Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perlakuan Panas Lapisan Hasil Multilapis Hardfacing Dengan Elektroda AWS A5.13 EFe2/A5.1 E7018 Ferry Budhi Susetyo; Basori Basori; Ahmad Lubi
Jurnal Ilmiah Giga Vol 24, No 2 (2021): Volume 24 Edisi 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v24i2.1238

Abstract

Hardfacing adalah salah satu teknik dalam pengelasan yang berfungsi untuk meningkatkan nilai kekerasan permukaan suatu material. Selain itu untuk meningkatkan kekerasan permukaan dapat juga dilakukan dengan melakukan perlakuan panas pada material. Umumnya hardfacing dilakukan pada material baja karbon rendah, karena baja karbon rendah tidak bisa ditingkatkan kekerasannya dengan perlakuan panas. Untuk itu akan dilakukan kombinasi dari proses hardfacing secara multilapis dan dilanjutkan dengan perlakuan panas dengan tujuan untuk mendapatkan kekerasan lapisan yang optimum. Metodologi dalam penelitian ini adalah akan dilakukan pengelasan hardfacing secara multipis dimana lapis pertama dengan elektroda AWS A5.13 EFe2, lapis kedua dengan elektroda AWS A5.1 E7018 dan lapis ketiga dengan elektroda AWS A5.13 EFe2. Setelah selesai proses hardfacing, kemudian dilakukan perlakuan panas serta pendinginan cepat dengan dua media yang berbeda yaitu oli dan minyak sayur. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan foto struktur mikro, struktur yang terbentuk adalah perlite, ferrite dan martensite dan kekerasan yang dihasilkan untuk sampel tanpa perlakuan panas, sampel dengan pendinginan oli dan sampel dengan pendinginan minyak sayur masing-masing adalah 468,1, 490,4 dan 532,4 VHN. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sampel dengan pendinginan minyak sayur memiliki kekerasan tertinggi karena lebih banyak martensite yang terbentuk. Sedangkan sampel tanpa perlakuan panas menghasilkan kekerasan terendah karena struktur yang terbentuk ferrite dan pearlite.
ANALISIS KEGAGALAN PEGAS DAUN KENDARAAN BUS DENGAN KAPASITAS 7 TON Basori; Asmawi; Togar Pasaribu
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.009 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.6.1.4

Abstract

Pegas daun merupakan salah satu komponen utama dalam sistem suspensi pada sebuah kendaraan. Apabila terjadi kerusakan pada pegas daun tersebut dampak yang dihasilkan dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor penyebab terjadinya kegagalan pada pegas daun bus dengan kapasitas 7 ton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian metalografi menggunakan ASTM E 3 dan ASTM E 112, pengujian kekerasan dilakukan dengan standar kekerasan ASTM E 92 dan SNI 19-0409-1989, dan pengujian komposisi kimia menggunakan uji ASTM A 751. Hasil pengujian makro pada pegas daun yang mengalami patah berada di sebelah kiri dengan lebar 80 mm dan panjang 100 mm, hasil pengujian mikrostruktur pada patahan terlihat adanya Sulphide Stress Cracking (SSC) dan terbentuk martensit halus serta austenite sisa berwarna putih. Sedangkan hasil uji komposisi kimia menunjukkan adanya penurunan unsur kimia Cr sebesar 0,11% dan unsur kimia C sebesar 0,075%. Hal ini disebabkan oleh kelelahan material akibat pembebanan dinamis.
FENOMENA KEKERASAN, IMPAK, DAN STRUKTUR MIKRO BAJA 0.074 wt.% KARBON PASCA QUENCHING COOLANT Basori; Agung Iswadi
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKEM.7.1.5

Abstract

In this research the process of heating the steel material with a carbon content of 0.074 wt % to a temperature of 1000°C. The steel is subject to variations in holding time in the furnace for 10, 20, and 30 minutes. Then various steel that has been held at furnace quenched with coolant media. After quenching, the hardness is measured using the Vickers hardness test and tested with Charphy's impact to know the value of energy absorption. After mechanical testing, everything was finished then proceeds with the optical microscope. The longest holding time affected decreases the hardness and, the impact value will increase. Hardness and impact value are inversely proportional to the variation of holding time that has been done. The specimens formed are ferrite and pearlite based on microstructure observation.
ANALISIS KONSTRUKSI RANGKA ALAT PENGUJIAN POMPA MENGGUNAKAN PROGRAM CATIA V5 Basori; Rudianto
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 1 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.923 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.1.2.4

Abstract

Metode analisis yang diterapkan pada rangka alat pengujian pompa adalah analisis menggunakan program Catia V5. Program Catia V5 dirancang dan dibuat untuk mempermudah pekerjaan-pekerjaan teknik diantaranya konstruksi, desain, perpipaan, kelistrikan dan lain-lain. Catia memiliki fitur yang cukup lengkap sehingga mampu melakukan CAD (Computer Aided Desain), CAM (Computer Aided Manufacture) dan CAE (Computer Aided Engineering). CATIA V5 juga mampu melakukan analisis secara 3D pada perancangan konstruksi rangka peralatan pengujian pompa. Diharapkan dari penelitian terhadap rangka yang digunakan pada alat pengujian pompa ini didapatkan suatu hasil analisis yang memadai, dan dari data-data diperoleh itu pula dapat digunakan sebagai acuan untuk upaya-upaya perbaikan serta menyatakan tingkat kelayakan rangka alat pengujian pompa. Dalam mendesain atau merancang sebuah rangka diperlukan urutan kerja yang sistematis dan terencana guna mendapatkan hasil kerja yang optimal. Dimulai dari identifikasi masalah, perumusan masalah, modeling, pemilihan bahan kemudian diinput pada Catia V5 dan selanjutnya dilakukan perhitungan dengan Catai V5, jika rangka memenuhi spesifikasi maka akan dilanjutkan ke analisis serta kesimpulan, jika tidak maka akan kembali lagi ke modeling. Distribusi tegangan dan regangan pada rangka alat pengujian pompa ditunjukkan dengan variasi warna pada hasil analisis dengan program Catia V5. Tegangan maksimum yang diterima rangka adalah sebesar 7,63027 x 106 N/m2 terletak pada kaki rangka di bawah piston pump. Spesifikasi rangka alat pengujian pompa adalah baja siku SC 40 dengan panjang 1000 mm, lebar 540 mm dan tinggi 820 mm. Material konstruksi alat pengujian pompa adalah baja SC 40 dengan batas tegangan bahan yang diizinkan yaitu sebesar 2,5 X 108 N/m2. Defleksi maksimum yang terjadi pada rangka alat pengujian pompa sebesar 0.0699382 mm, terletak pada bagian atas rangka yaitu pada dudukan hydromotor.
ANALISIS DEFLEKSI BATANG LENTURMENGGUNAKAN TUMPUAN JEPIT DAN ROLPADA MATERIAL ALUMINIUM 6063 PROFIL U DENGAN BEBAN TERDISTRIBUSI Basori; Syafrizal; Suharwanto
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.339 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.2.1.8

Abstract

Dalam perencanaan suatu konstruksi, perhitungan defleksi/kelenturan dan tegangan pada elemen-elemen sangat diperlukan. Defleksi dan tegangan yang terjadi pada elemen-elemen yang mengalami pembebanan harus pada suatu batas yang diizinkan, karena jika melewati batas yang diizinkan, maka akan terjadi kerusakan pada elemen-elemen tersebut ataupun pada elemen-elemen lainnya. Oleh karena itu pengujian defleksi, reaksi momen dan tegangan pada suatu material perlu dilakukan dengan tujuan untuk menentukan kekuatan material sehingga dapat diketahui batas aman material pada saat pembebanan maksimal. Pengujian defleksi material aluminium 6063 profil U menggunakan alat uji lentur dengan tumpuan Jepit dan Rol pada tiga titik pusat pembebanan dengan jarak 200 mm, 465 mm, dan 700 mm dari tumpuan jepit. Pengujian dilakukan dengan beban merata di setiap titik, yaitu dari beban 6,572 N, 13,145 N, 15,169 N sampai dengan beban 22,269 N. Dari hasil pembebanan didapatkan bahwa nilai momen yang terjadi di titik kesatu pada jarak 200 mm dari tumpuan jepit yaitu sebesar 2581,98 Nmm dengan beban 22,269 N, kemudian di titik kedua pada jarak 465 mm yaitu sebesar 3793,47 Nmm dengan beban 22,269 N, dan selanjutnya di titik ketiga pada jarak 700 mm yaitu sebesar 352,78 Nmm dengan beban 22,269 N. Sedangkan besarnya tegangan yang terjadi pada momen 2581,98 Nmm adalah 1,42 N/mm2, pada momen 3793,47 Nmm tegangan yang di timbulkan sebesar 1,79 N/mm2, dan pada momen 352,78 Nmm tegangan yang terjadi sebesar 0,34 N/mm2. Dari ketiga titik pembebanan, daerah kritis yang terjadi pada batang material aluminium 6063 profil U terdapat pada titik tengah yaitu dengan jarak 465 mm dari tumpuan jepit, dimana pada titik tersebut terdapat nilai defleksi paling tinggi yaitu sebesar 0,22 mm.
REDESAIN MESIN PEMOTONG KERTAS TIPE PEMOTONGAN LURUS KAPASITAS 10 KG/JAM Basori; Syafrizal; Dwi Utomo Oktapriyana
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 1 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.908 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.1.3.2

Abstract

Dengan meningkatnya jumlah pemakaian kertas, tentunya meningkat pula jumlah limbah kertas yang dihasilkan setiap harinya. Limbah tersebut jumlahnya tidak sedikit, sehingga timbul masalah pemotongan yang kurang praktis. Hal tersebut perlu adanya penanganan khusus agar menjadi suatu produk yang mempunyai nilai dan manfaat. Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan sebuah mesin pemotong kertas dengan kapasitas produksi 10 kg/jam yaitu meliputi perancangan bentuk, menentukan dimensi, pemilihan bahan serta menghitung gaya dan tegangan yang diizinkan. Untuk dapat menghasilkan mesin dengan kapasitas tersebut di perlukan data-data hasil perhitungan sebagai berikut : motor listrik dengan daya 450 Watt, 220Volt, 1 phase dengan kecepatan putaran 1400 rpm. Sebagai penerus daya dari motor ke reducer digunakan sabuk-V tipe-A sedangkan puli penggerak berdiameter 50 mm dan puli yang digerakkan 75mm dengan perbandingan gearbox (speed reducer) 1 : 30. Rangka mesin dengan kapasitas 10 Kg/jam terbuat dari besi siku dengan dimensi 40 x 40 x 3mm mampu menahan beban sebesar 250,155 N dengan nilai kelenturan sebesar 44,6 N/mm2, sedangkan tegangan lentur yang diizinkan untuk beban 250,155 N adalah sebesar 50 N/mm2. Jadi rangka mesin dinyatakan aman dan layak untuk digunakan.
ANALISIS UNJUK KERJA TURBIN AIR PADA PUSAT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) DENGAN KAPASITAS 70 MW Basori; Wismanto Setyadi; Reza Ferdiana
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.502 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.3.3

Abstract

Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan air sebagai sumber energi. Energi potensial dan energi kinetik dari air dirubah menjadi energi mekanik oleh turbin dan kemudian energi mekanik dirubah menjadi energi listrik oleh generator. Seiring berjalannya waktu, unjuk kerja turbin akan mengalami penurunan jika tidak dilakukan pemeliharaan. Penelitian tugas akhir ini menganalisis unjuk kerja turbin air pada PLTA Musi Unit 2 yang telah melakukan major overhaul, karena telah beroperasi selama 40.000 jam. Analisis unjuk kerja turbin air ini mengacu pada standar ASME PTC 18 : 2002. Pengambilan data dilakukan pada lima kondisi yaitu pada saat komisioning, setelah beroperasi 36.000 jam, setelah annual inspection, setelah beroperasi 40.000 jam dan setelah major overhaul. Selanjutnya dilakukan perhitungan dan perbandingan pada lima kondisi untuk mengetahui adanya perbedaan dan penyebab terjadinya penurunan unjuk kerja turbin air. Berdasarkan hasil analisis, setelah dilakukan major overhaul pada turbin air efisiensi mengalami kenaikan sebesar 2,14% yaitu menjadi 85,155% jika dibandingkan dengan efisiensi setelah 40.000 jam. Jika dibandingkan dengan efisiensi setelah 36.000 jam, efisiensi mengalami kenaikan sebesar 1,474% dan jika dibandingkan dengan efisiensi saat komisioning, efisiensi mengalami penurunan sebesar 5,876%. Dengan debit air 19,4 m3/s dan tinggi jatuh air 426,2 m dapat menghasilkan daya masuk sebesar 81,029 MW, maka daya keluar yang dihasilkan oleh turbin air sebesar 69 MW.
PERANCANGAN MESIN PERONTOK JAGUNG DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 300 KG/JAM Basori; Marsudi; Bima Rizky Saputra
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.822 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.5.1.2

Abstract

Perontokan jagung pada industri rumah tangga atau industri kecil sebagian besar dilakukan dengan cara tradisional. Hal tersebut memerlukan banyak tenaga, waktu dan laju produksinya rendah, sehingga metode perontok jagung secara tradisional tidak efisien. Menyikapi permasalahan tersebut di atas, pada penelitian tugas akhir ini telah dilakukan perancangan mesin perontok jagung dengan kapasitas produksi 300 kg/jam. Hasil perancangan didapatkan data spesifikasi setiap komponen mesin antara lain : panjang silinder perontok 900 mm dan diameter 430 mm, pully penggerak berdiameter 75 mm dengan putaran motor (n1) sebesar 1500 rpm, sedangkan pully yang digerakkan berdiameter 357,1 mm dengan putaran motor (n2) sebesar 315 rpm. V-belt tipe A-5 dengan panjang 2135 mm dan kecepatan liniernya 6 m/s. Bantalan yang digunakkan adalah bantalan gelinding yang mempunyai luas permukaan 961,6 mm2 dengan diameter dalam 35 mm dan diameter luar 45 mm, tegangan yang diijinkan 58,90 N/mm2 > tegangan yang terjadi 0,689 N/mm2. Diameter poros 8,34 mm dengan tegangan geser 0,36 N/mm2 dan tegangan geser yang diijinkan sebesar 56,90 N/mm2. Panjang pasak 53,42 mm dan lebar 9 mm. Daya motor yang dibutuhkan untuk menggerakkan silinder sebagai perontok 164,3 W, sedangkan daya terpasang sebesar 213,6 W. Secara keseluruhan data-data hasil perancangan dinyatakan memenuhi syarat untuk dirancang bangun.
PENINGKATAN HARDSKILL MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN WIRAUSAHA BENGKEL LAS Basori Basori; Viktor Vekky Ronald Reppi; Asmawi Asmawi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12328

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 sedang menjangkit diseluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dengan pandemi tersebut diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dampak sosial dari PSBB adalah banyaknya pemutusan hubungan kerja di Indonesia, khususnya di Jakarta. Untuk mengatasi masalah pengangguran yang tinggi, kami mengadakan pelatihan pengelasan. Tujuannya untuk menambahkan hard skill di bidang pengelasan. Target kami adalah penduduk sekitar kampus Universitas Nasional. Pelatihan ini menggunakan metode hybrid. Metode ini dengan menggabungkan daring untuk teori pengelasan dan metode mandiri untuk praktek pengelasan. Pelatihan berhasil diikuti oleh 41 peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan bagi peserta. Berdasarkan hasil tes awal menunjukkan nilai 57,32% dan tes akhir sebesar 74,88% atau mengalami peningkatan 30,64%.Abstract: The COVID-19 pandemic is sweeping across the world, including in Indonesia. With this pandemic, Large-Scale Social Restrictions were imposed. The social impact of the PSBB is the spread of layoffs in Indonesia, especially in Jakarta. To deal with high irritation, we hold welding training. The goal is to add hard skills in the field of welding. The target is residents around the campus of the National University. The training method combines bold for welding theory and a self-contained method for welding practice. Forty-one participants successfully attended the training. The results of the exercise showed significant improvement for the participants. Based on the results of the initial test, it showed a value of 57.32%, and the final test was 74.88%, or an increase of 30.64%.