Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KOMPARASI HASIL BELAJAR MAHASISWA MENGIKUTI KULIAH DARING MATA KULIAH K3 ANTARA MAHASISWA YANG TINGGAL DI KOTA SAMARINDA DAN LUAR KOTA SAMARINDA TAHUN 2021 Yovita Erin Sastrini; Gracia Herni Pertiwi
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 3 No 1 (2021): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v3i1.185

Abstract

Penelitian ini menguraikan tentang perbandingan hasil belajar mahasiswa dalam mengikuti kuliah daring antara mahasiswa yang tinggal di Wilayah Kota Samarinda dan di luar Wilayah Kota Samarinda (Pelosok). Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui hasil belajar mahasiswa yang mengikuti kuliah daring Mata Kuliah K3 di Kota Samarinda, 2) mengetahui hasil belajar mahasiswa yang mengikuti kuliah daring Mata Kuliah K3 di luar Kota Samarinda, 3) mengetahui perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang mengikuti kuliah daring Mata Kuliah K3 di Kota Samarinda dan mahasiswa yang mengikuti kuliah daring di luar Kota Samarinda.Penelitian ini merupakan penelitian komparasi dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 orang mahasiswa yang berdomisili di Samarinda, dan 15 orang mahasiswa yang berdomisili di luar samarinda yang saat kuliah dilaksanakan tidak berada di Kota Samarinda. Data hasil belajar diperoleh berdasarkan evaluasi hasil belajar mahasiswa pada Mata Kuliah K3 di semester enam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai mahasiswa yang mengikuti kuliah daring di kota Samarinda adalah 83.27, sedangkan rata-rata nilai mahasiswa yang mengikuti kuliah di luar Kota Samarinda adalah 81.87. Hasil uji hipotesis menggunakan Mann Whitney menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang mengikuti kuliah di wilayah Kota Samarinda dengan mahasiswa yang mengikuti kuliah di luar kota samarinda. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini melalui penelitian kualitatif untuk menggali pengalaman mahasiswa dalam mengikuti kuliah daring selama masa Pandemi Covid-19.
THE RELATIONSHIP OF MOTIVATION PROVISION BY CLINICAL INSTRUCTOR WITH STUDENT'S READINESS TO EXPERIENCE CLINICAL PRACTICE IN HOSPITAL Gracia Herni Pertiwi; Made Ermayani
NurseLine Journal Vol 2 No 1 (2017): May 2017
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v2i1.4171

Abstract

Motivation is a driving force that affects a person's readiness to start doing a series of activities in a behavior. The unpreparedness and anxiety of nursing students during clinical practice is due to the fact that students have no previous experience or description of clinical practice. Almost all students have anxiety when they do the first practice in the hospital, the students become desperate and helpless. Another cause of anxiety is student concern about the possibility of endangering patients due to their lack of knowledge. The purpose of this research was to identify the corelation between provision of motivation by clinical instructor and student's readiness to experience clinical practice in hospital. The research method was analytical descriptive. The sampling technique was simple random sampling conducted to the second grade students who practice in hospital. The sample consisted of 83 respondents. The questionnaire used in this study included questionnaire of motivation provision by the clinical instructor and questionnaire of student's readiness to experience clinical practice in hospital by using likert scale. Data were analyzed by chi square test with significance value of p <0.05. The results showed that there was a correlation between the provision of motivation by clinical instructor and student's readiness to experience clinical practice in hospital (p = 0.008). Motivation by clinical instructor helps improve students' readiness to perform clinical practice. Clinical instructor should optimize the motivation for students. Giving good motivation to the students is not only limited to feedback for the competence that has been done but also creates a pleasant atmosphere of guidance and does not cause tension so that student anxiety level can be minimized.
The Relationship between Physical Activity Implementation and Quality of Life for the Elderly During the COVID-19 Pandemic in Samarinda Gracia Herni Pertiwi; Yovita Erin Sastrini
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i2.4958

Abstract

The first case of coronavirus disease-19 (COVID-19) occurred in Indonesia in 2020. Transmission of this disease occurs through human-to-human transmission. In the elderly, physical and mental health is a determinant in the quality of life. Physically it is estimated that quarantine rules or restrictions on physical activity can cause a decrease in the need for daily activities in the elderly. The results of initial interviews conducted on three elderly people obtained information that during the pandemic they spent a lot of time at home, so they sometimes felt bored and lonely. Research to find out the relationship between physical activity implementation and quality of life for the elderly during the COVID-19 pandemic in Samarinda. This study is a cross-sectional study. This study involved 34 elderly people aged 45 years and over from March to April 2022 in the Elderly Group of the Stasi Girirejo Samarinda. Data on the characteristics, physical activity implementation, and quality of life of the elderly were obtained through structured interviews with questionnaires using the physical activities scale for the elderly (PASE) and world health organization quality of life BREF (WHOQOL-BREF) questionnaires. The types of data analysis used are frequency distribution, percentage, and fisher exact test. Fisher exact test results show that there is no relationship between physical activity implementation and quality of life of the elderly.
Pengaruh Pemberian Edukasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga Tentang Aktivitas Fisik Untuk Lansia Pertiwi, Gracia Herni; Sastrini, Yovita Erin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46838

Abstract

Kontribusi terbesar dalam menjamin aktifitas fisik lansia terpenuhi secara optimal adalah kemampuan dari keluarga sebagai pengasuh utama dalam membantu lansia melaksanakan aktifitas fisiknya secara rutin setiap hari. Kurangnya pengetahuan keluarga akan pentingnya manfaat dari aktifitas fisik dan jenis aktifitas fisik apa yang sebaiknya dilakukan sesuai dengan usia lansia menjadi salah satu faktor terjadinya perilaku hidup menetap atau kurang aktif di kalangan lansia yang menyebabkan berbagai gangguan penyakit pada lansia. Masalah ini dapat dicegah dan dikontrol dengan cara memberikan edukasi kepada kelurga yang memiliki tanggung jawab merawat anggota keluarganya yang telah usia lanjut tentang bagaimana menerapkan pola hidup sehat dengan melakukan aktivitas fisik/latihan fisik secara benar dan teratur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan keluarga tentang aktivitas fisik untuk lansia. Jenis penelitian ini adalah quasy experimental menggunakan rancangan one group pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil analisis Wilcoxon menunjukkan adanya perubahan pengetahuan yang bermakna antara perlakuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi tentang aktivitas fisik untuk lansia dengan hasil uji signifikan p-value (0.000) < 0.05
HUBUNGAN LAMA TINGGAL DENGAN TINGKAT KESEPIAN LANSIA DI PANTI TRESNA WERDHA SAMARINDA Pertiwi, Gracia Herni; Ndarha, Maria Novriani
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i2.20

Abstract

Latar belakang: Panti Lansia berperan penting dalam mengelola perawatan lansia. Masalah yang paling banyak dihadapi oleh lansia di Panti adalah kesepian. Lansia yang sudah lama tinggal di panti cenderung dapat menyesuaikan diri dibandingkan dengan lansia yang baru karena lansia yang lama sudah beradaptasi dengan situasi dan pengalaman tinggal di panti. Namun, lansia yang sudah terlalu lama tinggal di panti juga cenderung akan mengalami kesepian karena merasa rindu dengan keluarganya. Kurangnya perhatian dan dukungan akan menyebabkan lansia merasa kesepian yang lambat laun menimbulkan perasaan tidak berharga, merasa tidak diperhatikan dan mengalami krisis percaya diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Lama Tinggal dengan Tingkat Kesepian Lansia di Panti Tresna Werdha. Metode: Metode penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Berdasarkan distribusi lama tinggal 5-10 tahun terdapat 30 orang (58.82%)  lansia   yang   lama   tinggal   dipanti   akan mengalami perasaan yang jenuh, bosan, dan sering merindukan kehidupan bersama keluarganya. Tingkat kesepian lansia terdapat 26 orang (50.98%), Perasaan kesepian yang dialami lansia karena dikarenakan lansia jarang merasa menjadi bagian dari teman-teman disekitarnya, dan merasa terasingkan dari lingkungannya. Keluarga juga menjadi faktor penting bagi kehidupan lansia. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan lama tinggal dengan tingkat kesepian lansia di Panti Tresna Werdha. Kesimpulan: Lansia dengan lama tinggal di Panti Tresna Werdha selama 5-10 tahun terdapat 30 orang (58.82%). Tingkat kesepian lansia terdapat 26 orang (50.98%), dan hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan lama tinggal dengan tingkat kesepian lansia di Panti Tresna Werdha.
Edukasi Latihan Keseimbangan Sebagai Upaya Meningkatkan Kestabilan Tubuh Pada Lansia: Pengabdian Gracia Herni Pertiwi; Yovita Erin Sastrini
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1485

Abstract

Pada orang yang telah berusia lanjut secara alami mengalami proses penuaan dan penurunan massa otot hingga 30-40%. Penurunan massa otot ini berhubungan dengan kelemahan, defisit keseimbangan dan gaya berjalan yang tidak stabil yang menyebabkan jatuh. Lansia perlu memperhatikan latihan yang sesuai dengan kemampuan mobilitasnya karena pada umumnya latihan kekuatan seperti latihan aerobik dengan mobilitas yang tinggi akan menyulitkan para lansia untuk mengikuti gerakan-gerakannya. Latihan keseimbangan merupakan latihan yang disarankan untuk membantu menjaga kestabilan tubuh, meningkatkan kekuatan otot tungkai bawah, meningkatkan ketangkasan dan kecepatan serta memperbaiki koordinasi kaki, tangan dan mata sehingga risiko jatuh dapat dicegah. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi latihan keseimbangan sebagai upaya meningkatkan kestabilan tubuh pada lansia. Metode pelaksamaannya adalah menggunakan kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah edukasi tentang latihan keseimbangan. Hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 50% dalam kategori baik, 31% cukup dan 19% dalam kategori kurang. Terdapat peningkatan pemahaman peserta tentang latihan keseimbangan untuk lansia
Heavy Burdens of Family Caregivers Caring for Persons with Severe Mental Disorders Kissa Bahari; Arief Bachtiar; Gracia Herni Pertiwi; Ahmad Syahlani
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 27 No 1 (2024): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v27i1.914

Abstract

Family caregivers who live with and care for individuals with severe mental disorders face serious issues. This study aimed to investigate the burdens of these family caregivers. This descriptive phenomenological study involved 15 family caregivers who looked after persons with mental disorders in Malang City, Indonesia; the participants were selected using a purposive sampling technique. Data were gathered using individual in-depth interviews and observations, and then analyzed inductively. Based on the findings, the burdens of family caregivers can be grouped into four main themes: 1) families encountered challenges and stigma in caring for persons with severe mental disorders, 2) there was a lack of support from the community and healthcare providers, 3) family caregivers reported experiencing various negative emotions and interpreting negative implications from their caregiving experiences, and 4) family caregivers employed coping strategies to alleviate their burdens. The researchers conclude that family caregivers experience complex burdens when caring for persons with severe mental disorders; hence, family caregivers need the support of healthcare personnel and community presence in situations of caring for persons with chronic mental disorders. Keywords: burden of disease, caregiver, family, Indonesia, severe mental disorders   Abstrak Beban Berat Caregiver Keluarga dalam Merawat Orang dengan Gangguan Jiwa Berat. Caregiver keluarga yang hidup bersama orang dengan gangguan jiwa berat menghadapi masalah yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam beban para caregiver keluarga. Penelitian fenomenologi deskriptif ini melibatkan 15 caregiver keluarga yang merawat orang dengan gangguan jiwa di Kota Malang, Indonesia; partisipan dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam secara individual dan observasi, serta selanjutnya dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban caregiver keluarga dapat dikelompokkan ke dalam empat tema utama: 1) keluarga menghadapi tantangan dan stigma dalam merawat orang dengan gangguan jiwa berat, 2) kurangnya dukungan masyarakat dan penyedia layanan kesehatan keluarga, 3) caregiver keluarga mengalami berbagai perasaan negatif dan memaknai secara negatif pengalamannya, dan 4) caregiver keluarga menggunakan strategi koping untuk meringankan beban keluarga. Peneliti menyimpulkan bahwa caregiver keluarga mengalami beban yang kompleks saat merawat orang dengan gangguan jiwa berat; oleh karena itu, caregiver keluarga sangat membutuhkan dukungan dari tenaga kesehatan dan kehadiran masyarakat sekitar dalam menghadapi situasi perawatan kronis bagi orang-orang dengan gangguan jiwa berat. Kata Kunci: beban penyakit, caregiver, gangguan jiwa berat, Indonesia, keluarga
Pengaruh hypnoparenting terhadap kejadian temper tantrum pada anak disabilitas intelektual di sekolah luar biasa kota Pontianak Jiu, Cau Kim; Ariyanti, Sri; Masdah, Siti; Herni Pertiwi, Gracia; Erin Sastrini, Yovita
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/wqneb281

Abstract

Temper tantrum adalah respons yang normal, namun bisa menjadi masalah jika tidak dikendalikan, terutama pada anak berkebutuhan khusus. Pada anak-anak dengan disabilitas intelektual, tantrum sering kali lebih intensif dan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mengatasi perilaku ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh hypnoparenting terhadap kejadian temper tantrum pada anak disabilitas intelektual. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan time series design, dilakukan dengan satu kelompok eksperimen yang diberi intervensi hypnoparenting selama 6 hari dengan durasi 30-45 menit dan dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Populasi penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak disabilitas intellektual di salah satu SLB Kota Pontianak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah responden 20 orang. Hasil uji wilcoxon didapatkan p-value = 0.000 lebih kecil dari ɑ = 0.05 jadi Ha diterima yang artinya ada pengaruh hypnoparenting terhadap kejadian temper tantrum pada anak disabilitas intelektual. Diharapkan orang tua dapat melanjutkan menerapkan hypnoparenting setiap hari kepada anak agar dapat mengontrol perilaku tantrum