Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH TANAH GARDU INDUK 150 KV KECAMATAN TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR Wahyudi, Sopyan; Prihatin, Kukuh; Pranoto, Yudi
JURNAL INERSIA Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan dinding penahan tanah (DPT) di Kelurahan Timbau Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara. Kondisi memiliki lereng yang terindikasi terjadi longsor.Perhitungan ini bertujuan untuk menentukan tipe DPT yang sesuai,menentukan dimensinya,menghitung stabilitas geser, stabilitas guling, stabilitas daya dukung tanah, stabilitas kelongsoran,tiang bor serta menghitung penulangannya.Perhitungan stabilitas lereng menggunakan metode irisan Fellinius (1927), koefesien tekanan tanah menggunakan teori Coulomb, daya dukung tanah menggunakan teori Terzaghi (1943), perhitungan tiang bor menggunakan metode Meyerhof (1976;1983) dan penulangan menggunakan SNI 03-2847-2002.Ketinggian lereng mencapai 9,4 meter, maka DPT tipe kantilever dengan model trap dengan dimensi trap 1, H = 6,0 m, B = 4,2 m dan D = 0,6 m dan dimensi trap 2, H = 6,0 m, B = 4,2 m dan d = 0,6 m. Didapatkan nilai trap 1 yaitu FKgeser = 1,512 ; FKguling = 1,838; FKDDT = 2,778 dan Didapatkan nilai trap 2 yaitu FKgeser = 1,507 ; FKguling = 1,899 ; FKDDT =2,844.Digunakan pondasi tiang bor untuk memperkuat daya dukung tanahnya dengan diameter trap 1 = 0.4 m dengan panjang = 8 m dan diameter trap 2 = 0.4 m, dengan panjang = 4 m. Bahan material yang digunakan adalah beton bertulang untuk kedua trap dengan tulangan momen D22 mm dan tulangan bagi D13.
Kajian Pondasi Tiang Pancang Pada Dermaga Khusus PT. Pupuk Kaltim Prihatin, Kukuh; Armiyanti; Suroso , Priyo
JURNAL INERSIA Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermaga khusus adalah dermaga yang dimiliki oleh PT. Pupuk Kaltim. Dermaga tersebut ditopang pondasi dalam yaitu pondasi tiang pancang baja berdiameter 1,117 m dengan tebal tiang 14 mm. Beban yang bekerja pada dermaga adalah beban horisontal akibat tumbukan dan tarikan kapal, juga beban vertikal akibat berat sendiri dan beban hidup yang bekerja diatasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan kajian terhadap pondasi tiang pancang akibat beban yang bekerja. Metode yang digunakan dalam perhitungan kapasitas dukung aksial tiang pancang berdasarkan data lapangan yaitu Standart Penetration Test (SPT) dengan metode Meyerhof (1976). Untuk kapasitas dukung lateral dicek terhadap tiang pendek/panjang, tiang bebas/terjepit berdasarkan metode Broms. Perhitungan penurunan dilakukan pada tiang tunggal karena jarak antar tiang mendekati 2,5d. Hasil perhitungan kapasitas dukung ijin tiang tunggal (Qa) menunjukkan bahwa diperlukan tiang pancang baja sebanyak 4 tiang/pilecap sejarak 2,75 m dengan kapasitas dukung tiang tunggal secara kelompok (Qsg) sebesar 5042,95 kN mampu memikul beban 1 tiang (P1tiang) sebesar 5029,8 kN. Beban lateral sebesar 27,275 kN mampu dipikul, sehingga tidak diperlukan tiang miring. Penurunan tiang kelompok yang terjadi sebesar 0,039 m.
Penanganan Kelongsoran Di Jalan Soekarno-Hatta KM 55 Samarinda-Balikpapan Kalimantan Timur Prihatin, Kukuh; Putri, Indah Amelia; Ridwan, Muhammad; Wardono, Hendro
JURNAL INERSIA Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Soekarno-Hatta merupakan salah satu ruas jalan dari dan menuju Samarinda atau Balikpapan dengan kondisi sepanjang jalan bukit dan lereng, yang berpotensi terjadi kelongsoran. Pada Km. 55 mengalami kelongsoran rotasi, sampai mengenai badan jalan sepanjang ±24,27 m, sehingga menyebabkan penyempitan jalan arah Samarinda, sehingga membahayakan bagi pengguna jalan. Maka, perlu dilakukan penanganan kelongsoran dengan membuat dinding penahan tanah tipe kantilever setinggi 5 meter. Setelah dilakukan pendimensian dinding penahan tanah maka perlu pengecekan stabilitas terhadap geser, guling, daya dukung dan kelongsoran. Hasil menunjukkan bahwa angka keamanan terhadap geser memenuhi sebesar 2,62, demikian juga aman terhadap guling 2,54 dan daya dukung ijin tanah (qa) sebesar 482,37 kPa lebih besar dari tegangan kontak maksimum (qmax) sebesar 149,89 kPa (memenuhi) serta kelongsoran sebesar 0,864 lebih kecil dari angka keamanan yang disyaratkan 1,5, maka nilai kelongsoran tidak memenuhi, sehingga perlu dipasang pondasi tiang pancang beton berdiameter 40 cm dengan kedalaman 4 meter sebanyak 5 buah per meter
Peningkatan Pemahaman Metode Pelaksanaan Pembangunan Terowongan Samarinda Menggunakan New Austrian Tunneling Method (NATM) Pratama, Wahyu Putra; Prihatin, Kukuh; Ahmad, Raudah; Pamungkas, Pulung Priyo; Fatturochman, Amien
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1.1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) SPECIAL ISSUE
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.1.5185

Abstract

Pembangunan terowongan di Samarinda merupakan upaya strategis untuk meningkatkan konektivitas, mengurangi kemacetan, dan memperluas aksesibilitas layanan publik, dengan mempertimbangkan aspek teknis, sosial, dan lingkungan. Metode New Austrian Tunneling Method (NATM) diterapkan untuk memanfaatkan kekuatan alami massa batuan sebagai penyangga utama, didukung oleh sistem klasifikasi massa batuan seperti Q-system untuk menentukan jenis penyangga tambahan yang sesuai, mengingat kualitas batuan di lokasi tergolong sedang hingga buruk. Teknologi modern, seperti digitalisasi dan pemantauan menggunakan drone, turut meningkatkan efisiensi konstruksi. Dampak sosial proyek ini meliputi peningkatan mobilitas masyarakat, pengurangan waktu tempuh, dan pemanfaatan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan. Partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan memastikan proyek sesuai kebutuhan lokal dan mendapat dukungan komunitas, menjadikan pembangunan ini solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN AIR HUJAN MELALUI PEMBUATAN ALAT PEMANEN AIR HUJAN DI MUSOLLA AL-MAHMUDI GANG WARNA WARNI Yuliasari, Dwi; Legowo, Dinar Yoga Hanggung; Banjarsanti, SSN.; Tistro, Rafian; Purbaningtyas, Daru; Prihatin, Kukuh; Barus, Freddy
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42216

Abstract

Air merupakan elemen penting yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Dibutuhkan ketersediaan air dalam jumlah dan kualitas yang memadai untuk menjaga keberlangsungan ekosistem dan kesejahteraan manusia. Namun, tantangan besar muncul karena ketersediaan air yang semakin menipis akibat pencemaran dan perubahan iklim yang merusak siklus alamiah air. Musolla Al-Mahmudi Gang Warna Warni berada di dataran tinggi yang mengakibatkan air PDAM sulit untuk naik, yang menyebabkan musolla tersebut kesulitan mendapatkan air bersih untuk kegiatan sehari-hari Salah satu cara untuk menanggulangi kekurangan air bersih adalah memanfaatkan air hujan dengan cara membuat sistem pemanen air hujan (PAH). Konsep ini mengedepankan pelestarian air tanah melalui pengumpulan dan pemanfaatan air hujan, terutama untuk sanitasi. Cara ini merupakan salah satu solusi kekurangan air bersih di Kota Samarinda yang belum terjangkau oleh PDAM ataupun daerah yang kesulitan mendapat air bersih karena kurangnya distribusi PDAM.
PENGARUH SUBSTITUSI ABU SEKAM PADI PADA SEMEN DAN ABU BONGGOL JAGUNG PADA AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON Alwi, Salma; Dhiva, IGN Aditya; Megawati; Sudibyo, Anung; Prihatin, Kukuh
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5630

Abstract

This study aims to investigate the effect of rice husk ash (RHA) as a partial replacement of cement and corn cob ash (CCA) as a partial replacement of fine aggregate on the compressive and flexural strength of concrete at 28 days. The concrete was designed with a target strength of 20 MPa. RHA was used at 6% by weight of cement, while CCA was varied at 4%, 5%, 6%, and 7% by weight of fine aggregate. Testing was performed using cylindrical specimens for compressive strength and beam specimens for flexural strength at 28 days. The control concrete (without additives) had a compressive strength of 10.191 MPa. The addition of 6% RHA and 4% CCA increased compressive strength to 13.135 MPa, rising to 13.531 MPa at 5% CCA, and reaching a peak of 13.701 MPa at 6% CCA, an increase of 34.4% compared to the control. However, at 7% CCA, compressive strength decreased to 12.059 MPa. For flexural strength, the control concrete reached 3.081 MPa, while the highest value of 3.595 MPa was obtained at 7% CCA, an increase of 16.7%. The results indicate that RHA and CCA can improve the mechanical properties of concrete, with different optimum percentages for compressive and flexural strength Keyword: Concrete, Rice husk ash, Corn cob ash, Compressive strength, Flexural strength
PENGARUH SUBSTITUSI ABU SEKAM PADI PADA SEMEN DAN ABU BONGGOL JAGUNG PADA AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON Alwi, Salma; Dhiva, IGN Aditya; Megawati; Sudibyo, Anung; Prihatin, Kukuh
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5630

Abstract

This study aims to investigate the effect of rice husk ash (RHA) as a partial replacement of cement and corn cob ash (CCA) as a partial replacement of fine aggregate on the compressive and flexural strength of concrete at 28 days. The concrete was designed with a target strength of 20 MPa. RHA was used at 6% by weight of cement, while CCA was varied at 4%, 5%, 6%, and 7% by weight of fine aggregate. Testing was performed using cylindrical specimens for compressive strength and beam specimens for flexural strength at 28 days. The control concrete (without additives) had a compressive strength of 10.191 MPa. The addition of 6% RHA and 4% CCA increased compressive strength to 13.135 MPa, rising to 13.531 MPa at 5% CCA, and reaching a peak of 13.701 MPa at 6% CCA, an increase of 34.4% compared to the control. However, at 7% CCA, compressive strength decreased to 12.059 MPa. For flexural strength, the control concrete reached 3.081 MPa, while the highest value of 3.595 MPa was obtained at 7% CCA, an increase of 16.7%. The results indicate that RHA and CCA can improve the mechanical properties of concrete, with different optimum percentages for compressive and flexural strength Keyword: Concrete, Rice husk ash, Corn cob ash, Compressive strength, Flexural strength