Paat, Vicky BGD
Sekolah Tinggi Teologi REAL Batam

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Real Coster

Sosialisasi Pemahaman Perceraian Dalam Pernikahan Kristen Bagi Mahasiswa Teologi Vicky BGD Paat; Masroni Masroni; Maniur Orlando Nainggolan; Boy Joko Prawira Naibaho; Samuel Gultom; Rickki Setia Budi Situmeang
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2: September 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.671 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v2i2.129

Abstract

The family is an institution built by God Himself through a marriage, therefore this is a noble thing, which is given by God to humans. Genesis 1:28 records that God blessed Adam and Eve before they were commanded to reproduce. Therefore, marriage must be carried out by a man and a woman on the basis of harmony, of one heart, of agreement, full of love, trusting one another, and relying on God's grace. Marriage must not be carried out by trial and error, damaged by lack of wisdom, insulted or defiled; marriage should be respected and upheld by fearing the Lord and remembering God's purpose in marriage. Matthew 19 concludes because of that, what God has joined together, man should not separate. This truth is proof that God actually builds families and blesses with the aim that households on earth live according to God's plan, namely carrying out God's mission on this earth. AbstrakKeluarga adalah lembaga yang dibangun oleh Allah sendiri melalui sebuah pernikahan, oleh karenanya hal ini adalah mulia, yang dikaruniakan Tuhan kepada manusia. Kejadian 1:28 mencatat bahwa Tuhan memberkati Adam dan Hawa sebelum mereka diperintahkan untuk beranak cucu. Oleh karenanya pernikahan harus dilakukan oleh laki-laki dan perempuan dengan dasar rukun, sehati, setujuan, penuh kasih sayang, percaya seorang akan yang lain, dan bersandar kepada kasih karunia Tuhan. Pernikahan tidak boleh dilakukan dengan coba-coba, dirusak oleh karena kurang bijaksana, dinista atau dinajiskan; pernikahan harus dihormati dan dijunjung tinggi dengan takut akan Tuhan serta mengingat tujuan Allah dalam pernikahan. Dalam Matius 19 menyimpulkan karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. Kebenaran tersebut menjadi bukti bahwa Allah secara nyata membangun keluarga dan memberkati dengan tujuan agar rumah tangga dibumi hidup dalam rencana Allah yaitu melaksanakan misi Allah atas bumi ini.
Edukasi Konstruktif Terhadap Fenomena LGBTQ Menurut Perspektif Teologi Kristen Vicky BGD Paat; Irfan Feriando Simanjuntak; Harls Evan R. Siahaan
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2: Septermber 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.068 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v1i2.106

Abstract

LGBTQ is a fact of existence so it cannot be considered as an issue only. LGBTQ is not just a problem to be addressed so that it becomes a pro or con in society including Christians, because LGBTQ is not a rumor or hearsay. LGBTQ is a fact or reality that exists in society. What is the Bible's answer about LGBTQ in 1 Corinthians 6:9-11, Paul states Do not go astray, fornicator, adulterer, effeminate, prostitute, will not inherit the kingdom of God. The verb ete (Greek) in verse 11 confirms that, in the Corinthian church there were people called oute moikhi, oute malakoi, oute arsenokoitai (Greek). The word that is often debated is arsenokoitai (Greek). arsenokoitai can refer to a grown man who has a slave who is used as a sexual partner to fulfill his lust, so clearly this is a sin that requires church ministry as an expression of Christ's love that they need the true saving gospel. Through this discussion I call for us to return to the gospel which is the power of God that saves every believer. That is the gospel that makes the arsenokoitai give themselves to be sanctified and become people who are sanctified and justified in the name of the Lord Jesus Christ.AbstrakLGBTQ merupakan sebuah fakta keberadaannya sehingga tidak bisa dianggap sebagai sebuah isu saja. LGBTQ tidak sekedar sebuah masalah untuk ditanggapi sehingga menjadi pro atau kontra di masyarakat termasuk Kristen, karena LGBTQ bukan sebuah sebuah desas-desus atau kabar angina. LGBTQ adalah sebuah sebuah fakta atau kenyataan yang ada di masyarakat. Apakah jawaban Alkitab tentang LGBTQ dalam 1 Korintus 6:9-11, Paulus menyatakan Janganlah sesat, orang cabul, orang berzinah, banci, orang pemburit, tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Kata kerja ete (bahasa Yunani) dalam ayat 11 menegaskan bahwa, di jemaat Korintus ada orang yang disebut oute moikhi, oute malakoi, oute arsenokoitai (bahasa Yunani). Kata yang sering diperdebatkan adalah arsenokoitai (Bahasa Yunani). arsenokoitai dapat mengacu ke lelaki dewasa yang memiliki seorang budak yang dijadikan mitra seksualnya dalam melampiaskan nafsu syahwatnya, jadi jelas ini adalah dosa yang membutuhkan pelayanan gereja sebagai wujud kasih Kristus bahwa mereka membutuhkan Injil yang sejati yang menyelamatkan. Melalui diskusi ini saya menyerukan untuk kita kembali kepada Injil yang adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya itu. Itulah Injil yang membuat para arsenokoitai memberi diri mereka disucikan dan menjadi orang-orang yang dikuduskan dan dibenarkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Pendampingan Dan Peningkatan Literasi Siswa Melalui Gerakan Membaca Di Masa Pandemi Di Desa Mentuda Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga Talizaro Tafonao; Fransiskus Irwan Widjaja; Sabar Manahan Hutagalung; Haposan Simanjuntak; Vicky B. G. D. Paat; Sihar Lamhot Simatupang; Juntriman Purba
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1: Maret 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.77 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v4i1.97

Abstract

The purpose of this service is to maximize children's ability to read and write in Mentuda Village, Lingga Regency while studying at home. The impact of Covid-19 has disrupted the learning system in various schools including children in Mentuda Village. This activity is carried out based on the problems experienced by the children as explained in this article. The method of implementing this community service is lectures, discussions, simulations and practices on how to read correctly. After this activity was carried out, the results obtained were that about 90% of children read well as the results in the explanation in this article. This can be seen in every activity carried out by the children who are very enthusiastic in participating in each session that has been arranged by the team. This means that activities like this are very effective to continue to be carried out for children. AbstrakTujuan pengabdian ini adalah untuk memaksimalkan kemampuan anak dalam baca dan tulis di Desa Mentuda Kecamatan Lingga Kabupaten selama belajar di rumah. Dampak dari Covid-19 ini telah mengganggu sistem belajar di berbagai sekolah termasuk anak-anak yang ada di Desa Mentuda. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan masalah yang dialami oleh anak-anak sebagaimana penjelasan dalam artikel ini. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yakni ceramah, diskusi, simulasi dan praktik tentang cara membaca yang benar. Setelah kegiatan ini dilakukan, hasil yang dapatkan adalah anak-anak membaca dengan baik sekitar 90% sebagaimana hasil dalam penjelasan dalam artikel ini. Hal ini nampak pada setiap kegaitan yang dilakukan anak-anak sangat antusias dalam mengikuti setiap sesi yang telah diatur oleh tim. Artinya bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini sangat efektif untuk terus dilakukan kepada anak-anak.