Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PENDAPADAN ASLI DAERAH, DANA BAGI HASIL DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP ANGGARAN BELANJA MODAL DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR EMILIA KHRISTINA KIHA; KAMILAUS KONSTANSE OKI; ATHANASIUS SERAN
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 2 No 08 (2021): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA (EDISI - MARET 2021 )
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alokasi anggaran dalam membiayai pembangunan disuatu daerah tergantung pada arah dan tujuan daerah tersebut. Arah pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih didominasi pada alokasi belanja modal. Alasan mendasar alokasi tersebut karena ketersediaan infrastruktur pendukung pelaksanaan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih sangat terbatas karena wilayah adalah daerah kepulauan, kemampuan daerah kabupaten menyediakan menyediakan infrastruktur terbatas, jumlah penduduk penikmat layanan publik. Dengan kata lain, alokasi belanja modal Provinsi Nusa Tenggara Timur orientasi pada pembangunan fisik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil dan Jumlah Penduduk Terhadap Anggaran Belanja Modal Di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah runtut waktu (time series) dari tahun 2000-2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Jumlah Penduduk dan Anggaran Belanja Modal yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode analisis data menggunakan regresi berganda dengan menggunakan Program SPSS 20. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil dan Jumlah Penduduk berpengaruh terhadap Anggaran Belanja Modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukan bahwa secara parsial hanya variabel jumlah penduduk yang berpengaruh signifikan terhadap Anggaran Belanja Modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur tetapi secara simultan Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil dan Jumlah Penduduk berpengaruh signifikan terhadap Anggaran Belanja Modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur
Dampak Otonomi Daerah Terhadap Kapasitas Fiskal Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi NTT Kamilaus Konstanse Oki
Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 1 No 02 (2019): Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.708 KB) | DOI: 10.32938/jep.v4i02.132

Abstract

Regional autonomy is an independence right given by the central government to the regions to take care of the interests of the community. The impact of regional autonomy is to create fiscal capacity independence as the basic capital of regional development. The fiscal capacity of In the District of North Central Timor originates from Regional Original Income, balancing funds, and other legitimate regional income. The problem in this study is to find out how much the impact of regional autonomy on the fiscal capacity of in the District of North Central Timor. This study aims to measure fiscal capacity capabilities. The study was conducted in the District of North Central Timor using a quantitative descriptive approach. The results of the analysis show that the average level of regional independence in the relationship pattern is in the instructive category, meaning that regional financial capacity is very low in financing the implementation of regional development. Factors in financial inability of the in the District of North Central Timor because the local government is less creative in utilizing local resources properly, also because the contribution of revenue sources is still minimal.
Pengaruh Pengelolaan Alokasi Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Maurisu Selatan Kecamatan Bikomi Selatan Kamilaus Konstanse Oki; Margaretha Diana Pangastuti; Noviana Ua
Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 2 No 1 (2020): Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.361 KB) | DOI: 10.32938/jep.v5i1.491

Abstract

Abstract The Village Fund Allocation aims to finance village government apparatus allowances, infrastructure development, social activities and investment in the economic development of rural communities. South Maurisu Village in South Bikomi District is one of the villages receiving Village Fund Allocation. Village fund management is an important factor in empowering and improving the welfare of the people of South Maurisu Village. The purpose of this study was to determine the effect of village fund management on community empowerment and welfare. The study was conducted in South Maurisu Village with a sample of 87 people from village officials and the community. Verification analysis in this study uses statistical test equipment, namely the Variance-based structural equation test or better known as Partial Least Square (PLS). The results of the analysis show a positive relationship between village fund management on community empowerment and welfare.
Analisis Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten Belu Kamilaus Konstanse Oki; Frederic W Nalle; Pricilia A.V Meomanu
Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 2 No 2 (2020): Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.721 KB) | DOI: 10.32938/jep.v5i2.584

Abstract

Belu Regency located in the border region of Indonesia and Timor Leste has economic and political strategic value. Since 2001 the central government has been granted the right to autonomy in managing regional development. Regional finance is the main factor for the government in financing regional needs. The financial resources of the Belu district as regulated in the law are the original regional revenue, the balance fund, profit sharing and other legal income. The financial capacity of the Belu district as measured by fiscal capacity is very small on average 7.81 percent. The level of dependency on the central government is very high, on average, 84.29 percent. This was confirmed by the financial independence of the Belu district which was very low, averaging 8.08 percent and included in the instructive category, meaning that the role of the central government was more dominant than the independence of the regional government.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan Di Desa Takarai Kabupaten Malaka Kamilaus Konstanse Oki; Maria Yanti Akoit; Helena Bubu
Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 2 No 3 (2020): Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.248 KB) | DOI: 10.32938/jep.v5i3.671

Abstract

Poverty is the inability of society to meet basic needs and other needs. The majority of Takarai villagers are classified as poor. Natural resource factors, human resources, and infrastructure are not only contributors to community poverty but also the complexity of the problem. The capacity of the government as a protector to bring people out of poverty is still very limited. The side effects of poverty are the lack of formal education levels at a higher level, less nutrition and stunting, maternal and infant mortality rates, and a higher government burden for social assistance.
Dampak Kehadiran Perguruan Tinggi Terhadap Pendapatan Penyedia Jasa Usaha Pada Kompleks BTN Kefamenanu Kamilaus Konstanse Oki; Margareta Diana Pangastuti; Marianus Tabani
Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 3 No 1 (2021): Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.376 KB) | DOI: 10.32938/jep.v6i1.991

Abstract

Kehadiran perguruan tinggi pada suatu daerah memberi dampak sosial tidak hanya pada pendidikan tetapi faktor sosial ekonomi masyarakat. Kompleks BTN Kefamenanu merupakan konsentrasi pemukiman mahasiswa yang tersebar pada tiga perguruan tinggi. Masyarakat sekitar memanfaatkan kesempatan berwirausaha dengan aneka pilihan. Daya tarik dan antusias masyarakat sekitar untuk berwirausaha dengan aneka pilihan. Sebagian masyarakat menyediakan jasa pemukiman (kos), usaha foto copy, usaha kios atau toko, penjual sayuran, rumah makan, dan tranportasi lokal. Aksesibilitas, pilihan jenis usaha dan pendapatan masyarakat merupakat faktor pendorong utama masyarakat berwirausaha di kompleks BTN. Dampak positif wirausaha pada peningkatan pendapatan rumah tangga.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Kamilaus Konstanse Oki; Emilia Khristina Kiha; Maria Yoanita Usfinit
Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 2 No 4 (2020): Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.51 KB) | DOI: 10.32938/jep.v5i4.999

Abstract

Kemiskinan merupakan persoalan kompleks yang terkait dengan berbagai dimensi yakni sosial, ekonomi, budaya, politik serta dimensi ruang dan waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Belanja Modal dan Belanja Sosial terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode analisis dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda menggunakan instrumen SPSS Versi 20 dengan menggunakan data time series dari tahun 2002 - 2018. Hasil penelitian diperoleh bahwa Pendapatan Asli Daerah, Belanja Modal dan Belanja Sosial berpengaruh secara tidak signifikan terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Analisis Pengelolaan Dana Desa Noebaun Kabupaten Timor Tengah Utara Kamilaus Konstanse Oki; Damiana Mediantini Lafu
JURNAL EKUIVALENSI Vol. 5 No. 2 (2019): JURNAL EKUIVALENSI
Publisher : LPPM dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.339 KB)

Abstract

Abstrak Pembangunan desa mempunyai peranan penting dan strategis karena menyentuh kepentingan masyarakat. Desa Noebaun merupakan salah satu desa di kabupaten Timor Tengah Utara mengelolah Alokasi Dana Desa (ADD) secara mandiri. Masalah dalam penelitian adalah bagaimana pengelolaan dana desa berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap good governance, kesejahteraan masyarakat desa Noebaun. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis dan menginterpretasi hubungan pengelolaan dana desa terhadap good governance, tingkat kesejahteraan masyarakat desa Noebaun secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini dilakukan di desa Noebaun Kabupaten Timor Tengah Utara. Populasi dan sampel dalampenelitian adalah masyarakat desa Noebaun, tokoh masyarakat dan seluruh perangkat desa. Alat analisis yang digunakan adalah smartPLS. Hasil analisis penelitian menunjukkan, pengelolaan dana desa berpengaruh positif secara langsung terhadap good governance namun tidak postif terhadap kesejahteraan, namun hubungan tersebut akan menjadi positif ketika dimediasi oleh faktor good governance. Hubungan langsung good governance terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat adalah positif. Proses pemanfaatan dana desa melibatkan semua pihak mulai dari perencanaan sampai pertanggungjawaban. Orientasi dana desa masih pada infrastruktur disebabkan karena kemampuan perangkat desa dalam merancang usulan program dari masyarakat. Proses perencanaan harusnya berorientasi pada pengembangan ekonomi masyarakat dengan mendorong industir kecil. Faktor penting adalah peningkatan kualitas perangkat desamelalui pendidikan formal dan informal. Kata kunci: dana desa, tata kelolah, kesejahteraan Abstrak The Development of village had important role and strategis because of influencing society. Noebaun Village was a village in Timor Tengah Utara District that managed of Budget Village (ADD) for independent. The problem of this activity how to allocate village bugeting that affected for direct and indirect to get good government, public welfare in Noebaun Village. The aim of this research was to analyse and to interpret the correlation of alocation the village budget for the good government, level of public village which had affected direct and indirect. The research was conducted in Neobaun village Timor Tengah Utara District. The population and sample for this research was Noebaun Society, village public figure and all village aparature. The tools of thisanalysis which was needed with smartPLS. The result showed that the allocation of budget village had affected postive for direct good government but negative for the welfare althought this correlation would be positive when the mediator of the good government. The direct correlation for good government for the welfare level was positive. The process of the village budget utilization began from planning the responsibility. The orientation of budgeting village by infrastructure because of the capacty of the village aparature in designing of the program from the society. Theplanning process should have been oriented by economic development orientation for the society with pushed up small industry. The important factor was to increase quality of the village aparature with formal and informal education. Keywords : Village budget, good governance, welfare
Status Sosial Dan Budaya Terhadap Kemiskinan Penduduk Kecamatan Kota Di Kabupaten Timor Tengah Utara Sirilius Seran; Kamilaus Konstanse Oki; Natalia Lily Babulu
Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 4 No 4 (2022): Ekopem:Jurnal Ekonomi Pembangunan
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jep.v4i4.3506

Abstract

Kemiskinan merupakan suatu persoalan yang kompleks karena tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan konsumsi dan kebutuhan dasar tetapi berdampak meluas pada persoalan jangkauan akses kebutuhan pendidikan, kesehatan serta ketidakberdayaan masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam pembangunan secara maksimal. Kabupaten Timor Tengah Utara merupakan salah satu daerah yang tercatat selalu berada diatas 20 persen angka kemiskinan. Hal tersebut sangat rawan terhadap kemampuan mayarakat untuk memenuhi kebutuhan sendiri karena ada tambahan masyarakat berpotensi miskin pada situasi Covid 19. Kondisi demikian bisa memperparah tingkat kemiskinan masyarakat. tergolong tinggi berada termiskin lima besar di Indonesia. Kemiskinan tersebut diakibatkan oleh berbagai persoalan seolah sulit diurai karena tidak pernah turun dari angka 20 persen. Penelitian ini menggunakan pendekatan survey terhadap rumah tangga yang tergolong miskin, di Kecamatan Kota Kefamenanu. Kata Kunci:Kemiskinan,Status Sosial, Budaya
PERUBAHAN KELEMBAGAAN MASYARAKAT KAWASAN PERBATASAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA DAN DISTRICT OEKUSI-TIMOR LESTE Kamilaus Konstanse Oki
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.941 KB)

Abstract

ABSTRAKTimor Tengah Utara merupakan kabupaten di Provinsi NTT berbatasan dengan distric Oekusi-Timor Leste. Masyarakat kawasan perbatasan kedua negera memiliki hubungan emosional karena terikat kekerabatan. Modal sosial memiliki pengaruh perubahan kelembagaan dan perdagangan lintas batas. Pelaku pasar perbatasan adalah eksportir, kuliner, money changer. Permasalahan dalam penelitian, bagaimana pengaruh modal sosial, perdagangan lintas batas terhadap perubahan kelembagaan. Tujuan penelitian untuk menganalisis dan menginterpretasi pengaruh modal sosial, perdagangan lintas batas terhadap perubahan kelembagaan. Penelitian dilakukan di perbatasan kabupaten TTU. Alat analisa digunakan adalah PLS. Hasil analisis, hubungan langsung modal sosial terhadap perdagangan lintas batas positif, nilai outor loading 0,837 dan terhadap perubahan kelembagaan 0,310. Hubungan perdagangan lintas batas dengan perubahan kelembagaan 0,628. Rata-rata indikator pembentuk variabel perdagangan lintas batas dan perubahan kelembagaan diatas 0,6. Hubungan antara modal sosial, perdagangan lintas batas, dan perubahan kelembagaan baik secara langsung maupun tidak langsung, positif.Kata kunci: modal sosial, perdagangan lintas batas, perubahan kelembagaanABSTRACTTimor Tengah Utara is a district in the province NTT bordering on the district Oekusi-Timor Leste. The community of the two border regions has an emotional connection due to kinship. Social capital has the influence of institutional change and cross-border trade. Border market actors are exporters, culinary, money changers. Problems in research, how the influence of social capital, cross-border trade on institutional change. The research objective is to analyze and interpret the influence of social capital, cross-border trade on institutional change. The research was conducted at the border of TTU district. The analyzer used is PLS. The results of the analysis, the direct relationship of social capital to cross-border trade is positive, the outor value is 0.837 and the institutional change is 0.310. Cross-border trade relations with institutional changes are 0.628. The average indicator forming cross-border trade variables and institutional changes above 0.6. The relationship between social capital, cross-border trade, and institutional changes both directly and indirectly, is positive.Keywords: social capital, cross-border trade, institutional change