Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pendampingan Remaja Putri dalam Deteksi Dini Pencegahan Anemia di Pondok Pesantren Nurul Falah, Kabupaten Lebak Ayi Tansah; Ismiyati Ismiyati
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.688 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i2.1839

Abstract

Anemia can impact of body to susceptible disease, decreasing learning activities and reducing concentration. Therefore, early detection is needed to prevent anemia in young women. This activity aims to identify knowledge about anemia and the incidence of anemia in young women. The targets for this activity were young women at the Nurul Falah Islamic Boarding School Lebak Regency.  This activity was carried out from August to October 2022. The method used in the intervention was the provision of adolescent nutrition education, Hemoglobin examination and administration of Fe tablets. During monitoring, a haemoglobin check is performed again, and the final evaluation by measuring Hb levels. The activity results showed that the health education provided successfully increased students' knowledge about anemia and its prevention. This program can be seen from the average value (mean), which was initially 46.8 to 73.6 after being given counselling. The incidence of anemia is 46.6%. However, after intervention in the form of counselling in detecting and preventing anemia and administration of Fe tablets consumed every week for two months, it became 10%. So it can be concluded that there was an increase in the score of the knowledge of young students about anemia in detecting and preventing it, and there was a decrease in the incidence of anemia in female students after accompanying the consumption of Fe tablets. It is suggested that female students will be more concerned about early detection and prevention of anemia.
STUNTING PADA KONDISI RAWAN PANGAN, SANITASI, DAN KELAYAKAN SUMBER AIR MINUM PADA KELUARGA DI PROVINSI BANTEN (ANALISIS DATA SSGI-2021) Yenie Wulandari; Ismiyati Ismiyati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 10 No 1 (2023): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v10i1.524

Abstract

Stunting is still a special concern, despite a decrease in cases from year to year. This decline has not yet reached the national target of 14% by 2024. The purpose of this study was to determine the incidence of stunting based on food insecurity conditions, sanitation feasibility, and feasibility of family minimum water sources. The method used in this research is quantitative. The data used comes from the results of the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) in 2021. The data used is specific to the Banten Province area. The number of samples used was 3671 families with children under five years old. Data analysis using chi-square. The incidence of stunting is associated with food insecurity, an environment with vulnerable sanitation, and unhealthy drinking water sources. Food-insecure families have a 1.5 times risk of having stunted toddlers. Meanwhile, families that do not have proper sanitation will have a risk of stunting of 2.174 times. A healthy environment with proper sanitation will certainly reduce toddlers from infections caused by the environment.
EFEKTIVITAS e-BOOK DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK Rumiatun, Darti; Ismiyati; Yuningsih, Nani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Asia, Africa and North America about 50% of children experience violence. While in Southeast Asia there are about 10% of boys and 15% of girls who have experienced one form of sexual violence in childhood. This research is a Quantitative research with a quasi-experimental pretest-post test design with control group. The research respondents were 4th and 5th grade elementary school students aged 9-10 years. The sample of the experimental group and the control group each amounted to 22 people. The intervention was given to students for 4 weeks. This research was conducted in 2 elementary schools, namely public and private elementary schools in the Lebak Regency area from July to August 2023. Data analysis used relationship test (Chi-Square) and T-test. The results showed that there was a significant relationship between children's knowledge in preventing sexual violence against mother's work (p-0.025). The data also showed a significant difference in the knowledge of the e-book group with the leaflet group with a value of p-0.000.
Pengalaman Belajar Asuhan Kehamilan Pada Mahasiswa Kebidanan di Klinik Rumiatun, Darti; Ismiyati, Ismiyati; Sutomo, Omo
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v2i1.539

Abstract

Pelayanan antenatal yang tepat akan memberikan kesejahteraan pasien pada saat persalinan. Pemeriksaan kehamilan ini diatur oleh Pemerintah dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 52 Tahun 2017 tentang pelayanan antenatal terpadu. Namun, belum semua bidan mematuhi standar pelayanan antenatal yang sudah ditetapkan. Upaya membantu mengatasi hal tersebut yang terkait meningkatkan pengetahuan dan kemampuan bidan salah satunya dapat dipersiapkan sejak masa pendidikan. mahasiswa terampil dalam memberikan asuhan yang didasari dengan ilmu pegetahuan sehingga mereka mampu memberikan penatalaksaanaan yang tepat. Namun, mahasiswa tingkat akhir (Semester VI) masih kurang mampu menganalisis kasus dalam asuhan kebidanan dan belum bisa mengaitkan antara keluhan, diagnosa, penatalaksanaan, serta evaluasi secara tepat. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah embedded concurrent mixed method. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa, pembimbing lahan, dan pembimbing institusi. Pemeriksaan yang dilakukan oleh mahasiswa masih terlihat bahwa pemeriksaan kehamilan hanya sekedar rutinitas. Mereka kurang memahami bahwa kebutuhan pemeriksaan setiap pasien berbeda-beda. Hal ini terjadi karena pengalaman yang sering mereka lihat dilapangan. Untuk membantu mahasiswa lebih mudah dalam proses pembelajaran praktik kehamilan maka mereka membutuhkan alat bantu. Alat bantu yang mereka butuhkan diantaranya berisi tentang kondisi psikologi, pemantauan tekanan darah, pemantauan perkembanga janin, dan status gizi ibu hamil. Semua mahasiswa (100%) pada saat Praktik dilapangan selalu mendapatkan kesempatan untuk memeriksa tekanan darah, perkembangan janin dengan mengukur tinggi fundus uterus, memeriksa denyut jantung janin (DJJ), dan memeriksa persentasi atau letak janin. pemeriksaan status gizi (berat badan dan lila) sebanyak 96,9% dilakukan oleh mahasiswa pada saat dilapangan. Pemeriksaan fisik ibu hamil secara head to too dan memantau hemoglobin dapat dilakukan oleh mahasiswa sebanyak 63.6%. sekitar 45.5% yang dapat belajar tentang menggali perkembangan psikologi ibu hamil. Mereka dapat melakukan anamnesa tentang psikologi ibu hamil pada saat belajar di bidan praktik. Sedangkan pada saat di puskesmas dan rumah sakit meraka tidak dapat menggali psikologi ibu.
Pengaruh Yoga dan Senam Pemanasan (Stretching Exercise) Terhadap Penurunan Dysmenorhea Primer (Studi Literatur Review) Rusyanti, Siti; Ismiyati, Ismiyati
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 2 No. 02 (2024): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v2i02.693

Abstract

Pada proses menstruasi, banyak wanita yang mengalami nyeri haid (Dismenore). Dismenore merupakan salah satu gangguan haid yang paling sering dialami oleh wanita di seluruh dunia sejak pertama kali mengalami menstruasi (dismenore primer). Kejadian dismenore primer pada wanita di negara Turki sebesar 85,7%, Brazil 73%, Mesir 76,1%, Iran 72%. Dismenore dapat mengganggu aktifitas dan memerlukan penanganan. Dismenore ditandai dengan timbulnya rasa sakit yang dirasakan pada daerah perut dan panggul kadang-kadang menjalar ke daerah punggung. Dismenore dapat terjadi ringan dan berat; wanita dapat sampai mengalami syok. Dampak dismenore terhadap kehidupan wanita dapat mengganggu aktifitas sehari-hari, menurunkan prestasi belajar dan menurunkan aktifitas belajar dan bekerja sehingga dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup. kebiasaan olahraga yang baik yang dilakukan oleh seorang wanita secara teratur selama 30-60 menit, 3-5x dalam seminggu dapat mencegah terjadinya dismenore primer. Jenis olahraga terdiri dari jalan santai, jogging ringan, berenang, senam dan bersepeda sesuai dengan kondisi masing-masing. Rumusan masalah yang dapat diambil dalam literature review ini yaitu, bagaimana pengaruh olahraga terhadap penurunan dismenore primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh olahraga terhadap penurunan dismenore primer. Studi ini merupakan systematic literature review yang digunakan untuk menganalisis pengaruh olahraga (Yoga dan senam pemanasan) terhadap penurunan dismenore primer. Kriteria kelayakan artikel mempertimbangkan kriteria inklusi dan ekslusi. Studi literature ini dilakukan pencarian artikel melalui mesin pencari artikel Google scholar, PubMed, Science Direct dan Garuda. Tahapan seleksi artikel disesuaikan dengan flowchart dari PRISMA diagram. Teknik analisis artikel yang digunakan adalah dengan melakukan analisis terhadap artikel penelitian terkait pengaruh olahraga terhadap penurunan dismenore primer. Penulis akan mencari kesamaan dan perbedaan diantara beberapa artikel kemudian dibuat suatu simpulan. Penelitian ini mengkaji 7 artikel tentang senam peregangan (streaching exercise) dan 3 artikel tentang yoga. Hasil penelitian menunjukan bahwa senam peregangan dan yoga efektif dalam menurunkan intensitas nyeri disminore (p=<0.05). Namun keberhasilan ini dapat dipengaruhi oleh keteraturan dalam melakukan senam. Semakin sering dan teratur melakukan senam maka semakin efektif untuk menurunkan intensitas nyeri.
Stunting dan Infeksi pada Balita di Provinsi Banten Wulandari, Yenie; Ismiyati, Ismiyati
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 2 No. 02 (2024): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v2i02.694

Abstract

Permasalahan tumbuh kembang anak yang saat ini menjadi perhatian adalah stunting. Kejadian stunting di Indonesia mencapai 24,4%. Sedangkan di Provinsi Banten kejadian stunting melebihi nasional yaitu 24,5%. Stunting disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah adanya riwayat infeksi seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA),diare, maupun cacingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan infeksi dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik kasus kontrol yang menggunakan data sekunder dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021 untuk wilayah Provinsi Banten yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jumlah sampel sebanyak 3671 balita. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian stunting banyak terjadi pada balita yang pernah mengalami infeksi (28.8%) bila dibandingkan dengan balita stunting yang tidak mengalami infeksi (20.9%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p-valeu = 0.001, sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara stunting dengan infeksi pada balita. Balita yang terinfeksi memiliki risiko (OR) 1.532 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan dengan balita yang tidak mengalami infeksi. Balita dengan riwayat infeksi lebih besar berisiko untuk terjadi stunting.
Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir, dan Jenis Kelamin Sebagai Faktor Kejadian Stunting di Provinsi Banten Rodiah, Dina; Ismiyati, Ismiyati; Wulandari, Yenie; Kuswandi, Kadar; Lindawati, Ida
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 01 (2025): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v4i01.946

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia meskipun prevalensinya menunjukkan penurunan secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara berat badan lahir, panjang badan lahir, dan jenis kelamin bayi dengan kejadian stunting pada balita di Provinsi Banten. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 3.671 balita. Berat badan lahir diklasifikasikan menjadi berat badan lahir rendah dan normal, sedangkan panjang badan lahir dibedakan menjadi <48 cm dan ≥48 cm. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan lahir rendah berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,001; OR=2,473). Balita dengan panjang badan lahir <48 cm memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting (p=0,001; OR=2,413). Selain itu, balita laki-laki lebih berisiko mengalami stunting dibandingkan perempuan (p=0,007; OR=1,238). Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan intervensi kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan dan awal kehidupan untuk mencegah stunting.