Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

POTENSI WILAYAH PERKOTAAN POLISENTRIS PADA SURAKARTA RAYA DITINJAU DARI PERSPEKTIF PUSAT AKTIVITAS Aziz, Salim; Rahayu, Paramita; Istanabi, Tendra
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 2: Desember 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.11.2.140-154

Abstract

Urbanisasi yang pesat di negara-negara berkembang sering kali menciptakan ketimpangan wilayah sehingga muncul urgensi perencanaan Wilayah Perkotaan Polisentris. Surakarta Raya, sebagai contoh wilayah di Indonesia yang mengalami urbanisasi cepat, menghasilkan pusat-pusat aktivitas baru yang disebabkan oleh urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana potensi struktur ruang Surakarta Raya dengan pendekatan Wilayah Perkotaan Polisentris dari perspektif pembentukan pusat aktivitas melalui variabel pola penggunaan lahan, harga lahan, kepadatan penduduk, dan fasilitas umum. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui analisis klaster k-means yang dispasialkan. Hasil analisis menunjukkan adanya potensi perkembangan pada beberapa pusat aktivitas perkotaan di Surakarta Raya yang dapat membentuk struktur ruang polisentris. Terkait dengan fenomena tersebut, diperlukan perencanaan tata ruang wilayah yang mengatur konsentrasi pusat aktivitas sehingga dapat mencegah ketimpangan wilayah di Surakarta Raya. Penelitian selanjutnya dapat memperluas fokus pada proses spesialisasi ekonomi dan mobilitas antar wilayah dalam konteks Wilayah Perkotaan Polisentris.
Manajemen Bencana Kawasan Wisata Lereng Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar dari Aspek Struktur Pembiayaan Ariyani, Lidya; Aliyah, Istijabatul; Istanabi, Tendra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i2.73562.87-99

Abstract

Kabupaten Karanganyar merupakan kawasan prioritas pengembangan wisata yang memiliki risiko bencana banjir dan longsor. Risiko kebencanaan merupakan salah satu faktor eksternal yang dapat menghambat pertumbuhan pariwisata. Selian itu, masih banyak permasalahan terkait manajemen bencana lainnya, termasuk anggaran, khususnya terkait porsi anggaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur pembiayaan program manajemen bencana kawasan wisata lereng Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Kasus terkait pembiayaan yang diambil untuk peneltian ini adalah program pembiayaan pada 30 objek wisata yang terpilih dengan menggunakan teknik quota sampling pada Kecamatan Jenawi, Kecamatan Ngargoyoso, Kecamatan Tawangmangu, dan Kecamatan Jatiyoso. Data yang digunakan adalah data tahun 2018 hingga tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan penelitian memiliki potensi wisata yang dilengkapi oleh unsur-unsur pengembangan wisata, yaitu atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan organisasi pengelola, tetapi memiliki risiko bencana alam longsor, gempa bumi, dan letusan gunung api. Kawasan wisata Kabupaten Karanganyar telah melakukan seluruh tahap manajemen bencana, yaitu pencegahan, peringatan dini, kesiapsiagaan, mitigasi, tanggap darurat bencana, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Pembiayaan manajemen bencana bersumber dari pembiayaan pemerintah dan nonpemerintah. Diketahui bahwa pembiayaan manajemen bencana linier dengan kejadian bencana yang terjadi. Sementara itu, jumlah kunjungan wisata linier terhadap kebutuhan pembiayaan manajemen bencana. Struktur pembiayaan manajemen bencana paling tinggi ada pada tahap rekonstruksi yang digunakan untuk penambahan sarana maupun pembangunan ulang objek wisata yang terdampak kejadian bencana.
POTENSI PENERAPAN KONSEP KOTA KOMPAK DI KOTA DEPOK DARI ASPEK TATA GUNA LAHAN DAN SISTEM TRANSPORTASI Ratnaningtyas, Navrida; Rahayu, Paramita; Istanabi, Tendra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v4i2.55498.181-195

Abstract

Urbanisasi yang terus terjadi tanpa perencanaan akan berakibat negatif pada pergeseran perkembangan kota ke arah pinggiran kota atau urban sprawl. Konsep compact city atau kota kompak menjadi solusi dari perkembangan kota yang sprawl dengan adanya intensifikasi lahan dan pemerataan sistem transportasi. Kota Depok merupakan salah satu wilayah yang memiliki kecenderungan sprawl dengan isu-isu guna lahan dan transportasi. Kota Depok memiliki strategi pengembangan kota yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tahun 2018-2029 dengan meningkatkan keterpaduan antara tata guna lahan dan transportasi melalui penerapan konsep kota kompak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi guna lahan dan sistem transportasi Kota Depok dalam penerapan konsep kota kompak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif kuantitatif dengan metode analisis spasial dan statistik deskriptif. Penelitian ini menggunakan delapan indikator konsep kota kompak yang dilihat dari aspek tata guna lahan dan sistem transportasi. Dari hasil analisis aspek tata guna lahan, persentase wilayah dengan kepadatan tinggi di Kota Depok sebesar 50%, kepadatan perumahan dan permukiman tinggi sebesar 23%, wilayah yang memiliki guna lahan campuran sebesar 41%, serta keterjangkauan dan ketersediaan sarana sebesar 46%. Sementara itu, dari aspek transportasi, aksesibilitas tinggi berada pada persebaran guna lahan perkotaan dan peribadatan. Konektivitas jalan di Kota Depok memiliki rasio 1.6, dan terdapat tujuh nodal multimoda di Kota Depok. Penelitian menemukan bahwa 2.422 Ha atau 12% wilayah Kota Depok sudah memiliki potensi kota kompak karena wilayahnya mendukung keseluruhan indikator perkembangan konsep kota kompak.
KAJIAN POLA PERSEBARAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO Aini, Alfisah Nur; Putri, Rufia Andisetyana; Istanabi, Tendra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v4i2.63661.241-257

Abstract

Kota Surakarta mengalami perkembangan yang pesat ke wilayah pinggiran yang mengakibatkan terjadinya alih fungsi lahan non terbangun menjadi lahan terbangun secara masif. Kecamatan Kartasura di Kabupaten Sukoharjo merupakan wilayah pinggiran Kota Surakarta yang mengalami alih fungsi lahan sebesar 1.643,99 ha selama tahun 2009 hingga 2020, khususnya untuk pembangunan perumahan dengan jumlah perumahan baru yang dibangun sebanyak 1.294 hanya dalam kurun tahun 2019 hingga 2021. Perkembangan permukiman di Kecamatan Kartasura menyebabkan terjadinya penyebaran permukiman dengan kecenderungan acak atau tidak merata dan tidak dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya pola persebaran permukiman di Kecamatan Kartasura. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan teknik analisis tetangga terdekat untuk mengetahui tentang pola persebaran permukiman di Kecamatan Kartasura dan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui tentang faktor yang berpengaruh terhadap pola persebaran permukiman. Pola persebaran permukiman yang terbentuk di Kecamatan Kartasura adalah pola mengelompok dan pola acak. Adanya pusat-pusat aktivitas dan wilayah dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai mengakibatkan permukiman mengelompok di sekitar pusat aktivitas tersebut. Bertambahnya jumlah penggunaan lahan permukiman yang tumbuh dan bercampur dengan penggunaan lainnya menyebabkan permukiman menyebar secara acak. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya pola mengelompok dan acak di Kecamatan Kartasura adalah faktor kependudukan, yang meliputi pertumbuhan penduduk dan kepadatan penduduk). Karakteristik topografi dan infrastruktur antara zona satu dengan zona lainnya yang tidak jauh berbeda mengakibatkan topografi dan infrastruktur tidak berpengaruh terhadap pola persebaran permukiman.
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar Hantoro, Ryan Daffa; Aliyah, Istijabatul; Istanabi, Tendra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.78280.184-199

Abstract

Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah mencakup dataran rendah hingga dataran tinggi Gunung Lawu. Keberagaram alam tersebut membawa berbagai ancaman bencana alam. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Karanganyar,terdapat lima jenis bencana alam yang pernah terjadi di Kabupaten Karanganyar yaitu tanah longsor, banjir, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta cuaca ekstrim. Salah satu bentuk mitigasi bencana untuk menghadapi berbagai macam ancaman bencana alam di Kabupaten Karanganyar adalah dengan menggunakan pemetaan ancaman multi bencana alam. Pemetaan multi bencana alam dapat menunjukan lokasi kritis tingkat ancaman dari salah satu bencana atau lebih. Pemetaan ancaman multi bencana Kabupaten Karanganyar disusun dengan melakukan serangkaian tahapan yaitu membuat peta ancaman dari masing-masing jenis bencana berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang kemudian digabungkan dengan spatial overlay. Metode yang digunakan adalah skoring dan pembobotan serta overlay antar variabel ancaman bencana menggunakan modifikasi rumusan dari Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)Nomor 2 Tahun 2012 untuk mendapatkan bobot setiap ancaman multi bencana Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menghasilkan bahwa wilayah Kabupaten Karanganyar didominasi oleh ancaman multi bencana alam dengan tingkat sedang dengan luas 49% dari luas total, tingkat tinggi dengan luas 35%, tingkat sangat tinggi dengan luas 9%, tingkat rendah dengan luas  6%, dan tingkat sangat rendah dengan luas r 1% dari luas total.
Keragaman Tipe Mitigasi Bencana pada Destinasi Wisata di Kecamatan Ngargoyoso Widyaningrum, Wahyu; Aliyah, Istijabatul; Istanabi, Tendra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.77445.69-83

Abstract

Bencana apabila tidak dikelola dengan baik akan berdampak negatif pada ekosistem dan kinerja/performa pariwisata. Selama 20 tahun terakhir, banyak pariwisata di Indonesia tercatat pernah terdampak oleh beberapa bencana berskala besar. Hal tersebut memunculkan kebutuhan untuk implementasi mitigasi bencana pada sektor pariwisata sebagai solusi untuk mengatasi bencana yang merupakan salah satu penyebab krisis kepariwisataan. Implementasi mitigasi bencana pada destinasi wisata juga dapat meningkatkan keberlanjutan dan ketahanan pada destinasi wisata serta menciptakan keselamatan wisatawan yang lebih optimal. Implementasi mitigasi bencana sangat beragam karena setiap wilayah, atau dalam konteks ini destinasi wisata, memiliki karakteristik wilayah masing-masing yang mempengaruhi implementasi mitigasi bencana yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaman tipe mitigasi bencana pada destinasi wisata di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deduktif dan induktif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan studi literatur yang kemudian diolah dengan teknik analisis deskriptif spasial, analisis deskriptif kualitatif, dan analisis klasifikasi. Dari beragam data mitigasi bencana yang diterapkan pada destinasi wisata di lokasi studi, penelitian ini berhasil mengidentifikasi adanya delapan tipe mitigasi bencana pilihan. Secara lebih detail, delapan tipe mitigasi bencana pilihan tersebut memiliki perbedaan implementasi yang signifikan antara satu tipe dengan tipe lainnya pada destinasi wisata. Perbedaan implementasi setiap tipe mitigasi bencana pilihan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik destinasi wisata yang terbentuk dari jenis wisata dan jenis ancaman bencana yang ada pada destinasi wisata. Melalui penelitian ini, delapan tipe mitigasi bencana pilihan tersebut apabila dikaji secara lebih mendalam bisa dikelompokkan berdasarkan tingkat kompleksitas implementasi mitigasi bencana dimana kompleksitas tersebut berakar dari perbedaan kombinasi jenis ancaman bencana yang dihadapi oleh masing-masing tipe.
Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan pada Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Suburban Selatan Kota Surakarta Menggunakan Pemodelan Spasial Ayuningtias, Grafirati Mutiara; Istanabi, Tendra; Rini, Erma Fitria
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.91166.175-187

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memprediksi perubahan penggunaan lahan di kawasan suburban selatan Kota Surakarta menggunakan model Cellular Automata - Artificial Neural Network (CA-ANN). Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan penggunaan lahan, seperti kepadatan penduduk, faktor kegiatan, aksesibilitas, nilai tanah, dan topografi. Hasil penelitian menunjukkan perubahan signifikan dalam penggunaan lahan, dengan penurunan lahan pertanian dan peningkatan kawasan permukiman dan industri. Studi ini menyoroti dampak pembangunan perkotaan terhadap penggunaan lahan pertanian dan perlunya perencanaan perkotaan yang berkelanjutan untuk memastikan ketahanan pangan. Proses pemodelan spasial memprediksi perubahan penggunaan lahan di masa depan, sejalan dengan kebijakan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). Pengendalian dan pemanfaatan penggunaan lahan penting untuk menjaga stabilitas pertanian dan mencegah konversi ke penggunaan nonpertanian.
POTENSI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) SEMPADAN SUNGAI DARI ASPEK FISIK REVITALISASI Santoso, Benediktus Ariel; Rahayu, Paramita; Istanabi, Tendra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v4i2.53511.196-209

Abstract

Isu lingkungan hidup terkait Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan ruang publik merupakan permasalahan yang ditemui pada mayoritas perkotaan di Indonesia, khususnya terkait ketersediaan RTH yang kurang dari 10% dari luasan kota. Kota Surakarta memiliki persentase jumlah RTH yang tidak sesuai, yakni masih berkisar 8,47% atau 373 hektar. Salah satu bagian RTH yang mampu berkontribusi terhadap ketersediaan RTH adalah sempadan sungai. Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kota Surakarta memiliki potensi untuk menyumbang ketersediaan RTH, akan tetapi terdapat alih fungsi lahan di daerah sempadan Sungai Bengawan Solo. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan atau mengembalikan fungsi sempadan Sungai Bengawan Solo antara lain adalah dengan revitalisasi sempadan sungai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografi (SIG) dan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui kontribusi sempadan Sungai Bengawan Solo sebagai RTH Kota Surakarta melalui proses revitalisasi fisik. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diketahui bahwa kontribusi sempadan Sungai Bengawan Solo belum optimal karena masih terdapat bangunan di sempadan sungai. Berdasarkan analisis revitalisasi pada aspek fisik, revitalisasi fisik yang dilakukan di Kawasan Semanggi, sebagai salah satu area di Kota Surakarta yang berada di sempadan sungai Bengawan Solo, adalah dengan melakukan penataan kembali bangunan pada kawasan permukiman di dalam tanggul parapet yang dilengkapi infrastruktur penunjang dan mengembalikan fungsi sempadan Sungai Bengawan Solo di luar parapet menjadi RTH seluruhnya. Revitalisasi fisik yang dilakukan mampu menambah luasan RTH di Kawasan Semanggi. Dari hasil analisis tersebut, diketahui bahwa potensi sempadan sungai sebagai RTH mampu ditingkatkan dengan melakukan revitalisasi fisik. Selanjutnya, hasil analisis revitalisasi fisik pada kawasan Semanggi menjadi asumsi dalam memperkirakan potensi kontribusi sempadan sungai pada seluruh Sungai Bengawan Solo di Kota Surakarta. Berdasarkan hasil analisis kontribusi, diketahui bahwa potensi sempadan Sungai Bengawan Solo sebagai RTH terhadap kebutuhan RTH di Kota Surakarta mampu meningkat jika dilakukan revitalisasi fisik di seluruh sempadan sungai.
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Koridor Arteri Soekarno-Hatta Kota Semarang Kurniawan, Arista; Aliyah, Istijabatul; Istanabi, Tendra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.91246.125-139

Abstract

Ketersediaan lahan yang terbatas dan kebutuhan akan lahan yang terus meningkat di kawasan perkotaan mengakibatkan fenomena perubahan penggunaan lahan terus terjadi. Perubahan penggunaan lahan umumnya terjadi di daerah yang memiliki pusat aktivitas atau dilalui oleh jaringan jalan dengan aksesibilitas yang tinggi seperti jalan arteri atau jalan kolektor. Hal ini dapat diamati di Koridor Arteri Soekarno-Hatta Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan penggunaan lahan di koridor arteri Soekarno-Hatta. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan proses overlay peta fungsi penggunaan lahan yang menggunakan data penggunaan lahan didasarkan pada citra satelit tahun 2014 dan 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan yang terjadi di koridor arteri Soekarno-Hatta didominasi oleh perubahan fungsi tegalan menjadi fungsi perumahan. Analisis terhadap perubahan intensitas pemanfaatan lahan di wilayah penelitian menunjukkan bahwa Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) menunjukkan nilai peningkatan di blok–blok wilayah penelitian.