Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada. Terdapat 17 kasus DBD pada tahun 2024 dan 12 kasus pada tahun 2025, sedangkan capaian Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar 87% masih di bawah target 95%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada, meliputi perencanaan, pelaksanaan, peran kader jumantik, perilaku masyarakat, monitoring dan evaluasi, serta kendala program. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan berjumlah 7 orang, terdiri dari Kepala Puskesmas, pemegang Program Demam Berdarah Dengue (DBD), 2 kader jumantik, dan 3 masyarakat yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) telah dilaksanakan melalui penyuluhan, pemeriksaan jentik, pembagian larvasida, kunjungan rumah, dan gotong royong, namun belum optimal karena partisipasi masyarakat belum merata. Kendala meliputi keterbatasan SDM, anggaran, luas wilayah, kesadaran masyarakat, dan kondisi cuaca. Upaya yang dilakukan yaitu meningkatkan penyuluhan, koordinasi lintas sektor, peran kader, partisipasi masyarakat, serta monitoring secara berkelanjutan. Dengan demikian dapat disimpulkan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) telah berjalan namun masih memerlukan penguatan. Disarankan Puskesmas meningkatkan penyuluhan berkelanjutan, pembinaan kader, serta monitoring dan evaluasi rutin.