Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Membangun Kesadaran Masyarakat tentang Gizi Seimbang sebagai Upaya Mengatasi Stunting di Desa Cangguek Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara Quranayati Quranayati; Srie Wahyuni; Rouzatul Nafisah; Putri Ayu Ariska; Meli Sahara
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Februari: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v6i1.7659

Abstract

Toddler age is often called the golden period because during this period brain nerve development occurs, especially myelination, as well as a critical period. The golden period can be achieved if toddlers' nutritional needs are optimally met. On the other hand, if babies and toddlers do not get the food they need, the golden period will change into a critical period, thus disrupting their growth and development. The level of education of parents will affect the health and well-being of children, because this is inseparable from the nutritional status of children. Mothers with a high level of education will have a clearer opportunity to absorb information compared to mothers with less or no education. With a good level of education, it is hoped that a mother will be willing and able to behave well in order to improve her child's nutritional status. This Community Service activity aims to provide health education on balanced nutrition to reduce stunting in the community, especially mothers with toddlers in Desa Cangguk, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara. This activity used a participatory approach involving lecturers, students, health workers, and the community. The results showed an increase in public understanding and awareness of stunting prevention. It is hoped that this activity will raise public awareness about balanced nutrition for children
Status Gizi Pada Balita Usia 0-5 Tahun di Desa Teupin Gapeuh Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara Srie Wahyuni; Quranayati Quranayati; Rieni Yuliarti; Zahratul Rahmi; Irrazatul Azmi
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7156

Abstract

The nutritional status of toddlers is an important indicator that reflects the level of public health in a region. This study aims to analyze the nutritional status of children aged 0–5 years in Teupin Desa Teupin Gapeuh Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara. This research employed a descriptive quantitative method using secondary data obtained from health records and posyandu (integrated health post) reports. The study involved a total of 60 children under five, consisting of 33 boys and 27 girls. The findings revealed that based on the weight-for-age (W/A) index, 81.7% of children had normal nutritional status, 13.3% were undernourished, and 3.3% were severely undernourished. Based on height-for-age (H/A), 90.0% were normal, 5.0% were short, and 3.3% were very short. According to the weight-for-height (W/H) index, 83.3% were normal, 11.7% were undernourished, and 5.0% were at risk of overweight. Furthermore, the prevalence of stunting, wasting, and underweight were 8.3%, 11.7%, and 16.7% respectively. These results indicate that although most children have normal nutritional status, some still experience nutritional deficiencies that require special attention. Therefore, health workers and local governments need to strengthen nutrition education programs, increase community awareness of balanced nutrition, and improve monitoring of child growth to prevent malnutrition in the area
Penguatan Literasi Kesehatan Ibu Hamil Melalui Edukasi Gizi dan Pencegahan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Quranayati Quranayati; Srie Wahyuni; Meylissa Meylissa; Maini Maini
Faedah: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/faedah.v4i3.1972

Abstract

Anemia among pregnant women remains a major public health problem, increasing the risk of pregnancy and childbirth complications, low birth weight, preterm birth, and maternal and neonatal mortality. Low health literacy regarding adequate nutrition, iron and folic acid supplementation (IFAS), and anemia prevention contributes to its high prevalence. This community service program aimed to improve pregnant women's health literacy through nutrition education and anemia prevention. Activities included interactive health education, group discussions, demonstrations on selecting iron-rich foods, educational leaflet distribution, and pre-test and post-test evaluations. Conducted at a community health center (Puskesmas), the program involved 30 pregnant women. Participants' mean knowledge score increased from 64.2 to 88.6 after the intervention. They also demonstrated better understanding of regular IFAS consumption, iron-rich food selection, and anemia prevention during pregnancy. Active participation reflected the effectiveness of the educational approach. This program is expected to encourage healthier anemia prevention behaviors, support healthy pregnancies, and contribute to reducing stunting risk during the First 1,000 Days of Life
ANALISIS KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI PROGRAM TUBERKULOSIS (TB) DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Elmida wati; Srie Wahyuni; Ellianufara
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan dapat berkontribusi terhadap terjadinya Stunting pada anak melalui gangguan status gizi dan pertumbuhan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan implementasi program TB yang efektif sebagai bagian dari upaya pencegahan Stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan dan implementasi program Tuberkulosis dalam upaya pencegahan Stunting di Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metodologi Kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada pihak pemangku kebijakan di Puskesmas Darul Imarah. Informan penelitian terdiri atas Kepala Puskesmas, penanggung jawab program Tuberkulosis, penanggung jawab program gizi dan Keluarga pasien TB pada anak. Data penelitian ini terdiri dari Data perimer maupun sekunder, Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Tuberkulosis dan Stunting, di mana infeksi TB dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, gangguan penyerapan zat gizi, serta penurunan berat badan yang berdampak pada terhambatnya pertumbuhan anak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi program Tuberkulosis di Puskesmas Darul Imarah telah berjalan dengan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan integrasi dengan program pencegahan Stunting, peningkatan edukasi kepada masyarakat, penguatan kerja sama lintas program dan lintas sektor, serta optimalisasi pemantauan dan evaluasi program agar upaya pencegahan Tuberkulosis dan Stunting dapat terlaksana secara lebih efektif.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DALAM UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI PUSKESMAS PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR Wahyuni Wahyuni; Srie Wahyuni; Noeroel Arham
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada. Terdapat 17 kasus DBD pada tahun 2024 dan 12 kasus pada tahun 2025, sedangkan capaian Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar 87% masih di bawah target 95%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada, meliputi perencanaan, pelaksanaan, peran kader jumantik, perilaku masyarakat, monitoring dan evaluasi, serta kendala program. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan berjumlah 7 orang, terdiri dari Kepala Puskesmas, pemegang Program Demam Berdarah Dengue (DBD), 2 kader jumantik, dan 3 masyarakat yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) telah dilaksanakan melalui penyuluhan, pemeriksaan jentik, pembagian larvasida, kunjungan rumah, dan gotong royong, namun belum optimal karena partisipasi masyarakat belum merata. Kendala meliputi keterbatasan SDM, anggaran, luas wilayah, kesadaran masyarakat, dan kondisi cuaca. Upaya yang dilakukan yaitu meningkatkan penyuluhan, koordinasi lintas sektor, peran kader, partisipasi masyarakat, serta monitoring secara berkelanjutan. Dengan demikian dapat disimpulkan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) telah berjalan namun masih memerlukan penguatan. Disarankan Puskesmas meningkatkan penyuluhan berkelanjutan, pembinaan kader, serta monitoring dan evaluasi rutin.