Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan tentang Penanganan dan Pencegahan Diare pada Anak melalui Penyuluhan dan Story Telling Hanna Tabita Hasianna Silitonga; Marina Wardaya; Shienny Megawati Sutanto; Evan Raditya Pratomo; Hebert Adrianto; Wira Widjaja Lindarto; Berlian Beatrix Rarome; Fransisca Suyanto Pangemanan; Aura Dhiya Ulhaq
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7771

Abstract

Sejak pandemi COVID-19, banyak warga jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sepanjang Sidoarjo, khususnya anak-anak, rentan terhadap berbagai penyakit seperti diare, flu dan infeksi saluran napas. Permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar orang tua di GKI adalah kurangnya pengetahuan dan media untuk mengajarkan tentang pencegahan diare atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak-anaknya. Solusi yang ditawarkan melalui pengabdian masyarakat di GKI Sepanjang adalah edukasi terkait diare dan PHBS sebagai upaya pencegahannya. Sasaran dari pengabdian masyarakat ini adalah orang tua, remaja dan anak-anak dengan total 40 orang. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 15 dan 16 Oktober 2022. Pada hari pertama, edukasi pada orang tua dan remaja sejumlah 19 orang, dilakukan melalui penyuluhan dan diskusi. Pada hari kedua, edukasi untuk anak-anak, sejumlah 21 orang, dilakukan melalui story telling. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan pada remaja dan orang tua setelah dilakukan penyuluhan dan diskusi, yaitu sebesar 14%. Hasil story telling yang dilakukan pada anak dinilai mampu menarik perhatian anak serta meningkatkan kesadaran untuk mencegah diare. Meskipun terdapat peningkatan pengetahuan pada orangtua dan remaja, dibutuhkan metode lain dalam meningkatkan pengetahuan terkait diare dan pencegahannya.Diarrhoea is a common disease in children and is dangerous if not followed up properly. Prevention of diarrhoea can be done by maintaining personal and environmental hygiene. Educating children and parents about the importance of preventing diarrhoea and overcoming it from home is necessary. Since the COVID-19 pandemic, many residents of the Gereka Kristen Indonesia (GKI) Sepanjang, Sidoarjo, especially children, are vulnerable to diseases such as diarrhoea, flu and respiratory and respiratory infections. This is related to clean and healthy living behaviours that all residents of the congregation should carry out. The problem faced by most parents in GKI is the lack of knowledge and media to teach about diarrhoea prevention or Clean and Healthy Living Behavior to their children. The solution offered through community service at GKI Sepanjang is education related to diarrhoea and clean and healthy behaviour to prevent it. The targets of this community service are parents, teenagers and children. Education for parents and adolescents is conducted through counselling and discussion, while education for children is done through storytelling. The pre-test and post-test results showed an increase in knowledge among adolescents and parents after counselling and discussion, which was 14%. The results of storytelling on children are considered to attract children's attention and increase awareness to prevent diarrhoea. Although there is an increase in knowledge among parents and adolescents, other methods are needed to increase knowledge related to diarrhoea and its prevention. 
GeneXpert MTB/RIF and Mycobacterium tuberculosis Sputum Culture in Establishing the Diagnosis of Pulmonary Tuberculosis and Rifampicin Resistance in Suspected Childhood Pulmonary Tuberculosis in Soetomo Hospital Rarome, Berlian Beatrix; Aisah, Nurul; Setyoningrum, Retno Asih; Mertaniasih, Ni Made
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Institute of Topical Disease Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijtid.v8i3.15503

Abstract

The diagnosis of childhood tuberculosis remains a challenge worldwide. The GeneXpert MTB/RIF test, a rapid Mycobacteria tuberculosis diagnostic tool, was recommended for use in children. No pediatric studies of GeneXpert MTB/RIF assessing pulmonary tuberculosis within a hospital setting has been done in Indonesia. We evaluated the performance of the GeneXpert MTB/RIF test compared with sputum culture on Lowenstein-Jensen (LJ) for the diagnosis of childhood pulmonary tuberculosis. This study was conducted in pediatric respirology inpatient and outpatient Dr. Soetomo Hospital, a tertiary care facility in Surabaya between June and August 2015 with a cross-sectional design. We consecutively enrolled 27 children aged 3 months to 14 years who had history of close contact with adult tuberculosis patients and showed symptoms of pulmonary tuberculosis. Sputum collection was performed by induced sputum and three examination methods were performed (microscopic, GeneXpert MTB/RIF and sputum culture) simultaneously followed by a drug sensitivity test for specimens detected with MTB growth. The GeneXpert MTB/RIF test had a sensitivity of 100% (95% CI 100-100) and a specificity of 95% (95% CI 85-100). The positive predictive value for diagnosing pulmonary TB was 89% (95% CI 68-100), the negative predictive value was 100% (95% CI 100-100) and positive likelihood ratio was 20 (95% CI 2.82-128). The GeneXpert MTB/RIF test on one sputum sample rapidly and correctly identified all children with culture-confirmed pulmonary tuberculosis with high specificity. Similar results were obtained between GeneXpert MTB/RIF and sputum culture based on age groups and clinical manifestations. Rifampicin resistance were both detected in GeneXpert MTB/RIF and MTB sensitivity test
EMPOWERING MOTHERS AND CADRES: ENDING STUNTING THROUGH BREASTFEEDING IN BENOWO SURABAYA Areta Idarto; Berlian Beatrix Rarome; Raden Roro Shinta Arisanti; Fransisca Suyanto Pangemanan; Casey Clarissa Gondo; Aura Dhiya Ulhaq
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.33592

Abstract

Stunting merupakan permasalahan tumbuh kembang anak akibat asupan nutrisi yang tidak terpenuhi. Dampak stunting pada anak adalah berkurangnya fungsi kognitif, motorik dan daya tahan tubuh. Pemenuhan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan merupakan langkah utama dalam mencegah stunting pada anak. Kemudahan akses informasi dan layanan kesehatan tidak menjadikan kota Surabaya terbebas dari stunting, terdapat 4.8% anak mengalami stunting. Pemberian ASI eksklusif pada anak dengan rentang usia 0-6 bulan dapat mencegah stunting. Nutrisi yang dibutuhkan anak terkandung dalam ASI diantaranya, zat besi, vitamin B6, kalsium, vitamin A, vitamin D. Setelah melakukan pengumpulan data diketahui terdapat ibu yang belum memahami pentingnya dan manfaat ASI dalam tumbuh kembang anak. Selain itu permasalahan menyusui seperti payudara yang bengkak, puting yang lecet dan ibu yang sibuk bekerja menyebabkan anak tidak mendapat ASI eksklusif. Tujuan pengabdian ini membantu meningkatkan pemahaman terkait manfaat ASI dan memberikan pelatihan cara menyusui yang benar. Metode pelaksanaan meliputi analisis faktor penyebab permasalahan, perumusan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta edukasi melalui ceramah dan diskusi interaktif. Selain itu, dilakukan pula pelatihan praktik menyusui yang benar serta simulasi melalui metode role-play. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah kader dan kelompok ibu menyusui dan memiliki balita. Hasil pelaksanaan pengabdian ini adalah pemahaman ibu yang meningkat terkait ASI dan keterampilan ibu yang semakin baik dalam menyusui sehingga diharapkan dapat meningkatkan cakupan ASI eksklusif dan terhindar dari stunting.