Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Prevalence of Pornography Addiction, Self-Control, and Its Relationship with Dating Behaviour in Adolescents: A Cross-Sectional Study Simak, Valen Fridolin; Kristamuliana; Meo, Maria Lupita Nena
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 5 No. 2 (2023): Caring: Indonesian Journal of Nursing Science
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v5i2.14285

Abstract

The health of adolescents is intricately linked to their adaptation process during the period of growth and development. When adolescents lack sufficient coping skills or are bewildered by these changes, it can have detrimental effects on their health. One of the main issues impacting adolescent health is pornography and sexual activities, including kissing, masturbation, and sexual intercourse. The objective of this study is to describe pornography addiction, self-control, and their relationship with adolescent dating behaviour in the city of Manado, Indonesia. The research targets adolescents in the Manado region, based on inclusion criteria that include those aged 10-19 years who are unmarried, with a sample size of 230 respondents clustered by region. The method used in this research is a cross-sectional design, involving the direct distribution of questionnaires to prospective respondents. The questionnaires consist of the Pornography Addiction Screening Tool, Brief Self-Control, and Dating Behaviour. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis, using the chi-square test. The results of this study showed that the level of normal pornography addiction 96.5%, risk of addiction 2.6%, vulnerable to addiction 0.9%, and addiction 0%. Bivariate analysis demonstrated a significant relationship between pornography addiction, self-control, and dating behaviour with a p-value of <0.05. The contribution of the results of this research to the field of community health, can serve as foundational data to support ongoing health promotion efforts. This includes the development of technology, as well as the strengthening of policies and adolescent health programs in schools and community health centres.
Penerapan Pijat Tuina Pada Keluarga Anak Usia Sekolah Dengan Masalah Defisit Nutrisi Di Lingkungan II Desa Tongkaina Kec.Bunaken Mangundap, Gabriel Meyti; Simak, Valen Fridolin; Hendro Joli Bidjuni
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v3i2.58546

Abstract

Latar Belakang: Anak usia sekolah merupakananak yang memasuki usia kisaran 6 sampai 12 tahun dan menjadi salah satu kelompok anakyang rentan dengan terjadinya masalah gizi. Dalam kondisi ini anak harus mendapatkanmakanan yang bergizi untuk mendukungproses pertumbuhannya, maka untuk dapatmengoptimalkan aktivitas anak usia sekolahperlu di dukung dengan pemenuhan gizi yang baik. Tujuan: Untuk memaparkan hasilpraktik berupa asuhan keperawatan pada keluarga dengan tahap perkembangan anakusia sekolah dengan pendekatan edukasikesehatan dan demonstrasi. Metode:Laporan kasus, penulis mengambil satukeluarga binaan dengan tahap perkembangananak usia sekolah di lingkungan 2 Tongkainakecamatan Bunaken dengan memberikanintervensi edukasi pemberian makanantambahan dalam upaya perbaikan gizi dan demonstrasi pijat tuina. Hasil : Setelahpemberian intervensi edukasi kesehatantentang pemberian makanan tambahandalam upaya perbaikan gizi keluarga sudahdapat memahami dan mengerti pentingnyagizi pada anak usia sekolah, adanyapeningkatan nafsu makan, namun secarapemenuhan porsi makan dan jenis makananbelum terpenuhi. Dan keluarga mengalamipeningkatan tingkat kemandirian keluarga(KM I menjadi KM II). Kesimpulan: Pemberianintevensi edukasi kesehatan tentangpemberian makanan tambahan dalam upayaperbaikan gizi dan demonstrasi pijat tuinabermanfaat karena bisa menambah wawasandan pengetahuan dari keluarga dalammengatasi masalah kesehatan sehingga status kesehatan keluarga dapat meningkat. Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Demonstrasi, Edukasi Kesehatan, Keluarga
Penerapan Food Model dalam Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pemenuhan Nutrisi pada An.A di Desa Tongkaina Kecamatan Bunaken Jordan Kevin Lampah; Simak, Valen Fridolin; Larira, Dina Mariana
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v3i2.60282

Abstract

Background. School children are experiencing growth and development and therefore need food intake that contains balanced nutrition, so that the process is not disturbed. The role of parents is very important in meeting the nutritional needs of children, but there are various factors that can hinder this ability, such as lack of food availability in the household, poor feeding methods, children do not want to eat or other social factors. Objective. This study aims to describe family nursing care with the developmental stages of school-age children. Method. This research is a type of descriptive research by taking secondary data from family members who are under their supervision. Results. Nursing problems that arise in managed families more specifically in An. A are nutritional imbalances less than the body's needs, delays in child development and health behaviors tend to be at risk. Keywords: nursing problems, nutritional needs, children.
Pelatihan penguatan self-efficacy remaja dalam mengelola kesehatan reproduksi untuk mencegah perilaku berisiko Simak, Valen Fridolin; Renteng, Septriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37507

Abstract

Abstrak Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting yang berpengaruh pada kualitas hidup dan perkembangan masa depan. Rendahnya pemahaman serta kurangnya kepercayaan diri remaja dalam mengambil keputusan sehat seringkali menjadi faktor pemicu terjadinya perilaku berisiko hal ini diakibatkan karena minimnya keterjangkauan remaja untuk mencapai layanan kesehatan, Terbatasnya pengetahuan serta pengaruh budaya Tabuh orang tua dalam memberikan pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy remaja dalam mengelola kesehatan reproduksi melalui pelatihan berbasis edukasi interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi role play. Program ini diikuti oleh remaja usia 15–19 tahun sejumlah 50 orang dan menggunakan desain pre–post test untuk menilai perubahan pengetahuan dan keyakinan diri. Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan (86%) pada pengetahuan dan keyakinan diri (82%). Peserta juga memperlihatkan partisipasi aktif selama kegiatan, yang mengindikasikan peningkatan kemampuan dalam komunikasi asertif dan pengelolaan tekanan sebaya. Pelatihan ini terbukti efektif dalam memperkuat self-efficacy remaja sehingga berpotensi menjadi strategi preventif dalam mencegah perilaku berisiko terkait kesehatan reproduksi. Program ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan melalui kerja sama sekolah, keluarga, dan komunitas guna memastikan perubahan perilaku yang lebih konsisten dan jangka panjang. Kata kunci: kesehatan reproduksi; remaja; self-efficacy. AbstractAdolescent reproductive health is a critical determinant of quality of life and future development. Limited understanding and low self-confidence in making healthy decisions often predispose adolescents to engage in risk-taking behaviors. These challenges are exacerbated by inadequate access to youth-friendly health services, insufficient knowledge, and persistent cultural taboos that hinder parents from providing comprehensive reproductive health education. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) aimed to enhance adolescents’ self-efficacy in managing reproductive health through an educational intervention incorporating interactive learning, group discussions, case studies, and role-play simulations. The program involved 50 adolescents aged 15–19 years and employed a pre–post test design to assess changes in knowledge and self-efficacy. Post-test results demonstrated a substantial improvement in participants’ knowledge (86%) and self-efficacy (82%). Participants also exhibited high levels of active engagement throughout the sessions, indicating enhanced assertive communication skills and improved capacity to manage peer pressure. These findings suggest that the training was effective in strengthening adolescents’ self-efficacy and holds promise as a preventive strategy to reduce reproductive health–related risk behaviors. Sustained implementation through collaborative efforts among schools, families, and community stakeholders is recommended to support consistent and long-term behavioral change. Keywords: reproductive health; adolescents; self-efficacy
Edukasi Anti Bullying Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Resiliensi Anak dan Remaja di Panti Asuhan Buanasari, Andi; Renteng, Septriani; Simak, Valen Fridolin
Omni Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/opm.v3i2.280

Abstract

Anak yang tinggal di panti asuhan sering kali mendapatkan stigma dan dianggap sebagai kaum marginal sehingga mereka sering menjadi korban bullying di sekolah ataupun di tempat umum yang kemudian akan mempengaruhi psikologisnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak dan remaja untuk meningkatkan resiliensi mereka menghadapi bullying. Kegiatan ini dilakukan di dua panti asuhan yang berbeda yaitu Panti Asuhan Terang Titipan Tuhan dan Panti Asuhan Al-Ikhwan dengan memberikan edukasi anti bullying terhadap total 29 anak dan remaja yang tinggal di panti asuhan. Metode pengabdian menggunakan ceramah dan role play. Proses edukasi kesehatan dilakukan dimulai dengan memberikan pre-test sebelum materi edukasi diberikan lalu dilakukan kembali post-test setelah edukasi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan nilai pre dan post-test peserta. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil post-test pemberian edukasi anti bullying dengan rerata peningkatan pengetahuan adalah 30,8% dari hasil pre-test. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi anti bullying penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan anak dan remaja sebagai populasi rentan yang tinggal di panti asuhan sehingga secara tidak langsung juga diharapkan akan meningkatkan resiliensi anak dan remaja ketika menghadapi bullying.