Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Publiciana

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MASYARAKAT DESA SAMIR DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT NUNUN NURHAJATI
Publiciana Vol. 8 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menciptakan hidup sehat sebenarnya sangatlah mudah serta murah, apabila dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan apabila mengalami gangguan kesehatan cukup mahal. Hidup sehat merupakan hal yang seharusnya diterapkan oleh setiap orang, mengingat manfaat yang ditimbulkan akan sangat banyak, mulai dari konsentrasi kerja, kesehatan dan kecerdasan anak sampai dengan keharmonisan keluarga.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan–kegiatan kesehatan di masyarakat. Dari 10 indikator PHBS, hasil penelitian pada masyarakat desa Samir diketahui bahwa ada 7 indikator yang telah memenuhi target PHBS dan ada 3 indikator yang hasilnya berada dibawah target/dibawah 70%. Hasil selengkapnya: 1. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (100%), 2. Bayi di beri ASI ekslusif (17%), 3. Menimbang balita setiap bulan (100%), 4. Ketersediaan air bersih (84,1%), 5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun (100%), 6. Ketersediaan jamban sehat (82,3%), 7. Memberantas jentik nyamuk (70,5%),  8. Makan buah dan sayur (52%), 9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari (100%),10. Tidak merokok dalam rumah (40%) Adapun faktor yang mempengaruhi masyarakat melakukan PHBS terutama yang menghambat adalah: Tingkat pendidikan, dan kurangnya sarana kesehatan. 
PENGEMBANGAN KAPASITAS ORGANISASI SEKTOR PUBLIK DALAM 1MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN KOTA BERWAWASAN LINGKUNGAN (Studi Pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung) Nunun Nurhajati; Alifia Fitriananda Muhyidin
Publiciana Vol. 12 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.052 KB) | DOI: 10.36563/publiciana.v12i1.193

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh meningkatnya kegiatan pembangunan yang menyebabkan peningkatan dampak terhadap lingkungan seperti meningkatkan resiko perusakan atau pencemaran lingkungan yang merupakan beban sosial, yang pada akhirnya masyarakat dan pemerintah harus menanggungnya. Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung berupaya mengatasi dampak perusakan dan pencemaran lingkungan. Oleh karena tugas yang diemban oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung berat, maka perlu melakukan pengembangan kapasitas sebagai upaya peningkatan organisasi demi mewujudkan pembangunan kota berwawasan lingkungan. Penelitian ini disusun berdasarkan data lapangan menggunakan pendekatan qkualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Objek penelitian ini adalah di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil Penelitian: Pengembangan kapasitas organisasi sektor publik pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung dilakukan secara terus menerus melalui pengembangan sumberdaya manusia dan penguatan organisasi meliputi : pemanfaatan personil, kepemimpinan, budaya organisasi, komunikasi. Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan kapasitas organisasi pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung antara lain: a) Faktor pendukung meliputi: komitmen bersama (Collective commitment), kepemimpinan yang kondusif (Conducive leadership); b) Faktor penghambat meliputi: egosektoral masing-masing bidang, sarana dan prasarana. Hal tersebut perlu segera ditindak lanjuti untuk bisa meningkatkan kinerja pegawai agar dapat mewujudkan pembangunan kota berwawasan lingkungan sesuai visi, misi organisasi. Kata Kunci :Pengembangan Kapasitas Organisasi,Pembangunan Berwawasan Lingkungan
EFEKTIFITAS PERATURAN DAERAH NOMOR 4 TAHUN 2016 (Studi Tentang Perlindungan Dan Pemberdayaan Petani di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung) Nunun Nurhajati; Nur Umi Khasanah
Publiciana Vol. 13 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.487 KB) | DOI: 10.36563/publiciana.v13i1.200

Abstract

Pertanian merupakan sektor strategis yang sekaligus sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja dan berbasis pedesaan.Era baru pertanian kedepan menghendaki orientasi pada pencapaian nilai tamah,pendapatan, serta kesejahteraan petani sebagai acuan utama dalam pembangunan pertanian.Petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian tentu memiliki berbagai masalah. Masalah ini sering menghambat petani untuk mengembangkan usaha taninya. Masalah yang dihadapi petani ini juga merupakan masalah dasar yang harus diselesaikan untuk melakukan pembangunan pertanian. Karena banyaknya petani di Tulungagung yang mengalami masalah, pemerintah Kabupaten Tulungagung membuat Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 4 Tahun 2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani. Latar belakang ditetapkanya peraturan daerah tersebut ialah adanya kecenderungan meningkatnya perubahan iklim, gejolak ekonomi global, kerawanan terhadap bencana alam dan resiko gagal usaha, serta adanya sistem pasar yang tidak transparan dan tidak berpihak kepada petani. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk bisa memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai perlindungan dan pemberdayaan petani melalui Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 4 Tahun 2016. Fokus peneitiannya adalah tentang efektifitas Perda nomor 4 Tahun 2016 Kabupaten Tulungagung dan Faktor apa saja yang menjadi pendorong dan penghambatnya. Kata Kunci : Efektifitas, perlindungan, dan pemberdayaan petani.
DAMPAK PENERAPAN ABSENSI FINGER PRINT DENGAN KEDISIPLINAN PEGAWAI DI UPTD PASAR KAUMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Nunun Nurhajati; Cicik Malinda
Publiciana Vol. 14 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.766 KB) | DOI: 10.36563/publiciana.v14i1.299

Abstract

Dalam rangka mendisiplinkan pegawainya, kepala UPTD Pasar Kauman, menerapkan sistem absensi online Finger Print. Dikarenakan selama ini pada absensi manual (hanya berupa buku daftar hadir), kepala sekolah dan pegawai yang melihat absensi, tidak bisa mengetahui tingkat kedisiplinan pegawai lain. Sebab pada absensi manual, pegawai dapat memanipulasi data absensi, seperti bisa merapel di hari lain atau menitip absen pada pegawai lain. Sehingga sistem absensi Finger Print ini diterapkan sebagai perwujudan perbaikan penggunaan absensi manual yang dianggap tidak efektif dan efisien dalam penerapannya. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Lalu, tekhnik pengumpulan data yang dipakai adalah Wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan sebagai berikut: (1)Dampak Penerapan Absensi Finger Print dengan Peningkatan Kedisiplinan Pegawai di UPTD Pasar Kauman Kabupaten Tulungagung, sebagai berikut: (a) Ketepatan Jam Kerja, (b) Kepatuhan pegawai, (c) Penyelesaian Tugas, (d) Mematuhi peraturan dalam bekerja. (2) Faktor Yang Mendukung dan Faktor Yang Menghambat dengan Penerapan Absensi Finger Print dalam Peningkatan Kedisiplinan Pegawai di UPTD Pasar Kauman Kabupaten Tulungagung, antara lain: (a) Faktor Pendukung: Sarana dan Prasarana yang sudah memadahi dengan adanya mesin finger print yang sudah tersedia, Peraturan dari Dinas yang mendukung, Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, (b) Faktor Penghambat: Connect Internet (Jaringan Internet) yang masih sedikit lelet, efisiensi waktu yang masih belum maksimal apabila terjadi kerusakan pada mesin finger print.