Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Lingkungan Pascagempa dengan Pemenuhan Kebutuhan Istirahat Tidur anak usia Sekolah Ermayani, Made; Hapsara, Sunartini; Lusmilasari, Lely
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : School of Nursing Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.816 KB)

Abstract

Please refer to the file
KOMUNIKASI INTERPERSONALANTARA MAHASISWA DAN DOSEN AKADEMI KEPERAWATAN DIRGAHAYU SAMARINDA Bernarda Teting; Made Ermayani
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 1 No 1 (2019): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v1i1.85

Abstract

merupakan dasar membentuk hubungan sosial antar individu. Terdapat limaaspek dalam komunikasi interpersonal, yaitu: 1) Keterbukaan (openness); 2) Empati (empathy); 3) Sikap mendukung (supportiveness); 4) Sikap Positif (positiveness); 5) Kesetaraan (equality). Metode penelitian deskriptif dengan subyek penelitian adalah mahasiswa Akademi Keperawatan Dirgahayu Samarinda tingkat 2 semester 3 yang berjumlah 101 mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran komunikasi interpersonal mahasiswa dengan dosen Akademi Keperawatan Dirgahayu Samarinda.Karakteristik responden lebih banyak berusia 19 tahun (59,4%) dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan (83,2%). Gambaran komunikasi interpersonal mahasiswa pada aspek keterbukaan kategori baik (82,2%), pada aspek empati kategori baik (73,3%), pada aspek dukungan kategori sangat baik (53,5%), pada aspek sikap positif kategori baik (52,5%) dan pada aspek kesamaan kategori baik (73,3%). Gambaran komunikasi interpersonal mahasiswa dan dosen Akper Dirgahayu Samarinda adalah sebagian besar menunjukan memiliki komunikasi yang sangat baik yaitu 76,2%.
TINGKAT ANSIETAS PADA PASIEN HIPERTENSI PRIMER DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE KALIMANTAN TIMUR Made Ermayani
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 3 No 1 (2021): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v3i1.189

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang jika tidak dapat dikelola dengan tepat dapat meningkatkan risiko untuk pengembangan gangguan kesehatan mental khususnya ansietas dan depresi. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat ansietas pada pasien hipertensi primer. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuisioner Hamilton Anxiety Scale (HARS). Populasi penelitian ini adalah semua pasien hipertensi yang berkunjung ke Instalasi Rawat Jalan dan Poliklinik Jantung di RSUD Abdul Wahab Sjahranie dengan jumlah sampel adalah 91 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat ansietas responden mayoritas termasuk dalam ansietas ringan sebanyak 48 responden (52,7%). Pasien hipertensi primer lebih banyak mengalami tingkat ansietas ringan.
TINGKAT STRES DAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP TEKANAN DARAH MAHASISWA Made Ermayani
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 3 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v3i2.195

Abstract

Hypertension is a disease that can occur from a young age. Students who are in the young adult age group with an unhealthy lifestyle are prone to severe hypertension. Many risk factors for hypertension include stress levels and body mass index (BMI). Knowing that matters related to blood pressure can be used as a preventive measure to prevent complications of hypertension. This study was to determine the relationship between stress levels and body mass index with blood pressure in students of STIKES Dirgahayu Samarinda. This quantitative research was a correlation analytic study with a cross sectional study design. Purposive sampling was used for sampling method, and as an analysis, researcher used the Spearman rho test and multiple correlation test. Respondents aged 17-25 years, mostly female (82%), low socioeconomic level (47.1%), non-smokers (86.8%), exercising at least once / month (50.3%), and have a family history of hypertension (54.5%). The majority of respondents' stress levels were included in moderate anxiety (58.2%), with normal BMI values (69.3%), normal systolic blood pressure (61.9%) and normal diastolic blood pressure (48.1%). Stress level and body mass index are simultaneously related to blood pressure, both systolic blood pressure and diastolic blood pressure, with a p value of 0.000 <0.05. There is a relationship between stress levels and body mass index with the blood pressure of STIKES Dirgahayu Samarinda students.
Pengasuhan dan Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Melalui Pelayanan Terintegrasi Taman Penitipan Anak dan Baby/Kids Spa Griya Sehat Made Ermayani; Aprilia Nuryanti; Yovita Erin Sastriani
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.609 KB) | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v3i2.380

Abstract

Difficulties about parenting for working parents and how to stimulate the growth of children's development are a challenge to the business. Parents who entrust children expect to be well cared for by care for health. Griya Sehat Bayi dan Balita is an effort that provides comprehensive services to the needs of parents to monitor and develop the growth and development of infants or toddlers. The specific target this program is to provide a vehicle for universities to develop the application of technology in the health and nursing of infants/toddlers based on the results of research and community service. The service provided is a child care center with online CCTV service, assessment, and stimulation of growth and development of SPA for a toddler. Griya Sehat Bayi dan Balita gives job opportunities for alumni and becomes a place of internship for the student of STIKES Dirgahayu Samarinda. The daycare unit opened in March with a capacity of 10 children with four sitter-in. SPA units operate from May 2018 with a therapist, an admin, and four volunteers. The parent's evaluation of daycare in the 80% is satisfied and 20% stated very satisfyingly. Greeting, friendliness, speed of response and completeness of the facility is considered very satisfactory. Clarity type of service, cleanliness, and comfort is considered satisfactory by the customer.
THE RELATIONSHIP OF MOTIVATION PROVISION BY CLINICAL INSTRUCTOR WITH STUDENT'S READINESS TO EXPERIENCE CLINICAL PRACTICE IN HOSPITAL Gracia Herni Pertiwi; Made Ermayani
NurseLine Journal Vol 2 No 1 (2017): May 2017
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v2i1.4171

Abstract

Motivation is a driving force that affects a person's readiness to start doing a series of activities in a behavior. The unpreparedness and anxiety of nursing students during clinical practice is due to the fact that students have no previous experience or description of clinical practice. Almost all students have anxiety when they do the first practice in the hospital, the students become desperate and helpless. Another cause of anxiety is student concern about the possibility of endangering patients due to their lack of knowledge. The purpose of this research was to identify the corelation between provision of motivation by clinical instructor and student's readiness to experience clinical practice in hospital. The research method was analytical descriptive. The sampling technique was simple random sampling conducted to the second grade students who practice in hospital. The sample consisted of 83 respondents. The questionnaire used in this study included questionnaire of motivation provision by the clinical instructor and questionnaire of student's readiness to experience clinical practice in hospital by using likert scale. Data were analyzed by chi square test with significance value of p <0.05. The results showed that there was a correlation between the provision of motivation by clinical instructor and student's readiness to experience clinical practice in hospital (p = 0.008). Motivation by clinical instructor helps improve students' readiness to perform clinical practice. Clinical instructor should optimize the motivation for students. Giving good motivation to the students is not only limited to feedback for the competence that has been done but also creates a pleasant atmosphere of guidance and does not cause tension so that student anxiety level can be minimized.
Evaluasi Tugas dan Kompetensi Kader Posyandu Balita di Kelurahan Jawa Kota Samarinda Aprilia Nuryanti; Made Ermayani
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 2 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.976 KB) | DOI: 10.24903/jam.v3i2.491

Abstract

Jumlah balita (0-4 tahun) pada tahun 2015 di Kota Samarinda adalah jumlah kelompok umur tertinggi kedua setelah usia 25-29 tahun. Pemerintah menyelenggarakan program kesehatan anak melalui Puskesmas. Puskesmas memiliki wilayah binaan kesehatan anak berupa Posyandu Balita. Puskesmas memiliki kader-kader kesehatan anak di masing-masing Pada pelaksanaannya di lapangan tugas kader tidak optimal dan menemukan beberapa kendala. Kendala yang terjadi mungkin dapat menyebabkan pencapaian program yang diharapkan oleh Puskesmas dan pemerintah kurang optimal. Oleh sebab itu, perlu penelusuran evaluasi tugas kader kesehatan anak dalam melaksanakan program kesehatan anak melalui puskesmas sebagai tangan panjang pemerintah. Evaluasi bermanfaat untuk mengembangkan pelatihan dan penyuluhan yang diperlukan bagi para kader untuk meningkatkan kompetensi mereka. Diskusi kelompok terarah dengan kader adalah salah satu upaya menelusuri dan mengevaluasi pelaksanaan tugas yang telah dilakukan kader kesehatan anak serta menemukan kendala-kendala teknis selama melaksanakan tugasnya. Hasil diskusi dianalisis dan ditarik tema-tema yang menjadi isu strategis evaluasi tugas kader kesehatan anak. FGD diikuti oleh 16 partisipan dan dua orang Pembina dari Puskesmas. Hasil FGD menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas administrasi kader dapat dilakukan dengan baik, pelaporan dan sosialisasi program dari Pemerintah disampaikan kepada kader melalui pertemuan di Puskesmas. Kendala yang terjadi selama kader bertugas di Posyandu adalah keterbatasan jumlah kader karena ada kader kesehatan anak yang merangkap sebagai kader kesehatan lansia. Karena jumlah yang kurang maka tugas dua meja harus dilakukan oleh seorang kader sehingga ada penugasan yang dobel. Kader mengatakan masalah di lapangan lainnya adalah kurangnya kepercayaan orang tua kepada kader karena keterbatasan kader dalam pengetahuan gangguan tumbuh kembang anak dan kurang terbukanya/ penolakan orang tua untuk membawa anak ke Posyandu. Saran yang dapat dilakukan oleh Puskesmas adalah mengevaluasi pencapaian pengetahuan dan keterampilan kader, pendampingan dalam kunjungan ke rumah warga yang bermasalah dan mengambangkan topik penyuluhan bagi kader dengan bekerja sama dengan instansi pendidikan tinggi kesehatan. Bagi institusi pendidikan agar dapat melaksanakan penyuluhan dan pelatihan bagi kader dengan bersinergi dengan Puskesmas dalam pemilihan topik. 
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Balita di Kelurahan Jawa Kota Samarinda tentang Tumbuh Kembang dan Kegawatdaruratan Anak melalui Pendidikan Kesehatan Made Ermayani; Aprilia Nuryanti; Agnesia Winda Kurniati
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 2 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.559 KB) | DOI: 10.24903/jam.v3i2.501

Abstract

Data kependudukan kota Samarinda tahun 2015 menunjukkan bahwa kelompok balita menduduki kelompok umur tertinggi kedua setelah usia 25-29 tahun. Jumlah 84.756 jiwa kelompok balita memerlukan perhatian khusus pada masalah pertumbuhan perkembangan dan kesehatannya. Pemantauan pertumbuhan balita sangat penting dilakukan untuk mengetahui adanya gangguan pertumbuhan (growth faltering) secara dini. Masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan balita di berbagai tempat seperti Posyandu, Polindes, Puskesmas atau sarana pelayanan kesehatan yang lain. Jumlah Posyandu sebanyak 75 buah di Kecamatan Samarinda Ulu. Puskesmas memiliki kader-kader kesehatan anak di masing-masing Posyandu yang seharusnya memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam deteksi dini tumbuh kembang anak, tidak hanya secara administratif melakukan pekerjaan dalam kegiatan Posyandu. Penyuluhan tentang pemantauan tumbuh kembang dan kesehatan anak perlu dilakukan kepada kader agar mereka memiliki pengetahuan yang cukup banyak untuk disampaikan kepada orang tua saat membawa anak ke Posyandu karena tidak jarang orang tua balita dan kader menghadapi masalah kesehatan anak misalnya penyakit pada anak dan kondisi kegawatdaruratan pada anak. Masalah yang sering dihadapi sehari-hari seperti anak demam, kejang, diare, mimisan, luka, perdarahan, dan lain-lain. Kader posyandu balita sudah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan mengenai pelaksanaan pelayanan posyandu 5 meja, pelatihan tentang pemantauan tumbuh kembang dan pijat bayi. Namun dalam pelaksanaannya mengalami beberapa kendala dan tidak semua kader mengikuti. Berdasarkan hasil focus group discussion sebelumnya parakader menyatakan membutuhkan penyuluhan tentang tumbuh kembang balita, kesehatan anak dan kegawatdaruratan anak. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan secara klasikal denga pre- dan post-test tentang tumbuh kembang dan pertolongan kegawatdaruratan anak. Saat penyuluhan berlangsung juga dilakukan diskusi dan tanya jawab terkait materi. Pelaksanaan kegiatan secara berseri pada tanggal 14 September dan 12 Oktober 2018 yang dihadiri 17 orang kader. Perbandingan nilai pre dan post tes pengetahuan kader tentang tumbuh kembang anak mengalami peningkatan mean dari 63 (nilai min 50, maks 80) meningkat menjadi mean 75 (nilai min 60, maks 90). Nilai pre- dan post-tes pengetahuan kader tentang kegawatdaruratan anak meningkat signifikan dari mean 66 (nilai min 50, maks 80) menjadi mean 83,6 (nilai min 60, maks 100). Kader rutin mendapatkan sosialisasi dan penyuluhan program dari Puskesmas rata-rata tentang topik tumbuh kembang anak, vaksinasi dan program nasional lain. Kegawatdaruratan pada anak adalah materi baru bagi kader. Rata-rata pengetahuan kader setelah dilakukan penyuluhan adalah dalam kategori baik pada topik tersebut. Upaya peningkatan pengetahuan bagi kader sangat diperlukan dengan berbagai metode. Pelatihan lanjutan perlu dilakukan agar kader memiliki keterampilan teknis terkait pemeriksaan tumbuh kembang anak dan pertolongan kegawatdaruratan pada masalah kesehatan anak.  
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pemantauan Tumbuh Kembang Balita Dengan Metode Denver Development Screening Test (DDST) Aprilia Nuryanti; Made Ermayani; Agnesia Winda Kurniati; Jelita Adelina Br. Sitompul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4502

Abstract

ABSTRAK Pemeriksaan pada masalah pertumbuhan dan perkembangan balita perlu menjadi perhatian khusus. Berdasarkan hasil diskusi dengan kader kesehatan anak pada tanggal 15 Agustus 2018 menunjukkan bahwa identifikasi gangguan pertumbuhan dan perkembangan balita penting untuk dilakukan masyarakat. Pendidikan kesehatan perlu dilakukan agar masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengidentifkasi masalah dalam pertumbuhan dan perkembangan balita. Metode pelaksanaan program adalah penyuluhan dan pelatihan pada kader sebagai tangan panjang puskesmas untuk menggunakan instrumen pemeriksaan tumbuh kembang balita yang menggunakan Denver Development Screening Test (DDST). Bentuk kegiatan berupa dua kali penyuluhan dan empat kali praktik skrining DDST. Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan kader tentang DDST. Peningkatan nilai post tes menunjukkan materi dapat diterima dengan baik. Pendampingan langsung dalam pemeriksaan anak yang memerlukan skrining tumbang, mahasiswa turut dilibatkan untuk menerapkan ilmu keperawatan anak dalam pemeriksaan tumbang. Kata kunci: Kader Posyandu, Tumbuh Kembang, Balita, Denver Development Screening Test (DDST)  ABSTRACTScreening for toddler growth and development needs to be of particular concern. The discussions' result with posyandu (integrated health center for toddler) cadres on August 15, 2018, was showed that screening for toddlers' failure of growth and development was essential to do in the community. Health education, training, and mentoring need to be done on cadres who organize posyandu activities. The program's method was counseling and training on cadres as an extended hand puskesmas (community health centers) to use the instrument of examination of the development of toddlers using the Denver Development Screening Test (DDST). The form of activity in the form of two counseling and four times the practice of DDST screening in the community. Counseling could increase cadres' knowledge about DDST. The increase in post-test scores suggests the material was well received. Direct assistance for cadres in the examination of children who require screening collapsed. Students were also involved in applying nursing knowledge in this activity. Methods of counseling, training, and mentoring on growth and development screening for posyandu cadres were adequate and needed further activities. Keywords: posyandu (integrated health centers) cadres, toddlers, growth, and development, Denver Development Screening Test (DDST)
Pelatihan Kegawatdaruratan Sehari-Hari di Masa Pandemi Covid-19 Pada Kader Posyandu di Kelurahan Jawa Samarinda Kalimantan Timur Made Ermayani; Agnesia Winda; Hamidah Hamidah; V. Lunayunita Pide; Nelly Meirinda Manurung
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v7i1.1672

Abstract

Kegawatdaruratan dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pertolongan yang tepat dalam menangani kasus gawat darurat adalah Basic Life Support yang dapat diajarkan kepada siapa saja. Kader kesehatan merupakan salah satu elemen masyarakat yang harus memiliki keterampilan penanganan kegawatdaruratan. Sasaran kegiatan pelatihan adalah kader kesehatan Puskesmas Pasundan di Kampung Jawa Samarinda Kalimantan Timur, dengan output kegiatan peningkatan keterampilan kader dalam menangani keadaan darurat sehari-hari selama Pandemi Covid-19. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan dan pelatihan menggunakan phantom simulator, dimana dimulai dengan kegiatan daring kemudian kegiatan luring . Semua kader menunjukkan peningkatan pengetahuan (skor post-test >80%) pada materi kegawatan sehari-hari dan 79,1% kader mampu mempraktekkan bantuan hidup dasar dengan baik. Pengetahuan dan keterampilan kader meningkat setelah mengikuti semua pelatihan dan penyuluhan tentang penanganan kegawatdaruratan sehari-hari. Pelatihan kegawatdaruratan sehari-hari bagi masyarakat awam perlu diperluas ke kelompok masyarakat lain seperti kelompok pemuda atau kelompok anak sekolah.