Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Menuju Evolusi Ibadah Kristen di Masa Pandemi Covid-19 Fransiskus Irwan Widjaja; Fredik Melkias Boiliu; Didimus SB Prasetya; Haposan Simanjuntak; Vicky BGD Paat
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v3i2.87

Abstract

The rapid spread of COVID-19 throughout the world is changing the way everyone lives in socializing; the environment most used for a living has rapidly shrunk into homes. Business, schools, and religious services all move quickly online. No one knows precisely how long these physical and social restrictions will last -or what are the short and long-term impacts on religious life? In standard times, the presence of religious adherents in houses of worship is used by sociologists as a condition of religiosity for every religious devotee. But how can religiosity be measured in a time when people are alone? And in a time when people are not allowed to meet in large groups or even leave their homes.  What will the Religiosity of Religion look like in the future? And how will the coronavirus affect the religious practices of the Nusantara religions? This paper aims to provide a way forward for studying post-pandemic evolutionary religions that are significant in Indonesia. This study uses an evaluation method in a qualitative approach. The exploration into the evolution of human religiosity is often distorted by assumptions made about religion's nature. This review explores developments in the evolution of religion and provides critical evaluations of different theoretical positions. In general, scholars believe that religion is adaptive. In this set of ideas, theologians' evolutionary insight is not a threat but rather an essential clarification of cross-cultural religion's evolution.Penyebaran COVID-19 yang cepat ke seluruh dunia mengubah cara hidup setiap orang dalam bersosialisasi; lingkungan yang paling banyak digunakan untuk hidup telah dengan cepat menyusut menjadi rumah. Bisnis, sekolah, dan layanan keagamaan semuanya bergerak cepat secara online. Tidak ada yang tahu persis berapa lama pembatasan fisik dan sosial ini akan bertahan atau apa dampak jangka pendek dan jangka panjangnya terhadap kehidupan beragama. Pada zaman standar, kehadiran pemeluk agama di rumah ibadah dimanfaatkan para sosiolog sebagai syarat religiusitas setiap pemeluk agama. Tapi bagaimana religiusitas bisa diukur di saat orang sendirian? Dan di saat orang tidak diperbolehkan bertemu dalam kelompok besar atau bahkan meninggalkan rumah. Seperti apa Religiusitas Agama di masa depan? Dan bagaimana virus corona akan mempengaruhi praktik keagamaan agama-agama Nusantara? Makalah ini bertujuan untuk memberikan jalan ke depan untuk mempelajari agama-agama evolusioner pasca-pandemi yang signifikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dan studi literature. Penjelajahan ke dalam evolusi religiusitas manusia sering kali terdistorsi oleh asumsi-asumsi yang dibuat tentang hakikat agama. Ulasan ini mengeksplorasi perkembangan dalam evolusi agama dan memberikan evaluasi kritis tentang posisi teoritis yang berbeda. Secara umum, para sarjana percaya bahwa agama itu adaptif. Dalam kumpulan gagasan ini, wawasan evolusioner para teolog bukanlah ancaman, melainkan klarifikasi esensial dari evolusi agama lintas budaya.
Model Pendidikan Agama Kristen Berwawasan Majemuk dalam Membina Sikap Toleransi Beragama di Indonesia Fredik Melkias Boiliu; Desetina Harefa; Haposan Simanjuntak; Septerianus Waruwu; Irfan F. Simanjuntak
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i1.82

Abstract

This article discusses the model of Christian religious education with a compound insight in fostering religious tolerance in Indonesia. In the context of nationhood, society and religion in Indonesia according to the basis of Pancasila, there are six recognized religions, namely Islam, Christianity, Catholicism, Hinduism, Buddhism and Confucianism. Religious differences are supposed to acknowledge each other, respect each other, and cooperate in virtue. But in fact differences in religious beliefs become a driving factor to bring down, demean each other, or mix between religions with each other. Therefore, there needs to be a diverse religious insight in fostering religious tolerance in Indonesia. Therefore, the model of Christian religious education is inclusive, multicultural, dialogue and peaceful as the right approach to foster religious tolerance in daily life. This research uses a method of literature study that refers to concepts and theories according to literature available such as articles published in various scientific journals, books and other scientific papers.AbstrakArtikel ini membahas tentang model pendidikan agama Kristen berwawasan majemuk dalam membina sikap toleransi beragama di Indonesia. Dalam konteks berbangsa, bermasyarakat dan beragama di Indonesia sesuai dasar Pancasila, ada enam agama yang diakui yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Perbedaan agama seharusnya untuk saling mengakui, saling menghormati, dan bekerja sama dalam kebajikan. Namun pada faktanya perbedaan keyakinan agama menjadi faktor pendorong untuk saling menjatuhkan, saling merendahkan, atau mencampuradukkan antar agama yang satu dengan yang lain. Oleh sebab itu, perlu adanya wawasan agama yang mejemuk dalam membina sikap toleransi beragama di Indonesia. Untuk itu, model pendidikan agama Kristen yang inklusif, multikultural, dialog dan damai sebagai pendekatan yang tepat untuk membina sikap toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka yang merujuk pada konsep dan teori sesuai literature yang tersedia seperti artikel-artikel yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah, buku-buku dan makalah ilmiah lainya.
Menuju Evolusi Ibadah Kristen di Masa Pandemi Covid-19 Fransiskus Irwan Widjaja; Fredik Melkias Boiliu; Didimus SB Prasetya; Haposan Simanjuntak; Vicky BGD Paat
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v3i2.87

Abstract

The rapid spread of COVID-19 throughout the world is changing the way everyone lives in socializing; the environment most used for a living has rapidly shrunk into homes. Business, schools, and religious services all move quickly online. No one knows precisely how long these physical and social restrictions will last -or what are the short and long-term impacts on religious life? In standard times, the presence of religious adherents in houses of worship is used by sociologists as a condition of religiosity for every religious devotee. But how can religiosity be measured in a time when people are alone? And in a time when people are not allowed to meet in large groups or even leave their homes.  What will the Religiosity of Religion look like in the future? And how will the coronavirus affect the religious practices of the Nusantara religions? This paper aims to provide a way forward for studying post-pandemic evolutionary religions that are significant in Indonesia. This study uses an evaluation method in a qualitative approach. The exploration into the evolution of human religiosity is often distorted by assumptions made about religion's nature. This review explores developments in the evolution of religion and provides critical evaluations of different theoretical positions. In general, scholars believe that religion is adaptive. In this set of ideas, theologians' evolutionary insight is not a threat but rather an essential clarification of cross-cultural religion's evolution.Penyebaran COVID-19 yang cepat ke seluruh dunia mengubah cara hidup setiap orang dalam bersosialisasi; lingkungan yang paling banyak digunakan untuk hidup telah dengan cepat menyusut menjadi rumah. Bisnis, sekolah, dan layanan keagamaan semuanya bergerak cepat secara online. Tidak ada yang tahu persis berapa lama pembatasan fisik dan sosial ini akan bertahan atau apa dampak jangka pendek dan jangka panjangnya terhadap kehidupan beragama. Pada zaman standar, kehadiran pemeluk agama di rumah ibadah dimanfaatkan para sosiolog sebagai syarat religiusitas setiap pemeluk agama. Tapi bagaimana religiusitas bisa diukur di saat orang sendirian? Dan di saat orang tidak diperbolehkan bertemu dalam kelompok besar atau bahkan meninggalkan rumah. Seperti apa Religiusitas Agama di masa depan? Dan bagaimana virus corona akan mempengaruhi praktik keagamaan agama-agama Nusantara? Makalah ini bertujuan untuk memberikan jalan ke depan untuk mempelajari agama-agama evolusioner pasca-pandemi yang signifikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dan studi literature. Penjelajahan ke dalam evolusi religiusitas manusia sering kali terdistorsi oleh asumsi-asumsi yang dibuat tentang hakikat agama. Ulasan ini mengeksplorasi perkembangan dalam evolusi agama dan memberikan evaluasi kritis tentang posisi teoritis yang berbeda. Secara umum, para sarjana percaya bahwa agama itu adaptif. Dalam kumpulan gagasan ini, wawasan evolusioner para teolog bukanlah ancaman, melainkan klarifikasi esensial dari evolusi agama lintas budaya.
Menuju Evolusi Ibadah Kristen di Masa Pandemi Covid-19 Fransiskus Irwan Widjaja; Fredik Melkias Boiliu; Didimus SB Prasetya; Haposan Simanjuntak; Vicky BGD Paat
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v3i2.87

Abstract

The rapid spread of COVID-19 throughout the world is changing the way everyone lives in socializing; the environment most used for a living has rapidly shrunk into homes. Business, schools, and religious services all move quickly online. No one knows precisely how long these physical and social restrictions will last -or what are the short and long-term impacts on religious life? In standard times, the presence of religious adherents in houses of worship is used by sociologists as a condition of religiosity for every religious devotee. But how can religiosity be measured in a time when people are alone? And in a time when people are not allowed to meet in large groups or even leave their homes.  What will the Religiosity of Religion look like in the future? And how will the coronavirus affect the religious practices of the Nusantara religions? This paper aims to provide a way forward for studying post-pandemic evolutionary religions that are significant in Indonesia. This study uses an evaluation method in a qualitative approach. The exploration into the evolution of human religiosity is often distorted by assumptions made about religion's nature. This review explores developments in the evolution of religion and provides critical evaluations of different theoretical positions. In general, scholars believe that religion is adaptive. In this set of ideas, theologians' evolutionary insight is not a threat but rather an essential clarification of cross-cultural religion's evolution.Penyebaran COVID-19 yang cepat ke seluruh dunia mengubah cara hidup setiap orang dalam bersosialisasi; lingkungan yang paling banyak digunakan untuk hidup telah dengan cepat menyusut menjadi rumah. Bisnis, sekolah, dan layanan keagamaan semuanya bergerak cepat secara online. Tidak ada yang tahu persis berapa lama pembatasan fisik dan sosial ini akan bertahan atau apa dampak jangka pendek dan jangka panjangnya terhadap kehidupan beragama. Pada zaman standar, kehadiran pemeluk agama di rumah ibadah dimanfaatkan para sosiolog sebagai syarat religiusitas setiap pemeluk agama. Tapi bagaimana religiusitas bisa diukur di saat orang sendirian? Dan di saat orang tidak diperbolehkan bertemu dalam kelompok besar atau bahkan meninggalkan rumah. Seperti apa Religiusitas Agama di masa depan? Dan bagaimana virus corona akan mempengaruhi praktik keagamaan agama-agama Nusantara? Makalah ini bertujuan untuk memberikan jalan ke depan untuk mempelajari agama-agama evolusioner pasca-pandemi yang signifikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dan studi literature. Penjelajahan ke dalam evolusi religiusitas manusia sering kali terdistorsi oleh asumsi-asumsi yang dibuat tentang hakikat agama. Ulasan ini mengeksplorasi perkembangan dalam evolusi agama dan memberikan evaluasi kritis tentang posisi teoritis yang berbeda. Secara umum, para sarjana percaya bahwa agama itu adaptif. Dalam kumpulan gagasan ini, wawasan evolusioner para teolog bukanlah ancaman, melainkan klarifikasi esensial dari evolusi agama lintas budaya.
Menuju Evolusi Ibadah Kristen di Masa Pandemi Covid-19 Fransiskus Irwan Widjaja; Fredik Melkias Boiliu; Didimus SB Prasetya; Haposan Simanjuntak; Vicky BGD Paat
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v3i2.87

Abstract

The rapid spread of COVID-19 throughout the world is changing the way everyone lives in socializing; the environment most used for a living has rapidly shrunk into homes. Business, schools, and religious services all move quickly online. No one knows precisely how long these physical and social restrictions will last -or what are the short and long-term impacts on religious life? In standard times, the presence of religious adherents in houses of worship is used by sociologists as a condition of religiosity for every religious devotee. But how can religiosity be measured in a time when people are alone? And in a time when people are not allowed to meet in large groups or even leave their homes.  What will the Religiosity of Religion look like in the future? And how will the coronavirus affect the religious practices of the Nusantara religions? This paper aims to provide a way forward for studying post-pandemic evolutionary religions that are significant in Indonesia. This study uses an evaluation method in a qualitative approach. The exploration into the evolution of human religiosity is often distorted by assumptions made about religion's nature. This review explores developments in the evolution of religion and provides critical evaluations of different theoretical positions. In general, scholars believe that religion is adaptive. In this set of ideas, theologians' evolutionary insight is not a threat but rather an essential clarification of cross-cultural religion's evolution.Penyebaran COVID-19 yang cepat ke seluruh dunia mengubah cara hidup setiap orang dalam bersosialisasi; lingkungan yang paling banyak digunakan untuk hidup telah dengan cepat menyusut menjadi rumah. Bisnis, sekolah, dan layanan keagamaan semuanya bergerak cepat secara online. Tidak ada yang tahu persis berapa lama pembatasan fisik dan sosial ini akan bertahan atau apa dampak jangka pendek dan jangka panjangnya terhadap kehidupan beragama. Pada zaman standar, kehadiran pemeluk agama di rumah ibadah dimanfaatkan para sosiolog sebagai syarat religiusitas setiap pemeluk agama. Tapi bagaimana religiusitas bisa diukur di saat orang sendirian? Dan di saat orang tidak diperbolehkan bertemu dalam kelompok besar atau bahkan meninggalkan rumah. Seperti apa Religiusitas Agama di masa depan? Dan bagaimana virus corona akan mempengaruhi praktik keagamaan agama-agama Nusantara? Makalah ini bertujuan untuk memberikan jalan ke depan untuk mempelajari agama-agama evolusioner pasca-pandemi yang signifikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dan studi literature. Penjelajahan ke dalam evolusi religiusitas manusia sering kali terdistorsi oleh asumsi-asumsi yang dibuat tentang hakikat agama. Ulasan ini mengeksplorasi perkembangan dalam evolusi agama dan memberikan evaluasi kritis tentang posisi teoritis yang berbeda. Secara umum, para sarjana percaya bahwa agama itu adaptif. Dalam kumpulan gagasan ini, wawasan evolusioner para teolog bukanlah ancaman, melainkan klarifikasi esensial dari evolusi agama lintas budaya.
Membangun Lingkungan Hidup Melalui Tanaman Hidroponik di SMP Eppata 2 Batu Aji Yunardi Kristian Zega; Haposan Simanjuntak; Puja Maharani Sijabat; Medi Hutabarat; Romaulina Sinaga; Sukma Togatorop; Sofia Harefa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.531 KB)

Abstract

Dalam dunia pendidikan, sekolah tidak cukup hanya memperhatikan tentang hasil akademik dari siswa-siswi saja, melainkan guru dan pihak sekolah perlu dapat menumbuhkan rasa peduli siswa-siswi terhadap lingkungannya. Menyadari hal tersebut penting dan merupakan tanggungjawab bersama untuk menjaga lingkungan, maka tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Sekolah Tinggi Teologi Real Batam, Program Sarjana Pendidikan Agama Kristen bermaksud untuk melakukan pelatihan tanaman hidroponik di SMP Eppata II Batu Aji. Dengan tujuan memberikan kesadaran kepada siswa-siswi dan guru di SMP Eppata II mengenai cara melestarikan lingkungan hidup. Adapun manfaat dari kegiatan PkM ini adalah sebagai bekal bagi siswa-siswi dan guru untuk dapat membangun lingkungan hidup di sekitar pekarangan sekolah. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan PkM ini dapat menjadi sarana untuk melatih keterampilan dan rasa kepedulian siswa-siswi dan guru terhadap lingkungan agar tetap hijau dan nyaman untuk di tempati.
Guru dan Peserta Didik: Strategi dalam Pembelajaran untuk Mewujudkan Merdeka Belajar di Sekolah Haposan Simanjuntak; Rongga Uli Sipahutar; Renny Victoria Sinaga; Anita Berutu; Dwianjani E Nainggolan; Nelva Sitorus
Journal on Education Vol 6 No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i3.5663

Abstract

Learning in independent learning emphasizes students being more active in being independent in carrying out their learning activities. However, in reality, students are still found who have difficulty understanding the learning and practical activities. Thus, the aim of this article is to explore a teacher's strategy in realizing freedom of learning for students through the learning process. so that the essence of independent learning can be carried out well. The method used in this research is a descriptive qualitative research method with an approach to library data sourced from journals, books and websites, where researchers study and take theories or opinions that are relevant to the study to produce conclusions. The result of this paper is that students are able to think systematically in their own way in understanding the learning delivered by educators and completing assignments and practices according to individual creativity. This is accomplished through the strategies implemented by teachers in the teaching and learning process. Thus, it is very important for an educator to have a strategy in realizing independent learning for students.
Desain Kinerja Guru Dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Yang Berorientasi Paikem Bagi Siswa Haposan Simanjuntak; Lasmon Sitompul; Victoria Sinaga; Winda Sari Rumahorb; Novita Ester Marlina Zebua; Titin Aritonan
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6567

Abstract

Education is a forum for seeking knowledge for everyone and this knowledge must be achieved according to the target. Educational stages start from elementary school, middle school, vocational school to college. Education can be achieved if the learning process provides a pleasant atmosphere for students, so that learning can be carried out actively, creatively and innovatively. However, in the learning process many things are found that students do not enjoy an active, innovative, creative, effective and fun classroom atmosphere, in fact they are bored, fed up, have difficulty capturing learning and are less enthusiastic about learning. It is the duty of a teacher to have the ability or strategy to take responsibility for his profession as an educator, teacher, facilitator and motivator, so that he can overcome problems like this for students, so that they can experience an active, innovative, creative, effective learning process. and fun (PAIKEM). The aim of this writing is to find out the teacher's strategy or design in realizing a PAIKEM classroom atmosphere for his students, which then makes it easier for them to achieve maximum education through the design carried out by the teacher. The method used by the author is a qualitative method with an approach to literature or literature studies sourced from journals, books, websites and other online media that can be academically accountable. The result of this paper is that a teacher can have the ability to design learning or strategies that lead to PAIKEM to be applied to students in the teaching and learning process, so as to create a classroom environment that is oriented towards PAIKEM.
Bertahan di Lintasan Baru: Menguasai Kompetensi Guru PAK dalam Era Pasca Modern Simanjuntak, Haposan; Simanjuntak, Manahan Uji; Sianipar, Ronal; Purba, Benteng Martua Mahuraja
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i2.312

Abstract

In this post-modern era, the role of teachers in the learning process is increasingly crucial, especially in religious education. Pedagogical competence is an important aspect that determines the quality of education, including in the subject of Christian Religious Education (PAK). However, along with the development of technology and changes in social dynamics, there is an urgent need to understand how this pedagogical competence is implemented and how it affects students' character education. Therefore, this study aims to investigate the implementation of PAK teacher pedagogical competence and its contribution to improving the quality of learning in this modern era. This study was conducted by researchers with the purpose of further investigating the Pedagogical Competence of a teacher, especially Christian Religious Education (PAK) teachers who are involved in the learning process today. Qualitative analysis methods were used by conducting interviews with a number of teaching staff, both teachers and lecturers, who are active in current learning activities. Data were collected using several instruments based on theories presented by experts who specifically discuss the topic being studied. After the research was conducted, the data was interpreted descriptively with the results covering: 1) Implementation of Pedagogical Competence of PAK Teachers in several aspects, 2) Influence of Pedagogical Competence of PAK Teachers on the progress of character education, and 3) Contribution of technological progress in improving PAK Teachers' Pedagogical Competence. From this study, it can be concluded that the competence of a teacher, especially pedagogical competence, is very important both among exact and non-exact educators, especially PAK teachers in the current era which is the post-modernization era.AbstrakDi era pasca-modernisasi ini, peran guru dalam proses pembelajaran semakin krusial, khususnya dalam pendidikan agama. Kompetensi pedagogik menjadi aspek penting yang menentukan kualitas pendidikan, termasuk dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan dinamika sosial, ada kebutuhan yang mendesak untuk memahami bagaimana kompetensi pedagogik ini diimplementasikan dan bagaimana pengaruhnya terhadap pendidikan karakter siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki implementasi kompetensi pedagogik guru PAK dan kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era modern ini.Penelitian ini dilakukan oleh peneliti dengan tujuan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang Kompetensi Pedagogik seorang guru, khususnya guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang terlibat dalam proses pembelajaran pada zaman sekarang. Metode analisis kualitatif digunakan dengan melakukan wawancara kepada sejumlah tenaga pengajar, baik guru maupun dosen, yang aktif dalam kegiatan pembelajaran saat ini. Data dikumpulkan menggunakan beberapa instrumen yang didasarkan pada teori-teori yang disampaikan oleh para ahli yang secara khusus membahas topik yang diteliti. Setelah penelitian dilakukan, data diinterpretasikan secara deskriptif dengan hasil yang mencakup: 1) Implementasi Kompetensi Pedagogik Guru PAK dalam beberapa aspek, 2) Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru PAK terhadap kemajuan pendidikan karakter, dan 3) Kontribusi kemajuan teknologi dalam meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru PAK. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kompetensi seorang guru, terutama kompetensi pedagogik, sangatlah penting baik di kalangan pendidik eksakta maupun non-eksakta, khususnya guru-guru PAK di era saat ini yang merupakan era pasca-modernisasi.
Free The Sea Bersama Program Studi Sarjana Pendidikan Agama Kristen Stt Real Batam: Kebersihan Lingkungan Hidup Untuk Masa Depan Asri Bagi Masyarakat Di Pulau Buluh Simanjuntak, Haposan; Lahagu, Ardianto; Simanjuntak, Manahan; Harefa, Besti Niat; Sinaga, Job; Faulina Purba, Laura; Lubis, Dorgis; Lelo, Sisulince; Saleleubaja, Lewis; Siregar, Viktor Deni
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i2.2312

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan oleh program studi sarjana pendidikan STT REAL Batam mengedukasi bahwa kebersihan lingkungan dapat mempengaruhi terjadinya lingkungan yang tidak baik bagi masa depan sehingga mengadakan kegiatan kebersihan lingkungan di Pulau Buluh yang sebelumnya telah dilakukan observasi oleh tim terlebih dahulu kepada masyarakat setempat untuk menemukan titik masalah kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Esensi dari pengabdian ini adalah untuk melakukan pembersihan sampah dilingkungan pemukiman masyarakat yang tinggal di pesisir pantai. Strategi yang dilakukan oleh warga setempat adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), yang melibatkan seluruh peserta acara aktif dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi, dilakukan kegiatan dengan sosialisasi dan memberikan edukasi. Hasil dari pengambdian ini menumjukan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik di Pulau Buluh dan masyarakat menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Pulau Buluh yang dilakukan oleh Program Sarjana Pendidikan Agama Kristen STT REAL Batam dengan bekerja sama dengan perusahan Free the Sea yang sudah memberikan dampak positif terhadap lingkungan pesisir pantai masyarakat setempat. Harapan kami dari tim pengabdian masyarakt agar masyarakat Pulau Buluh terus menjaga lingkungan yang asri demi masa depan di Pulau Buluh.
Co-Authors Anita Berutu Aritonang, Titin Boiliu, Fredik Melkias Bunga Wahyuni Sinaga Butar-butar, Rikardo Dayanto Chintia Merta Sitinjak Desika Sihombing Dian Susi Yanti Sitompul Didimus SB Prasetya Dwianjani E Nainggolan Elda Br Situmorang Elroy Manalu Endang C. H. Tambunan Erti L Nainggolan Evimalinda, Rita Faulina Purba, Laura Firiska Yulinata Nababan Ganda Marito Harefa, Besti Niat Harefa, Desetina Hutagalung, Sabar Manahan Irfan F. Simanjuntak Jelita Marito Malau Jennita Riasari Munthe Juntriman Purba Lahagu, Ardianto Lase, Mitra Binariang Lasmon Sitompul Lastri Samosir Lelo, Sisulince Lidya Dewi S Lubis, Dorgis Lukeria Lewi Penginjil Gurning Manahan Uji Simanjuntak Manahan Uji Simanjuntak Manalu, Mika Manalu, Tetty Medi Hutabarat Melda Wati Tumanggor Mika Manalu Moralman Gulo Nainggolan, Paulina Naomi Yolanti Octavia Ritonga Nelva Sitorus Niska Maresa Br Sembiring Noviana Naomi Gultom Novita Ester Marlina Zebua Okta Sehati Br Situmorang Paat, Vicky BGD Paulina Nainggolan Puja Maharani Sijabat Purba, Benteng Martua Mahuraja Rajagukguk, Mawarnida Renny Victoria Sinaga Riwanti Purba Romaulina Sinaga Ronald Sianipar Rongga Uli Siaphutar Rongga Uli Sipahutar Rosna Galingging Saleleubaja, Lewis Sanjaya, Yudhy Sianipar, Ronal Sihar Lamhot Simatupang Sihombing, Kometa Sihombing, Sonip Simanjuntak, Manahan Simorangkir, Putri Melisa Sinaga, Job Siregar, Rifa Idola Siregar, Viktor Deni Siregar, Viktordeni Siro Fenisia Br Sembiring Sitorus, Nelva Situmorang, Ester Lina Sofia Harefa Soriani Gulo Sri Juniati Sihombing Sukma Togatorop Tafonao, Talizaro Tetty Mardiana Manalu Theresya Novelina br Lumban Gaol Titin Aritonan Vicky Marulitua Lubis Victoria Sinaga Viktor Deni Siregar Viktor Deni Siregar Waruwu, Septerianus Widjaja, Fransiskus Irwan Winda Sari Rumahorb Yenita Alam Parida Silaban Zega, Yunardi Kristian