Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERANAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SMA NEGERI Ngaba, Anggriati Ledu; Taunu, Elsy Senides Hana
Satya Widya Vol. 36 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p125-132

Abstract

Pendidikan karakter meupakan pendidikan yang dilakukan untuk membentuk watak, moral, serta budi pekerti sehingga menjadi landasan bagi peserta didik dalam berpikir dan bertindak yang pada akhirnya menimbulkan ciri khas pada siswa tersebut. OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) merupakan seuatu organisasi di tingkat sekolah di Indonesia dan salah satu fungsinya yaitu menjadi sarana bagi pelaksanan pembinaan kesiswaan melalui 10 pokok kegiatan pembinaan kesiswaan di sekolah. Berdasarkan hasil studi awal ditemukan bahwa masih terdapat siswa yang kurang disiplin terhadap waktu, membuat keributan, menurunnya rasa hormat terhadap guru maupun orang yang lebih tua dan tindakan yang menyimpang lainnya, sehingga mendorong peneliti untuk mengkaji peranan OSIS dalam pembinaan karakter siswa dengan pemikiran bahwa penguatan pendidikan karakter tidak saja bertumpu kepada guru melalui pelaksanan pembelajaran dikelas tetapi dapat juga dibina melalui kegiatan organisasi kesiswaan. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan peranan OSIS dalam membentuk karakter siswa di SMA Negeri 1 Kambera. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, dilakasanakan mulai Januari sampai Desember 2020. Subjek penelitian yaitu Pembina dan Pengurus OSIS serta siswa. Fokus penelitian adalah program kerja OSIS berdasarkan 10 pokok kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh setiap seksi. Sehingga melalui studi dokumen, wawancara, dan kuesioner diperoleh data pelaksanaan kegiatan OSIS dalam pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 1 Kambera. Hasil penelitian menunjukkan peran OSIS dalam membentuk karakter siswa sangat baik. Terdapat 10 nilai karakter yang dibentuk yaitu nilai religius, toleransi, disiplin dan kerja keras, keatif, rasa ingin tahu, mandiri, cinta tanah air dan semangat kebangsaan, cinta damai dan menghagai prestasi, peduli sosial dan bertanggungjawab.
Penggunaan Flip Builder untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Nuhamara, Yuliana Tamu Ina; Ndakularak, Iona Lisa; Bima, Stevvileny Angu; Wadu, Darius Imanuel; Taunu, Elsy Senides Hana; Nggaba, Mayun Erawati; Randjawali, Erwin; Priyastiti, Itha
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v3i4.3290

Abstract

Implementing the Flip Builder training at SMA Matawai La Pau aims to introduce technological innovation to teachers to enhance the quality of education. This activity involves preparing training materials, distribution of invitations, and venue preparation. Throughout the training, teachers are guided to understand and apply the steps of using Flip Builder, including creating flip book products. The participants' enthusiasm is evident from their dedication during the product creation simulation and active engagement in the question-and-answer and discussion sessions. The training results indicate that teachers can overcome technical challenges effectively and are motivated to continue innovating in their teaching practices. The product creation simulation using Flip Builder provides practical insights, and teachers appear confident in utilizing the application to create engaging learning materials. Evaluation and feedback from participants serve as a foundation for improving the quality of future training sessions. As a follow-up, continuous support is essential, whether through mentoring sessions or monitoring the use of Flip Builder. Collaboration among teachers should be enhanced through forums or regular meetings. The development of additional materials and advanced training can further support teachers in maximizing the potential of Flip Builder. Overall, this training represents a positive step in promoting technology-based education at SMA Matawai La Pau.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI KELAS XI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING Mira, Astri Silviana Jiwanti; Nuhamara, Yuliana Ina Tamu; Bima, Stevvileny Angu; Taunu, Elsy Senides Hana; Ndakularak, Iona Lisa
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v5i1.3596

Abstract

The selection of the right learning model is very influential on student learning outcomes. In its application at SMK negeri 5 Waingapu, it tends to still use the lecture method or conventional learning so that student learning outcomes are relatively low. Therefore, research was conducted by applying the Discovery Learning model. This study aims to determine the effectiveness of the Discovery Learning model in improving the mathematics learning outcomes of class XI students of SMK Negeri 5 Waingapu on matrix material. This research is a Classroom Action Research (PTK) whose implementation is carried out in two cycles with cycle 1 occurring two meetings and cycle 2 also two meetings with each cycle consisting of planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were students of class XI TAV (Audio & Video Engineering) SMK Negeri 5 Waingapu which amounted to 17 people. This research is a Classroom Action Research (PTK) whose implementation was carried out in two cycles with cycle 1 occurring two meetings and cycle 2 also two meetings with each cycle consisting of planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were students of class XI TAV (Audio & Video Engineering) SMK Negeri 5 Waingapu, totaling 17 people. The method of data collection is through tests (pretest and posttest questions) and documentation.  Which will be analyzed using qualitative descriptions consisting of data reduction stages, data presentation and data verification. Before being subjected to action, student learning outcomes were only 41.1% (7 students) who met the KKM and in cycle I students who met the KKM increased to 58.8% (10 students), also in cycle II students who met the KKM increased to 88.2% (15 students). So it can be concluded that the results of the study state that the application of the Discovery Learning model can improve students' mathematics learning outcomes on matrix material.
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMA PGRI WAINGAPU Linda, Jhentania Kawara; Lika, Suryanti Rambu; Danga, Desy Kristiani Yaku; Hamanay, Desi; Taunu, Elsy Senides Hana
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya keterlibatan siswa dan dominasi metode ceramah di kelas sering kali menjadi penghambat utama tercapainya hasil belajar yang optimal pada mata pelajaran Biologi. Masalah ini teridentifikasi di SMA PGRI Waingapu, di mana nilai rata-rata pre-test siswa hanya mencapai 44%, jauh di bawah kriteria ketuntasan minimal. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk menguji efektivitas pemanfaatan media pembelajaran ular tangga dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah ceramah dan demonstrasi, dengan tahapan pelaksanaan meliputi observasi, perencanaan, persiapan media, implementasi, serta evaluasi melalui instrumen tes. Subjek pengabdian terdiri dari 27 peserta didik kelas XI di SMA PGRI Waingapu. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan dari penerapan media ini, dibuktikan dengan kenaikan nilai rata-rata dari 44% (pre-test) menjadi 86% (post-test). Secara statistik, hasil uji Paired Samples Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000, yang berarti terdapat perbedaan nyata hasil belajar setelah intervensi. Skor N-Gain yang diperoleh sebesar 0,75 menempatkan media ini dalam kategori efektivitas "Tinggi" menurut klasifikasi Hake. Kesimpulannya, media ular tangga berhasil meningkatkan pemahaman konsep materi secara mendalam sekaligus menurunkan kejenuhan siswa melalui interaksi yang menyenangkan.