Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship Between Fast Food Consumption and Obesity Among Adults at Pekan Labuhan Health Center, Medan, Indonesia Samosir, Fauzan Azmi Hasti Habibi; Qalbi, Kamila Harisah; Wijaya, Vincent; Kathy, Kathy; Miadi, Yesindi Nakita; Putri, Monica Dwi; Harahap, Juliandi
Journal of Community Medicine and Public Health Research Vol. 6 No. 1 (2025): Journal Community Medicine and Public Health Research
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jcmphr.v6i1.62002

Abstract

Obesity is defined as an excessive accumulation of body fat resulting from a prolonged imbalance between energy intake and energy expenditure, which may lead to various physical and psychosocial health complications. In Indonesia, the prevalence of adult obesity has reached approximately 22%, affecting around 625,000 individuals. One primary contributing factor to weight gain is the frequent consumption of high-calorie foods, such as sugary beverages, fast food, and items with a high glycemic index. This study investigated the association between fast food consumption and obesity among adults. An analytical cross-sectional study involved adult participants at the Pekan Labuhan Community Health Center in Medan who met specific inclusion and exclusion criteria. Data were obtained through structured interviews to assess the frequency of fast food consumption, alongside anthropometric measurements, including body weight, height, and calculation of Body Mass Index (BMI). The results indicated that 63% of the adult population in this community health center were classified as obese, and 72% reported frequent fast food consumption. Statistical analysis using the Pearson correlation test demonstrated a significant relationship between fast food consumption and obesity (p=0.001). The findings suggest that a higher frequency of fast food intake is significantly associated with increased obesity risk. These results underscore the importance of dietary education and public health strategies aimed at reducing fast food consumption to combat the rising prevalence of obesity.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Ansietas pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Samosir, Fauzan Azmi Hasti Habibi; Kathy, Kathy; Hasby, Ahmad Yafiz
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i1.831

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan media sosial Media sosial telah menjadi sarana utama untuk berinteraksi sosial, khususnya di kalangan remaja dan dewasa muda. Pada tahun 2022, sekitar 68,9% dari total populasi Indonesia merupakan pengguna aktif media sosial. Ansietas merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang paling umum terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan tingkat ansietas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tahun 2022. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan total 258 sampel yang dihitung menggunakan margin of error 5%. Hasil: Analisis korelasi menggunakan uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan positif namun tidak signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan tingkat ansietas (r = 0,056; p = 0,374). Pembahasan: Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan tingkat ansietas pada mahasiswa. Hasil ini berbeda dengan beberapa studi sebelumnya yang menemukan korelasi positif. Diduga, kemampuan adaptasi mahasiswa pasca pandemi dan metode pengisian kuesioner daring memengaruhi hasil. Temuan ini menekankan pentingnya mempertimbangkan kualitas penggunaan media sosial, bukan hanya intensitasnya. Simpulan: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara intensitas penggunaan media sosial dan ansietas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tahun 2022.