Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENYULUHAN PATOLOGI KLINIK DAN TERAPI MUSIK DI GEREJA HKBP AGAPE MEDAN AMPLAS Batubara, Junita; Sihombing, Jenny Ria; Marbun, Juliaster; Elfrida, Rotua; Panggabean, Ance J.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23145

Abstract

Penyakit kronis semakin meningkat prevalensinya di masyarakat, dan salah satunya penyakit yang membutuhkan perhatian khusus seperti patologi klinik. Gereja HKBP Agape Medan Amplas merespon tantangan ini dengan mengadakan program penyuluhan, yang mengintegrasikan informasi patologi klinik dengan pendekatan terapeutik yang inovatif, yaitu terapi musik. Penyuluhan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penyuluhan patologi klinik yang diselenggarakan di gereja tersebut. Selain itu, juga digunakan untuk mengevaluasi dampak positif dari integrasi terapi musik dalam penanganan penyakit. Metode Penyuluhan melibatkan partisipasi aktif jemaat gereja dalam sesi penyuluhan interaktif dan pelaksanaan terapi musik yang dipandu oleh ahli kesehatan dan musik. Hasil Penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman jemaat mengenai patologi klinik setelah penyuluhan, dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Selain itu, musik terapi diakui sebagai metode yang efektif dalam meredakan stres dan meningkatkan kesejahteraan mental para jemaat yang mengalami penyakit. Penyuluhan ini memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman masyarakat mengenai patologi klinik dan pentingnya pendekatan holistik dalam penanganan penyakit. Integrasi terapi musik dalam lingkungan gereja juga memberikan perspektif baru terhadap peran gereja sebagai pusat kesehatan masyarakat. Implikasi praktis dari Penyuluhan ini mencakup model penyuluhan serupa yang dapat diterapkan di gereja-gereja lain untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di masyarakat sekitar.
Bentuk Dan Fungsi Lagu Buku Ende N0. 435 “Marolopolop Tondingki” di Gereja HKBP Teladan Sei Mati Ressort Medan Labuhan Marpaung, Cristofel Alfandi; Panggabean, Ance J.; Batubara, Junita
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8848

Abstract

Lagu Marolopolop Tondingki, adalah sebuah lagu yang ditulis oleh Edward F. Rimbault. Lagu ini merupakan lagu bernada dasar G Mayor dengan tangga Nada G-A-B-C-D-E-F-G. Marolopolop Tondingki adalah lagu yang dinyanyikan ketika menyerahkan persembahan pada acara perayaan ucapan syukur yang biasa disebut Pesta Gotilon. Pesta ini merupakan salah satu tradisi mengucap syukur yang berlaku di seluruh gereja HKBP termasuk HKBP Teladan Sei Mati. Dalam Penelitian ini, lagu Marolopolop Tondingki, dianalisis menggunakan teori William P. Malm dan Karl-Edmund Prier. Menurut Malm (Marbun, 2020: 8), analisis harus menggunakan beberapa elemen seperti nada dasar, tangga nada, kadens dan wilayah nada. Lagu ini memiliki 7 fungsi yaitu: menjadi Sarana pengungkapan emosional, menjadi sarana hiburan, menjadi sebuah simbol, menggerakkan jasmani, mempengaruhi kehidupan sosial, ritual keagamaan, sebagai warisan budaya, integritas jemaat HKBP. Adapun Lagu ini merupakan lagu dua bagian.
Kreativitas Dan Kritis Dalam Pendidikan Seni di Sekolah dan Keluarga Panggabean, Ance
Visi Sosial Humaniora Vol. 5 No. 1 (2024): Visi Sosial Humaniora: Edisi Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/vsh.v5i1.2361

Abstract

Current developments in technology and art have an impact on creativity and critical thinking which has brought major changes to arts education. The new paradigm includes the integration of technology in the arts curriculum, as well as the use of new media for artistic expression and creative learning. A holistic approach to artistic values ​​also makes this paradigm encourage art teaching that considers environmental impacts, as well as promoting awareness of environmental issues through works of art. Arts education remains sustainable over a long period of time, without destroying the environment so that it can continue to offer a good artistic life for every individual. Assessment of artistic creativity in a learning context is an assessment that accommodates process and outcome aspects. Evaluation of arts education in assessing learning as creative education. The teacher's task is to assess student creativity starting from the learning process to the learning outcomes, because creativity is a process that is inherently related to reflection on a person's self-development process.
Strategi Pembelajaran Efektif di Era Digital melalui Direct Instruction pada Mata Kuliah Aransemen Paduan Suara Panggabean, Ance; Batubara , Junita; Pasaribu , Arsen Nahum; Saragih , Romahulina
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 2 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i2.69191

Abstract

This study aims to assess the effectiveness of the Direct Instruction (DI) model as a learning method in improving students' abilities in the Choral Arrangement course in the digital era. This study aims to emphasize the importance of implementing the DI model in the context of modern learning that is rich in technology integration, especially in Semester 6 of the Music Arts Study Program, Faculty of Languages and Arts, HKBP Nommensen University, Academic Year 2024/2025. The method applied is descriptive qualitative with a case study approach. Data were obtained through observations of the learning process, interviews with students, and documentation of the results of arrangement assignments. The results of the analysis show that the DI model, with a structured and planned teaching approach, can improve students' conceptual understanding, technical skills, and creativity in creating choral arrangements. The use of digital technology such as music notation applications and online learning media also increases the effectiveness of this model. In addition, students showed a good response to the clarity of instructions, measurable learning steps, and increased motivation to learn. This study states that Direct Instruction is relevant and can be adapted to learning needs in the digital era, especially in the context of practice-based courses such as Choral Arrangement.
Lagu Marsinondang Dibaen Jesus Karya Philip Paul Bliss: Analisis Bentuk dan Makna Lagu Simangunsong, Emmi; Panggabean , Ance Juliet; Saragih , Ronald Heriko; P. , Eston Hernandes
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 2 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i2.71700

Abstract

This study aims to analyze the form and meaning of the song Marsinondang Dibaen Jesus from the Ende HKBP book number 518 by Philip Paul Bliss. The song is sung by the congregation during Sunday services at the HKBP Church and other services. The song was composed by Philip after hearing a sermon from Dwight Lyman Moody about a storm that occurred at the Cleveland harbor docks which had two lighthouses, called the upper light and the lower light. The captain couldn't see the lower lights, which caused the ship to sink to the bottom of the sea. Only a small number of the crew survived, and most drowned. Based on Moody's account, Philip wrote the song "Let the Lower Lights be Burning." The song was then translated by missionaries into the Toba Batak language based on the meaning of the song and gave the song the title Marsinondang Dibaen Jesus (“shining because of Jesus”). This research used a descriptive qualitative method. The results showed that the song's form is binary (A, B) and has eight melodic motifs. The meaning contained in the song "Marsinondang Dibaen Jesus" states that God's faithful love must continue to be reflected in life, God's faithful love must continue to be expressed so that others can be saved and find the path to truth. The meaning of this song is emphasized by the use of non-verbal language, namely the time signature 3/2, andante tempo around ♩ = 75, crescendo ( < ) and decrescendo ( > ) signs, forte ( f ), ascending and descending motion. The use of these signs emphasizes the majestic character of the hymn, which strengthens the message of deep spiritual joy and the atmosphere of worship full of appreciation.
Strategi Pemasaran dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Musik Studi Kasus : Medan Musik David Nainggolan; Ance Panggabean; Alexander Samosir
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i3.6055

Abstract

Strategi pemasaran merupakan salah satu kunci keberhasilan sebuah lembaga pendidikan dalam mempertahankan keberlangsungan hidupnya. Kualitas dan mutu pelayanan dari lembaga pendidikan khususnya jasa, dapat di pasarkan melalui strategi pemasaran, sehingga banyak orang akan tertarik untuk mendapatkan pelayanan lembaga tersebut. Medan Musik merupakan salah satu lembaga pendidikan musik di kota Medan yang mampu eksis dan bersaing dengan industri lembaga musik lainnya. Medan Musik mampu membuka 6 outlet di kota Medan dan 1 outlet lisensi mitra yang berkembang saat ini. Hal ini dikarenakan strategi pemasaran yang baik dilakukan oleh orang-orang yang bekerja di Medan Musik. Pemasaran yang dilakukan oleh Medan Musik tidak hanya jasa, namun juga produk/barang yang berkaitan dengan musik, yakni instrumen musik. Oleh karena itulah Medan Musik menjadi salah satu lembaga pendidikan yang baik di kota Medan.