Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analysis of Speaking Skill Learning Difficulties in Students of the Arabic Language Education Study Program at State Islamic Institute Sugirma, Sugirma; Hamid, M. Abdul; K., Agustang
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jba.v8i2.10903

Abstract

Speaking skill (maharah kalam) is one of the four main skills that must be mastered by students of the Arabic Language Education Study Program at Islamic universities. The main goal of learning speaking skill is to develop the ability to speak in Arabic fluently, effectively, and accurately. Students are expected to be able to express thoughts, feelings, and information clearly and relevant in a variety of communication contexts. But in reality, there are still students who encounter obstacles in the learning process of speaking skill so that the expected goals are not achieved, as happened to PBA IAIN Ternate students. For this reason, this article discusses the difficulties of students in learning speaking skill at PBA IAIN Ternate with those explored from the results of field research with a qualitative descriptive approach, where the data obtained through questionnaires and interviews are processed by library triangulation. The results show that students of the PBA IAIN Ternate study program are still experiencing difficulties in learning speaking skill, from linguistic and non-linguistic aspects. In the linguistic aspect, it can be seen in the difficulty of understanding vocabulary, stringing sentences, and difficulty in capturing information from the interlocutor. Meanwhile, on the non-linguistic side, it can be seen in the students' lack of confidence in communicating. This affects the achievement of the learning goal of speaking skill, which emphasizes communication skills using Arabic.
MENGUNGKAP PESAN-PESAN AL-QURAN MELALUI PETUAH BUGIS “PAPPASENG TO RIYOLO” Sugirma, Sugirma
Palita: Journal of Social Religion Research Vol. 2 No. 1 (2017): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pal.v2i1.66

Abstract

“Pappaseng” is an oral literature spoken by “to riyolo na Ugi'e” (ancestor of the Bugis tribe) to give a message to “ana 'monri'e” (young generation) so as not to fall into the things that are not desirable. While the Quran is a holy book for Muslims that contains values from all aspects of human life, including the one is about moral messages, ethics and rule of interaction. Both become the basis of life of Bugis tribe people in living their lives and interact with each other. this research is a qualitative research with a cultural approach to search for The Quran relationship with the advice “Bugis pappaseng” form as a repertoire of science in the Bugis society. And obtained the result that the value contained in “pappaseng” always connected directly with the content of the Quran, such as courage, honesty, work ethic of faith and so forth.
MENGUNGKAP PESAN-PESAN AL-QURAN MELALUI PETUAH BUGIS “PAPPASENG TO RIYOLO” Sugirma, Sugirma
Palita: Journal of Social Religion Research Vol. 2 No. 1 (2017): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pal.v2i1.66

Abstract

“Pappaseng” is an oral literature spoken by “to riyolo na Ugi'e” (ancestor of the Bugis tribe) to give a message to “ana 'monri'e” (young generation) so as not to fall into the things that are not desirable. While the Quran is a holy book for Muslims that contains values from all aspects of human life, including the one is about moral messages, ethics and rule of interaction. Both become the basis of life of Bugis tribe people in living their lives and interact with each other. this research is a qualitative research with a cultural approach to search for The Quran relationship with the advice “Bugis pappaseng” form as a repertoire of science in the Bugis society. And obtained the result that the value contained in “pappaseng” always connected directly with the content of the Quran, such as courage, honesty, work ethic of faith and so forth.
PENGUATAN AKSARA AL-QUR’AN DI MAJELIS TAKLIM KOTA TOBELO HALMAHERA TENGAH MELALUI PENGGUNAAN BUKU QIRO’AH Kallang, Agustang; Sulaeman, Sulaeman; Amri, Muhammad; Sugirma, Sugirma; Said, Sayuthi Atman; Ridwan, M.
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1805

Abstract

Dinamika pembelajaran baca tulis Al-Qur’an di Indonesia, termasuk di Maluku Utara telah mengalami perkembangan pesat. Beberapa metode baca tulis Al-Qur’an telah mewarnai dunia literasi Al-Qur’an seperti Bhaghdadiyah, Iqro’, Qiro’ati, Ummi dan Metode Qiro’ah. Sebagai salah satu metode yang lahir dari timur Indonesia, yakni Makassar, metode Qiro’ah bisa menjadi pilihan untuk penguatan literasi Al-Qur’an dengan cara belajar santri super aktif (CBSSA), termasuk di Majelis Taklim di Kota Tobelo Halmahera Utara. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menguatkan literasi Al-Qur’an majelis taklim di Kota Tobelo Halmahera Utara melalui penggunaan buku qiro’ah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menguatkan literasi Al-Qur’an majelis taklim di Kota Tobelo Halmahera Utara melalui penggunaan buku qiro’ah. Metode kegiatan dilakukan melalui participation action research dengan tim pengabdi bertindak sebagai pendamping untuk penerapan metode qiro’ah. Hasil kegiatan melalui pola pembinaan literasi Al-Qur’an secara terstruktur dan sistematis, mulai dari penentuan mitra dampingan, pendampingan, pengaplikasian metode qiro’ah dan monitoring. Pola pembinaan mengacu pada pola dasar pengaplikasian metode qiro’ah yaitu 4M dan        7D. 4D sebagai penguasaan huruf hijaiyah, baris-harakat, huruf bersambung dan ilmu tajwid. Kemudian 7D dipahami, ditunjuk, dituntun, diulangi, diuji, diperlancar dan dipindahkan. Kegiatan ini telah berjalan sesuai dengan pengabdian dan memberikan kontribusi dalam menguatkan literasi Al-Qur’an bagi majelis taklim
PERAN INSTRUKTUR BACA DAN TULIS AL-QUR’AN DALAM MENGUATKAN KEMAHIRAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA MASYARKAT DESA MAMUYA KECAMATAN GALELA KABUPATEN HAMAHERA BARAT Wardah, Muhammad; K, Agustang; Sugirma, Sugirma; Adam, Afwan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2495-2507

Abstract

Artikel ini merupakan hasil dari giat pengabdan masyarakat yang dilaksanakan dengan menggunanakan metode Partisipatory Action Research (PAR), dimana Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir IAIN Ternate secara langsung berpastisipasi dan terjun langsung dalam komunitas masyarakat, yakni warga masyarakat yang ada di Desa Mamuya Kecamatan Galela Kabupaten Halmahera Utara, untuk merepresenatikan hasil kajian dan analisa akademik yang dirancang melalui sebiah kebiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Adapun data dan informasi yang diperoleh di masyarakat, kemudian diolah dan dianalsis dengan pendekatan deskriptif kualitataif untuk kemudian dijabarkan secara deduktif dan selanjutnya ditarik sebuah kesimpulan Hasil dari analisis kegiatan ini disipulkan dua hal. Pertama, membaca al-Qur’an di Desa Mamuya Kecamatan Galela Kabupaten Halmahera Utara, diajarkan dengan masih menggunakan cara lama yang berkembang di masyarakat seperti metode Bagdadiyah dan metode Iqra. Kedua, para instruktur baca tulis al-Qur’an di Kelurahan Mamuya, Kecamatan Gelala Kabupaten Halmahera Utara terkendala dengan kemampuan awal yang dimiliki oleh para santri, dimana masih banyaknya santri yang masih perlu pembinaan dalam hak penguasaah makharij al-huruf, yang menjadi pondasi awal mempelajari al-Qur’an. Masih minimnya perhatian orang tua juga berdampak ada keseriusan para intruktur dalam rangkan menciptakan aktiviatas pembelajaran yang efektif. Meski demikian para instruktur baca tulis al-Qur’an tetap termotivasi membina masyarakat, karena didukung dengan tingginya animo dan motivasi belajar dari para santri, termasuk adanya duungan dari pihak pemerintah setempat yang memberi fasilitas berupa ruang belajar, di lingkungan Mesjid Desa Mamuya.
PENGEMBANGAN BI’AH LUGHAWIYAH MELALUI PROGRAM KAMPUNG BAHASA ARAB DI KELURAHAN TUBO, KECAMATAN TERNATE UTARA K, Agustang; Nurmawaddah, Andi; Sugirma, Sugirma; Hairun, Asmira
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan Kelurahan Tubo di Kota Ternate sebagai lokasi pengembangan Kampung Bahasa di Maluku Utara dengan mengkaji potensi sosial, budaya, pendidikan, serta infrastruktur masyarakat setempat. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggambarkan kondisi riil lapangan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian ini juga menguraikan konsep Kampung Bahasa dengan merujuk pada model Kampung Bahasa Pare di Kediri, Jawa Timur, sebagai rujukan utama, khususnya dalam hal pengelolaan lingkungan belajar, keterlibatan komunitas, dan struktur program pembelajaran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tubo memiliki modal sosial berupa komunitas pemuda, lembaga keagamaan, dan kelompok pendidikan nonformal yang aktif mendukung kegiatan literasi. Selain itu, modal kultural masyarakat yang terbuka terhadap pembelajaran bahasa Arab dan bahasa asing lainnya memperkuat potensi keberhasilan program. Dari sisi kelembagaan dan geografis, Tubo memiliki akses pendidikan yang memadai serta lingkungan yang relatif kondusif untuk aktivitas pembelajaran intensif. Berdasarkan analisis tersebut, Tubo dinilai layak dikembangkan sebagai Kampung Bahasa yang dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kompetensi bahasa di Maluku Utara. Penelitian ini memberikan dasar konseptual dan praktis bagi pemerintah daerah serta pemangku kepentingan dalam merancang program pendidikan berbasis komunitas.