Tandan kosong kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber selulosa yang dapat diolah, salah satunya menjadi material nanoselulosa yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta pengaplikasian yang luas di bidang industri seperti dalam pembuatan komposit, kemasan, biomedis, dan elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pengaruh perbedaan konsentrasi asam sulfat dan lama waktu ultrasonifikasi dalam proses pembuatan nanoselulosa dari tandan kosong kelapa sawit serta mendapatkan konsentrasi asam sulfat dan lama waktu ultrasonifikasi terbaik yang menghasilkan rendemen nanoselulosa tertinggi dan karakteristik nanoselulosa terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor A: konsentrasi asam sulfat (10%, 20%, dan 30%), dan faktor B: waktu ultrasonikasi (30, 60, dan 90 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi asam sulfat dan waktu ultrasonikasi berpengaruh terhadap rendemen nanoselulosa yang dihasilkan yaitu: 89,46; 89,51; 89,52; 84,20; 85,23; 87.84; 78,94; 79,80; dan 81, 83%, dan berpengaruh juga terhadap karakteristik nanoselulosa berupa ukuran partikel nanoselulosa yang didapatkan 268,5; 239,3; 275,0; 224,4; 310,7; 218,9; 170,8; 260,9; dan 380,7 nm. Konsentrasi asam sulfat 10% dengan waktu ultrasonikasi 90 menit menghasilkan rendemen nanoselulosa yang tertinggi yaitu 89,52%. Dan konsentrasi 30% dengan waktu ultrasonikasi 30 menit menghasilkan karakteristik nanoselulosa berupa ukuran partikel nanoselulosa yang relatif kecil yaitu 170,8 nm. Nanoselulosa yang dihasilkan cocok digunakan sebagai biokomposit, karena berada pada rentang 100-500 nm. Kata kunci—asam sulfat, nanoselulosa, tandan kosong kelapa sawit, ultrasonikasi