Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PETUGAS LAPANGAN PL-KUMKM 2023 PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Norhidayah , Norhidayah; Berkatillah, Akhmad; Halimah, Nor
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.347

Abstract

Kinerja adalah hasil dari tindakan seseorang dalam suatu organisasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya bimbingan teknis, kemampuan komunikasi petugas lapangan yang sulit dipahami responden, petugas lapangan tidak teliti dalam pengisian data, dan kurangnya konsistensi petugas lapangan terhadap pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan motivasi kerja terhadap kinerja petugas lapangan PL-KUMKM 2023 pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif. Populasi penelitian ini adalah petugas lapangan PL-KUMKM 2023 sebanyak 243 orang dengan jumlah sampel 71 responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu Probability Sampling dan diolah menggunakan IBM SPSS Statistic 27. Hasil penelitian menunjukkan pelatihan berpengaruh negatif dan tidak signifikan secara parsial terhadap kinerja petugas lapangan PL-KUMKM 2023 pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Hulu Sungai Utara. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja petugas lapangan PL-KUMKM 2023 pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Hulu Sungai Utara. Pelatihan dan motivasi kerja berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja petugas lapangan PL-KUMKM 2023 pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Identifikasi Disfungsi Keluarga pada Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga dengan Pengkajian APGAR Keluarga: Identifikasi Disfungsi Keluarga pada Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga dengan Pengkajian APGAR Keluarga Rahmadi, Nida Ashifa; Okvitasari, Yenny; Salsabila, Salsabila; Halimah, Nor; Zinan, Rabiatul
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 3 No. 3 (2023): JPKK Edisi Desember 2023
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol3.Iss3.1711

Abstract

Decreased physical function and accompanying diseases in the elderly will result in dependency and helplessness of the elderly. The role of family can make the elderly experience positive changes in their lives. The family has an informal role for the elderly, namely the family becomes a friend, caregiver, encourager, coordinator, and as peacemaker in caring for the elderly. Therefore, a community service program was carried out to find out family dysfunction in the elderly who live with their families. The study was conducted with pre-elderly and elderly in Musholla Al Anshor (Muslim prayer room), RT. 15, Gang Purnama Pasar Lama, Banjarmasin with 15 respondents. This community service was carried out face-to-face using APGAR family assessment, preparation of tools and rooms and the elderly. It was implemented using the APGAR (Adaptation, Partnership, Growth, Affection, Resolve). Family assessment questionnaire consisted of 3 categories, namely high family dysfunction (0-3), moderate family dysfunction (4-6), and low family dysfunction (7-10). The results of this community service program were obtained from all respondents who had APGAR assessment scores for families with low family dysfunction (100%), moderate family dysfunction (0%), and high family dysfunction (0%). It means that family functions still plays a good role in both the pre-elderly and elderly who live with their families. Abstrak Penurunan fungsi fisik dan penyakit yang menyertainya penyakit usia lanjut akan mengakibatkan ketergantungan dan ketidakberdayaan lansia. Peran keluarga dapat membuat lansia mengalami perubahan positif dalam kehidupannya.  Keluarga memiliki peran secara informal bagi lansia yaitu keluarga menjadi sahabat, pengasuh, pendorong, koordinator, dan sebagai pendamai dalam merawat lansia. Untuk itulah program pengabdian masyarakat dilakukan mengetahui disfungsi keluarga pada lansia yang tinggal bersama keluarga. Pengkajian dilakukan dengan pra lansia dan lansia yang ada di Musholla Al Anshor, RT. 15, Gang Purnama Pasar Lama, Banjarmasin dengan responden 15 orang. Pengabdian masyarakat ini dilakukan secara tatap muka menggunakan pengkajian APGAR (Adaptation, Partnership, Growth, Affection, Resolve) keluarga, persiapan alat dan ruangan, dan lansia. Pelaksanaannya dengan menggunakan kuesioner pengkajian APGAR terbagi menjadi 3 kategori yaitu disfungsi keluarga tinggi (0-3), disfungsi keluarga sedang (4-6), dan disfungsi keluarga rendah (7-10). Hasil dari program pengabdian masyarakat ini di dapatkan seluruh responden memilki nilai pengkajian APGAR Keluarga dengan disfungsi keluarga  rendah (100%), disfungsi keluarga sedang (0%), disfungsi keluarga tinggi (0%). Artinya, fungsi keluarga masih berperan baik pada pra lansia dan lansia yang tinggal bersama keluarganya.
T Tingkat Kecemasan Remaja yang Menggunakan Smartphone di SMK Negeri 1 Martapura Kabupaten Banjar Tahun 2022 Sitanggang, Yohana Agustina; Halimah, Nor
Journal of Nursing Invention Vol. 4 No. 2 (2023): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v4i2.448

Abstract

Conclusion: Teenagers who use smartphones only experience mild anxiety. It is hoped that schools will provide education about the impact of using smartphones as an effort to prevent anxiety and the negative impacts of using smartphones.
Sistem Informasi Instalasi Kabel Serat Optik Di Kabupaten Bangkalan Menggunakan Model Waterfall Mukhlis Ainur Rahman; Nuru Aini; Nor Halimah; Siti Nur Khofifah; Devita Sari; Naila Nataswa Juniar; Ahmad Noor Alfinuha Shidiqqi Al Dafian; Halimah, Nor
Elkom: Jurnal Elektronika dan Komputer Vol. 18 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Elektronika dan Komputer
Publisher : STEKOM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/elkom.v18i2.3242

Abstract

Perkembangan sistem informasi seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang signifikan, berperan dalam penyimpanan, pengelolaan, dan pendistribusian informasi. Salah satu contohnya adalah dalam pengelolaan data instalasi kabel serat optik. Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan, sebagai instansi pemerintah, menghadapi tantangan dalam pencatatan data serat optik yang masih dilakukan secara konvensional menggunakan perangkat lunak Excel. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti merancang dan mengembangkan "Sistem Informasi Instalasi Kabel Serat Optik di Kabupaten Bangkalan." Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan data, menyederhanakan proses pencatatan, dan mempercepat akses informasi kepada pihak terkait. Hasil pengelolaan data dalam sistem informasi ini mencakup empat proses utama: pengelolaan data titik instalasi, pengelolaan data lokasi, pengelolaan data pengguna, dan pengelolaan data kecepatan internet. Penerapan metode waterfall dalam perancangan sistem informasi ini memberikan solusi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan data. Perancangan sistem informasi ini terdiri dari lima (5) perancangan utama yaitu: 1) Menampilkan halaman pengunjung ketika aplikasi diakses, 2) Menerima dan mengolah data berdasarkan tindakan CRUD (create, read, update, delete), 3) Melakukan verifikasi data login dan menampilkan pesan error apabila data login salah, 4) Menyediakan fitur pencarian data, dan 5) Menghasilkan laporan data instalasi.
Pengaruh Edukasi Melalui Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Perawatan Pasien Gangguan Jiwa Halimah, Nor; Sholikhah, Siti; Saifudin, Moh.
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 3 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i3.26931

Abstract

Mental health refers to a condition in which an individual is able to develop physically, mentally, spiritually, and socially, thereby becoming aware of their own capabilities, managing stress effectively, working productively, and contributing meaningfully to their community. This study aimed to analyze the effect of leaflet-based education on family knowledge regarding the care of patients with mental disorders in Turi Subdistrict, Lamongan Regency. A pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach was employed. The population consisted of 93 families. Data were collected using a structured closed-ended questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test with a significance level of p < 0.05. The results showed that prior to the intervention, nearly 59.1% of the families had low levels of knowledge. Following the intervention, more than 44.1% demonstrated good knowledge. Statistical analysis yielded a significance value of p = 0.000 and a Z-score of -6.363, indicating a significant effect of leaflet-based education on family knowledge regarding mental health care. Educational interventions such as leaflets may serve as an effective strategy to improve family knowledge and address mental health literacy gaps.