Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Buletin Poltanesa

Resiliensi Guru dalam Pembelajaran Literasi Berbasis Digital di Jakarta Asima Oktavia Sitanggang; Wichitra Yasya
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.2080

Abstract

Dunia pendidikan mengalami perubahan mengikuti era digital 4.0, termasuk dalam proses kegiatan belajar mengajar yang menerapkan metode berbasis digital, yaitu penggunaan teknologi informasi komunikasi di dalamnya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan resiliensi guru binaan Yayasan Rumah Komunitas Kreatif (YRKK) dalam menggunakan aplikasi sekolah Enuma pada kegiatan belajar literasinya. Penelitian deskriptif kualitatif ini menunjukkan bahwa komunikasi pendidikan berbasis literasi digital membawa suasana belajar menyenangkan di kelas jika elemen dalam komunikasi pendidikan dapat berperan optimal. Komunikasi yang baik antara guru dan siswa dapat membantu perubahan pengetahuan yang diharapkan dan meminimalisir gangguan yang ada. Guru sebagai sentral dalam pendidikan anak usia dini perlu memiliki resiliensi dalam bentuk kemampuan beradaptasi dan keteguhan dalam situasi sulit atau dalam menghadapi tantangan dan gangguan, memiliki daya lenting untuk bangkit dari keterpurukan dan gaya hidup positif.
Resiliensi Guru dalam Pembelajaran Literasi Berbasis Digital di Jakarta Sitanggang, Asima Oktavia; Yasya, Wichitra
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.2080

Abstract

Dunia pendidikan mengalami perubahan mengikuti era digital 4.0, termasuk dalam proses kegiatan belajar mengajar yang menerapkan metode berbasis digital, yaitu penggunaan teknologi informasi komunikasi di dalamnya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan resiliensi guru binaan Yayasan Rumah Komunitas Kreatif (YRKK) dalam menggunakan aplikasi sekolah Enuma pada kegiatan belajar literasinya. Penelitian deskriptif kualitatif ini menunjukkan bahwa komunikasi pendidikan berbasis literasi digital membawa suasana belajar menyenangkan di kelas jika elemen dalam komunikasi pendidikan dapat berperan optimal. Komunikasi yang baik antara guru dan siswa dapat membantu perubahan pengetahuan yang diharapkan dan meminimalisir gangguan yang ada. Guru sebagai sentral dalam pendidikan anak usia dini perlu memiliki resiliensi dalam bentuk kemampuan beradaptasi dan keteguhan dalam situasi sulit atau dalam menghadapi tantangan dan gangguan, memiliki daya lenting untuk bangkit dari keterpurukan dan gaya hidup positif.
Experiences of Digital Communication in Developing Literacy and School Readiness through Deep Learning in Early Childhood Education Wichitra Yasya; Asima Oktavia Sitanggang; Apriyanti Widiansyah
Poltanesa Vol 26 No 2 (2025): December 2025
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores how digital communication contributes to literacy development and school readiness through the lens of Deep Learning in early childhood education in Indonesia. Using Media Richness Theory as the theoretical lens, this study employed a qualitative phenomenological methodology to explore how digital communication through the use of a tablet-based learning application foster literacy development and school readiness through Deep Learning in early childhood education. Data were collected through classroom observations, in‑depth interviews and open‑ended questionnaires distributed to teachers, principals, and school operators of early childhood centers in Bekasi that had adopted a of tablet-based digital learning program. Thematic analysis showed that multimodal features and immediate feedback from the application enhanced children’s engagement and motivation, while infrastructural barriers such as limited devices and uneven teacher competence restricted implementation. Evidence of Deep Learning was observed in children’s persistence, creativity, collaboration, and intrinsic motivation, with some transferring digital concepts into everyday contexts. School readiness improved both cognitively, through literacy and numeracy gains, and socio‑emotionally, through patience, turn‑taking, and confidence. The findings highlight the importance of combining digital tools with conventional pedagogy, ensuring equitable access to devices, strengthening teacher professional development, and involving parents to reinforce home–school connections. Digital communication, when intentionally integrated, can serve as a pathway to Deep Learning and school readiness in early childhood education.