent Sample T-Test didapatkan kelompok kontrol nilai signifikansi sebesar 0.000, kemudian pada kelompok intervensi nilai signifikansi sebesar 0.000 atau nilai signifikan < 0.05. Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian terapi mindfulness terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.   Kata Kunci: Terapi Mindfulness; Penurunan Tekanan Darah; Hipertensi.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDKAN PERAWAT DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD MAYJEND H.M RYACUDU KABUPATEN LAMPUNG UTARA ., Solehah; Yuliani, Eka; Sulastri, Diah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v15i1.436

Abstract

Dokumentasi merupakan catatan yang dapat digunakan sebagai bukti hukum oleh tenaga kesehatan, berisi data lengkap dan nyata tentang kondisi pasien serta proses perawatannya dari masuk hingga keluar rumah sakit. Di indonesia saat ini,terdapat permasalahan yaitu masih banyak perawat yang kurang memahami cara pendokumentasikan yang benar. Pelaksanaan dokumentasi asuhan keperwatan merupakan indikator kinerja perawat salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan perawat dengan pendokumtasian asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Mayjend H.M Ryacudu Kabupaten Lampung Utara.Jenis penelitian adalah analitik korelasi dengan metode penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang berkerja diruang rawat inap RSUD Mayjend H.M Ryacudu Kabupaten Lampung Utara, dengan jumlah populasi 112 perawat dihitung menggunakan rumus slovin untuk menentukan jumlah sempel didapatkan hasil 53 responden.Teknik pengambilan sempel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat (chi square).Hasil penelitian diperoleh sebanyak 24 responden ( 45,3%) dengan tingkat pendidikan Diploma III, responden yang memiliki Pendokumentasaian asuhan keperawatan kurang baik sebanyak 24 responden (45,3%). Berdasarkan uji statistik, didapatkan hasil p-velue 0,000 (sig < 0,05) Ha diterima, yang artinya terdapat hubungan secara signifikan antara tingkat pendidikan perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Mayjend H.M Ryacudu Kabupaten Lampung Utara. Disarankan menambah pengetahuan tentang dokumentasi asuhan keperawatan melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, atau seminar agar dapat melakukan pendokumentasian dengan baik.
Effect of Structured Diabetic Foot Exercise on Ankle–Brachial Index and Foot Sensitivity in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Lestari, Intan Desi Tri; Sari, Nova Nurwinda; Sulastri, Diah
Genius Journal Vol. 7 No. 2 (2026): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v7i2.1075

Abstract

Objective: Type II Diabetes Mellitus is a chronic disease with an increasing incidence each year and can lead to complications such as neuropathy and peripheral circulatory disorders in the lower extremities. Structured diabetic foot exercise is a non-pharmacological intervention that has the potential to improve foot perfusion and sensitivity. This study aimed to determine the effect of structured diabetic foot exercise on the Ankle Brachial Index (ABI) values and foot sensitivity in patients with Type II Diabetes Mellitus at Kedaton Public Health Center. Method: This research employed a quantitative method with a pre-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The study population consisted of patients with Type II Diabetes Mellitus without diabetic ulcers. A total of 30 respondents were selected using purposive sampling. Data analysis included descriptive analysis and the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of 95% (p-value < 0.05). Result The results showed that before the intervention, 14 respondents (46.7%) had normal ABI values (>1.0) and 14 respondents (46.7%) were in the borderline category (0.6–0.8). Most respondents (66.7%) had neuropathy (>3 points) in the pretest foot sensitivity assessment. After the intervention, 27 respondents (90.0%) had normal ABI values (>1.0), and 21 respondents (70.0%) were categorized as non-neuropathy (>7 points) in the posttest assessment. The Wilcoxon Signed Rank Test revealed p-values of <0.002 and <0.000. It can be concluded that structured diabetic foot exercise significantly affects ABI values and foot sensitivity in patients with Type II Diabetes Mellitus at Kedaton Public Health Center in 2025. Conclusion: Structured diabetic foot exercise can be recommended as an alternative intervention to improve ABI values and foot sensitivity in diabetic patients.