Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GAMBARAN PENULISAN TERMINOLOGI MEDIS PADA CM 1 PASIEN RAWAT INAP DAN LEMBAR POLIKLINIK PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM UMMI BENGKULU Djusmalinar, Djusmalinar
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 1 No. 2 (2016): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v1i2.21

Abstract

Terminologi medis merupakan ilmu peristilahan medis sebagai sarana komunikasi antar tenaga kesehatan.Dokter yang merawat pasien mempunyai tugas dan tanggungjawab atas penegakan dan penulisan diagnosissesuai dengan ICD-10. Diagnosis yang ditulis dalam rekam medis harus lengkap, tepat dan jelas sesuai denganterminologi medis dan arahan yang ada pada buku ICD-10. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuigambaran penulisan terminologi medis pada CM 1 pasien rawat inap dan lembar poliklinik pasien rawat jalan diRumah Sakit Umum Ummi Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptifkuantitatif dengan desain cross-sectional, populasi dalam penelitian ini adalah 1.863 berkas rekam medis rawatinap dan 3.725 berkas rekam medis rawat jalan pada bulan januari-maret 2016, dengan sampel 329 berkasrekam medis rawat inap dan 361 berkas rekam medis rawat jalan dengan teknik pengambilan sampel SystematicRandom Sampling. Menggunakan data sekunder, diolah secara univariat. Penelitian ini dilaksanakan di RumahSakit Umum Ummi Bengkulu. Hasil analisa univariat, dari 1.863 berkas rekam medis rawat inap, 85 (47%)penulisan terminologi medis menggunakan istilah yang sesuai dengan ICD-10, 97 (53%) yang tidak sesuaidengan ICD-10. 50 (34%) penulisan terminologi medis menggunakan singkatan yang sesuai dengan ICD-10, 97(66%) yang tidak sesuai dengan ICD-10. 3.725 berkas rekam medis rawat jalan, 50 (24%) penulisan terminologimedis menggunakan istilah yang sesuai dengan ICD-10, 161 (76%) yang tidak sesuai dengan ICD-10. 45 (30%)penulisan terminologi medis menggunakan singkatan yang sesuai dengan ICD-10, 105 (70%) yang tidak sesuaidengan ICD-10. Diharapkan bagi Rumah Sakit Umum Ummi Bengkulu dapat mengadakan sosialisasi,pelatihan, pengawasan dan evaluasi terhadap dokter serta membuat daftar singkatan yang ditetapkan oleh pihakrumah sakit sebagai pedoman tentang penulisan terminologi medis yang sesuai dengan ICD-10, dan meletakkanStandar Operasional Prosedur (SOP) tentang penulisan terminologi medis yang sesuai dengan ICD-10 dimasing-masing ruang rawat pasien/ruang kerja dokter.
Analisis Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap Ruang Seruni Ke Bagian Assembling Di Rumah Sakit Dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2017 Djusmalinar, Djusmalinar
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 2 No. 1 (2017): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v2i1.26

Abstract

Dokumen rekam medis harus diisi lengkap oleh tenaga medis dalam waktu < 24 jam setelah selesai pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor keterlambatan pengembalian berkas rekam medis (kelengkapan pengisian BRM dan pelaksanaan SOP) BRM rawat inap ke bagian assembling di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh Dokumen Rekam Medis (DRM) pasien rawat inap Ruangan Melati pada bulan Januari-Maret 2017 yang berjumlah 500 DRM. Sampel penelitian ini didapat dengan menggunakan rumus besar sampel sehingga diperoleh 318 DRM, diambil dengan menggunakan systematic random sampling. Data penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara. Setelah data terkumpul dianalisis secara univariat (menggunakan tabel dan narasi). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa, dari 83 BRM yang diobservasi, 67 (80%) BRM tidak terisi lengkap yaitu pada lembar pemeriksaan umum yang terdiri dari kesadaran, tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan, keadaan umum, keadaan gizi. Dari 83 BRM, 63 (76%) BRM tidak tepat waktu dikembalikan ke ruang Assembling Unit Rekam Medik yaitu selama 5 hari. Berdasarkan wawancara langsung kepada petugas di ruang rawat inap seruni didapatkan bahwa seluruh petugas sudah mengetahui SOP mengenai pengisian dan pengambalian BRM, tetapi pada pelaksanaannya belum dikerjakan sesuai standar. Diharapkan, penanggung jawab ruang rawat inap (Ka.ruang) terus mengingatkan perawat dan dokter yang bertugas sejak pasien dirawat sampai 1 hari setelah pasien pulang untuk melengkapi semua catatan medic pasien per lembar dokumen, agar pengembalian berkas ke unit rekam medic tepat waktu sesuai SOP yang telah ditetapkan.
Gambaran Ketidaklengkapan Pengisian Lembar Informed Consent (CM 8) Tindakan Operasi di RSUD Dr.M.Yunus Bengkulu Djusmalinar, Djusmalinar
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 2 No. 2 (2017): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v2i2.31

Abstract

Penjelasan dalam Informed consent dicatat dan didokumentasikan dalam berkas rekam medis oleh dokter. Kelengkapan data lembar Informed consent sangat penting karena dapat mempengaruhi aspek hukum rekam medis dan mutu rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketidaklengkapan pengisian lembar informed consent (CM 8) tindakan Operasi pada item variabel (Identifiikasi, Laporan penting dan Autentifikasi) di RSUD dr.M.Yunus Bengkulu Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, melalui pendekatan cross sectional yaitu melihat kondisi pada saat pelaksanaan penelitian, yang dapat dilakukan sewaktu-waktu. Populasi penelitian ini yaitu berkas rekam medis pasien pada lembar informed consent (CM 8) 10 besar tindakan operasi tahun 2016 yaitu 1022 berkas. Sampel penelitian ini berjumlah 91 lembar informed consent pada berkas rekam medis. Jenis data penelitian ini yaitu data primer, data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa, dari 91 lembar Informed Consent (IC) yang diobservasi, 100% lembar IC (CM 8) tindakan operasi tidak terisi lengkap. Persentase tertinggi lembar IC yang tidak lengkap pada item No.KTP (100%) dan pada item Jenis Kelamin (25%); persentase tertinggi lembar IC yang tidak lengkap pada item dasar diagnosis (45%); item alternative dan resiko (44%) dan perkiraan biaya (100%), persentase tertinggi lembar IC yang tidak lengkap yaitu pada lembar item TTD saksi rumah sakit 67% dan nama terang saksi rumah sakit 70%. Diharapkan RSUD dr. M. Yunus, membuat laporan KLPCM (Ketidaklengkapan Pengisian Catatan Medis) sebagai dasar untuk evaluasi kinerja petugas yang bertanggung jawab terhadap kelengkapan pengisian rekam medis.
Santri’s Spiritual Resilience at Pesantren Mahasiswa of the Institut Daarul Qur’an Jakarta: Capturing Living Sufism amid Modern Society Fitriyani, Feny Nida; Kurniawan, Syamsul; Suratman, Bayu; Taufik, Egi Tanadi; Djusmalinar, Djusmalinar
Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora - UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/tos.v13i2.23559

Abstract

This study aims to explore living Sufism practices in Pesantren Mahasiswa Institut Daarul Qur’an Jakarta that can develop santri spiritual resilience in facing modern challenges and problems. Using a phenomenological approach, this qualitative study describes the natural situation concerning spiritual resilience in Pesantren Mahasiswa Institut Daarul Qur’an and tries to capture its living Sufism teaching and practices. The results show that the Daqu Method is the basic principle of learning in all Daarul Qur’an institutions. There are seven pilar of the Daqu Method; they are: 1) congregational prayer, maintaining the heart and attitude, 2) tahajjud, d}u>h}a>, qabliyyah and ba’diyyah, 3) memorizing and reflecting al-Qur’an, 4) s}adaqah and recommended fasting, 5) learning and teaching, 6) pray, pray for, and ask for prayed 7) sincere, gratitude, patient, and willingness. Living Sufism practiced by Santri involves internalizing the Daqu Method and applying it to manifest their love for Allah SWT. This study contributes to helping them in fostering well-being and peace in modern society. Contribution: This research contributes to developing spiritual resilience among santri in the context of modern society that helps them foster well-being and peace by living Sufism teachings and practices based on the Daqu Method integrated into the daily lives of santri.
Feasibility of a Value-Based Character Education Evaluation Instrument in Learning at Health Higher Education Institutions Djusmalinar, Djusmalinar; Hamzah, Syukri; Syafitasari, Juanda; Putri, Poppy Siska
IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education Vol 8, No 1 (2026): January 2026
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijisedu.v8i1.9053

Abstract

This study aims to develop a valid, reliable, and practical value-based character education assessment instrument to support the implementation of character education in Health Colleges. The method used is Research and Development (R&D) with seven stages, namely needs analysis, instrument design, expert validation, initial trials, revision, field trials, and evaluation. The needs analysis was conducted through literature studies, interviews, and observations at Sapta Bakti Health College to identify the main values of character education, such as integrity, responsibility, cooperation, and empathy, which then served as the basis for the development of indicators and instrument formats. The instrument was validated by character education experts and evaluations to ensure content and construct validity. Initial trials on a small number of respondents were used to identify weaknesses in the instrument before revisions were made. Next, the field trial involved Sapta Bakti Health College students with reliability analysis (Cronbach's Alpha) and factor analysis, which showed a Cronbach's Alpha value above 0.8 as an indicator of high reliability. This instrument is also considered practical by lecturers and is expected to be an effective tool in assessing student character development objectively and systematically, as well as encouraging the strengthening of value-based character education in the curriculum.