Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BAHAYA NAPZA BAGI KESEHATAN DAN PERKEMBANGAN INTELEKTUAL ANAK USIA SEKOLAH Nova, Riki; Abdullah, Dessy; Rahmadhoni , Berry; Ivan, Muhammad; Nurwiyen, Nurwiyen; chan, Zamsari; Rinaldy, Arief
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i4.1079

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak penggunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) terhadap kesehatan fisik dan perkembangan intelektual anak usia sekolah serta penanganan kasus narkoba di Indonesia. Metode Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif untuk mengkaji dampak NAPZA. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen terkait kasus narkoba di Indonesia. Metode ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai dampak dan penanganan masalah NAPZA. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan NAPZA memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan fisik dan perkembangan intelektual anak usia sekolah. Dampak kesehatan fisik meliputi gangguan jantung, penyakit paru-paru, dan kerusakan organ tubuh. Selain itu, anak-anak yang terpapar NAPZA berisiko mengalami gangguan perkembangan otak, yang berdampak pada penurunan kemampuan kognitif dan prestasi akademik yang rendah. Efek berantai dari NAPZA juga merugikan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Simpulan, NAPZA memberikan dampak merugikan yang signifikan terhadap kesehatan dan perkembangan anak usia sekolah, termasuk gangguan fisik dan penurunan kemampuan kognitif. Pengabdian ini menekankan perlunya perhatian yang lebih besar dalam penanganan kasus narkoba dan intervensi yang efektif untuk mengatasi masalah ini. Upaya preventif dan rehabilitatif harus diperkuat untuk mengurangi dampak negatif NAPZA dan melindungi generasi muda dari ancaman ketergantungan zat. Kata Kunci : NAPZA, Intelektual, kognitif
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) oleh Ibu Hamil di Puskesmas Sungai Sarik Setiawati, Erdanela; Rinaldy, Arief; Rosmaini; Sjaaf, Fidiariani; Ananda, Shadilla Hutri
Scientific Journal Vol. 5 No. 1 (2026): SCIENA Volume V No 1, January 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i1.319

Abstract

Pendahuluan: Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunan angka-kematian-ibu (AKI) adalah melaksanakan Program-Perencanaan-Persalinan dan Pencegahan-Komplikasi (P4K) pada ibu-hamil. Banyak faktor yang mempengaruhi pelaksanaan P4K oleh ibu-hamil seperti: pengetahuan, dukungan suami, dan-sebagainya. AKI di Indonesia dan di Sumatera-Barat masih tinggi dan jauh dari angka target SDG. Tujuan-penelitian: untukĀ  mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Pelaksanaan P4K oleh ibu-hamil di Puskesmas-Sungai-Sarik Metode: Jenis dan rancangan penelitian adalah penelitian analitik-observasional dengan rancangan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah-Kerja Puskesmas-Sungai-Sarik, Kabupaten-Padang-Pariaman, Provinsi-Sumatera-Barat, mulai Juni-2023 sampai-dengan Agustus-2024. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Sampel-penelitian adalah semua ibu-hamil yang datang ke Puskesmas-Sungai-Sarik pada bulan Juli-Agustus 2024. Besar-sampel ditentukan menggunakan metode total-sampling. Dengan teknikĀ  purposive-sampling diperoleh sampel sebanyak 169 ibu-hamil. Variabel-independen: adalah karakteristik ibu-hamil seperti: usia, pendidikan, pekerjaan, usia-kehamilan, paritas, penghasilan-keluarga, dan tingkat-pengetahuan ibu-hamil. Variabel-dependen: pelaksanaan P4K oleh ibu-hamil. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (Uji Chi-Square). Hasil: Analisis-univariat. Dari 169 ibu-hamil di Puskesmas-Sungai-Sarik, mayoritas berusia 20-35 tahun (78,1%), berpendidikan menengah (SMP-SMA) sebanyak 68,6%, dan tidak bekerja (76,3%). Mayoritas hamil trimester-2 (12-28 minggu) sebanyak 55,6% dan kehamilan-multipara (63,8%). Dari penghasilan-keluarga, mayoritas berpenghasilan-sedang (30,8%), berpengetahuan kurang-baik (53,8%), dan memiliki pelaksanaan-P4K baik (84,6). Analisis-bivariat. Hasil uji Chi-Square didapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan-P4K yang baik adalah faktor pendidikan (p-value=0,028), usia kehamilan (p-value=0,006) dan tingkat-pengetahuan ibu-hamil (p-value=0,038). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan pelaksanaan-P4K yang baik adalah faktor usia ibu-hamil (p-value=0,169), pekerjaan (p-value=0,319), paritas (p-value=0,794), dan penghasilan-keluarga (p-value=0,512) Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengn pelaksanaan Program-Perencanaan-Persalinan dan Pencegahan-Komplikasi (P4K) yang baik pada ibu-hamil di Puskesmas-Sungai-Sarik adalah faktor pendidikan, usia-kehamilan dan pengetahuan ibu-hamil.