Septina Severina Lumbantobing
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGGUNAAN IP CAMERA PADA PRAKTIK MICRO TEACHING DI LUAR LABORATORIUM Taat Guswantoro; Septina Severina Lumbantobing; St Fatimah Azzahra
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.011 KB)

Abstract

Pada beberapa Universitas keterbatasan ruangan menjadi kendala untuk mengadakan Laboratorium Micro teaching, sehingga pelaksanaan proses micro teaching dilaksanakan di dalam kelas dengan dilihat langsung oleh dosen. Keberadaan dosen di dalam kelas menyebabkan penguasaan kelas berada di tangan dosen. Pada penelitian ini menggunakan IP camera pada pratik micro teaching di luar laboratorium sebagai media perekam video dan pemantau secara live streaming, sehingga dosen tidak perlu berada di dalam ruang kelas. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Kristen Indonesia pada Praktik Micro teaching Prodi Pendidikan Fisika dan Pendidikan Kimia pada semester genap tahun ajaran 2017/2018 serta pada pembekalan mahasiswa PPL semester gasal tahun ajaran 2018/2019. IP camera yang telah dihubungkan kejaringan internet dapat melakukan live streaming dan merekam video secara langsung. IP camera dapat digerakkan dengan kontrol jarak jauh, sehingga dapat mengamati mahasiswa yang berperan sebagai guru dan siswa secara bergantian. Pada IP camera juga terdapat sebuah speaker yang dapat mengeluarkan pesan suara, sehingga keberadaan IP camera di dalam kelas dapat menggantikan Observer dan Operator. Hasil rekaman video dapat diputar ulang untuk dianalisis. Penggunaan IP camera di dalam kelas pada saat praktik micro teaching dapat menggantikan fungsi laboratorium micro teaching. Keywords: Microteching, Laboratorium Micro teaching, IP Camera.
Tingkat Kebisingan Suara di Lingkungan MTS Negeri 34 Jakarta terhadap Kualitas Proses Belajar Mengajar Septina Severina Lumbantobing; Faradiba Faradiba; Fransiskus Assisi B
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 4 No 1 (2019): Juli
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v4i1.1044

Abstract

Schools are places where the teaching and learning process is carried out should provide a conducive atmosphere so that educational goals are expected to be achieved. One of the main factor that is quite disturbing when the learning process takes place is the noise. The school where this research is located is one of the schools that is close to the noise source. The location of this research is 34 MTs in Jakarta which is located at a radius of 0.34 km from the runway of Halim Perdanakusuma airport. This research uses descriptive analysis method. Sound noise level data collection is done by using a sound level meter. Data is measured by a momentary sound pressure level of 5 minutes, or Leq (5 minutes) for each measurement point. The noise level at 34 MTs Jakarta in five measurement points respectively were 84.87 dB, 79.60 dB, 81.73 dB, 81.00 dB and 85.20 dB. The highest noise level is at point 5 which is the side facing the runway at Halim Perdanakusuma airport. The average noise level is 83.85 dB. This value is in the very noisy category according to Kep-48 MNLH / 11/1996. From the results of questionnaire analysis, 46.1% of respondents stated that the school was noisy, then 36.2% of students stated that the noisy conditions disrupted communication while carrying out the learning process in the classroom and 36.9% of respondents stated that noise from Halim Perdanakusuma airport activities disturbed their concentration in the teaching and learning process in the classroom Keywords: noise level, school, sound level meter, learning process
Meningkatkan Kemampuan Bernalar Siswa SD pada Pembelajaran IPA dengan Pendekatan Pembelajaran Saintifik dan Kegiatan Storytelling Septina Severina Lumbantobing; St Fatimah Azzahra
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 4 No 2 (2020): Januari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v4i2.1387

Abstract

The purpose of this study is to get a picture of the increase in reasoning ability of students who get science learning with a scientific approach combined with storytelling activities. This research was conducted at Elementary School 07 Jakarta semester 2019/2020. This type of research is a quasi experiment with the research design used one group pretest posttest group design. The sample in this study amounted to 50 students. The instrument used was a test of reasoning ability for subject matter always saving energy in the form of an essay test of 15 questions. The aspects of reasoning ability studied consisted of aspects of identifying, explaining and analyzing. The results showed the students' reasoning ability increased by 0.57 in the medium category. For the 3 aspects of reasoning ability studied, there was an increase in the identifying aspect by 46%, the explaining aspect by 94% and the analysis aspect by 88%. Keywords : reasoning ability, scientific approach, storytelling
Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium Fisika di SMP Pusaka Rawaselang Taat Guswantoro; Manogari Sianturi; Faradiba Faradiba; Samuel Gideon; Septina Severina Lumbantobing; Nya Daniaty Malau; Sumiati Sumiati; Seprianus Seprianus
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2019): Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.088 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v3i1.22410

Abstract

Laboratorium merupakan sebuah sarana yang mendukung pembelajaran khususnya IPA, namun beberapa sekolah yang berada di daerah belum memiliki peralatan laboratorium yang memadahi, salah satunya adalah SMP Pusaka yang berada kecamatan Ciranjang. Pengukuran adalah salah satu materi dari pelajaran IPA, dalam melakukan pengukuran diperlukan alat ukur. Alat ukur yang sering diujikan di ujian nasional adalah jangka sorong, micrometer skrup dan multitester, tetapi alat ukur ini tidak tersedia di SMP Pusaka. Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Kristen Indonesia melakukan pengabdian kepada masyarakat ke SMP Pusaka dengan melakukan kegiatan pelatihan penggunaan alat laboratorium berupa alat ukur jangka sorong, mikrometer skrup dan multitester serta menyumbangkan alat-alat tersebut. Pelatihan dilaksanakan kepada siswa kelas 7 SMP sejumlah 29 siswa, setelah pemaparan tim melakukan pendampingan kepada siswa untuk melakukan pengukuran dan mengisi lembar kerja yang telah disediakan, kemudian diberikan kuesioner untuk mengetahui pemahaman siswa dan kesan kepada instruktur. Dari hasil kuesioner yang dijawab oleh siswa menyatakan bahwa materi pelatihan mudah dipahami, diaplikasikan dan menambah pengetahuan, secara keseluruhan materi yang diajarkan mendapatkan respon baik dengan presentase rata-rata 86,6 %. Menurut kesan para siswa pelatih dari Pendidikan Fisika UKI memberikan perhatian, pendampingan dan penyajian materi yang baik dengan persentase rata-rata 85,4 %.